Bupati Nagekeo Memberikan Tablet Tambah Darah

Gerakan Cegah Anemia pada Remaja Putri Dengan Minum Tablet Tambah Darah

Bupati Nagekeo Memberikan Arahan Singkat

Gerakan ini diawali dengan pelaksanaan screening awal Anemia dan Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri secara simbolis oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Rabu 16 Juni 2021.

Pelaksanaan screening awal Anemia, Pemeriksaan HB , LILA, Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan oleh Tenaga Medis Puskesmas Danga.

Kegiatan tersebut terlebih dahulu dilakukan di SMPS Hanura Danga dan setelah itu ke SMAK Baleriwu Danga.

Giat di SMAK Baleriwu Danga

Turut hadir dalam giat ini, Kadis Kesehatan Drg.Ellya Dewi, MPH bersama jajarannya, Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau bersama jajarannya, Kepala SMPS Hanura Danga Kristoforus Jo Wea, S. Pd, Kepala SMAK Baleriwu Danga Paulus Tenga, S.Pd masing masing bersama para guru dan pegawainya.

Saya perhatikan tadi saat nyanyi cerdas, (yel-yel tablet tambah darah) tapi mukanya, matanya tidak berbinar. Minimal yang pertama itu matanya tidak ngantukan.” ungkap Bupati Don membuka sambutan singkatnya.

Lebih lanjut, Bupati Don berharap mudah- mudahan nanti setelah ini secara sadar kita, perhatikan asupan gizi, apa yang kita makan, yang kita konsumsi sehari – hari ditambah dengan suplemen yang dibagi dari Dinas Kesehatan, mudah-mudahan kita sama- sama sadar bahwa selalu cek HB dan itu bisa melalui UKS. Alatnya sederhana yang dulunya alat ini eksklusif di fasilitas kesehatan tapi sekarang sudah bisa dijual di toko-toko. Alat digital mudah sekali pakai itu.

Kenapa kita memperhatikan wanita??

Negara, bangsa dimanapun juga, apabila dalam keadaan yang paling susah sekalipun itu, nasihat bijaknya adalah perhatikan kesehatan dan pendidikan kaum wanita.

Mengapa???
Karena wanita yang menyimpan benih, melahirkan dan membesarkan anak adalah wanita.

Penting sekali sebuah negara, daerah, kabupaten ini memperhatikan kesehatan wanita. Supaya 15 atau 20 tahun yang akan datang kita akan mendapatkan generasi yang bebas stunting.
Stunting sebuah istilah digunakan untuk gagal tumbuh. Jadi manusia lengkap, tampilan fisiknya OK, tapi kemampuan berpikirnya sama sekali buruk.

Pentinganya memperhatikan kesehatan wanita.
Harus menjamin calon-calon ibu di masa depan itu sehat.

Penting sekali remaja putri untuk tidak Anemia.

“Nanti minum tablet besi setiap Minggu cek HB setiap Bulan..
Menjadi kegiatan rutin memperhatikan kesehatan ini.
Hari JUBAH MERAH (Jumad Tablet Tambah Darah) yang artinya setiap hari Jumad remaja putri Wajib minum Tablet tambah Darah” ujar Bupati Don mengakhiri sambutan singkatnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Drg.Ellya Dewi, mengatakan
Dalam rangka Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013, upaya kesehatan dan gizi diprioritaskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Upaya Percepatan Perbaikan Gizi dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif yang antara lain terintegrasi dengan program penanggulangan anemia kepada kelompok sasaran rematri dan WUS.

Sesuai rekomendasi WHO tahun 2021, upaya penanggulangan anemia pada rematri dan WUS difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi TTD, serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat.

Remaja putri adalah calon ibu sehingga perlu dipersiapkan secara baik kesehatannya. Jika tidak akan berdampak pada kehamilan, persalinan dan bayi yang dilahirkan pun akan mempunyai masalah kesehatan.

Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka anemia diantaranya Edukasi makan gizi seimbang, dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).

Kepatuhan rematri dan WUS yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah masih sangat rendah.Karenannya dilakukan gerakan Minum TTD secara rutin setiap Jumad, sehingga memudahkan dalam pemantauan dan diharapkan ada komitmen untuk patuh sehingga akan terjadi penurunan prevalensi anemia pada rematri dan WUS.
Persentase pelayanan kesehatan anak usia sekolah mencapai 85% namun cakupan pemberian TTD di usia sekolah masih rendah.

Selain pemberian tablet tambah darah juga dilakukan pemeriksaan secara screening awal yakni pemeriksaan HB, Pemeriksaan LILA, Pengukuran BB dan TB.

Diharapkan kita memiliki data yang akurat sehingga intervensi yang akan dilakukan kedepan diharapkan tepat akurat dan tepat sasaran.

Tujuan pemberian TTD adalah adanya upaya dan komitmen bersama untuk menciptakan remaja Nagekeo yang sehat dan berprestasi serta Bebas Anemia.
Dengan screnning awal kita akan memiliki data dasar kesehatan remaja.

Pemberian TTD pada remaja putri dan screening kesehatan remaja di sekolah akan dilakukan di 20 sekolah dalam wilayah Kecamatan Aesesa, mulai 15 Juni s/d 18 Juni 2021 dan akan dilakukan lagi setelah selesai liburan.

Pelaksanaan screening awal akan dilakukan secara bertahap di semua sekolah se – Kabupaten Nagekeo.

Dengan jumlah sasaran sebanyak 3476 siswa dengan rincian sebagai berikut.
SMP sebanyak 1393 siswi,
SMA sebanyak 2083 siswi.

Pelaksanaan screening awal Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah yang dilaksanakan hari ini dengan sasaran remaja putri SMPS Hanura Danga sebanyak 202 siswi dan SMAK Baleriwu Danga sebanyak 555 siswi.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 0

198562786_3091773557768715_3293589335435693783_n

Bupati Nagekeo Meninjau Langsung 3 Embung di Desa Totomala Kec. Wolowae.

E m b u n g
==================
Totomala, 11 Juni 2021
Bupati Nagekeo, pada Jumad (11/6) meninjau langsung 3 embung yang ada di desa Totomala, Kec. Wolowae.
1. Embung Yobomate.
Dibangun sudah lebih dari 10 tahun lalu. Kondisinya sudah tertimbun sedimen tanah pegunungan akibat pembukaan ladang sekitar.
Perlu penanganan segera yakni :
* pengerukan (PUPR)
* membatasi ladang sekitar pada kondisi lahan curam (Desa)
* menanam vegetasi penahan dan penyimpan air di sekitarnya (Lingkungan Hidup)
2. Embung Bhone
Kondisi baik, masih menampung cukup air. Berfungsi sekalipun belum optimal dalam hal distribusi.
3. Embung Ae Dako
Kondisi baik, menampung cukup air.
Berfungsi terbatas. Hanya untuk ternak. Tidak bisa untuk tanaman. Kesaksian warga setempat, banyak tanaman tidak subur, kuning kalau menggunakan air dari embung ini.
“Perlu ada treatmen khusus, disertai penelitian terkait kandungan keasaman air dll…” Ujar Don.
Dalam kunjungan kerja ini, Bupati didampingi langsung oleh Kades Totomala, Marianus Ngayu.
Selain berupaya bangun embung baru, pemerintah juga harus berupaya mengoptimalkan fungsi embung yang sudah ada. Juga memperbaiki kondisi embung yang sudah tidak berfungsi akibat kerusakan maupun sebab-sebab alam lainnya.
***
Protkompim
(Hms)

Hits: 2

RRI

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan LPP RRI Ende

Penandatanganan MoU oleh Ketua LPP RRI Ende
Penandatanganan MoU oleh Bupati Nagekeo

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Ende tentang kerjasama Penyebarluasan Informasi Pembangunan Kabupaten Nagekeo, Selasa 08 Juni 2021.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Aula VIP Bupati Nagekeo.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Lembaga Penyiaran Publik RRI Ende Yuliana Marta Doky, S.Sos bersama Tim, para Kepala Perangkat Daerah.

Penandatanganan kerja sama tersebut antara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dengan Kepala LPP RRI Ende Yuliana Marta Doky, S.Sos.

Kepala Lembaga Penyiaran RRI Ende Yuliana Marta Doky dalam sambutannya mengatakan
Sesuai dengan misi RRI Ende sebagai lembaga penyiaran publik, harus independen, netral dalam memberikan informasi kepada publik yang mengedukasi selain itu menyebarluaskan informasi baik tentang pendidikan, kebudayaan, berita dan informasi dan hal-hal lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

RRI Ende melalui programa satu dan programa dua telah melakukan itu, namun perlu kita perkuat dengan lakukan penandatanganan kerja sama sehingga RRI Ende sebagai lembaga penyiaran menjadi media yang memfasilitasi berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Nagekeo yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga masyarakat baik yang di Kabupaten Nagekeo, Sedaratan Flores, Indonesia maupun dari negara lain bisa mengetahui apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo sekaligus RRI sebagai media yang menjembatani kebutuhan masyarakat yang perlu diketahui pemerintah Kabupaten Nagekeo maka kami mengalokasikan waktu untuk Program Bupati Menyapa.

Karena menurut kami, mungkin masih banyak hal yang perlu diketahui oleh bupati, apa sih yang dilakukan masyarakat, melalui RRI Ende kami fasilitasi hal tersebut.

Untuk hal ini kami RRI Ende memasang pemancar di Kabupaten Nagekeo untuk mengatasi daerah blank spot.
Sebelum Bulan Nopember itu sudah bisa terpasang sekarang masih proses pengadaan.
Kita tidak punya tempat, kami masih bisa memasangnya di salah satu tower di Nagekeo.

Kami berharap setelah penandatanganan ini, program siaran bupati menyapa akan kontinue sehingga bupati bersama pimpinan perangkat daerah bisa mengisi acara tersebut di pukul 21.00 Wita.

Tadi malam kami telah melakukan perekaman untuk acara live music di RRI Ende salah satu program yang menampilkan semua group musik dari berbagai daerah. Tanggal 17 Juni 2021 kami ambil satu group dari Nagekeo untuk kita promosikan dan publikasikan bahwa kita punya potensi yang luar biasa di Nagekeo.

“Pak Bupati, mohon ijin disini ada pimpinan perangkat daerah mohon kalau ada telepon dari Tim Lintas Ende Pagi atau tim pemberitaan, kami mohon bisa diterima karena terkait dengan publikasi dan klarifikasi. Mungkin ada issu-issu yang kurang bagus kami RRI Ende mengklarifikasikan sehingga masyarakat juga mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan dan ketahui dari narasumber yang terpercaya dan kompoten dan di RRI Ende tidak ada cost. Dari 9 kabupaten kota di Flores dan Lembata dengan Kabupaten Nagekeo adalah kerjasama yang pertama.
Saya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa bupati dan yang baru teralisasi penandatanganan kerja sama baru dengan Nagekeo”.

Sambutan Bupati Don

Sambutan Bupati
” Yang pertama, Terima kasih. Ini sudah direspon cepat oleh LP RRI Ende dan tahun lalu sudah melakukan peliputan dan disiarkan secara live di kampung Nunungongo.

Berdasarkan niat dan kita jual obat saja.
Lihat bahwa kesungguhan ini ada dan ibu punya tim lapangan yang handal.

Saya siap untuk menandatangani perjanjian kerja sama .
Apa yang saya harapkan dari penandatanganan ini??

Pertama terus terang sebagai kabupaten baru kami memang harus MPO sedikit. Bagaimana pun dengan segala cara nama Nagekeo harus menjadi akrab mulai dari telinga orang Nagekeo, telinga orang Flores, dan Indonesia.

Kedua Kita pada saat yang bersamaan ingin memperkenalkan apa yang dimiliki oleh masyarakat dan daerah ini. Ada landscape, alamnya, budaya sampai dengan produk- produk unggulan.
Kami sudah menggerakan mulai dari kelompok yang paling kecil , Rukun Tetangga dan Dasawisma sehingga kelompok kerajinan ri’il mulai lakukan itu.
Kami benahi semua struktur.

Untuk permintaan pemindahan fasilitas tower yang ada di Ende ke Nagekeo saya serahkan pada tim teknis nya ibu. Silahkan survey lokasinya. Mana saja yang di nilai menjangkau paling luas wilayah Nagekeo. Ketika titik titik itu ditentukan kita akan bebaskan lahannya dan kita hibahkan ke LP RRI Ende untuk membangun fasilitas itu. Silahkan survey sehingga tidak salah tempat.”

Kami menginginkan produk kami, kami promosikan lewat RRI Ende. Intinya produk apa saja, yang lainnya adalah even-even budaya.

Sesuai dengan diskusi kita, masukan dari BOP Labuan Bajo dan Kementerian Desa kali lalu, Nagekeo dikenal dengan even tinju meskipun kita tidak pernah menyumbangkan satu orang petinju nasional.
Tapi kami punya kampung – kampung adat yang punya ritual tinju. Agenda tinju dimulai dari Kampung Wulu dan berakhir di Nggolonio. Apa – apa yang harus diperbaiki sehingga bisa menjadi entertain, atraksi yang harus di jual.

Singkat kata, ini sebuah moment yang membuka peluang Nagekeo dikenal oleh Flores, NTT, Indonesia, Asia dimana siaran RRI Ende bisa ditangkap”.

Sesi Foto Bersama

Sesi Foto Bersama

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 9

Kelurahan Rega (1)

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan penanaman pembibitan bambu di media Polibag, binaan Yayasan Bambu Lestari

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat kunjungan kerja Bupati Don di Kelompok Dasawisma Ngusa Mula – Kelurahan Wolopogo, Kecamatan Boawae, Kamis 03 Mei 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Ny. Eduarda Prawita Gati, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP. , Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago,ST.MT, Silvester Ajo Tape, S.Hut dari UPT Kesatuan Pengelola Hutan Nagekeo,
Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajarannya, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U.Boleng bersama Jajarannya serta Para Pengawas SD dan Kepala Sekolah radius kelurahan tersebut.

Pembibitan bambu binaan Yayasan Bambu Lestari merupakan Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas Kehutanan Provinsi NTT.

Program ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Nagekeo dan tahun 2021 Nagekeo mendapat alokasi anggaran untuk di dua desa yakni Desa Wolopogo ( Kelompok Dasawisma Ngusa Mula ) dan Desa Wolowea ( Kelompok Dahlia).
Masing masing kelompok beranggotakan 25 orang ibu-ibu, sehingga total ada 50 orang Ibu- ibu menjadi pelopor pembibitan bambu di Nagekeo.
Tiap ibu wajib mengelola 2000 bibit bambu.

Kedua desa tersebut dipilih karena adanya ketersediaan bambu dan ketersediaan air yang cukup untuk pembibitan serta masuk dalam kawasan perhutani.

Yaysan Bambu Lestari sebagai Lembaga yang mendorong pengembangan desa bambu, melakukan upaya upaya advokasi untuk mendorong adanya kebijakan yang insklusif yang mendukung pengembangan desa bambu serta pengelolaan bambu dari hulu, tengah hingga hilir, sejak dari pembibitan, pengelolaan perhutanan hingga industry bambu seerta pemanfaatan bambu untuk layanan public maupun industry komersial.
Sistem bambu lestari merupakan sistem yang dibuat oleh Yayasan Bambu Lestari sebagai salah satu upaya pengelolaan hutan bambu yang tanpa melepaskan kelesetarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, dihadapan Bupati Don dan rombongan menjelaskan secara singkat mulai proses pembibitan sampai dengan penanaman ( menggunakan media Polibag).

Menurut Paskalis mengapa harus ibu-ibu yang menjadi pelopor??

“Pernah melakukan praktek terhadap pengelolaan oleh bapak bapak, itu perhatiannya kurang.
Ibu-ibu punya pusat perhatian yang lebih.
Bapak – bapak dapat membantu untuk bagian mengambil bibitnya.
Memang yang setengah mati itu proses diawal pembibitan.

Diujung proses ini..
Pertama, kita hargai ibu ibu dengan 1 polibag Rp.2.500, dalam 3 bulan sudah menghasilkan 25 daun dengan Rp 2.500 berarti pendapatan ekonomi sudah sangat terbantu.
Kedua bagaimana ibu ibu kita ajarkan selain bibit ini kita pindahkan ke lokasi permanen, ada juga usaha yang namanya usaha rebung untuk konsumsi kita.
Itu tekad kami yang pasti akan kami lakukan.

Target kami di Nagekeo yang pertama adalah pembibitan dan terlebih dahulu kami lakukan pendataan. Ketersediaan bambu merupakan kunci utama dalam pengembangan desa bambu..

Kepada Bupati Nagekeo, Paskalis berharap agar kedepannya ada orang muda Nagekeo yang belajar di Kampus Agroforestri Bambu..
” Kami juga menginginkan para pemuda pemuda Nagekeo bisa belajar di kampus kami, nanti mereka akan belajar disana dan dididik oleh para ahli bambu. Dengan harapan suatu saat mereka akan membangun rumah dari bambu.

Yang sangat sulit untuk kita NTT khususnya Flores itu “tukang bambu” sehingga kita datangkan dari Jogja dan juga Bali.
Kita lagi mendidik anak muda kedepan walaupun kita bayarkan HOK nya karena mereka kerja bangunan dan mereka juga kita latih keterampilannya. Kita juga datangkan khusus arsitek bambu untuk melatih mereka.”

Bupati Don pada kesempatan tersebut mengatakan, ini luar biasa.
Ini lebih dari pemerintah.
Ini “best practice”.
Ini satu contoh dimana sebuah lembaga merangsang disektor hulu, diproduksi ketersediaan ini dengan berjibaku habis habisan.
Beri insentif ke kita itu Rp2.500/polibag yang jadi…Ini luar biasa.

Kita bersyukur bahwa kita dapat rahmat melalui Yayasan Bambu Lestari.

Gubernur dalam kunjungannya dua minggu yang lalu sudah bilang siapa yang miliki bambu dia akan kaya raya dimasa yang akan datang. Bangunan- bangunan kedepan banyak yang konstruksinya dari bambu. Teknologi pengolahan bambu sudah makin bagus banyak sekali bangunan yang akan diganti dengan bambu, kecuali mungkin gedung pencakar langit yang butuh skill tinggi.

Sekarang baru kita ketemu media untuk kita bisa bekerja dan saya bisa tagih di Wolopogo.

Pertama, kita data rumpun bambu di kelurahan Wolopogo.
” Secara sukarela mau masuk yang didaftar dalam program ini atau yang biasa, mana area yang mau kita tanam. Memang dalam satu hamparan mungkin susah. Bedasarkan penjelasan dari pihak yayasan dalam area tertentu pada beberapa tempat kita bisa menanam.

Pekerjaan berat kita ada di hulu.
Bagaimana merubah kebiasaan, kemudian kita mengkategorikan kebutuhan masyarakat.**

Kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit bambu dalam media Polibag oleh Bupati Nagekeo.


**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 32

Kelurahan Wolopogo (1)

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Wolopogo dan Kelurahan Rega, Kamis, 03 Juni 2021

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP. , Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago, ST.MT. Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajarannya, Lurah Rega Hieronimus Lao Meze, S.Kom bersama jajarannya, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U.Boleng bersama Jajarannya serta Para Pengawas SD dan Kepala Sekolah radius kelurahan tersebut.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kelurahan Wolopogo dan Kelurahan Rega dengan berbagai agenda antara lain, mengunjungi sekolah- sekolah (SDI Wudu, SMPS Patimura Wudu, SDK Wolopogo, SDK Rega), Mengunjungi pengarajin parang, Melihat langsung aktifitas ibu-ibu Dasawisma dan Kelompok Wanita Tani ( kurang lebih 17 Kelompok ) dalam pameran mini di Kelurahan Wolopogo dan penanaman pembibitan bambu binaan Yayasan Bambu Lestari, peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) Meninjau pengerjaan saluran Irigasi Hobonaku 2, Penanaman perdana Kacang Tanah dan Jagung di Kelompok Malawitu Kel.Rega

Salah satu yang dikunjungi bupati dan rombongan adalah SMPS Patimura Wudu

Dihadapan para Guru dan Pegawai di sekolah tersebut Bupati menekankan beberapa point’ penting sebagai berikut:

1. Wajib memetakan dan lakukan assessment kompetensi minimal yang dicapai setiap anak per mata pelajaran.
” Betul-betul petakan minat dan bakat anak.
Kita jangan mengantar anak – anak hidup untuk menghabiskan waktu menunda kegagalan lebih jauh lagi menunda kekalahan.

3. Bagi mereka yang berkebutuhan khusus apa upayanya?
Ini gampang pertanyaan nya tapi mau kerja agak berat tapi harus kita kerjakan. Instrumen yang dipakai tetap gunakan instrumen nasional. Kurang tambahnya kita perbaiki bersama pengawas dan para mitra..Potretlah apa yang seharusnya kita potret dan apa yang kita capai.

“Bagaimana anak yang berkebutuhan khusus, bagaimana mereka menyerap, memahami mata pelajaran itu sangat rendah dan bagaimana membantu dia supaya naik level minimal dia pasti melewati kompetensi minimal yang dituntut.
Sehingga saya akan ketemu dengan kepala sekolah dan guru yang acuh dengan anak- anak yang berkebutuhan khusus.”

3. Adanya pengelolaan ikatan alumni.
Alumni itu kekuatan yang sangat besar.Yang kamu minta buku bacaan, infokus, itu kecil urusannya, alumni kekuatannya besar sekali.
Selama ini hidup kita habis diwacana. Jadi kata wacana itu yang harus dikuburkan.
Do it Now.
” Setelah saya pulang dari sini kamu langsung mulai. Ketik, buatkan. Tunjukan salah satu guru yang IT bagus untuk mengkoordinir ikatan alumni. Supaya tidak lama- lama”.

4. Camat turun cek penggunaan dana BOS, dana publik.
” yang mengelola uang itu harus jujur dan transparan. Kalau tidak jelas, samar samar ya kita turunkan APIP Inspektorat untuk periksa penggunaan di empat lima tahun terakhir.
“Hanya dengan cara kita mengakui kondisi kita, kita harus berubah tapi kalau kita menegasikan kondisi kita, kita menghindar itu pembusukan dari dalam tetap akan ada.”

6. Saya bukan pejabat yang melankolis, yang hanya menyenangkan mata tapi saya ingin agar betul petakan minat dan bakat anak.ini tercapai.
” Saya akan datang lagi kunjungi sekolah sekolah. Secara detail ke semua guru mata pelajaran dan saya minta catatannya. Lalu saya test.anak yang pintar seperti apa, yang bodoh seperti apa. Bagaiamana menangani yang paling bodoh , caranya bagaimana.
Itu baru jadi guru yang betul.”

Terhadap apa yang diharapkan oleh Bupati Nagekeo, Wilibrodus Seda S.Fil selaku pelaksana tugas Kepala Sekolah SMPS Patimura Wudu mengatakan bahwa
” Kunjungan bapak bupati adalah kehormatan bagi kami. Karena memberikan banyak masukan masukan.
1. Menginginkan agar kami memiliki peta pencapaian kompetensi minimal untuk setiap anak per mata pelajaran. Karena itu setiap guru mata pelajaran harus memiliki data yang rinci terkait dengan kemampuan anak yang diharapkan dari setiap mata pelajaran agar kompetensi minimal yang diharapkan itu tercapai.
2. Bapak bupati mengharapkan dia yang bukan tipe bupati melankolis mau supaya tanpa prinsip yang hanaya menyenangkan mata tapi dia juga ingin agar murid harus diketahui benar bakat dan minatnya.
3. SMP menjadi lembaga yang menyiapkan para murid mampu meneruskan arah pendidikan mereka, tidak semua jadi ilmuwan tapi semua sesuai dengan bakatnya. Bisa jadi orang terampil lebih cepat karena dia sudah mulai lebih dahulu. Dalam bahasa yang sederhana bapak bupati mau agar anak tidak terlambat mengexplorasikan seluruh kemampuannya agar bisa berhasil menghidupkan dirinya sendiri.

4. Soal guru yang masih banyak honor dan ASN yang terbatas dan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dikelas kami membutuhkan sarana multimedia yang bisa mengakomodasi seluruh modalitas belajar anak maka kami membutuhkan bantuan. Bapak bupati mengindikasi kami buatkan permintaan maka kami harus siap membuat permohonan.

5. Kami juga harus segera mengeksekusi inisiatif untuk menghimpun kembali ikatan alumni sebagai kekuatan yang membantu kami untuk mengelola sekolah ini.

6. Ketentuan untuk memajukan lembaga ini tergantung dari kerelaan kita untuk menjalin kemitraan dengan orang tua, ketua yayasan, komite, pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta semua pemangku kepentingan yang berkehendak baik untuk memajukan sekolah ini.

7. Upaya untuk menterjemahkan visi bupati KITA HARUS BERUBAH maka kami mencoba membuat sekolah ini menjadi berubah dengan guru harus berubah ter lebih dahulu , murid harus berubah sehingga dengan berdasarkan aturan dan regulasi yang diberlakukan kami dapat membuat sekolah ini lebih baik sekurang kurangnya sesuai dengan harapan bapak Bupati.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

 

Hits: 2

Kunjungan di Desa Wajo1

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Melakukan Kunjungan Kerja di Wilayah Kecamatan Keo Tengah

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Kecamatan Keo Tengah, Kamis, 27 Mei 2021.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, Kadis Peternakan Klementina Dawo, Kadis Perikanan Elias Tae , Kadis PUPR Bernard Dinus Fansiena, Camat Keo Tengah Hildagardis M.Kasi bersama jajarannya, Kabid Usaha Kecil Menengah pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Silvester Kagoa, Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Pappy Abraham Hensontian.

Kunjungan di Desa Wajo

Bapak Sipri Saju Ketua LPA, saat berdialog dengan Bupati Don menyampaikan beberapa hal memohon perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo antara lain:
Pelebaran jalan jalur Pauijo-Wajo,
Penataan kampung adat Wajo
Listrik tenaga Surya.
Sambungan air minum dan perumahan.

Terkait beberapa hal yang merupakan keluhan tersebut ditanggapi oleh Bupati Don sebagai berikut:

Pertama, Penataan kampung adat ini
Sebetulnya saya sudah berusaha melalui BOP Labuan Bajo sudah mendatangkan arsitek bangunan tradisional di Indonesia, sudah punya nama dan untuk di Flores ini beliau sudah punya karya membantu pembangunan Wae Rebo, di sana bangun rumah lama sampai dengan penyelesaianya dan dibukukan. Pak Yorianta meminta saya kampung-kampung adat di Nagekeo mana yang dalam perencanaan pemugaran rumah adat.

Kedua terkait pelebaran jalan
Kepada anak muda, mosa nua laki Ola jaga clear and clean maksudnya anak muda yang punya kebun dikiri kanan jalan itu jangan reseh kalau mau dilebarkan, supaya waktu ini efektif jangan ada yang palang lagi.
Kalau yang pele pele jalan dia pu calon kau jangan pilih ini sudah jelas orang dengan usara salah. Saya langsung omong ini. Sudah jelas calon yang usara nya salah itu langsung dia gugur.
Orang kalau tidak memberi, tidak berkorban jangan pernah dipilih dia jadi pemimpin, itu kita hilang waktu 6 tahun memang.Kita kasih kepercayaan di tangan orang yang salah.

Jadi ini ujian berat saat kita melebarkan jalan. Butuh semua dukung, sehingga gusur dari sana ke sini bisa selesai dengan baik. Tahun ini atau tahun depan sudah bisa dianggarkan rabatnya melalui dana desa.

Ketiga, masalah lampu listrik
Pakai lampu sekarang yang pakai colok. Kalau dulu kita pakai lampu gas sekarang kita pakai lampu yang pakai cara trus dipakai.
Saran saya adalah ketika ada acara bisa pakai lampu itu, tapi kalau mau terang setiap malam, ada 6 kepala suku 6 rumah tiap malam, gantian.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis Jumad Sabtu bagi kepada 6 kepala suku dan Minggu malam ke 7 jadi tanggungan anak muda. Anak muda harus bisa, supaya bapak bapak tua bisa merasa ada harapan kalau anak muda mengambil alih langsung tanggung jawab itu.
Sehingga malam tetap terang pakai lampu yang bisa dicas.
“Kombe terang mo ata ma’e naka tama ewo”.

Satu lagi air minum
Air ini tantangan juga.Tantangan buat penjabat kepala desa, buat 6 kepala suku ni kalau tidak bisa urus ulu Eko ni lebih baik bubar saja bapak, untuk apa jadi pemimpin kalau tidak bisa urus orang. Iya to..
Jadi melalui dana desa itu bisa dianggarkan. Menyiapkan meteran.Tiap rumah beli dari desa, sehingga uang yang masuk bisa beli lagi dan dusun dusun lain bisa dapat. Bisa dimulai dari sini. Yang urus pasang langsung hitung ke desa bayar meteran..

Agenda kunjungan kerja Bupti Don di Desa Wajo, melakukan peletakan batu rumah bantuan atas nama Bapak Benediktus Aja di Kampung Wajo, Menyerahkan bantuan kepada 7 orang penyandang disabilitas berupa 2 alat pendengar dan 5 tongkat penyangga, juga meninjau SDK Mabha Mbawa.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kecamatan Keo Tengah berkesempatan mengunjungi 4 Desa yakni, Desa Wajo, Wajo Timur, Pautola dan Ladolima. Dalam setiap kunjungan kerja nya Bupati Don melakukan berbagai agenda antara lain, mengunjungi Kelompok Wanita Tani, kelompok usaha masyarakat, Dasawisma, Karang Taruna, Penyerahan bantuan kepada penyandang Disabilitas dan peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) dan lainnya.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 18

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada Ferdinandus Bao,SP Jumad 21 Mei 2021. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Rendututubhada.

Turut hadir pada kegiatan ini, Sekcam Aesesa Selatan Kota Hubertus, A.Ma.Pd. bersama jajaran, Sekretaris Dinas Sosial Maksimilianus Wilfrit Betu dan jajaran, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Aesesa Selatan Anselmia Kartini, Saksi Rohani Pater Yakobus Ego, CP , para tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ferdinandus Bao, SP Penjabat Kepala Desa Rendututubhada terlantik menggantikan Yohanes Dedeo Wio Penjabat Kepala Desa yang lama berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 149/ KEP/HK/ 2021 Tanggal 26 April 2021 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Rendu tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan

Adapun tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh Penjabat Kepala Desa sebagaimana tercantum dalam SK tersebut sebagai berikut:

Tugas Umum
1. Menyelenggarakan pemerintah desa
2. Melaksanakan Pembangunan desa
3. Pembinaan Kemasyarakatan Desa
4. Pemberdayaan Masyarakat Desa

TUGAS Khusus
Mempersiapkan kelancaran dan kesuksesan Pemilihan Kepala Desa Rendututubhada Periode 2020-2026.

Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengatakan;
“Hari ini kita melantik seorang Penjabat Kepala Desa. Tugas pentingnya adalah menyiapkan masyarakat untuk memilih kepala desa baru dan menyiapkan, merapikan perangkat desa, semua instrumen organisasi kemasyarakatan yg ada di desa agar nanti kepala desa terpilih bisa langsung bekerja. Ibarat Yohanes Pemandi datang lebih dahulu ratakan jalan, luruskan yang lekuk lekak

“latar belakang saudara sebagai ASN, asumsinya saudara Ferdinandus mempelajari cepat, karena SK
Bulan April, belajar cepat, apa yang berhubungan dengan tugas-tugas, seperti yang telah dibacakan tadi”.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian;
1. Kita sekarang menuju era yang sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat harus disiapkan agar perubahan ini bisa diterima dan kita bisa bimbing masyarakat dengan benar.
2. Revitalisasi RT dan Dasawisma.
Siapa yang harus di RT?? Adalah mereka- mereka yang terdidik.
Generasi sekarang ini masalah mereka cuma satu yaitu doi ma kurang..ote ni benu peka. ( Uang masih kurang tapi otak sudah penuh).

Hal yang perlu digaris bawahi adalah mengajak kita memberi ruang kepada mereka untuk tampil pada skala kecil.
Relakan mereka tampil sebagai pemimpin.

Demokrasi yang artinya kita secara sadar dengan pemikiran bahwa semua orang punya harkat yang sama dan bisa berkembang maksimal sesuai talenta masing masing.
Berilah tanggung jawab sehingga mereka bisa mengekspresikan apa yang mereka harus terampil.
Kita menyiapkan calon pemimpin kedepan sehingga nantinya tidak kekurangan, regenerasi.

“Ferdinandus bisa lihat masyarakat disini jangan sampai jadi penonton”.

Urus betul..

1. Membuat persiapan lubang olah tanam ( bersama PPL)
2. Apa yg saya mau lihat??

Pertama, Membuat persiapan lubang olah tanam; pemandangan di mana mama mama dan anak anak sedang menggali lubang olah tanam.
Kedua..pemandangan mama- mama, anak anak sekolah sementara sogho tai sapi ( pungut kotoran sapi) dan ada tumpukan tai sapi/ tai kering yg siap diolah.
Ketiga..siapkan pupuk bokasi, sekam bakar..

Setelah semua nya disiapkan lalu di foto, videokan dan di share ke saya.

Ini merupakan bagian dari literasi science. Anak anak tidak menyerah dengan situasi ini, dilatih mengenal pupuk kompos.

Ini merupakan PR yang sederhana. Revitalisasi RT langsung dengan activity…kata Bupati Don mengakhiri sambutannya.


**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 17

Peringati Hardiknas

Peringati Hardiknas, Siswi SMAS Clemens Boawae Juara Satu Lomba Cipta dan Baca Puisi

Mbay, Nagekeokab.go.id-Berkat puisi Karia cipta yang berjudul “Corona Pulang Ya” Siswi SMA St. Clemens Boawae Marselina A. Meo meraih Juara 1(satu) Lomba Cipta dan Baca Puisi dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan sejak 26 April sampai hari ini Tanggal 28 April 2021 kemarin.

Kegiatan Lomba Cipta dan baca puisi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional diikuti oleh 18 Peserta dari masing-masing sekolah

Lokasi kegiatan tersebut bertempat di SMA Negeri 1 Aesesa,Kabupaten Nagekeo, NTT. Rabu,(18/4/2021).

Peserta Juara Satu lomba Cipta dan baca puisi SMA Santo Clemens Boawae Marselina A. Meo saat ditemui menceritakan bahwa sejak kepala sekolah mendapat informasi dari kabupaten bahwa akan diadakan lomba menjelang hardiknas. Salah satunya adalah lomba cipta dan membaca puisi. Diapun terpilih mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba tersebut.

Marselina mengaku senang dan terharu karena telah memberikan yang terbaik untuk lembaganya tercintanya

“Perasaan saya sangat senang, terharu, bahagia dan puas karena telah memberikan yang terbaik. Yang pertama untuk pendamping yang setia menemani saya mulai dari awal sampai detik ini. Katanya

Marselina juga menyampaikan syukur kepada kedua orang tuanya yang telah mendukungnya, terutama guru pendamping yang telah membimbingnya. Lebih khusus teman-temannya yang juga telah mendukung dengan caranya masing-masing.

Dia mengajak teman-temannya untuk lebih berani dan mampu mengekspresikan setiap kemampuan dan bakat yang dimiliki selain itu juga mencintai sastra merupakan hal yang utama.

Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Fidelis Sawu, S.Fil mengatakan bahwa kemenangan dalam sebuah perlobaan bukan untuk peribadi setiap orang, tetapi kemenangan itu adalah kemenangan untuk semua orang. Kata Dia bahwa generasi saat ini ada di tangan generasi muda.

Fidelis melanjutkan Sebagai Ketua Dia menyampaikan profisiat terutama peserta SMAK Baleriwu Danga yang telah menjuarai Lomba Debat bahasa Inggris Dia pun bangga dan mengajak agar Siswa dari sekolah lain dapat belajar dari SMA Baleriwu Danga.

Fidelis mengatakan pentingnya meningkatkan kemampuan dan kualitas peserta didik. Menurut Dia bahwa hal tersebut bukan akhir dari segalanya dan moment tersebut merupakan awal dari segala-galanya dalam menemukan potensi-potensi peserta didik khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Dia juga mengajak semua Peserta didik untuk tetap maju bersama serta menjadi orang-orang hebat.

Sementara itu Benisius Pao Dewan Juri Bahasa Inggris mengatakan hari kemarin adalah sebuah kenangan hari ini adalah kenyataan tetapi hari esok adalah impian.

Beni mengajak untuk terus tingkatkan pendidikan indonesia khususnya di bidang bahasa inggris. Menurut Dia hal itu merupakan bagian dari sebuah proses peserta dalam tahapan belajar dengan harapan kedepannya akan lebih baik lagi.

Juri Cipta dan Baca puisi Maria G. Windastuti mengatakan persaingan kompetensi bukan tentang siapa yang juara tetapi siapa yang tampil percaya diri.

Winda berharap bagi yang tidak mendapatkan juara untuk tidak berkecil hati. Menurut Dia semua peserta yang tampil adalah pemenang yang sesungguhnya. Harapnya. (Kominfo Nagekeo)

Hits: 56

Irmina

Suara Irmina Bhoki Buat 3 Dewan Juri Terpana, Penonton: “Bikin Merinding”

Mbay, RSN-Tampak suasana hari ini, Rabu (28 April 2021)merupakan hari terakhir dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di SMA Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo dalam menyambut 2 Mei 2021.

Dengan tema Tema kegiatan tersebut yakni “Dengan Hardiknas, Kita Tingkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di Era Pandemi Covid-19”

Banyak peserta dari masing-masing Sekolah di Wilayah kabupaten Nagekeo terlihat bersemangat dalam memberikan kemampuan mereka. Adapun lomba seperti Debat bahasa indonesia, debat bahasa Inggris, puisi dan Solo vokal putra dan putri.

Sambil menunggu dengan nomor urut masing-masing peserta, ke 18 Sekolah tersebut didampingi oleh para pendamping yang selalu setia menemani anak-anaknya dari masing-masing sekolahnya.

Kali ini, salah soerang dewan juri yaitu Andreas Ndona yang merupakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo tampak sumringah dan di buat terpana akan suara khas oleh peserta lomba dari Boawae itu.

Meskipun sudah banyak yang menampilkan kemampuan terbaik dalam bernyanyi, uniknya, ada salah satu peserta yang berhasil membuat semua Dewan Juri dan penonton merinding.

Ternyata Peserta SMA Fransiskus Xaverius Boawae ini adalah Irmina Ngao Bhoki.

Di babak puncak ini peserta 15 tahun tersebut menyanyikan lagu Ciptaan Ibu Sud yaitu Tanah Airku” dan lagu pilihan yaitu Mana Lolo Banda yang berasal dari Pulau Rote.

Selain Dewan Juri Andreas Ndona, hal tersebut juga dirasakan juri lain yakni Oskar Piga dan Maria K.S Djawaria pun ikut tersenyum sembari memberikan aplaus.

Rupanya di balik suara bagusnya, Irmina Inilah, semua keputusan ada di tangan dewan juri.

Saat ditemui RSN, Irmina sapaan akrabnya ini tampak bahagia ketika membawa dua lagu yaitu Lagu wajib Tanah Airku dan Lagu pilihan Mana Ele Lolo Banda dari Rote

Meskipun belum diumumkan juara, Irmina yang saat ini duduk di kelas X (sepuluh) merasa yakin dengan suara dan penampilannya itu.

“Untuk latihan saya sudah lama, dan saya sangat yakin. Meskipun belum diumumkan hasilnya. Keputusan semuanya ada di Dewan Juri nanti.

Irmina mengaku sempat gugup. Namun berkat pelatih dan pendampingnya selama ini, Ia menjadi terbiasa.

Dengan berbusana Adat Rote, Irmina dan Gregorius berharap akan memberikan yang terbaik untuk sekolahnya.

“Ini berkat dukungan teman-teman dan orang tua. Sebelum kesini saya minta doa dan dukungan dari bapak dan mama. Muda-mudahan saya(Irmina) memberikan yang terbaik nanti.

Salah seorang siswa SMAN I Aesesa yang juga menyaksikan, mengatakan bahwa suara yang dibawakan Peserta 15 tahun itu membuatnya merinding.

“Sumpah kakak. Suaranya bagus sekali. Awalnya kami pikir itu suara laki-laki. Setelah melihat dengan jelas ternyata bukan. Pokonya suaranya unik sekali. Kata Dia. (Kominfo Nagekeo).

Hits: 306

sma

Tingkatkan Budaya Literasi, Ketua MKKS Buka Kegiatan Peringatan Hardiknas Jelang 2 Mei

Mbay, RSN- Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S. Fil membuka dengan resmi kegiatan lomba dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 02 Mei 2021 mendatang, yang bertempat di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. Selasa, (27/4/2021).

Hadir pada kesempatan tersebut Dewan Juri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Nagekeo Maria Kristildys Simporosa Djawaria, Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Sekretaris MKKS Ambrosius Biku, M.Pd, Guru Pendamping dan puluhan Peserta Lomba dari masing-masing sekolah.

Tema kegiatan tersebut yakni “Dengan Hardiknas, Kita Tingkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di Era Pandemi Covid-19”

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S.Fil dalam kesempatan bermartabat itu, memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya perlombaan dalam rangka Hardiknas itu.  Dirinya mengaku banyak hal yang diperoleh dari kegiatan tersebut, khususnya dalam mengasa kemampuan dan talenta anak.

Sementara Ketua Panitia Hardiknas yang juga Kepala Sekolah SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae Bruno Kewo Ule dalam laporannya menjelaskan bahwa dengan momentum tersebut, Kegiatan hardiknas mampu mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh para peserta.

“Hari ini, dengan moment hardiknas, kita kembangkan setiap potensi anak didik kita. Merekalah Bumi Nagekeo yang akan hidup, mereka juga bagian dari Budaya Nagekeo. Dengan moto, Kolo sa toko, tali sa tebu. Filosofi ini harus hidup dalam diri kita.

Bruno menjelaskan, ada empat bidang lomba yang akan digelar diantaranya, lomba debat bahasa Indonesia, debat bahasa Inggris, lomba solo vokal putra dan putri, setra lomba cipta dan baca puisi.

“Dari keempat bidang lomba ini akan melibatkan 23 SMA di wilayah Kabupaten Nagekeo, namun yang hadir saat ini ada 18 sekolah. Dan sumber dana masing-masing sekolah sebesar 1 (satu) juta, yang diambil dari dana bos.

Mari kita belajar dari kabupaten induk kita yaitu kabupaten Ngada. Mereka sudah banyak meraih penghargaan dalam perlombaan di tingkat Provinsi maupun pusat. Karena itu, mari kita semangatkan, agar anak didik kita bisa berprestasi dan mampu mengharumkan nama baik kabupaten Nagekeo.

Sebagai Ketua panitia, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Terimaksih untuk tuan rumah SMA Negeri Aesesa yang telah menyiapkan semuanya. Kami yakin dan percaya kegiatan ini akan sangat bermartabat, karena momen ini menjadi sangat berharga. (Kominfo Nagekeo).

Hits: 27