Pemkab Nagekeo Dapat Bantuan Mobil Tanki Air dari Bank NTT (1)

Pemkab Nagekeo Dapat Bantuan Mobil Tanki Air dari Bank NTT

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bank NTT Cabang Mbay, menyerahkan bantuan 1 unit mobil tanki air kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Mobil tersebut diserahkan langsung Kepala Bank NTT Cabang Mbay Mathias Nara Tifaona kepada Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do di Halaman Kantor Bupati pada Senin 8 Agustus 2022.

Menurut Kepala Bank NTT Cabang Mbay Mathias Nara Tifaona bantuan 1 unit Mobil tersebut dialokasikan dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT.

Mathias menjelaskan bahwa tahun 2022 pihaknya mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp. 589.000.000,00. “Tahun ini CSR hanya tanki air saja” jelas Mathias.

Secara umum, fungsi CSR adalah sebagai bentuk tanggung jawab suatu perusahaan (Bank NTT) terhadap pihak yang terlibat dan terdampak baik secara langsung atau tidak langsung atas aktivitas perusahaan (Pemkab Nagekeo).

Mobil tanki tersebut rencananya akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan berkaitan dengan bantuan air bersih bagi masyarakat. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 1

Bupati Nagekeo Melepas Tim Persena U-17 Mengikuti Soeratin Cup (1)

Bupati Nagekeo Melepas Tim Persena U-17 Mengikuti Soeratin Cup

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco resmi melepaskan tim Pesatuan sepak bola Nagekeo (Persena) U-17 untuk mengikuti turnamen Soeratin Cup tahun 2022 pada Senin 1 Agustus 2022 pagi.

Acara pelepasan kontingen tim Persena U-17 ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Nagekeo yang disaksikan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nagekeo.

Bupati Nagekeo Don Bosco dalam sambutan singkatnya menyampaikan dukungannya kepada tim Persena U-17 bisa melaksanakan semua jadwal pertandingan guna meraih hasil yang maksimal dalam turnamen tersebut.

Bupati mengungkapkan, melalui sepakbola, tim Persena bisa mempromosikan Nagekeo agar lebih dikenal publik, karena itu Bupati berpesan agar para pemain dan official menjunjung tinggi sportifitas dan Fair Play.

“Dengan kegitan tim persena bisa mengharumkan dan mempormosi Nagekeo, terhadap daerah lain. Oleh karena itu jaga nama baik Nagekeo” pesan Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo Kristoforus Aja menjelaskan bahwa kontingen Persena U-17 yang diberangkatkan berjumlah 33 orang yang terdiri dari pemain 22 orang. Official, Pelatih Kepala, Asisten Pelatih hingga Tim Medis.

“Pemain yang masuk tim Persena untuk mengikuti Soeratin Cup merupakan hasil seleksi dari dua turnamen yang sudah kita adakan sebelumnya yakni Bupati Nagekeo Cup dan Liga Pelajar” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan Asosiasi PSSI Provinsi NTT, ajang Soeratin Cup akan dilaksanakan sejak tanggal 2 hingga 15 Agustus 2022 di Ende. Akan tetapi jadwal tersebut kemungkinan akan berubah tergantung jumlah tim yang mendaftar.

“Setelah tiba di Ende tim langsung mengikuti technical meeting, jadwal kemungkinan berubah tergantung berapa banyak tim yang mendaftar” jelas Dia.

Senada dengan Bupati Don Bosco, Kadispora berharap para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah si kulit bundar.

Bagi pemain muda yang hari ini memiliki skill dan kemampuan serta motivasi tinggi dalam sepak bola, hendaknya punya target dan mimpi besar ke depan.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 894

Lingkungan BPP Natanage Dijadikan Pusat Sekolah Lapangan Bagi Petani dan Peternak (1)

Lingkungan BPP Natanage Dijadikan Pusat Sekolah Lapangan Bagi Petani dan Peternak

Artikel Nagekeo

Boawae, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Boawae pada Selasa 26 Juli 2022.

Dalam kunjungan ini Bupati berkesempatan menyambangi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Natanage, Boawae guna melakukan pertemuan bersama para PPL, Penyuluh Peternakan dan juga Kepala Puskeswan serta pihak Oftaker dari PT Pandawa Agri Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Don Bosco ingin memastikan lingkungan BPP Boawae seluas kurang lebih 2 Ha itu dapat dijadikan pusat penelitian dan pelatihan bagi para petani dan peternak di wilayah itu.

“Kehadiran saya di sini, saya ingin memastikan lingkungan Balai Penyuluh Pertanian dan Poskeswan ini harus bisa menjadi sekolah lapangan untuk budidaya tanam dan budidaya ternak” ungkap Bupati Don Bosco.

Karena itu Don Bosco berharap dengan bantuan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan, kawasan BPP Boawae dapat ditata secara baik untuk bisa menjadi pusat sekolah lapangan.

“Jadi baik itu Penyuluh Peternak dan Pertanian mereka harus bisa praktek di sini, karena dengan bisa praktek itu mereka bisa menyuruh secara baik kepada masyarakat” katanya.

Dengan sekolah lapangan, Bupati menyarankan agar para petani dan peternak dapat diarahkan untuk mengikuti pola budidaya pertanian dan peternakan secara baik sesuai dengan kondisi lahan yang dimiliki masing-masing petani.

Bupati mengatakan, sekolah lapangan secara terpusat juga bagian daripada strategi, dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni Tanam Jagung Panen Sapi.

Bupati Don Bosco mengatakan Pemkab Nagekeo berencana menyiapkan lahan kurang lebih 5000 hektar yang tersebar di Kecamatan Boawae, Aesesa, Selatan Aesesa, Wolowae dan Nangaroro.

Para Penyuluh lapangan diharapkan terlebih dahulu mengidentifikasi potensi lahan para petani yang nantinya akan menjalin kerjasama kemitraan bersama pihak Oftaker.

Oleh sebab itu, Bupati berharap, metode kerja normatif Petani dan Peternak yang mana masih bergantung pada lahan yang ada selama ini harus bisa dikembangkan dengan memanfaatkan lahan tidak produktif melalui metode Calon Wirausaha Calon Lahan (CWCL).

“Kita musti lebih luas lagi, kita mengajak orang baru, kaum milenial untuk masuk di dunia Pertanian. Oleh sebab itu lahan yang belum digarap juga musti diukur” pesan Don Bosco.

Sementara itu, Kepala BPP Natanage, Anselmus Lalo menyatakan bahwa, pihaknya siap menata dan mendesain kawasan BPP untuk dijadikan Sekolah Lapangan terpusat.

“Kami buatkan dulu pemetaan lahan BPP misalnya untuk tanaman pangan berapa are, holtikultura berapa are dan juga untuk peternakan lengkap dengan kandang” katanya.

Setelah melakukan pemetaan lahan, BPP juga akan melakukan pembagian tenaga PPL sesuai dengan basic dan keahlian masing-masing dalam melakukan pendamping.

Selanjutnya, Anselmus menyampaikan bahwa dalam mendukung program tanam jagung panen sapi, pihaknya menargetkan kurang lebih 600 hektar lahan.

“Memang target kita 600 lebih tapi yang sudah realisasi baru 100 lebih, tapi kita akan terus berupaya untuk sosialisasi terus ke masyarakat termasuk perluasan lahan tidak produktif menjadi lahan produktif” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 169

Bupati Nagekeo Serahkan Bantuan Hibah ke GMIT Pniel Boawae

Bupati Nagekeo Serahkan Bantuan Hibah ke GMIT Pniel Boawae

Artikel Nagekeo

Boawae, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyerahkan dana hibah Pemkab Nagekeo senilai Rp. 50 Juta ke Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Pniel, di Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae pada Selasa 26 Juli 2022.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Pendeta GMIT Pniel Noviana Lian Babo Mogila’a, S. Th disaksikan Camat Boawae Vitalis Bai, Kabag Kesra Polikarpus Meo, Forkopimcam Boawae dan sejumlah jemaat yang hadir.

Bantuan dana hibah tersebut merupakan jawaban atas usulan yang disampaikan oleh Jemaat GMIT Pniel kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo guna merenovasi bangunan gereja.

Bupati Don Bosco mengatakan, bantuan ini merupakan, salah satu bentuk perhatian Pemkab Nagekeo kepada masyarakat, khususnya jemaat GMIT Pniel guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak dan bermartabat agar bisa memenuhi hak kebutuhan dasar warga negara demi tercapainya kesejahteraan sosial.

“Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap pengembangan Jemaat Gereja Protestan di Boawae” katanya.

Don Bosco meyakini, dengan semangat gotong royong semua umat serta dukungan Pemerintah proses renovasi bangunan gereja Pniel akan berjalan lancar.

“Tuhan pasti menyalurkan berkat dengan caranya sendiri bagi kita semua”ungkap Bupati Don Bosco.

Bupati Don Bosco berpesan kepada seluruh jemaat GMIT Pniel Boawae agar tidak merasa menjadi kaum minoritas di sana, sebab filosfis hidup bernegara yang sudah ditanamkan oleh The Founding Father’s kita Bung Karno menjadi landasan idiil ialah menyatukan seluruh perbedaan.

“Jangan merasa menjadi minoritas. Semua keyakinan, suku, agama, adat istiadat sudah dirangkum dalam Pancasila. Jadi sekali lagi saya berpesan jangan merasa kecil, semua orang harus merasa nyaman karena Pancasila ini rumah besar kita. Saya sebagai pemimpin wilayah harus menjamin itu” pesan Don Bosco.

Sementara itu Pendeta Noviana Lian Babo Mogila’a, S. Th mewakili seluruh jemaat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo atas bantuan tersebut.

“Semakin jadi jemaat semakin banyak, dan Bapak bisa lihat sendiri kondisi bangunan gereja ini, jadi kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Puji Tuhan ini sudah terjawab hari ini, terimakasih banyak untuk Bapak Bupati yang telah membantu memberikan dukungan” katanya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 255

Mengusung Tema The Heart of Flores, Tenun Nagekeo Tampil Memukau di Herborist Bali Fashion Carnival 9

Mengusung Tema The Heart of Flores, Tenun Nagekeo Tampil Memukau di Herborist Bali Fashion Carnival

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dengan mengusung tema Nagekeo The Heart Of Flores, beberapa motif Tenun Ikat Nagekeo tampil memukau pada Herborist Bali Fashion Carnival 2022 diantara karya 22 designer dari berbagai wilayah di Indonesia.

Nagekeo, menjadi satu-satunya kabupaten dari NTT khususnya pulau Flores yang percaya diri tampil sebagai bagian dari peragaan busana bergengsi yang diselenggarakan di Bali Secret Garden Village Bedugul yang dilaksanakan pada Minggu 17 Juli 2022 itu.

Lenggak lenggok model profesional diatas catwalk dengan mengenakan rancangan busana karya Joko SSP dari Wastra Flora Nusantara mampu menghipnotis tamu undangan diantaranya dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Bali Tourism Board, pelaku pariwisata hingga penonton dari dalam dan luar negeri.

Karya busana dengan dominasi warna merah khas tenun Hoba Nage dan Telopoi memberikan kontras yang muncul dari benang kain tenun didukung dengan pemutaran video promosi destinasi wisata unggulan Kabupaten Nagekeo.

Penonton yang memenuhi seluruh kursi sejak sore hari, sangat berantusias dalam memperhatikan satu persatu detil pakaian yang belum pernah disaksikan sebelumnya, karena corak dan motif tenun Nagekeo berbeda dengan tenun dari daerah lain di NTT.

Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja yang hadir pada even ini, Multiplier Effect dari kegiatan tersebut sangat dahsyat, penawaran kerjasama dengan para pihak terbuka luas dengan para stakeholder di pulau Bali sebagai barometer wisata.

“Kesempatan ini merupakan momentum yang tidak dapat dilewatkan untuk salah satu kata kunci, yaitu berjejaring dalam ekosistem, bermanfaat dan berdaya guna” ungkap Wabup Marianus.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo Rustiem Triatmi mengatakan, dengan mengikuti event bergengsi bertaraf Nasional tersebut, menunjukkan bahwa kain tenun Nagekeo telah berproses sebagai brand awarness komoditi unggulan daerah yang bersaing dengan kain tradisional daerah lain yang lebih dahulu memulainya.

Sehingga, manfaat dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam hal ini Dinas Pariwisata bahwa dengan keterlibatan langsung produk Nagekeo di pusat pariwisata Indonesia dan dunia ini telah  memberikan wawasan dan cakrawala baru pentingnya masuk kedalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, berjejaring seperti yang dilakukan dengan mitra Wastra Flora Nusantara.

“Setelah sekian lama kami berproses di dalam lingkungan daerah bersama sektor perindustrian, perdagangan, dan Dekranasda untuk meningkatkan kualitas tenun yang berdaya jual dan memiliki Added Value, maka event ini sangat tepat sebagai cara dan model hilirisasi tenun tradisional menuju kancah Nasional dan Internasional” papar Rustiem.

Hal ini menyebabkan, tenun Nagekeo mulai dilirik oleh sejumlah stakeholder dengan ajakan bekerjasama dalam tema ” B to G Creative Economy Relationship” sebagai tindak lanjut kegiatan yang nyata.

Sesi rangkaian acara perhelatan peragaan busana Herborist Bali Fashion Carnival 2022 berjalan sukses, tema Nagekeo The Heart of Flores telah mengambil hati penonton, Wastra Flora Nusantara sebagai mitra pemerintah memulai langkah awal bersama untuk aksi nyata penguatan Bela Beli Nagekeo dalam konteks Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Komitmen bersama untuk mendaratkan Pentahelix akan dapat terlakasana dengan apik apabila kita melakukan permisi, masuk dan terjalin dalam sebuah ruang ekosistem yang besar, terukur, dan berdaya” ujar Chris selaku founder Wastra Flora Nusantara.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 655

Tenun Ikat Nagekeo Kembali Tampil di Herborist Bali Fashion Carnival 2022

Tenun Ikat Nagekeo Tampil di Herborist Bali Fashion Carnival 2022

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Setelah tampil memukau dalam ajang Bali Fashion Week pada beberapa waktu lalu, kini Tenun Ikat Nagekeo kembali mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti Bali Fashion Carnival yang akan diselenggarakan Minggu 17 Juli 2022.

Tenun Nagekeo yang diwakili oleh perancang busana Joko SSP dari Wastra Flora Nusantara ini akan bersanding dengan busana karya designer ternama dari berbagai daerah di ajang tersebut.

Sebanyak 20 karya akan ditampilkan dengan berbahan dasar tenun motif Telopoi, Ragi, Hoba Nage hasil pengrajin lokal desa melalui kerjasama pemasaran dengan dinas Koperindag dan Dekranasda Kabupaten Nagekeo.

Menurut Chris Broto selaku Founder Wastra Flora Nusantara kegiatan yang dilaksanakan di Bali Secret Garden Village Bedugul diikuti oleh 20 designer yang diseleksi secara kualitas dengan kurasi yang ketat. “Rancangan busana yang disajikan semakin bervariasi dengan perpaduan antara tenun motif Nagekeo dan batik yang akan digunakan oleh sejumlah model profesional pilihan dan ternama dari dalam dan luar negeri” jelas Chris.

Dalam menghadapi ajang bergengsi ini,  team Wastra Flora Nusantara melakukan berbagai persiapan, sebab, dianggap sebagai momentum luar biasa sebagai salah satu sarana menyampaikan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Nagekeo di depan khalayak undangan khusus.

Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja bersama Sekretaris Dinas Pariwisata Rustien Triatmi, SP akan menghadiri kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi dan membangun jejaring antar stakeholder sebagai strategi pengembangan pengrajin tenun Nagekeo dengan ekosistem kreatif.

Menurut Chris, komoditi tenun ini, bukan semata-mata sebagai bentuk promosi hasil produksi UMKM berbasis masyarakat semata, akan tetapi juga menjadi ajang penguatan tes pasar di luar daerah yang bersanding dengan karya-karya dari desainer lainnya untuk meningkatkan kepercayaan diri pemerintah daerah melalui sektor-sektor terkait.

Sehingga, daya cipta kreasi busana ini wujud nyata bahwa tenun Nagekeo dilirik oleh sektor bisnis yang berpeluang mendapatkan pasar penjualan langsung melalui event yang dilaksanakan di pusat pariwisata dunia pada waktu yang tepat.

“Karena masa pasca pandemi sebagai salah satu momentum pemulihan ekonomi daerah dari sektor tenun dengan nilai tambah ekonomi kreatif dengan kerjasama Pentahelix” ungkap Chris. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 851

Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama, Berikut Pesan Bupati Nagekeo

Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama, Berikut Pesan Bupati Nagekeo

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo bertempat di Aula Setda Kantor Bupati Nagekeo, Senin 11 Juli 2022.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja; Sekda Nagekeo Drs. Lukas Mere;  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny.Eduarda Yayik Pawitra Gati, Pabung 1625/Ngada Mayor Inf Dadan Hidayat;  Staf Ahli Bupati dan Para Asisten Sekda; Para Pejabat  Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas; Saksi Rohani Romo RD. Angelinus R.Denny Parisa.

Sebelum dilantik didahului dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 821.1.BK/DIKLAT/M/1349/07/2022 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam Jabatan  Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kab. Nagekeo dilanjutkan dengan penandatanganan.

Dalam Surat Keputusan disebutkan bahwa dalam rangka pengembangan dan pembinaan karier PNS berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah,  perlu dilakukan pengangkatan PNS dalam jabatan struktural.

Selain itu juga memperhatikan Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara, Nomor: B 2304/ JP. 00.00/06/2022, tanggal 27 juni 2022 tentang Rekomendasi Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama di Lingkungan Permerintah Kabupaten Nagekeo.

Sesuai Surat Keputusan Bupati Nagekeo dan Berdasarkan Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tersebut memutuskan dan menetapkan 5 orang pejabat  dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang terlantik hari ini sebagai berikut;

1.Beda Venarabilis Bela, SE, M.Si

Jabatan lama Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo jabatan Baru Kepala Badan Keuangan  Daerah Kabupaten Nagekeo

2. Yosefina Hermina Hutmin, SP

Jabatan lama Sekretaris Dinas Pendidikan & Kebudayaan  Kabupaten Nagekeo jabatan baru  Kadis Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo.

3.Petrus Aurelius Assan, SP

Jabatan lama Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kab. Nagekeo jabatan baru Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kab. Nagekeo.

4.drg Emerentiana Reni Wahjuningsi, M.HLT dan INT.DEV

Jabatan lama Direktur RSUD Aeramo

Jabatan baru Kadis Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

5.Silvester Teda Seda, S.Fil.

Jabatan lama Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Nagakeo Jabatan baru Kadis Pariwisata Kab.Nagekeo.

Bupati  Nagekeo Johanes Don Bosco Do  diawal sambutannya menerangkan bahwa para Pejabat dalam  Jabatan  Pimpinan Tinggi Pratama  yang dilantik  telah mengikuti beberapa tahapan seleksi dan sampai  pada  keputusan Komisi  Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Bahwa hari ini kita baru melantik Pejabat Tinggi Pratama. Kali ini seleksi yang dilakukan bertahap sampai dengan keputusan KASN. Beberapa nilai yg menjadi akumulasi pembobotan yang dilakukan oleh para ASN walaupun pada akhirnya Bupati sebagai PPK menentukan 1 dari 3 nama dalam pembobotan akhir dari KASN” terangnya.

Bupati Don menambahkan jabatan itu merupakan kepercayaan dimana dalam konteks tata kelola pemerintahan pada darah otonom sebagai Kabupaten/Kota , Provinsi, seorang Kepala Daerah/ Walikota dan Gubernur punya kewenangan yang tinggi memilih pembantu-pembantunya. Karena itu, pada kesempatan tersebut kembali di tegaskan soal hierarki jabatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai seorang Aparatur Sipil Negara ASN).

“Saya ingin tegaskan sekali lagi pada kesempatan ini, hierarki kita jelas. ASN itu puncaknya di Sekda. Sekda dibantu oleh ke tiga Asisten. Secara anatomi jelas sekali, kepala bukan kaki bukan bahu. Yang belum saatnya menjadi bahu apalagi belum saatnya menjadi kepala, jangan bertingkah sebagai kepala.  Itu saya lihat dalam koordinasi kita melalui  WA Group Pimpinan Perangkat Daerah” katanya.

Lanjutnya, terkait pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilakukan hari ini ada beberapa hal yang menjadi perhatian; Pertama, rekam jejak peserta didokumentasi dengan baik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan selanjutnya Sekda merekomendasikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian ( PPK) yaitu Bupati. Kedua,  sejauh mana kandidat menguasai ruang lingkup jabatan yang dilamar yaitu Jabatan Tinggi Pratama.

“Di sana mestinya makalah itu sudah memuat kategori program kebijakan dalam menterjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati  Nagekeo dalam RPJMD. Lihat betul indikator- indikatornya yang berhubungan dengan tupoksi lembaga yang dipimpin.

Kelima pejabat baru dapat mengalokasikan waktu untuk kita berdiskusi tentang yang kalian tulis dengan apa yang kalian kerjakan. Lihat dengan kontrak kinerja yang telah di buat” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan Nilai wawancara menjadi poin ketiga yang turut mempengaruhi pembobotan nilai. Menurutnya penting sekali stability mental seorang pemimpin.

“Lihat betul isi pikiran kita, emosi dan mental kita.  Apakah kita punya kecerdasan emosional, apakah punya mental stability. Ini penting sekali. Bukan orang lain. Sebagai pemimpin kita kuat menunjuk apa yang mau kita tunjuk.  Sebagai seorang manager, kita terampil membuat seluruh tahapan yang akan dicapai untuk bisa mencapai tujuan” katanya.

Yang terakhir adalah Nilai Assesment semua nilai diakumulasi secara keseluruhan dan dikirim ke KASN untuk dilakukan pembobotan. Karena itu, beliau berharap, ke depan para ASN bisa merubah cara dan perilaku yang lebih berkompetitif dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing masing.

Selanjutnya kepada masing masing pejabat terlantik Bupati Don Bosco  menyampaikan harapannya.

Kepada Kadis Keuangan Beda Venerabilis Bella, Bupati  Don menaruh harapan bisa meningkatkan Pendapatan Daerah dan menjalin kerjasama dengan semua perangkat daerah.

“Bersyukur bahwa pengalaman sebagai Sekretaris Badan Keuangan Daerah membantu kamu menguasai ruang lingkup kerja. Dengan dasar pendidikan (SE.M.Si) dan pengalaman, pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh, kamu mendapatkan bobot nilai pada katagori nilai yang kamu peroleh menjadi nilai tertinggi” jelasnya.

“Selain itu kita masih menyatukan Bidang Pendapatan dengan Keuangan.  Oleh karena itu  bersama ketiga asisten  yang membidangi,  bekerja sama dengan  semua perangkat daerah yang bisa membantu menaikan Pendapatan Asli Daerah. Saat ini yang besar adalah Galian C Proyek Strategi Nasional. Saya minta ini dikoordinasi secara baik” pintanya.

Selanjutnya kepada Yosefina Hutmin, Kadis Pangan Daerah Kabupaten Nagakeo, Bupati Don berharap bekerja lebih ke hulu. Untuk kecukupan pangan masyarakat selain distribusi pangan dan ketersediaan pangan, juga hal yang menjadi fokus perhatian adalah Program Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL).

“Selain urus nutrisi, ibu saya minta perhatian  untuk menggarap betul KRPL,  ketercukupan gizi  masyarakat baik ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja putri.  Peran ibu tidak hanya memastikan ketersediaan pangan dan distribusi pangan tetapi hal penting lainnya bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK sebagai partner strategis.  Kalian bisa menolong mengatasi masalah stunting dan gizi dengan bekerja dari hulu” harap Bupati Don.

Kepada  Aurelius Assan Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang baru diminta perhatiannya pada angkatan kerja yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Terkait hal ini, diminta bersinergi bersama  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil merevisi kembali Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang muda terutama pada kolom pekerjaan disesuaikan dengan rencana masa depannya.

“Kerja sama dengan Dukcapil. Saya minta edit kembali KTP khusus remaja, OMK, Karang Taruna, Remaja Masjid. Orang muda harus bisa merevisi  KTP. Pekerjaan harus ditulis sesuai dengan  rencana mereka.  Besok- besok ketika hidup berkeluarga nanti  mereka menghidupi keluarga dengan bekerja apa. Ini penting sekali. Pengisian kolom pekerjaan jelas, sehingga ketika kita minta sesuatu ke kementerian / lembaga, pekerjaan itu dicantumkan” terangnya.

Sedangkan Kadis Kesehatan dr. Reny Wahjuningsi yang sebelumnya pernah menjabat Kadis Kesehatan Kabupaten Ngada dan Direktris RSUD Aeramo kepadanya Bupati Don berharap segera membenahi Rumah Sakit Pratama Raja dan juga soal distribusi Tenaga Kesehatan.

“Dalam waktu dekat ini,segera melihat kembali Rumah Sakit Pratama Raja yang mau PHO, kondisi rumah sakit dan kekurangannya yang banyak sekali, pertama; air, kedua; Jalan masuk dan ketiga pengamanan, pagar tembok penyokong/penguat”.

Selanjutnya Bupati Don juga berharap adanya jadwal kunjungan ke setiap Pustu dan polindes. Menurutnya selama ini banyak  polindes dan Pustu yang tidak dikunjungi petugas.

“Banyak  sekali polindes dan Pustu kita yang perlu  dikunjungi. Bukan pada pelaporan dan  penyampaian melalui WA. Kita diharapkan datangi langsung ke pustu – pustu, melihat langsung  dan perlakuan kita terhadap fasilitas kesehatan seperti apa’ harapnya.

Terakhir kepada  Silvester Teda Sada, S.Fil Kadis Pariwisata yang baru, Bupati Don berharap mantan Kabag Protokol dan Kompim Setda Nagekeo dapat bekerjasama dan bersinergi dengan semua pihak dalam upaya memajukan  pariwisata Nagakeo sebagaimana visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo yakni Mewujudkan Masyarakat Nagekeo yang Sejahtera, Nyaman dan Bermartabat melalui Sektor Pertanian dan Pariwisata.

“Di Pariwisata yang utama dari visi RPJMD sektor Pertanian dan Pariwisata. Pariwisata kita sudah punya dokumen rencana pariwisata. Kita sudah bagi wilayah ke dalam lima (5) Ring of Tourism sebagai zonasi wisata yakni Ring of Mbay, Ring of Ebulobo, Ring of Kota Jogo-Kinde, Ring of Koto dan Ring of Lena. Satu persatu dilihat kembali..” ungkapnya.

Lanjutnya ia berpesan agar dalam menjalanakan tugas dan tanggung jawab harus didasari dengan semangat yang penuh kerendahan hati.

“Dengan rendah hati bekerja dengan para pihak yang bisa memberikan saran praktis. Saya minta untuk diperhatikan betul. Di sana Pak Sil bekerja sama dengan sekian banyak partner. Di pariwisata, ini diperhatikan dengan sungguh sungguh. Para pihak yang bekerja sama dengan kita harus senang, happy. Kalau mereka happy  mereka bisa bekerja  memberikan semua yang terbaik  buat kita. Jadi harus ditahan – tahan apa saja reaksi, harus dipikirkan dulu, agar teman- teman yang bekerja di sekitar kita, yang membantu kita mencapai indikator kinerja bisa menjadi optimal “harap Bupati Don. Protkompim(Merry / Tim Humas NK)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 110

Bupati Nagekeo Buka Secara Resmi Turnamen Sepakbola Kotim Cup ll

Bupati Nagekeo Buka Secara Resmi Turnamen Sepakbola Kotim Cup ll

Artikel Nagekeo

Keo Tengah, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do membuka secara resmi pelaksanaan open turnamen sepakbola Kotim ll Cup di Kampung Mabhapisa, Desa Kotim, Kecamatan Ketengah pada Minggu 10 Juli 2022.

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo dr Eduarda Yayik Pawitra Gatih, rombongan Bupati tiba di Kotim sejak pagi. Seremonial pembukaan yang direncanakan dimulai pada pukul 11:00 WITA terpaksa molor akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Keotengah.

Dalam sambutannya, Don mengajak panitia, kontingen tim, official serta seluruh masyarakat yang hadir untuk kembali mengenang jasa para pendahulu yang telah berjasa bagi daerah ini.

“Sebelum kita memulai patut kita mengenang jasa para pendahulu kita, mereka yang pernah memimpin wilayah ini yang memungkinkan kita pada hari ini menikmati fasilitas ini. Mereka semua sudah dengan caranya nepe (mewarisi) kita baik dari nilai dan etos kerja mereka sehingga kita yang lahir kemudian bisa menikmati turnamen ini” ungkap Don Bosco.

Sebagai Bupati, Don Bosco menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh pelaksanaan Kotim Cup yang diketahui merupakan murni gagasan masyarakat setempat. Sebab, bagi Don Bosco, Kotim Cup bukan hanya sekedar olahraga yang bertujuan mencari juara ataupun bibit pemain sepak bola berbakat dari setiap klub, akan tetap merupakan sebuah even yang menjadi bagian daripada wisata olahraga (Sport Tourism).

“Turnamen Kotim selayaknya dilaksanakan rutin setiap tahun. Olahraga apa saja termasuk sepakbola ini mengumpulkan orang dan kita bisa lihat di sekeliling ini banyak orang buka warung pasti semua orang akan datang ke tempat ini” kata Don Bosco.

Karena itu, Don Bosco mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bisa menyebarluaskan informasi melalui media sosial bahwa saat ini turnamen sepakbola Kotim Cup sedang berjalan.

“Kita semua yang pegang Android, foto, share, kirim ke semua teman-teman bahwa mulai hari ini sampai final selama satu bulan ada keramaian yang luar biasa di sini. Dengan demikian akan ada ekonomi bergulir di masyarakat” pesan Don Bosco.

Ketua Panitia turnamen Kotim Cup ll Yohanes Krisostomus Gore dalam laporan panitia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut murni atas inisiatif masyarakat.

Selain menjadi ajang mencari bibit pemain berbakat, mendongkrak ekonomi masyarakat, pelaksanaan Turnamen Kotim Cup juga bertujuan mengumpulkan dana pembangunan Kantor Desa Kotim.

Dijelaskan Mus Gore, Kotim Cup ll ini bermula dari Kotim Cup l tahun 2019, dan tahun ini masyarakat Kotim bersepakat membangun sebuah kantor desa dengan total budget Rp. 1, 25 Miliar.

“Sumber dana turnamen ini murni dari partisipasi masyarakat Kotawuji Timur ditambah dengan partisipasi 24 tim, karena kami menyadari sepakbola di Nagekeo ini bisa berkembang atas partisipasi masyarakat itu kuat” katanya.

Turnamen tersebut diikuti oleh 24 tim, yang terdiri dari 4 tim asal Kabupaten Ende, 3 tim dari Kabupaten Ngada dan 19 tim dari Nagekeo.

Ia mengajak seluruh tim, official, wasit maupun masyarakat yang ikut menikmati turnamen tersebut untuk bisa menjaga ketertiban sehingga Kotim Cup ll bisa berjalan aman, damai sampai pada partai final nanti.

“Dalam konsep kami masyarakat Kotim, dengan adanya even ini sebagai bentuk dukungan masyarakat Kotim, masyarakat Keotengah untuk sektor pembangunan olahraga” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 341

Pameran Literasi Budaya Ndora Youth Day

Pameran Literasi Budaya Ndora Youth Day

Artikel Nagekeo

Ndora, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menghadiri acara pameran Literasi Budaya yang diselenggarakan oleh Orang Muda Katholik (OMK) St. Petrus Rasul Ndora pada Sabtu 9 Juni 2022.

Literasi Budaya yang diselenggarakan OMK ini diawali dengan Parade 200 Nyiru mulai dari halaman Gereja St. Petrus Martir Ndora dan diarakan menuju Kantor Desa Ulupulu 1 dan diiringi grup marcing band dari SMPK Manungae Ndora. Kemudian dilanjutkan dengan eksibisi Dho Dhenga (tumbuk padi), Tepi Sea (tapis beras), Esu dan Kose.

Pameran Literasi Budaya ini merupakan serangkaian kegiatan pekan Ndora Youth Day tahun 2022 yang digelar sejak 5 Juli hingga 10 Juli.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak baik OMK, Panitia penyelenggara dan juga Pastor Paroki yang telah menginisiasi kegiatan tersebut yang disisipkan dengan Literasi Budaya.

Bagi Don Bosco, pameran Literasi Budaya sejatinya harus didorong oleh rasa ingin tahu kita atas suatu identitas latar belakang budaya dan asal-usul satu komunitas masyarakat.

“Ini upaya kita untuk merumuskan kembali melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, dan menurut saya ini luar biasa,  menggali dan menemukan identitas kita” ungkap Bupati Don Bosco.

Oleh sebab itu, di hadapan ratusan OMK dan masyarakat Ndora, Bupati menyarankan agar budaya asli daearah dapat dilestarikan secara berkelanjutan baik itu melalui cerita maupun event-event bernuansa budaya sehingga mudah diingat oleh lebih khusus generasi muda.

“Jadi harus kuat dan terus menerus cerita ini ditampilkan karena event, panggung yang kita tampilkan itu adalah ritual, sehingga kita diingatkan kembali tentang kepercayaan kita” katanya.

Dengan adanya Even Ndora Youth Day, OMK diharapkan mampu melihat lebih jauh berkaitan potensi ritual budaya yang sudah ditampilkan, untuk kemudian dikembangkan menjadi satu potensi yang pada akhirnya memiliki nilai jual khususnya di sektor ekonomi kreatif guna mendukung wisata budaya.

Ketua Panitia Emilianus Meze menyampaikan bahwa, sisipan pameran Literasi merupakan keinginan OMK guna membangkitkan kembali, berbagai ritual adat warisan leluhur masyarakat Ndora.

“Ini tujuannya untuk membangkitkan kembali tradisi dan menumbuh kembangkan nilai budaya kepada generasi muda yang nyaris hilang, makanya kita sisipkan sengan acara Literasi budaya ini” ungkapnya.

Emil mengatakan, Ndora Youth Day tahun 2022 ini diikuti oleh 364 peserta dari 8 Stasi yang tersebar se wilayah Paroki St Petrus Martir Ndora. Selama kurang lebih 5 hari, diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti pembinaan, minat (olahraga) kegiatan bakti sosial serta kerohanian.

Untuk kegiatan pembinaan OMK dibekali berbagai materi seperti LKTD, Wirausaha, Human Trafficking, Migran dan Perantauan, Polhukam hingga materi tentang Pariwisata.

Ada pula kegiatan olahraga (Sepak bola dan Bola Voli putra-putri, kuis kitab suci, baca kitab suci, paduan suara, dan Mazmur tanggapan. Selain itu ada pula pameran Seni budaya (bhea sa, Kezo dan Teke serta Literasi Budaya (Dho Dhenga, Tepi Sea, Esu dan Kose).

“Semoga dengan adanya kegiatan ini anak muda ini bisa menemukan jati diri mereka, kita tentu berharap landasan budaya ini bisa menjadi pedoman hidup seperti yang sudah diwarisi nenek moyang dahulu” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 96

Soal Benih Oplosan, Berikut Penjelasan Kadis Pertanian Nagekeo!

Soal Benih Oplosan, Berikut Penjelasan Kadis Pertanian Nagekeo!

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Sehubungan pemberitaan di media tentang Bantuan Benih Padi dari Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo yang terindikasi OPLOSAN pihak Dinas melayangkan klarifikasi bahwa tidak ada Benih OPLOSAN akan tetapi yang ada hanyalah benih dengan Campuran Varietas Lain (CVL).

“Tahapan proses penangkaran benih, mulai dari pemeriksaan awal lahan penangkaran, pengolahan tanah, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pengambilan sampel calon benih diawasi oleh Pengawas Benih Kabupaten” jelas Kepala Dinas Pertanian Olivia Mogi pada Jumat, 8 Juli 2022.

Selanjutnya sampel calon benih akan dilakukan pengecekan mutu benih oleh UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Nusa Tenggara Timur dibuktikan dengan sertifikat hasil uji Nomor 521.21/349/UPTD-PSB/VI/2022 tanggal 9 Juni 2022 dan berdasarkan hasil uji lab nomor Pdn.SFR/NTT.11.Q MT 2021/2022) sehingga dapat dicetak label benih.

Pada label benih menyatakan keterangan tentang benih tersebut, mulai dari varietas benih, daya tumbuh, kadar air, benih murni, benih tanaman lain, masa laku dan berat bersih. Label tersebut yang menyatakan keabsahan benih layak untuk disalurkan.

“Setelah benih disalurkan petani harus memperhatikan teknik penyimpanan benih secara baik sebelum disemaikan agar menghindari daya tumbuh yang rendah dengan cara dialas sebelum disimpan dan pengamanan dari kemungkinan percikan air hujan di gudang penyimpanan untuk menghindari tumbuhnya sejumlah kecil benih pada kemasan” paparnya.

Menurut Dia, bantuan benih padi sumber dana APBD II Tahun 2022 yang diberikan sebanyak 15 Ton varietas Inpari 6 JT dan Membramo untuk 500 Ha (pada 29 kelompok tani dengan jumlah petani sebanyak 648 petani penerima).

Sumber benih bantuan berasal dari Produsen Benih Manggarai Timur sebanyak 13.245 Kg Varietas Inpari 6 Jete yang  dibuktikan dengan surat Keterangan Mutasi Benih Nomor 521.21/28/VI/PBT-MT/Q/2022 tanggal 20 Juni 2022 dan dari Produsen Benih Nagekeo (Kelompok Tani Mia Mawe III)  sebanyak 1.755 Kg Varietas Membramo.

“Proses pendropingan benih telah dilaksanakan oleh pihak ke III/Penyedia berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Benih Secara Visual Nomor III. PBT-NGK.310.40.11/VI/2022, tanggal 28 Juni 2022” katanya.

Terdapat persoalan yang terjadi pasca pendropingan benih yang dikomplain oleh petani pada kelompok tani Raiwali di P3A KM II.2 Kiri karena adanya CVL pada benih padi varietas Inpari 6 JT.

Atas persoalan itu, pihak Dinas telah melakukan pengecekan langsung di lapangan dan meminta pihak ke III/Penyedia untuk segera mengganti benih tersebut dan pihak ke III/Penyedia bersedia mengganti benih yang mengandung CVL tersebut dan petani yang menyampaikan keluhan mengenai benih yang memiliki CVL sebanyak 35 Kg telah mengambil benih pengganti dari penyedia pada hari Kamis tanggal 07 Juli 2022.

Terhadap benih yang sudah Lulus dan ternyata masih terdapat CVL perlu kami jelaskan bahwa untuk benih padi Kelas Benih Sebar (BR/Label Biru) batasan CVL nya maksimal 0,5% sehingga sangat mungkin masih ada ikutan CVL dalam benih dan juga adanya beberapa kemungkinan yang terjadi dalam proses penanganan benih antara lain:

  1. Kemungkinan adanya jenis padi yang lain pada areal penangkaran yang kurang diperhatikan oleh petani penangkar untuk dilakukan reguing (pencabutan terhadap varietas lain tersebut) sesuai arahan pengawas benih dan terbawa dalam proses pemanenan benih.
  2. Penggunaan alat panen yang tidak diperhatikan kebersihan alat panennya.

Menyikapi persoalan yang terjadi di lapangan Dinas memastikan bahwa pembayaran 100% kepada penyedia akan dilakukan setelah semua ketentuan dalam kontrak terpenuhi.

Terima kasih kepada segenap masyarakat, rekan-rekan media serta semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif dan positif di tengah gencarnya upaya pemerintah daerah memajukan dunia pertanian dan memberikan berbagai dukungan kepada petani berupa advokasi, penyuluhan, konsultasi, pendanaan, bantuan perbenihan, alsintan, dan berbagai infrastruktur yg dibutuhkan.

(Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, SP)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 460