Bupati Don Program Kerja Pemerintah Harus Bermanfaat Bagi Rakyat (1)

Bupati Don: Program Kerja Pemerintah Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco Do meminta kepada semua pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nagekeo agar anggaran yang dialokasikan guna membiayai program kerja pemerintah harus bermanfaat bagi rakyat.

“Anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program-program kerja pemerintah harus memberikan manfaat kepada rakyat” tegas Don Bosco saat melantik dan mengambil sumpah empat pejabat tinggi pratama di lingkup pemerintah Kabupaten Nagekeo, di aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, Sabtu (22/1/2022).

Empat pejabat tinggi pratama yang dilantik antara lain Ndona Andreas Corsini Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kasimirus Dhoy Kepala Bappelitbangda, Tarsisius Djogo Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Remigius Jago dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Venantius Minggu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati Don menegaskan para Kepala Dinas senantiasa melakukan berbagai inovasi program kerja di dinasnya masing-masing.

“Para kadis menerapkan prinsip leadership yang kuat, yang menggerakkan gerbong birokasi agar berjalan efektif dan efisien sehingga kerja-kerja pemerintah sungguh dirasakan hasilnya oleh masyarakat” ungkapnya.

Kepada Kadis Kominfo Andreas Ndona Corsini Bupati meminta agar memperluas layanan informasi publik pemerintah dengan menjangkau berbagai komunitas di masyarakat.

Menurut Bupati, selama ini melalui Program Talk Show Bupati Menyapa, pemerintah ingin memberikan pelayanan publik mengenai berbagai kebijakan pemerintah. Dinas Kominfo juga sudah melatih beberapa siswa dari dua sekolah di Kota Mbay dalam program Pelajar Menyapa, yang sebelumnya mereka mengikuti pelatihan jurnalistik radio yang digelar Radio Suara Nagekeo.

Bupati mendorong agar Dinas Kominfo menjangkau berbagai komunitas di masyarakat untuk berdialog dan berbicara di Radio Suara Nagekeo (RSN).

“Dinas-dinas juga diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi-informasi pembangunan kepada masyarakat melalui talk show RSN Nagekeo” katanya.

Untuk Dinas Lingkungan Hidup, Bupati Don minta agar menggerakkan berbagai pemangku kepentingan dan komunitas-komunitas sekolah untuk memerangi sampah, melakukan reboisasi  dan menanam pohon sebanyak mungkin dan berbagai kebijakan lainnya.

Sementara untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Don berharap agar Dinas yang dinahkodai oleh Venantinus Minggu ini menyukseskan program merdeka belajar dengan memperhatikan kompetensi minimal para siswa di setiap jenjang pendidikan.

Kadis Venan juga dituntut mempersiapkan siswa tingkat SMP untuk mengenal bakat dan kemampuannya sehingga dapat mengambil keputusan apakah melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau melanjutkan pendidikannya ke sekolah vokasi.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 136

Pelajar SMAN 1 Aesesa Gelar Talk Show Patroli Keamanan Sekolah (1)

Pelajar SMAN 1 Aesesa Gelar Talk Show Patroli Keamanan Sekolah

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebanyak lima orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo menggelar Talk Show di studio Radio Suara Nagekeo pada Sabtu 22 Januari 2022 pagi.

Acara talk show tersebut merupakan tindak lanjut dari jalinan kerjasama antara SMAN Aesesa dengan Radio Suara Nagekeo melalui program Radio Suara Pelajar.

Talk show bertemakan Patroli Keamanan Sekolah ini dibawakan oleh Aldo, Vania, Icha, Edmon, dan Nadia. Mereka didampingi penyiar Radio Suara Nagekeo Novia Azizah dan Fatima Papu.

Penyiar RSN Novia Aziza menjelaskan bahwa talk show yang berlangsung selama 1 jam tersebut dibagi dalam tiga segmen antara lain perkenalan profil sekolah, diskusi kegiatan Patroli Keamanan Sekolah dan wawancara narasumber.

“Mereka yang menentukan tema dan narasumber, kami dari radio hanya membantu dampingi dan menyusun rundown kegiatannya” jelas Novia.

Aldo dan Vania yang bertindak sebagai Host menjelaskan bahwa Patroli Keamanan Sekolah pertama kali dibentuk pada 5 Mei tahun 1975 silam yang diinisiasi oleh Letkol Anton Soejarwo.

“Perlu sahabat pelajar ketahui, Patroli Keamanan Sekolah bernama Polisi Keamanan Sekolah. Pembentukan PKS itu didasari dengan rasa memiliki, menjaga ketertiban dan keamanan dari suatu sekolah di mana sekolah pada waktu itu mengalami kesulitan menjaga keamanan” jelas Aldo.

Menurut Aldo saat ini di SMAN 1 Aesesa tim Patroli Keamanan Sekolah sudah dibentuk. Edmon yang menjadi salah satu anggota mengatakan tim patroli keamanan sekolah direktur melalui tes dan latihan.

Anggota Patroli keamanan Sekolah memiliki guru pembina dan mendapatkan pelatihan baris berbaris serta 12 macam gerakan lalu lintas oleh aparat Kepolisian Resort Nagekeo.

“Untuk masuk jadi anggota Patroli keamanan Sekolah kami dites mulai dari tinggi badan latihan baris berbaris dan tes kedisplinan. Alasan saya tertarik masuk menjadi anggota karena di sana ada latihan dasar, soalnya saya punya cita-cita ingin jadi tentara” ungkap Edmon.

Wenslaus Geru pembina PKS SMAN 1 Aesesa saat diwawancarai mengaku, meski kehadiran PKS belum begitu terasa, akan tetapi siswa-siswi yang tergabung menjadi anggota sudah mulai menunjukkan bahwa mereka adalah anggota PKS.

“Hari ini mereka sudah mulai jalankan aktivitas pertama membantu aparat Satlantas menjaga keamanan lalulintas di beberapa titik” katanya.

Sebagai guru pembina dirinya merasa bangga dengan kehadiran PKS di SMAN 1 Aesesa karena ini yang pertama kali PKS hadir di Kabupaten Nagekeo dan SMAN 1 Aesesa menjadi sekolah pionir.

Sementara Kanit Patroli Polres Nagekeo Aipda Asri Bata menyampaikan bahwa, idealnya PKS membutuhkan pelatihan rutin selama 3 bulan dan dibentuk secara resmi naik oleh Kapolres di tingkat Kabupaten maupun oleh Kapolda di tingkat Provinsi.

Meski begitu, Asri meyakini PKS ke depannya akan membawa dampak positif baik bagi siswa, sekolah maupun masyarakat.

”Karena PKS ini juga bertujuan membentuk karakter adik-adik di sekolah, sehingga harapan besar kami anggota PKS bisa menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi teman-teman di sekolahnya” ujar Asri.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 19

Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Program Radio Suara Pelajar

Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Program Radio Suara Pelajar

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nagekeo melalui Radio Suara Nagekeo (RSN) meluncurkan program Radio Suara Pelajar.

Program radio suara pelajar merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas di Nagekeo.

“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran” ungkap Kepala Bidang Pengelola Informasi, Komunikasi Publik dan Aplikasi Informatika Joachim Sala Bongo, Sabtu 22 Januari 2022.

Kim begitu ia akrab disapa menjelaskan, program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelajar untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki lebih khusus seputar jurnalistik seperti pembuat konten seputar dunia pendiri, menggelar talk show, menjadi penyiar hingga melaporkan kegiatan secara langsung berkaitan dengan kegiatan di sekolah.

Dalam proses pelaksanaannya para pelajar akan didampingi oleh jurnalis dan penyiar Radio Suara Nagekeo mulai dari proses produksi hingga pada tahapan publikasi berita maupun konten yang dihasilkan.

Melalui program ini para siswa dapat mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri. Siswa akan diberi ruang untuk mendiskusikan isu-isu penting, mencari tema sendiri yang akan didiskusikan atau berbagi ide, bahkan hingga menjadi jurnalis sekolah yang dapat melaporkan kegiatan di sekolah masing-masing yang kemudian dipublikasikan melalui radio.

Menurut Kim, kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo menggaet pendengar khusunya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain.

Ia menegaskan, ke depan Radio Suara Nagekeo akan terus berinovasi dan terus menjalin kerjasama publikasi dengan berbagai instansi guna mendongkrak penerimaan radio.

Penyiar Radio Suara Nagekeo Novia Aziza menyampaikan Kegiatan Radio Suara Pelajar rencananya akan berlangsung secara rutin setiap akhir pekan. Sabtu 22 Januari pagi Radio Suara Pelajar mengudara perdana dalam program acara 10-12 Radio Suara Nagekeo dengan peserta 5 orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa.

“Hari ini Radio Suara Pelajar tayang perdana, pesertanya adik-adik dari SMAN 1 Aesesa. Mereka menggelar talk show dengan tema Patroli Kemanan Sekolah (PKS)” ungkap Novia.

Dalam acara talk show tersebut para siswa mendiskusikan banyak hal berkata dengan Patroli Keamanan Sekolah hingga berkesempatan mewawancarai dua narasumber yakni guru pembina PKS dan pelatih PKS dari pihak Kepolisian.

“Kedepannya nanti bukan hanya talk show saja, siswa juga diberi kesempatan untuk bisa jadi jurnalis yang bisa melaporkan kegiatan di sekolah masing-masing yang tentu saja akan disiarkan melalui Radio Suara Nagekeo” pungkas Novie.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 66

Stok Aman, Berikut Total Alokasi Pupuk Subsidi Nagekeo Tahun 2022

Stok Aman, Berikut Total Alokasi Pupuk Subsidi Nagekeo Tahun 2022

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Tahun 2022, Kabupaten Nagekeo mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 4.009 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Olivia Mogi mengungkap, alokasi pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor :521.3/PSP2HP/1441 /X11/2021 pada tanggal 29 Desember 2021 lalu.

Menurut Oliva, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sudah menindaklanjuti SK tersebut dan saat ini stok pupuk bersubsidi sudah tersedia di 9 Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang tersebar di 7 Kecamatan.

Pupuk bersubsidi kemudian disalurkan kepada masing-masing kelompok tani yang terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Stok pupuk subsidi aman dan tersedia di KPL tinggal petani lakukan penebusan” ungkap Oliva Jumat 22 Januari 2022 di Mbay.

Total alokasi pupuk subsidi yang diperoleh Kabupaten pada tahun ini terdiri atas pupuk Urea sebanyak 1.,512 ton, pupuk SP-36 sebanyak 500 ton, pupuk NPK sebanyak 1.188 ton, organik granular 500 ton dan organik cair 309 ton.

Menurut Oliva jumlah alokasi tersedia lebih kurang dari jumlah usulan petani sebagaimana sesuai dengan kebutuhan pupuk berdasarkan data e-RDKK. Adapun  data usulan e-RDKK tahun 2022 antara lain Urea 3.583.884 kg, SP-36 5.479 kg, NPK       6.258.877 kg, Organik Granular 1.269.401 kg dan Organik cair 669 kg.

Alasannya, alokasi pupuk bersubsidi berkurang karena beberapa pertimbangan antara lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas untuk memberi subsidi pupuk.

Pemerintah juga secara perlahan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia hingga mengadvokasi petani  menambah kebutuhan nutrisi tanaman dg bahan organik (pupuk organik).

“Tugas Dinas memastikan petani ajukan kebutuhan pupuk melalui e-RDKK dibantu oleh PPL yang ditunjuk untuk mengupload ke dalam aplikasi, PPL sebagai user name/admind e-RDKK” jelasnya.

Kendati demikian, ada kemungkinan Dinas Pertanian kembali mengajukan alokasi tambahan apabila terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, namun hal itu bisa dilakukan jika penyerapan kuota pupuk bersubsidi di kabupaten lain masih rendah sehingga bisa diusulkan realokasi antar kabupaten maupun realokasi antar KPL dalam kabupaten.

Selain itu, terkait kekurangan alokasi pupuk bersubsidi, Dinas Pertanian sudah melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia sebagai Holding Company agar dapat menyediakan pupuk non subsidi di kios pupuk lengkap/KPL.

Sementara itu, guna mempermudah petani yang ingin mendapatkan pupuk non subsidi, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pertanian memfasilitasi para petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diperoleh di OJK terkait karena selisih harga eceran tertinggi antara subsidi dan non subsidi cukup jauh.

“KUR Usaha Tani (UT) yang kami sudah sosialisasi melalui BRI” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 96

Waspada DBD, Dinas Kesehatan Nagekeo Himbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Waspada DBD, Dinas Kesehatan Nagekeo Himbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Masyarakat Kabupaten Nagekeo saat ini diharapkan senantiasa mewaspadai potensi penyebaran virus Demam Berdarah Dangue (DBD). Tingginya curah hujan di beberapa wilayah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, membuat nyamuk berjenis Aides Aegepty bebas berkembang biak di sekitar tempat tinggal.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo drg.Emerentiana Wahyuningsih mengatakan, data terakhir yang dihimpun dari Rumah Sakit Daerah Aeramo tercatat kasus DBD di Kabupaten Nagekeo hingga saat telah mencapai 25 orang, dengan rincian 6 orang suspec, 19 orang DBD dan 1 orang meninggal dunia.
Guna menekan angka penyebaran demam berdarah, Dinas Kesehatan Nagekeo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan dengan menerapkan pola 4 M Plus yakni Menguras, Menutup, Mengubur plus Memantau.
“Dengan tingginya kasus DBD tersebut, masyarakat diwajibkan untuk lebih waspada dan menerapkan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) juga menerapkan pola 4 M plus dalam kehidupan sehari – hari” ungkap Emerentiana, Kamis 20 Januari 2022 di Mbay.
Dijelaskannya pola 4 M plus yang dimaksud ialah menguras wadah air seperti bak mandi, gentong air, ember, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas setiap minggu agar telur dan jentik nyamuk tidak berkembangbiak dan menutup rapat semua wadah/penampung air agar nyamuk tidak masuk dan bertelur.
Serta mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, panci/baskom bekas, tempurung dan memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
“Masyarakat juga diminta agar jangan menggantung atau menumpuk pakaian, selalu menggunakan obat nyamuk di rumah, menggunakan kelambu, menanam bunga lavender dan daun sereh di sekitar pekarangan rumah hingga membubuhkan abate di bak penampungan air” katanya.
Emerentiana meyakini, apabila masyarakat menaati himbauan pola hidup 4 M plus dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, niscaya potensi penyebaran DBD dapat ditekan.
Selain himbauan di atas, Emerentiana mengatakan Dinas Kesehatan juga melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mengadakan fogging di wilayah yang ditemukannya warga terjangkit DBD.
Lebih lanjut Dia berharap apabila ada warga yang mengalami gejala DBD seperti mual, muntah, demam tinggi selama dua hari, ruam, serta nyeri otot dan sendi agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 41

Bupati Don Bosco Sambut Baik Program Sekolah Penggerak di Nagekeo

Bupati Don Bosco Sambut Baik Program Sekolah Penggerak di Nagekeo

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco Do mendukung dan menyambut baik Pelaksanaan program Sekolah Penggerak di Kabupaten Nagekeo tahun 2022.

Bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi melalui Kemendikbudristek yang telah berusaha dan berjuang membangun SDM unggul dengan konsep MERDEKA BELAJAR demi mencapai Visi dan Misi Pendidikan Indonesia.

“Untuk itu, saya berharap sekolah Penggerak yang akan hadir di Kabupaten Nagekeo akan membawa perubahan atau loncatan yang diharapkan dalam upaya mencapai Visi Misi Pendidikan di Kabupaten Nagekeo agar bisa melahirkan generasi yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan berkarakter baik” ungkap Bupati di ruang kerjanya Kamis 20 Januari 2022.

Program Sekolah Penggerak merupakan upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Untuk itu, Bupati juga berharap kepada seluruh Kepala Sekolah, dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nagekeo untuk berperan aktif mengikuti seleksi Sekolah Penggerak Angkatan 3 ini.

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

“Sebagai bentuk dukungan, saya berkomitmen untuk tidak melakukan mutasi pada kepala sekolah dan guru pada sekolah yang ditetapkan selama menjalankan Program Sekolah Penggerak” katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Yosefina H. Hutmin menjelaskan bahwa, program sekolah penggerak memberikan kesempatan kepada seluruh Kepala Sekolah mulai dari PAUD hingga SMA untuk mengikuti seleksi kompetensi dengan batasan usia 55 tahun.

“Proses seleksinya terbuka untuk umum dan dilaksanakan secara online melalui aplikasi langsung dengan Kementerian Kemendikbudristek dan sudah berjalan dari bulan Januari ini April sampai Maret” jelasnya.

Ia mengatakan program sekolah penggerak nantinya berjalan selama empat tahun, yang mana tiga tahun pertama lembaga sekolah akan didampingi oleh tim ahli dari Kementerian.

Sekolah yang nantinya lolos kriteria dan terpilih menjadi Sekolah penggerak akan mendapatkan sokongan dana baik yang dintervensi melalui APBN maupun APBD Kabupaten. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 246

Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar (1)

Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Manajemen Radio Suara Nagekeo (RSN) menggelar pelatihan jurnalistik radio bagi para pelajar Sekolah Menengah Atas di Nagekeo. Kegiatan ini dalam rangka menjalin kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Studio RSN, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo pada Sabtu 15 Januari 2022 ini diikuti oleh 4 orang siswa dari SMAN 1 Aesesa dan 4 orang siswa SMUK Baleriwu, Danga.

Acaranya yang dipandu oleh Penyiar RSN Yanto Manatappi ini dibagi menjadi dua sesi, pertama adalah pelatihan jurnalistik yang mana para peserta dibekali materi-materi berkaitan dengan dunia jurnalistik radio mulai dari pembentukan tim produksi, observasi materi program, merancang program membuat skrip, hingga live on air.

Setelah mendapat materi tentang teknik teknik dasar penyiaran, siswa langsung mempraktekan bagaimana menjadi seorang penyiar radio dan juga menjadi host dalam sebuah acara talk show maupun broadcasting.

“Selain teori, para siswa juga diharapkan mampu melakukan praktek secara langsung di lembaga penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Nagekeo (RSN) membuka ruang praktek bagi para pelajar sebagai bentuk pengalaman dalam memproduksi program siaran radio” ungkap Yanto.

Kegiatan ini bertujuan, menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran.

Kemudian, dalam mengelola informasi akan dikemas dalam bentuk program acara siaran radio yang juga merupakan salah satu bentuk representasi dari sejumlah materi pembelajaran dikurikulum pendidikan.

Adapun format program siaran berupa konten radio seputar dunia pendidikan melalui program Radio Suara Pelajar. Seluruh materi akan diproduksi dan dibawakan oleh para siswa, tentunya setelah mendapat pelatihan serta bimbingan hingga tahap produksi.

Mengapa harus Radio? Karena radio adalah semua tentang komunikasi dan menjalankan acara radio membutuhkan komitmen dan kerja tim agar bisa sukses, sehingga manajemen produksi penyiaran yang dibekali LPPL- RSN cukup mudah digunakan sehingga semua siswa, tanpa memandang usia atau kemampuan, dapat terlibat.

Sebab, lanjut Yanto, membangun keyakinan kebanyakan orang merasa berbicara dengan ‘mikrofon’ di ruang tertutup jauh lebih tidak menakutkan dari pada tampil di kamera atau di atas panggung.

“Hal ini memungkinkan siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri mereka apakah itu mendiskusikan isu-isu penting atau berbagi ide, radio memberi siswa anda suara yang percaya diri di dunia broadcasting” jelas Yanto.

Radio Suara Pelajar juga dapat meningkatkan literasi siswa dalam menulis, pasalnya, pertama kali seorang siswa melihat ‘mikrofon’ dan kemudian bertanya apa yang harus mereka katakan, mereka menyadari bahwa mereka perlu menulis skrip dan mempersiapkan tautan.

“Di Radio Suara Pelajar sudah pasti mempersiapkan bentuk skrip untuk acara bincang-bincang, drama radio atau wawancara telepon. Jelas bahwa menulis memainkan peran besar di radio dan meluas ke memenuhi Kurikulum Nasional dengan banyak cara” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini berharap, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga sasaran dan tujuan pelatihan ini dapat tercapai dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Kadis Andreas, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peserta, karena dapat melatih mental para pelajar juga sebagai wadah peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta khususnya berkaitan jurnalistik, yang nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat maupun bekal siswa di bangku kuliahnya nanti.

“Selain itu, program kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo mendulang pendengar khususnya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain” ungkap Kadis Kominfo.

Bonavintura Florecita Pi (16) siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Aesesa, mengaku senang berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut karena bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

“Jujur saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini, senang ada banyak ilmu yang didapat, bisa melatih dalam meningkatkan skill dan kemampuan berbicara ataupun bernarasi di depan umum” akunya.

Sekembalinya dari pelatihan ini, siswi yang akrab disapa Icha ini bahkan berencana membentuk sebuah tim sendiri guna memproduksi konten di sekolah sebagaimana sesuai dengan materi dan pelatihan yang didapat.

“Satu yang saya dapat dalam kegiatan ini adalah soal kerjasama tim, ini melatih kekompakan kami salam memproduksi konten atau berita. Nanti kami akan bentuk tim sendiri di sekolah” katanya.

Klaudius Yau pembina OSIS SMUK Baleriwu, Danga, mengatakan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut, karena sangat bermanfaat dan membawa dampak positif bagi siswa, sebab selama ini di sekolah siswa hanya diajarkan teori.

“Ini langkah awal, ke depannya di sekolah pasti ada implementasinya, seperti pembuatan konten akan tetap kami laksanakan, sehingga apa yang didapat hari ini bisa bermanfaat. Harapan saya mereka bisa mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan mampu menularkan ilmu yang diperoleh ke teman-teman lain” pungkasnya.(RSN/Sevrin).

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 114

Kantor Bupati Nagekeo NTT icon

Pemkab Nagekeo Pasang Target PAD Rp. 68,1 Miliar Tahun 2022

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 68.104.844.512,- pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2022.

Secara komulatif, target tersebut meningkat sekitar 41 persen jika dibandingkan tahun 2021 yang ditargetkan Rp.39,86 Miliar. Sedangkan dana transfer Kabupaten Nagekeo tahun 2022 juga ditargetkan meningkat yakni Rp.686.354.080.236,00 sementara tahun 2021 senilai  Rp. 668.060.524.613,00

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo Marselinus Lowa mengatakan bahwa, kenaikan target tersebut disusun oleh Badan Pengembangan, Penelitian dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo berdasarkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022.

Sebelumnya, untuk realisasi penerimaan PAD Kabupaten Nagekeo tahun 2021 hingga saat ini baru mencapai Rp.28 Miliar atau sekitar 72,24 persen. Realisasi tersebut dilaporkan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020 yang mana realisasi penerimaan PAD di atas 96 persen.

Menurut Marselinus, pandemi Covid-19 ditengarai menjadi faktor penerimaan PAD tahun 2021 tidak mencapai target yang ditetapkan. Selain Covid-19, kami juga mengalami kendala yakni SDM personel kami sangat terbatas.

“Jumlah personel yang mengurus penagihan pajak ini sangat terbatas sehingga penerimaan tidak signifikan, padahal pajak daerah itu penerimaan terbesar” ujarnya Jumat 14 Januari 2022 di Mbay.

Pihaknya terus berupaya melakukan penagihan terhadap sejumlah obyek pajak dan yang belum dibayarkan hingga saat ini, guna mencukupi target yang belum terpenuhi.

Kendati total penerimaan PAD tahun 2021 secara keseluruhan belum mencapai target, akan tetap ada penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan yang capaiannya sudah di atas 100 persen.

Guna mendongkrak capaian PAD tahun 2022, Marselinus mengatakan, Pemkab Nagekeo akan memaksimalkan sejumlah penerimaan diantaranya pajak dan retribusi seperti retribusi parkir dan retribusi galian C yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Menurut Marselinus, salah satu kiat yang akan dilakukan guna mengoptimalkan penerimaan adalah bekerjasama lintas sektor khususnya pihak pemerintah desa dalam mengidentifikasi obyek pajak dan obyek retribusi dengan cara mendistribusikan petugas ke desa-desa.

“Akan kami distribusikan petugas di desa-desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan, karena yang paling tahu tentang potensi di desa itu orang desa sendiri” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk seluruh stekholder khususnya perangkat daerah di lingkungan Pemerintahan, yang selama ini minim perhatian terhadap pajak dan retribusi, diharapkan ke depan harus punya komitmen.

Lebih jauh, Marselinus meminta agar para wajib pajak membayar pajak tepat waktu sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pajak daerah yang dibayarkan wajib pajak digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan pada berbagai aspek kehidupan.

“Seluruh perangkat daerah harus paham dan sadar bahwa pajak dan retribusi  sangat penting untuk pembangunan daerah ini. Kepada seluruh wajib pajak harus sadar, dengan biaya pembangunan begitu tinggi, ini bukan kita memaksa tapi melaksanakan kewajiban” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo Efraim Muga mengungkap, guna mencapai target PAD yang sudah ditetapkan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan penerimaan retribusi parkir.

“Ke depan kita akan optimalkan parkir ini, karena Perda kita sudah ada” ungkapnya.

Efraim mengaku, selama ini, pengelolaan sistem parkir sebagaimana diatur dalam dua (2) Peraturan Daerah (Perda) Parkir Kabupaten Nagekeo No 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Khusus dan Perda No 9 Tahun 2011 Tentang Tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, belum berjalan maksimal.

Adapun kendala yang dihadapi ialah kurangnya jumlah petugas parkir di lapangan. Efraim mengaku, selama ini penerimaan retribusi parkir dilakukan di beberapa pasar Mingguan seperti Pasar Rabu, Pasar Raja dan Pasar Danga.

Selain itu, minimnya anggaran untuk membangun fasilitas parkir yang memadai juga menjadi alasan penerima dari retribusi parkir ini masih jauh dari harapan.

Kendati demikian, Efraim mengatakan pihaknya berkomitmen agar target PAD yang ditargetkan untuk Dinas Perhubungan tahun 2022 senilai Rp.250 juta akan tercapai.

“Tapi perlu diingat parkir ini bukan semata mata untuk mendongkrak PAD, tapi untuk ketertiban lalu lintas” ujar Efraim.

Dengan meningkatkan target PAD tahun anggaran 2022, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah dan menjadi perhatian khusus Pemerintah terutama Perangkat Daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere meminta kepada seluruh perangkat daerah senantiasa memperhatikan setiap potensi guna mendongkrak capaian PAD.

Karena itu, Lukas menyarankan setiap Kepala Perangkat Daerah agar memiliki daya kreativitas dan melakukan berbagai inovasi guna sehingga target PAD yang sudah ditetapkan di SKPD masing-masing dapat terpenuhi.

Sebab, menurut Lukas, peningkatan PAD  merupakan tujuan utama otonomi daerah melalui desentralisasi guna meningkatkan kesejahteraan maupun pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

“Nantinya ada Pakta Integritas antara Bupati dengan seluruh perangkat daerah. Setiap perangkat daerah harus kreatif, jadi bukan hanya belanja tapi harus mampu mencari uang sehingga target bisa terpenuhi.  Ubah itu pardigma yang selama ini tidak mau tau dengan PAD” tutup Lukas.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 205

Pemkab Nagekeo Sukses Bangun 17,5 Km Saluran Permanen di Irigasi Mbay Selama Pandemi Covid (1)

Pemkab Nagekeo Sukses Bangun 17,5 Km Saluran Permanen di Irigasi Mbay Selama Pandemi Covid

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) selama pandemi Covid-19 melanda, sukses membangun kurang lebih  17, 5 Kilometer saluran permanen di daerah Irigasi Mbay.

Plt Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo Aurelio Herry Assan menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi tersier dan yang tersebar di 41 Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) merupakan upaya Pemkab Nagekeo mendongkrak  pendapatan masyarakat yang mengalami kemerosotan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Herry menyebut, anggaran yang dialokasikan guna membangun 17, 5 Kilometer saluran tersier dan sub tersier tersebut bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) hasil refocousing dan realokasi tahun 2020 sebesar Rp.8.265.548.500 dan BTT tahun 2021 senilai Rp.4.499.999.754.

Herry menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menitikberatkan pembangunan khususnya padat karya pada masa pandemi Covid-19 di Irigasi Mbay, bertujuan mengantisipasi terjadinya krisis pangan karena Irigasi Mbay merupakan lumbung pangan Nagekeo.

“Kenapa harus Irigasi Mbay? Karena Mbay merupakan miniatur Nagekeo, Irigasi Mbay adalah lumbung pangannya Nagekeo. Sehingga kita harus persiapkan betul daerah irigasi ini agar ketika misalnya terjadi krisis pangan dan lain sebagainya di masa pandemi seperti yang dipresentasikan, kita Nagekeo sudah siap” ungkap Herry di ruang kerjanya Kamis 12 Januari 2022.

Menurut Herry, terlepas dari padat karya sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19, pembenahan infrastruktur di sektor pertanian khususnya Irigasi Mbay juga bagian daripada menjalankan program yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo.

“Ini program yang sebenarnya bukan datang dengan sendirinya, ini bagian daripada menjalankan visi-misi Pak Bupati dan Wakil Bupati yakni membangun Nagekeo melalui sektor Pertanian dan Pariwisata” ungkap Herry.

Mantan Kasat Pol-PP Kabupaten Nagekeo ini mengungkap, dalam proses pelaksanaan kegiatan padat karya infrastruktur penanganan dampak Covid-19 di daerah Irigasi Mbay pihaknya melibatkan beberapa stekholder diantaranya Asisten Setda Nagekeo, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bagian BPJ dan Tenaga Ahli.

“Personil tersebut terhimpun dalam tim penyelenggara swakelola sebagai narasumber, tim persiapan, tim pelaksana tim pelaksana hingga tenaga ahli” jelas Herry.

Herry menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Dinas Transnaker menggunakan padat karya tipe 1 dengan pola swakelola yang mana melibatkan masyarakat dalam hal ini petani itu sendiri.

Alhasil, sebanyak 4.406 tenaga kerja terserap dalam pekerjaan padat karya selama tahun 2020 dan 2021 dengan total penerimaan uang Harian Orang Kerja (HOK) baik tenaga kerja maupun upah tukang mencapai Rp. 4.493.175.000.

“Bayangkan, ada lebih dari 4 miliar uang beredar dan berputar di masyarakat selama masa pandemi” ungkapnya.

Dirincikannya, adapun capaian panjang saluran tersier dan sub tersier permanen yang digarap selama dua tahun terakhir yakni 17.572,65 meter dan merehabilitasi 996,3 meter saluran yang mengalami kerusakan.

Padahal, sebelumnya, panjang saluran tersier di seluruh Irigasi Mbay yang mencapai 85.647 meter, baru sekitar 28.948 meter yang sudah permanen, sisanya 56.271 meter masih berupa saluran tanah.

Selain saluran, 278 unit pintu angkat, 90 unit boks air juga berhasil dikerjakan dalam kegiatan tersebut.

“Hingga saat ini realisasi saluran tersier di Irigasi Mbay yang sudah permanen mencapai 46.520,65 meter, sehingga sisa saluran tanah masih sekitar 38.698,39 meter dari total saluran di Irigasi Mbay secara keseluruhan 85.647 meter” beber Herry.

Kesuksesan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transnaker  membangun saluran drainase permanen diapresiasi para petani.

Ketua P3A Kawasan Mbay (KM) 6. 1 Tengah, Desa Aeramo, Lukas Li  mengungkap kebijakan pelaksanaan padat karya membangun saluran drainase permanen oleh Dinas Transnaker Nagekeo sangat bermanfaat bagi petani di wilayahnya.

Bagi Dia, persoalan drainase yang dialami para petani selama ini merupakan masalah klasik, pasalnya para petani kerapkali merasa kewalahan dan tidak kebagian pasokan air jika masih menggunakan saluran tanah.

“Terimakasih Pemda Nagekeo, ini sangat-sangat bermanfaat bagi kami petani, karena idealnya irigasi harus menggerakkan saluran permanen sehingga pasokan air dapat terpenuhi secara menyeluruh” ungkap Lukas.

Lukas berharap ke depannya, program padat karya pembangunan saluran tersier permanen ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, karena di wilayah P3A KM 1.6 tengah masih banyak petani yang menggunakan saluran tanah.

Hal senada juga disampaikan Ketua P3A KM 1.6 Kiri Anselmus Djogo. Meski menurut Anselmus, penyerapan tenaga kerja dalam kegiatan padat karya ini tidak begitu memberi dampak yang berarti, akan tetapi pemanfaatan saluran permanen sangat dirasakan oleh para petani.

”Ya, sebagai petani kita apresiasi langkah Pemerintah, kita tentu berharap ke depan masih tetap ada intervensi anggaran untuk ini, karena di wilayah saya ini masih lebih banyak saluran yang belum permanen dibandingkan dengan dengan yang sudah permanen” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 125

Miliki 10 Dokter Ahli, PAD Meningkat, Manajemen RSD Aeramo Dituntut Utamakan Kualitas Pelayanan

Miliki 10 Dokter Ahli, PAD Meningkat, Manajemen RSD Aeramo Dituntut Utamakan Kualitas Pelayanan

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, melalui retribusi dari berbagai pelayanan kesehatan dalam dua (2) tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan.

Direktris RSD Aeramo dr Emerentiana Wahyuningsih mengungkap, penerimaan tersebut bersumber dari pelayanan kesehatan pasien yang menggunakan JKN dan Jamkesda.

Dirincikannya, total penerimaan JKN dan Jamkesda tahun 2020 sebesar Rp.8.844.213.536,00 sedangkan, penerimaan tahun 2021 per Januari hingga September mencapai Rp.5.106.470.312,00.

Jumlah penerimaan tahun 2021 dipastikan melebihi tahun 2020 pasalnya di tahun 2021 terdapat tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember belum dilaporkan.

Menurut Emerentiana, kehadiran sejumlah dokter ahli di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo ditengarai sebagai salah satu faktor yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di rumah sakit tersebut.

Emerentiana merinci, saat ini RSD Aeramo memiliki 10 dokter ahli diantaranya, 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 spesialis bedah, 1 spesialis kandungan, 1 spesialis anak, 1 spesialis anestesi, 1 spesialis mata, 1 spesialis jiwa, 1 spesialis penyakit mulut  dan 2 spesialis patologi klinik.

”Selain 10 dokter spesialis yang ada, sekarang sudah ada yang masukan lamaran lagi, 1 spesialis radiologi dan 1 spesialis kulit dan kelamin” ungkapnya pada Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

RSD Aeramo saat ini didukung 11 dokter umum, 29 bidan dan 83 perawat di samping ASN yang bertugas memperkuat dari sisi ketatausahaan.

Emerentiana menjelaskan, selain bersumber dari Jamkesda dan JKN, RSD Aeramo juga mendapatkan penerimaan tunai dari pasien luar daerah yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nagekeo No 86 Tahun 2018.

Adapun penerimaan tersebut dilaporkan cenderung menurun dari tahun 2020 sebanyak Rp.808.341.079, menjadi Rp 520.513.967 di tahun 2021.

”Berkurang, pengunjung luar daerah kita anjlok akibat pandemi Covid-19″ katanya Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

Meski pengunjung dari luar daerah menurun, akan tetapi jumlah pasien RSD Aeramo selama dua tahun terakhir dilaporkan meningkat.

Ia menjelaskan selama tahun 2020 tercatat sebanyak 11.666 pasien dirawat di RSD Aeramo dengan rincian rawat jalan sebanyak 8.457 pasien, IGD 1.393 pasien dan rawat inap 1.816 pasien, sedangkan tahun 2021 meningkat menjadi 17.418 pasien dengan rincian rawat jalan 10.740 pasien, IGD 3.109 pasien dan rawat inap 3.569 pasien.

Emerentiana meyakini, PAD RSD Aeramo akan terus meningkat jika pemerintah berani merealisasikan pembangunan berbagai unit pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada lagi pasien yang dirujuk ke luar daerah untuk berbagai penyakit menengah dan berat.

Ia mengharapkan, ke depan PAD tersebut bisa terus meningkat dengan berbagai langkah yang akan diambil Pemkab Nagekeo guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Bahkan guna mendongkrak PAD, manajemen RSD Aeramo dalam waktu dekat akan memaksimalkan penerimaan dari retribusi parkir yang selama ini belum dijalankan.

“Bisa di pihak ketigakan urusan parkir ini, karena RSUD pengelolaan keuangan per Desember 2021 sudah BLUD” tandasnya.

Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nagekeo Imanuel Ndun mengungkap, rumah sakit merupakan sebuah lembaga pelayanan sosial, yang harus benar-benar diperhatikan, karena itu, Pemkab Nagekeo dari tahun ke tahun selalu melakukan pembenahan dan perbaikan baik terhadap fasilitas maupun manajemen di RSD Aeramo.

“Bagaimana sebuah rumah sakit itu diminati oleh masyarakat, dia harus berkualitas dan profesional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Pemkab Nagekeo sudah melakukan perbaikan dan memperbaharui regulasi tentang retribusi pelayanan kesehatan yang dalam sebuah produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

Meski Perda tersebut sebagai ketetapan hukum dan regulasi mutlak retribusi dalam upaya mendongkrak PAD, Imanuel, mengatakan seyogyanya tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan.

“Sehingga diharapkan bahwa dengan pelayanan yang baik, masyarakat akan sangat terbantu terutama di bidang kesehatan. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus Pak Bupati, salah satunya adalah Jamkesda agar dapat diberikan secara gratis kepada masyarakat miskin” ujarnya.

Lebih jauh mantan Kepala Dinas BPMD/P3A Kabupaten Nagekeo ini mengajak kepada seluruh masyarakat Nagekeo untuk berperan serta membantu Pemerintah upaya meningkatkan kualitas sektor kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

Kata Dia, Pemerintah punya harapan besar pelayanan sektor kesehatan dapat memberikan dampak yang positif dan konstruktif kepada masyarakat. Sehingga pemerintah juga sangat berharap kepada masyarakat agar punya kepedulian terhadap sektor kesehatan.

“Cara terbaik untuk membantu pemerintah adalah dengan mencegah, masyarakat harus terbiasa dengan hidup sehat agar tidak banyak orang yang masuk rumah sakit, kalaupun masuk rumah sakit harus bisa sehat setelah keluar” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 283