Kanwil Kemenkumham NTT Gandeng Pemkab Nagekeo Sosialisasi Pengenalan Kekayaan Intelektual

Kanwil Kemenkumham NTT Gandeng Pemkab Nagekeo Sosialisasi Pengenalan Kekayaan Intelektual

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur memberikan pemahaman dan sosial kepada para stekholder di lingkungan Pemkab Nagekeo tentang kekayaan intelektual.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Pepita, Mbay pada Kamis 24 Maret 2022 ini mengusung tema “Perlindungan Kekayaan Intelektual Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi”.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kanwil Kemenkumham NTT, bekerja sama dengan Pemkab Nagekeo melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten juga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Nagekeo.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan Satuan Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Nagekeo dan juga beberapa pelaku usaha.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT, I Gusti Putu Nilawati dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kekayaan Intelektual merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.

“Pada intinya kekayaan intelektual adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual” jelasnya.

Mila begitu Ia akrab disapa menyatakan kegiatan tersebut bagian daripada respon Kanwil Kemenkumham NTT atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Koperindag dan UMKM maupun Dekranasda untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerahnya.

“Ini kan kegiatannya sosialisasi, jadi bagaimana kita memberikan pemahaman kepada stekholder kita bagaimana pentingnya mendaftarkan kekayaan intelektual yang mereka miliki” jelas Mila.

Ia mengatakan, dalam prakteknya, Tim Kanwil Kemenkumham NTT  menyampaikan informasi penting terkait pendaftaran Merk, Hak cipta, dan Paten. Mereka juga mendampingi para peserta dalam memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual secara teknis baik kekayaan secara komunal maupun personal.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektualnya. Dan tentunya akan berdampak pada tumbuhnya perekonomian di masa Pandemi Covid-19.

“Sekarang yang sedang kita galakan itu yang komunal, di mana di Kabupaten Nagekeo ini kita punya produk unggulan, ada tenun, komoditas perkebunan seperti pala, kopi, cokelat dan kuliner khas. Ini yang harus kita pikirkan untuk bisa menambah PAD” ujarnya.

Menurut Mila, selain itu, dalam sosialisasi tersebut juga membahas soal ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional dan juga indikasi geografis yang juga merupakan kekayaan intelektual yang bisa dilindungi.

Lebih lanjut Mila menegaskan bahwa Kanwil Kemenkumham NTT juga menyatakan kesediaannya untuk membuka ruang konsultasi dan diskusi kepada semua pihak mengenai perlindungan Kekayaan Intelektual. Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenkumham NTT memberikan sertifikat untuk dua produk kekayaan intelektual Kabupaten Nagekeo yakni Go Laba dan Tua Bha.

Di tempat yang sama Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyampaikan apresiasi ucapan terima kasih kepada pihak Kanwil Kemenkumham NTT atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Bupati Don Bosco, Pemkab Nagekeo siap bersinergi dan berkolaborasi bersama Kemenkumham dalam rangka melindungi juga mengembangkan kekayaan intelektual demi meningkatkan ekonomi lebih khusus di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Terima kasih, ini bagian daripada sinergitas antara kita dalam rangka pemulihan ekonomi. Mudah mudahan apa yang mereka ciptakan memiliki nilai ekonomis” kata Bupati Don Bosco.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Kemenkumham yang telah mendaftarkan dua kekayaan intelektual yang dimiliki oleh Kabupaten Nagekeo berikut maknanya.

“Saya juga langsung bisa menjabarkan apa yang harus kami kerjakan  ke depannya. demikian juga dengan hak intelektual terutama yang komunal kita akan usahakan tenun Dhowik ini bisa dipatenkan” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati berharap, selain kekayaan intelektual komunal seperti tenun ikat, para ASN seperti guru, PPL, maupun masyarakat umum bisa menghasilkan kekayaan intelektual personal.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 110

Tekan Angka Stunting, Berikut Pola Penanganan Yang Dilakukan Pemkab Nagekeo (2)

Tekan Angka Stunting, Berikut Pola Penanganan Yang Dilakukan Pemkab Nagekeo

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja mengikuti rapat bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi secara virtual dari aula Kantor Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan pada Kamis 24 Maret 2022.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah dan Walikota se Nusa Tenggara Timur tersebut diselenggarakan guna mendengar arahan Presiden Jokowi berkaitan dengan penanganan stunting di Tanah Air.

Dalam arahannya Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting yang  menentukan maju tidaknya sebuah negara.

Presiden mengatakan, berkaitan dengan penanganan stunting harus menitikberatkan pada peningkatan asupan gizi (makanan tambahan) pola pendampingan terhadap remaja hingga calon pengantin.

“Target kita di 2024 sudah di bawah 14 persen, saya akan lihat di 2023. Saya minta seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh Tanah Air, jangan sampai angka 14 persen itu luput” pesan Presiden.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam pemaparannya menjelaskan bahwa angka stunting di Kabupaten Nagekeo meningkat dari 9,16 persen di tahun 2021 menjadi 10, 37 persen di tahun 2022.

Guna menekan laju peningkatan stunting di Kabupaten Nagekeo, Bupati Don Bosco mengajak seluruh elemen agar bersama-sama berjibaku mencari solusi serta menyampaikan beberapa strategi pola penanganan stunting.

“Kalau mereka di Kabupaten lain buat pendekatan dari BKKBN intervensi ke pengantin, kita ke remaja putri pertama mendapatkan haid, kita bekerjasama dengan sekolah-sekolah melalui UKS mengecek berapa remaja yang sudah haid” ungkap Bupati Don Bosco.

Bupati Don Bosco menegasakan bahwa persoalan stunting merupakan proyek Strategis Kemanusiaan Nasional yang harus disikapi secara serius oleh para pemimpin di daerah mulai dari Bupati, Camat, hingga Kepala Desa.

“Sebagai Kepala Wilayah , Saya, Camat, Desa, penting sekali melihat remaja putri ataupun pasangan muda yang masih potensi punya anak, apalagi yang stunting.

Kita Intervensi langsung dari sana, ketika remaja mendapatkan haid pertama, perhatian gizi itu penting protein lemak karbohidrat lemak harus benar-benar diperhatikan” katanya.

Karena itu, Don Bosco menyarankan agar intervensi anggaran seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa (DD) dianggarkan juga untuk penanganan stunting salah satunya dipakai juga untuk alat tes HB digital.

“Nanti kita arahkan Dinas P dan K agar dana Bos dipakai untuk membeli alat tes HB digital. Dana Desa juga dipakai untuk mengatasi stunting” pesan Don Bosco.

Lebih jauh Don Bosco menyatakan, pola pendekatan terhadap remaja putri maupun pasangan suami isteri muda harus bisa dilakukan melalui lembaga agama, seperti Orang Muda Katolik (OMK), Pemuda Gereja maupun Remaja Masjid.

“Kalau yang hamil karena kecelakaan, kita harus bekerja sama dengan orang tua, prinsipnya kita mendapatkan info lebih awal sehingga intervensi lebih dini. Melakukan pendekatan langsung dengan keluarga, mencari tau apakah dia punya sumber daya untuk hidup sehat dalam pemenuhan gizi keluarga, mengunjungi betul keluarga yang punya stunting pastikan mereka punya sumber daya asupan gizi” pungkasnya.(RSN/Sevrin).

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 413

Kembangkan Desa Wisata, Kemendes Identifikasi Kampung Adat Tutubhada (1)

Kembangkan Desa Wisata, Kemendes Identifikasi Kampung Adat Tutubhada

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Kementerian Desa melakukan kunjungan kerja ke Kampung Adat Tutubhada, Desa Rendututubhada, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo pada Selasa 22 Maret 2022.

Koordinator Kelompok Substansi Pembinaan Hukum dan Koordinasi Persiapan Peraturan Perundang Undangan Sekretariat Direktorat Jenderal Desa dan Pedesaan, Kementerian Desa, Rasharul S menyampaikan bahwa, kunjungan kerja tersebut dalam rangka mengidentifikasi bantuan pembangunan beberapa sarana pengembangan potensi wisata Kampung Adat Tutubhada. Hal itu sebagai wujud komitmen Kementerian Desa dalam mendukung pengembangan potensi wisata Kampung Adat Megalitikum tersebut.

“Kami datang dari Kementerian Desa untuk melakukan identifikasi program bantuan sarana dan prasarana pengembangan obyek wisata di Kampung Adat Tutubhada. Setelah kami melakukan identifikasi selanjutnya kami akan diikuti dengan administrasi kemudian awal April nanti akan diikuti dengan tutorial penerimaan bantuan” katanya.

Menurut Rashula, nominal bantuan sudah tercatat di Kementerian Desa, hanya saja, peruntukannya tergantung proposal yang sudah diajukan oleh pihak pengelola Desa Wisata Tutubhada melalui Bumdes Okimogo.

Lebih jauh dia berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakatnya salah satunya melalui pengembangan desa wisata, karena selain Tutubhada, masih banyak desa wisata di Kabupaten Nagekeo yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

Camat Aesesa Selatan Isak Jogues Tibo Bebi menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung tim dari Kementerian Desa tersebut. “Atas nama masyarakat Aesesa Selatan, kami mengapresiasi dan menyampaikan rasa hormat kepada bapak-bapak yang sudah berkesempatan datang di Rendututubhada” kata Isak.

Isak menjelaskan selama ini baik Pemerintah Desa Rendututubha melalui Bumdes Okimogo maupun pihak Pemerintahan Kecamatan Aesesa selalu pro aktif dalam mengembangkan potensi wisata Kampung Adat Tutubhada.

“Terima kasih Bumdes Okimogo yang selama ini sudah pro aktif mengembangkan potensi desa dengan berbagai macam cara, memperjuangkan Desa, kami masih sangat membutuhkan bantuan perhatian khususnya Pemerintah Pusat melalui Kemendes, senang sekali hari ini langsung dari Kementerian Desa” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bumdes Okimogo Faris Tiba  menjelaskan bahwa adapun proposal yang diajukan ke pihak Kementerian Desa berupa bangunan sanggar seni, homestay serta sarana pendukung berupa pagar.

Faris menyampaikan bahwa usulan sudah diajukan sejak September 2021 dan saat ini baik Bumdes, Pihak Desa maupun masyarakat Tutubhada sendiri sudah siap menerima bantuan tersebut.

“Segala bentuk persiapan seperti pembebasan lokasi dokumen desain RAB, persiapan untuk pelaksanaan kegiatan sudah kita siapkan secara matang. Sebelum kita ajukan ini, kita identifikasi kepemilikan lahan duduk bersama, meraka menerima pembangunan, karena ini juga untuk kepentingan desa” katanya.

Terpantau hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan P3A Sales Ujang Dekrasano, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo Rustyem Triatmi, Camat Aesesa Selatan Ishak Jagues Tibo Bebi, Kepala Bagian Humas Setda Nagekeo Silvester Teda Sada, pihak Pemerintah Desa dan tetua adat kampung Tutubhada.

Selain kampung Tutubhada rombongan Kementerian Desa juga berkesempatan mengunjungi kampung adat Boamaara di Desa Wajomara. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 216

Duta Baca Nasional Bersama Tim Melakukan Safari Literasi di Nagekeo (1)

Duta Baca Nasional Bersama Tim Melakukan Safari Literasi di Nagekeo

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Penulis sekaligus Duta Baca Nasional Gol A Gong, mengadakan kegiatan Safari Literasi selama 3 hari di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur sejak Kamis 17 Maret hingga Sabtu 19 Maret 2022.

Safari literasi merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI sebagai upaya menumbuhkan budaya menulis dan membaca, serta meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Nagekeo, sastrawan bernama asli Heri Hendrayana Harris tersebut berkesempatan menggelar Focus Group Disccousion bersama para guru, akademisi, mahasiswa, pelajar serta sejumlah pegiat literasi yang berlangsung di Aula Setda Nagekeo pada Jumat 18 Maret 2022.

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Keluarga Menuju Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sosial” ini, dibuka secara resmi oleh Sekda Nagekeo Lukas Mere didampingi Asisten lll Setda Nagekeo Agustinus Fernandes.

Sekda Lukas dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai salah satu kabupaten baru di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Nagekeo memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, potensi pertambangan dan lainnya yang sedang digerakkan untuk menunjang akselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sejalan dengan berbagai potensi sumber daya alam yang memadai, persoalan sumber daya manusia menjadi percakapan kebijakan yang terus dikumandangkan untuk pengaktualisasiannya. Sejak sepuluh tahun menjadi daerah otonom, aspek pengembangan sumber daya manusia menjadi kebijakan prioritas untuk dikembangkan” katanya.

Menurut Sekda Lukas, di tengah harapan teknokratis untuk pencapaian kesejahteraan dan menjadi titik picu untuk melihat literasi sebagai bagian penting tidak hanya bermakna intelektual untuk mengerti tentang menulis dan membaca, namun lebih dari itu membangunkan kembali spirit untuk berinovasi dan menempatkan setiap aspek kehidupan sebagai literasi untuk kesejahteraan.

“Kehadiran Duta Baca Nasional bersama tim di Nagekeo kiranya dapat mendorong dan memotivasi masyarakat umumnya dan masyarakat pendidikan khususnya untuk mulai bergerak dengan semangat menulis dan menciptakan peradaban baru intelekual daerah” paparnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap, kunjungan Duta Baca Nasional ini dapat memberikan manfaat ke di masa mendatang akan melahirkan pemikir pemikir cerdas Nagekeo yang standar keilmuannya diakui dan dinikmati oleh masyarakat dunia melalui karya-karya penulisan buku termasuk juga inovasi dan kreativitas, permasalahan factual, moment kunjungan dan safari Duta Baca Nasional dan tim di bumi Nagekeo.

Lanjut Sekda Lukas, sejak Tahun 2019 Nagekeo telah ditetapkan sebagai Kabupaten Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, dan sejak saat itu, Pemerintah telah memunculkan banyak program untuk memajukan literasi dasar di berbagai tingkatan.

Ia menyampaikan, kehadiran Duta Baca Literasi di Kabupaten Nagekeo akan menjadi spirit membangitkan peradaban Nagekeo untuk bergerak maju ke depan dengan tidak hanya memiliki kekayaan budaya tutur tetap akan berkreasi dengan budaya tulis yang dapat menjaga peradaban Nagekeo tercinta.

“Saya mengajak kita sekalian untuk memanfaatkan kehadiran Duta Baca Nasional dan tim di Nagekeo sebagai moment menimba ilmu dan pengetahuan untuk membangun kesejahteraan melalui literasi. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 31

Dinas P&K Nagekeo Gandeng Penerbit Erlangga Gelar Bimtek Penyusunan RKAS BOS (1)

Dinas P&K Nagekeo Gandeng Penerbit Erlangga Gelar Bimtek Penyusunan RKAS BOS

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo bersama Penerbit Erlangga Cabang Bali Nusra menyelenggarakan Bimtek Penyusunan RKAS  BOS pada Aplikasi ARKAS Dana BOS dan Sosialisasi Juknis serta SIPLAH Dana BOS jenjang SMP Tahun 2022.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa – Rabu , 15-16 Maret 2022 bertempat di Aula Setda Nagekeo dan diikuti 114 orang peserta yang terdiri dari  para Kepala sekolah dan Bendahara BOS serta staf pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo. Turut Hadir dari pihak Penerbit Erlangga, Guntur Dian Harmiko / Asisten Manager Ende Cabang Bali Nusra dan staf.

Sementara hadir sebagai Nara sumber: antara lain Rusmani Azmi Konsultan Dana BOS Kemendikbudristek Jakarta, Master Trainer Program BOS Kemdikbud dan pengembangan SDM dan Penjamin Mutu Pendidikan Kemdikbud, Yosefina H. Hutmin, SP, (Sekretaris Dinas P&K Kabupaten Nagekeo / Manajer BOS SMP), Beda Venerabilis Bhela, M.Si. Sekretaris Badan Keuangan Daerah, dan Drs. Amandus Embo, M.Ed. (Kabid SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantius Minggu, S.Pd dalam Laporan Panitia yang dibacakan oleh Kabid SMP, Drs. Amandus  Embo, M.Ed mengatakan bahwa Bantuan Operasional Sekolah atau BOS merupakan bantuan dana pendidikan dari APBN yang diberikan kepada sekolah/madrasah di seluruh Indonesia dengan tujuan utamanya adalah membantu biaya operasional sekolah dan meningkatkan aksesbilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik.

“Untuk Kabupaten Nagekeo tahun 2022  dari  total 57 SMP (40 SMP Negeri dan 17 SMP swasta), sasaran penerima dana BOS SMP sebanyak 56 SMP minus SMP Swasta Katolik Flos Carmeli Munde masih menunggu proses dari Kemendikbud” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan prinsip penggunaan dana BOS adalah fleksibel, efektif, efisien, akuntabel dan transparan dengan mengedepankan otonomi sekolah dalam merencanakan sesuai dengan kebutuhan termasuk untuk memenuhi kebutuhan daftar periksa PTM terbatas.

“Bimtek diselenggarakan dengan maksud agar para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang memadai serta menyamakan persepsi tentang penyusunan perencanaan dan penganggaran,  pelaksanaan dan penatausahaan serta pelaporan dan pertanggungjawaban Dana BOS melalui ARKAS agar dana BOS dapat dimanfaatkan secara fleksibel efektif efisien akuntabel dan transparan sesuai dengan kebutuhan riil satuan pendidikan” ungkap Amandus.

Tujuannya adalah, meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan keterampilan para kepala sekolah dan bendahara BOS dalam mengelola dana BOS agar sesuai dengan regulasi dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Meningkatkan keterampilan dalam menggunakan aplikasi ARKAS terutama dalam Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan,  Pelaporan dan Pertanggungjawaban Dana BOS, serta mendorong peningkatan komitmen pengelola satuan pendidikan SMP untuk mencegah berbagai penyimpangan dalam penggunaan dana BOS.

Sementara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya berharap pendamping mitra dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun mitra pihak Penerbit Erlangga harus memperhatikan norma standar  yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Penerbit Erlangga membantu membiayai kegiatan ini. Ini sebuah model kerja sama kita dengan swasta, pihak swasta juga memasarkan produk berupa buku kepada kita. Saya ingin ingatkan, kalau kita pegang betul norma standar, kepsek yang mengorganisir gurunya dalam memilih buku mata pelajaran, agar memperhatikan betul standar yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi agar kita tidak salah membeli” pesan Bupati Don Bosco.

Bupati Don Bosco juga mengingatkan kepada penerbit agar patuh pada standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ia menegaskan bahwa hal ini perlu disampaikan di awal supaya tidak terjebak dalam dua model kerjasama yang mencelakakan dua pihak.

“Kita berada disini untuk anak bukan untuk kita. Anak yang kita didik terutama di SMP yang harus kita dampingi, kita bina. Menggali setiap potensi anak, profil setiap anak dibuat oleh setiap guru mata pelajaran. Tugas kita adalah memastikan kita bisa menemukan bakat minat anak yang kemudian bisa menjamin dia untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya  kedepan” jelas Bupati.

Lanjut Bupati, pada jenjang SMP, anak-anak yang kita didik, kita dampingi mereka, pada akhir tahun ke-3, kita memberikan rekomendasi kepada anak dan orang tuanya bahwa anak ini harus lanjut kesekolah Menengah Umum(SMA/SMU) ataukah harus ke sekolah vokasi.

Menurut Bupati Don, sampai saat ini kita sudah berdosa karena kita membiarkan gerombolan saya sebut gerombolan anak anak SMP, ramai-ramai masuk ke SMU/SMA dan di SMU, Kepala sekolah dan guru menghasilkan gerombolan anak anak yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi juga menghasilkan orang yang masuk ke pasar kerja yang tidak kompetitif.

“Saya ingin ingatkan ini dosa besar kita karena kita malas berpikir, mulai dari Bupati, Kadis, Sekdin, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, yang malas berpikir tentang tantangan jaman yang akan dihadapi oleh anak anak kita.  Pertama dosa dengan pikiran; malas berpikir. Kedua, dosa karena kelalaian, kita lalai.” ujarnya.

Bupati berharap setelah tahu tugas masing masing, dalam 3 tahun mendampingi mereka, bisa membantu menentukan pilihan  mana yang harus lanjut ke SMA/SMU dan yang harus masuk ke sekolah vokasi. Hal ini  supaya tidak membuat orang tua dan anak frustasi. Ini bagaimana kita membangun Sumber Daya Manusia di Nagekeo ke depannya.

Mengakhiri sambutannya Bupati Don berharap peserta dapat mengikuti bimtek dengan penuh keseriusan dan memahami betul materi yang diberikan sehingga kedepan bisa berguna dan peserta mampu mengelola Dana BOS dan dana lainnya dengan baik. Kesempatan mahal,kita sudah dibantu pembiayaan bimtek ini, gunakan betul untuk memahami materi yang disampaikan.

Kepala sekolah harus memahami betul  sehingga dia tahu kapan menagih dan apa yang ditagih. Pemimpin, manager yang menetapkan target, arahan, ketegasan dan keseriusan menagih hasil.

“Saya minta kepsek lakukan tugasnya dengan benar, pahami betul, ikuti betul pemaparan  materi, tanya yang belum dipahami, beda sistem dengan yang sebelumnya itu seperti apa?? ditanya jika belum paham” ungkap Bupati memberi saran.

Saya harap pertemuan dua hari kedepan ini bisa berguna dan membuat kita mampu  mengelola dana bos disekolah dan dana lainnya dengan baik” tutup Bupati Don. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 138

Bupati Nagekeo Kehadiran Pemerintah Harus Menciptakan Kondisi Nyaman Bagi Masyarakat

Bupati Nagekeo Kehadiran Pemerintah Harus Menciptakan Kondisi Nyaman Bagi Masyarakat

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menegaskan bahwa, kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat pada hakikatnya demi menciptakan kondisi nyaman bagi masyarakat itu sendiri.

Hal itu ditegaskan Bupati Don Bosco dalam sambutannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke- 72, Satuan Perlindungan Masyarakat ke- 60 dan Pemadam Kebakaran yang ke-103 tingkat Kabupaten Nagekeo  dilapangan upacara Kantor Bupati Nagekeo Jln Muhamad Hatta, Civic Centre Mbay pada Senin 07 Maret 2022.

Kehadiran kita adalah melayani dengan hakikat kehadiran pemerintah yang menciptakan kondisi nyaman bagi masyarakat, serta mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi kemajuan dan kesejahteraan bersama” ucap Don Bosco.

Ulang tahun Sat-Pol PP tahun 2022 mengusung tema “Polisi Pamong Praja yang Profesional dan Berintegrasi Mewujudkan Penyelenggaraan Trantibum untuk Indonesia Maju dan Sehat”.

Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa, ​kehadiran Polisi Pamong Praja yang dalam pengertian umum adalah aparat Negara yang berkemampuan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam membangun negara, daerah dengan semangat gotong royong (Too Jogho Waga Sama).

Menurut Don Bosco, kesuksesan dan kelancaran peran aparatur yang merupakan bagian dari barisan Pamong Praja ini didorong, dikendalikan dan dikawal komitmen dan kondisi kerjanya oleh Polisi Pamong Praja untuk bekerja sesuai dengan rambu-rambu kebijakan publik yang berlaku di daerah, termasuk di dalamnya Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten.

“Kepamongprajaan adalah bagian dari tugas-tugas pemerintahan, yang memerlukan pengetahuan luas dan mendalam terhadap berbagai aspek kehidupan serta permasalahan yang dihadapi masyarakat” katanya.

Karena itu, Bupati Don Bosco berpesan, kehadiran Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran bukan hanya sekedar memiliki ketrampilan teknis belaka, tetapi harus menguasai juga aspek-aspek lain yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja dan efektifitas kerjanya.

Selain itu, Sat Pol-PP juga dituntut menjunjung tinggi kearifan dalam menghadapi setiap permasalahan dan maupun memahami kondisi-kondisi yang melatar belakanginya serta memiliki kepekaan dan responsifitas terhadap aspirasi masyarakat.

Sat Pol-PP harus memiliki pemahaman dan wawasan yang luas terkait aspek kehidupan sosial-kemasyaratan agar mampu menempatkan diri secara lugas dan fleksibel dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan Selamat berbahagia bagi seluruh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, yang dengan penuh sukacita merayakan Hari Ulang Tahunnya pada Tanggal 3 Maret 2021 dan kita rayakannya dalam bentuk upacara pada hari ini. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya patut saya sampaikan atas segala kerja keras, dedikasi dan pengorbanan yang tanpa pamrih bagi bangsa dan negara” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 267

Sat Pol PP Nagekeo Gelar Aksi Donor Darah di HUT Ke 72

Sat Pol PP Nagekeo Gelar Aksi Donor Darah di HUT Ke 72

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-72 tahun 2022, Satpol PP Kabupaten Nagekeo menggelar bhakti sosial berupa donor darah di Aula Setda Nagekeo pada Selasa 1 Maret 2022.

Sekertaris Sat Pol PP Kabupaten Nagekeo Giany Pordasi menyampaikan, dalam melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Nagekeo dan personil TNI dari Kodim 1625 Ngada. Dalam aksi sosial tersebut, sedikitnya 4 kantong darah berhasil didonor.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka HUT Pol PP yang ke 72. Kegiatan digelar secara serentak di seluruh Indonesia” ungkap Giany.

Giany Pardosi menjelaskan bahwa selain donor darah, pihaknya juga menggelar aneka kegiatan sosial antara lain, bakti sosial dan penghijauan di sejumlah mata air.

Giany menyebut bahwa aksi ini merupakan salah satu persembahan kecil dan sederhana bagi sesama saudara yang membutuhkan di momen HUT Sat Pol PP.

Katanya, kegiatan tersebut bukti antusias Sat Pol PP dalam mendukung inisiatif dalam menyiapkan stok darah di Kabupaten Nagekeo di masa pandemi Covid-19 ini, yang tentu membutuhkan banyak stok darah.

Menurut Giany, sinergitas antar instansi di Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

“Setetes darah bermanfaat untuk kemanusiaan. Semoga apa yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan” ungkapnya.

Perayaan puncak HUT Sat Pol PP di Kabupaten Nagekeo akan digelar secara terpusat pada apel bersama tanggal 7 Maret mendatang.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 62

Pemkab Nagekeo Gelar Rapat Koordinasi Kearsipan (1)

Pemkab Nagekeo Gelar Rapat Koordinasi Kearsipan

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Kearsipan Tahun 2022 di aula Setda Nagekeo pada Selasa 22 February 2022.

Rapat yang dibuka secara resmi oleh Asisten l Setda Nagekeo Imanuel Ndun diikuti oleh utusan Dinas dan Badan serta Kecamatan. Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Kearsipan Daerah 1 Muhamad Sumitro melalui zoom meeting.

Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan pada Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Nagekeo Fransiska Butu dalam laporan panitia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk Pengembangan e- Arsip untuk mendukung Program Sistem Pemerintah Berbasisi Elektronik (SPBE) yang terintegrasi.

Fransiska menjelaskan, Data Kearsipan mendukung Tata Kelola Pemerintah yang Akuntabel, Efektif dan Efisien serta dasar sebagai manajemen pengetahuan pemerintah, mendukung sepenuhnya pencapaian Kinerja Informasi Birokrasi dan Pelayanan Arsip yang Berbasis Digital secara menyeluruh.

Asisten l Imanuel Ndun dalam  sambutannya menyampaikan bahwa nilai reformasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Nagekeo menjadi pekerjaan bersama.

“Kearsipan itu menjadi jembatan apa yang terjadi pada masa lalu dengan masa yang akan datang yang semua itu ada kaitan dengan penyimpanan data dan pengolahan lalu pengamanan, sehingga apa yang terjadi pada masa lalu dapat dibawa ke masa depan” katanya.

Menurut Dia, database kearsipan sangat penting untuk diperhatikan, sebab, secara hukum arsip merupakan bukti absah pertanggungjawaban kegiatan tata kelola pemerintahan.

“Ini menjadi hal penting, supaya segala kita lakukan terdokumentasi, sehingga di kemudian hari anak cucu kita bisa mengetahui apa yang dilakukan hari ini” ujarnya.

Imanuel mencontohi, suatu hal yang sederhana terkait pentingnya arsip. Seharusnya banyak pejabat kita yang tertolong ketika ada persoalan hukum di Pengadilan apabila data dokumentasi buang sudah dokumentasi itu absah dan valid secara hukum.

“Ini penting, jadi apa-apa yang kita buat harus kita dokumentasi apalagi yang berkaitan dengan keuangan dan kepentingan banyak orang. Yang berdampak pada nasib banyak orang wajib didokumentasikan, satu data kecil bisa menyelamatkan banyak  pejabat apabila tersandung masalah hukum” pesannya.

Lebih lanjut Dia menyampaikan, di era digitalisasi saat ini, dokumentasi yang berkaitan dengan database kearsipan sudah berubah dari manual ke digital.

Karena itu, di hadapan para peserta rapat, mantan Kepala Dinas PMD/P3A Kabupaten Nagekeo ini mengingatkan akan pentingnya melek teknologi.

“Saat ini penyimpanan kearsipan sudah berubah dari manual ke teknologi, sudah ke arah paperless, jadi Saya minta untuk sisihkan waktu untuk pendidikan internal kantor untuk sosialisasi soal kearsipan” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 82

HUT Baden Powell 2022, Kwarcab Pramuka Nagekeo Gelar Donor Darah (1)

HUT Baden Powell 2022, Kwarcab Pramuka Nagekeo Gelar Donor Darah

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dalam rangka Hari Baden Powell atau Hari Bapak Pramuka Dunia tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 17 Februari, Kwarcab Pramuka Nagekeo bersama Gugus Depan (Gudep) SMKN 1 Aesesa menggelar aksi donor darah.

Kegiatan amal yang dikoordinasi oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Nagekeo bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Nagekeo ini dilaksanakan di SMKN 1 Aesesa. Kurang lebih 9 kantong darah berhasil didonor.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo Kristoforus Aja menyatakan bahwa aksi ini merupakan salah satu persembahan kecil dan sederhana bagi sesama saudara yang membutuhkan.

“Setetes darah bermanfaat untuk kemanusiaan. Terima kasih yang berlimpah atas keterlibatan semua pihak dalam aksi donor darah ini mudah-mudahan kegiatan ini akan terus dilakukan pada waktu mendatang” ungkapnya.

Terpisah Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo menyampaikan bahwa kebutuhan darah di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo berkisar antara 70 sampai 80 kantong per bulan.

“Golongan darah yang paling langka itu adalah golongan darah A, B, dan AB” katanya.

Menurut Dia, selama ini PMI Nagekeo gencar mengadakan sosialisasi dan kegiatan donor darah di desa-desa, lembaga dan instansi pemerintah untuk melaksanakan pendataan kepada para pendonor (relawan) untuk melakukan kegiatan donor secara rutin.

Lebih lanjut politisi Gerindra ini meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk mendukung PMI secara lebih sempurna dalam hal anggaran.

Ia mengajak agar masyarakat jangan takut untuk mendonorkan darah. Karena dengan mendonorkan darah kita dapat menikmati kesehatan yang prima serta kita dapat membantu sesama, menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan.

“Terimakasih banyak buat keluarga besar Pramuka yang turut berpartisipasi dalam urusan kemanusiaan ini. Semoga kedepan kerjasamanya semakin mantap dan produktif” ungkapnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 43

Bupati Nagekeo ASN Harus Memahami Tupoksi Diri Sendiri

Bupati Nagekeo: ASN Harus Memahami Tupoksi Diri Sendiri

pemkabnagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengambil sumpah 140 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Nagekeo sekaligus membagikan SK Bupati Nagekeo tentang Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun 2019 di aula Setda Nagekeo pada Kamis 17 Februari 2022.

Pengambilan sumpah ini sesuai dengan UU RI No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan PP No 53 tahun 2010 tentang displin pegawai, dan PP No 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS.

Dalam sambutannya, Bupati Don Bosco mengatakan setiap CPNS saat diangkat menjadi ASN wajib mengambil sumpah PNS berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kalian ini orang yang terseleksi, sudah mendapatkan ketentuan dari nilai. Secara kemampuan akademik kalian sudah lolos seleksi. Ini baru tahap permulaan, yang mana kalian pilih untuk menjadi abdi Negara. Oleh karena itu saya berharap di mana kalian ditempatkan tunjukan kemampuan” pesan Bupati Don Bosco.

Don Bosco menyatakan, sebagai abdi negara dan masyarakat, dalam menjalankan tugas dan kewajiban Aparatur Sipil Negara dituntut dengan Panca Prasetya. Karena itu ASN dituntut untuk bisa memahami tupoksi diri sendiri dan tupoksi lembaga di mana Ia ditempatkan.

“Secara intelektual (otak) kalian tidak diragukan, yang masih butuh pembuktian itu Ate (Hati). Memilih jalan hidup sebagai pengabdian sebagai abdi negara dan masyarakat atau hanya tidak mau menganggur” tanyanya.

Bupati Don Bosco melanjutkan, di era 4.0 saat ini tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Untuk itu, Bupati berharap ASN dapat memanfaatkan Hand Phone (HP) untuk selalu belajar pengetahuan dan keterampilan baru.

“Saya sangat berharap kalian jangan bosan belajar pengetahuan, manfaatkan teknologi, gunakan HP untung belajar hal-hal baru” ujaranya.

Lebih lanjut Bupati berpesan agar ASN bisa membagi waktu antara pekerjaan pokok dan kerja ekstra di luar kantor.

“Penghasilan kita ASN sudah terukur, jadi jangan bayangkan hidup mewah, jadi harus didukung kerja ekstra di luar harus, jadi kita harus memanage waktu dengan baik sehingga mencukupi kebutuhan hidup keluarga” ungkapnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 84