Feature Image Nagekeo

Dukung Transformasi Digital, Pemkab Nagekeo Teken MoU Dengan BSSN

Artikel Nagekeo

Jakarta, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Nagekeo berkomitmen mendukung transformasi digital melalui Sertifikat Elektronik BSrE.

Pasalnya, di era yang sudah serba digital ini autentikasi data, integritas data, dan anti penyangkalan menjadi kebutuhan krusial dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan publik pemerintah.

Hal tersebut dapat dicapai melalui pemanfaatan Sertifikat Elektronik sebagai Tanda Tangan Elektronik. Penggunaan Sertifikat Elektronik pada saat ini menjadi kebutuhan dalam melaksanakan aktivitas perkantoran dalam hal ini adalah penandatanganan dokumen.

Agar mudah, cepat, aman dan legal maka dibutuhkan penandatanganan secara elektronik yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Komitmen tersebut dibuktikan dengan penandatanganan kerja sama (MoU) perjanjian kerjasama pemanfaatan Sertifikat Elektronik di Aula BSSN, Depok-Jawa Barat, Rabu (25/5) bersama 15 Instansi Pemerintah lainnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja didampingi Kabid Pengelola Informasi, Komunikasi Publik dan Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Nagekeo Yoachim Sala Bongo, ST, Sekcam Wolowae Thomas R. Jawa Dhase dan Sandiman Maria Theresia Toyo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala BSSN, Drs. Luki Hermawan, M.Si., Kepala BSrE, Jonathan Gerhard Tarigan, Bupati dan Walikota, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mitra Perjanjian Kerja Sama, serta Pejabat di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara.

Kelima belas Pemda tersebut diantaranya Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Pemerintah Kabupaten Rembang, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Kota Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Kota Tomohon, Pemerintah Kabupaten Majene, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pengadilan Negeri Tanjung, dan Kabupaten Nias Barat.

Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung penerapan sertifikat elektronik pada layanan pemerintah, penerbitan sertifikat elektronik, pemanfaatan sertifikat elektronik dalam sistem elektronik pada masing-masing instansi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam pemanfaatan sertifikat elektronik.

BSSN telah melaksanakan MoU dan PKS terkait pemanfaatan sertifikat elektronik sebanyak 430 instansi dimana tidak kurang dari 676 sistem yang terintegrasi dengan total transaksi mencapai 800 ribu per hari untuk memenuhi berbagai kebutuhan pada Lembaga Tinggi Negara, Instansi Pusat dan Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah, Serta Perguruan Tinggi Negeri.

Kemudian terhitung jumlah Hit Transaksi Tanda Tangan Elektronik sebanyak 66.032.272 (per tanggal 1 Januari – 31 Desember 2021).

Berdasarkan data yang diolah oleh BSSN, dengan adanya pemanfaatan sertifikat elektronik untuk layanan tanda tangan elektronik di lingkungan instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, negara telah melakukan penghematan kurang lebih 1,5 Triliun dan angka tersebut berpotensi terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah pengguna sertifikat elektronik yang saat ini masih terbatas pada lingkup instansi pemerintah, BUMN/BUMD dan Universitas.

Luki dalam sambutannya berharap melalui pemanfaatan sertifikat elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses birokrasi, sehingga dapat menciptakan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, dan tidak berbelit dalam pemrosesan data, serta tersedianya data yang akurat.

BSSN siap mendukung pelaksanaan penerbitan sertifikat elektronik, penyediaan pendampingan, pemberian dukungan teknis apabila terjadi suatu permasalahan penggunaan sertifikat elektronik, serta menyediakan dan mengevaluasi pelaksanaan certificate policy. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 221

Bupati Nagekeo Membuka Kegiatan Lokakarya Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Bupati Nagekeo Membuka Kegiatan Lokakarya Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, membuka secara resmi Lokakarya Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Inovasi untuk Anak Sekolah Kemitraan Australia Indonesia (INOVASI) bertempat di Aula Setda Kabupaten Nagekeo di Mbay.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yaitu Selasa- Rabu, 24-25 Mei 2022 merupakan tindak lanjut setelah pada Bulan Februari 2022, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia meluncurkan Kurikulum Merdeka yang akan mulai diimplementasikan pada tahun 2024 yang akan datang.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemendikbudristek Drs. Zulfikri Anas, M.Ed, Direktur Program INOVASI Mark Heyward, Ph.D, Provincial Manager INOVASI NTT Hironimus Sugi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSKP) Nisa Felicia Faridz, Ph.D, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Ponto Yelipele, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Drs. Suparmin Setto, para guru fasilitator daerah Inovasi, para pengawas dan undangan lainnya.

Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do saat membuka kegiatan menyatakan bahwa workshop tersebut diharapkan memberikan motivasi dan peta jalan bagi para pekerja dunia pendidikan, agar dapat keluar dari kebiasaan lama dan mampu melakukan hal baru dengan baik dan benar.

Don Bosco berharap, dengan adanya lokakarya tersebut guru kelas dapat menyusun peta jalan untuk setiap anak melalui Kurikulum Merdeka. Salah satunya adalah penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar, yang selama ini telah dikuatkan oleh Yayasan Sulinama.

“Harapan saya setelah workshop, kita dapat mengejar ketertinggalan dengan melibatkan komunitas sekolah, sehingga bersama-sama dapat menemukan cara-cara efektif untuk membimbing anak mencapai kompetensi yang dimiliki serta mencapai prestasi puncaknya” katanya.

Bupati Don mengingatkan agar para guru tidak perlu khawatir terhadap penerapan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka, sebab kurikulum dirancang untuk memudahkan guru mengajar dan siswa belajar.

Direktur Program INOVASI Mark Heyward dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi semangat dan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, yang selama ini membangun kerja sama dengan berbagai pihak demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

“Saat ini, salah satu fokus kami adalah kurikulum merdeka. Kurikulum ini akan menguatkan fondasi  pendidikan dasar sehingga siap untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Peran Inovasi adalah menyiapkan kerangka yang baik, namun untuk menyempurnakannya dibutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak,” ujarnya.

Hal lain yang disampaikan Mark adalah harapannya agar Pemda Nagekeo memperhatikan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar pelajaran di kelas awal serta agar pemda memberikan perhatian dan akses yang sama bagi guru sekolah swasta untuk mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kompetensi guru.

Sementara itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemendikbudristek Drs. Zulfikri Anas menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka dirancang untuk memudahkan guru dalam mengajar dan  memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi anak untuk mengembangkan potensi dirinya.

“Setiap anak itu unik dan berbeda, dapat diibaratkan sebagai planet yang bergerak dalam orbit masing-masing. Kurikulum Merdeka akan mengakomodir keunikan dan perbedaan tersebut, dalam Kurikulum Merdeka para guru diberikan kebebasan melakukan improvisasi belajar untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSKP) Nisa Felicia Faridz yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa hal yang paling menonjol dalam kurikulum merdeka adalah penggabungan beberapa kompetensi dasar dan target belajar yang disederhanakan.

“Karena itu, seharusnya kurikulum ini memudahkan guru. Selain itu, dalam Kurikulum Merdeka terdapat beberapa fase pendidikan yaitu fase A untuk kelas satu dan dua, fase B untuk kelas tiga dan empat dan fase C untuk kelas lima dan kelas enam. Penetapan fase tersebut akan memperpanjang waktu belajar siswa, dengan demikian tidak perlu ada siswa yang tinggal kelas dalam satu fase, kecuali saat berpindah fase pendidikan,” jelasnya.

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 22

Dinas Sosial Besama TP PKK Serahkan Bantuan Kursi Roda Bagi Kaum Lansia

Dinsos Nagekeo Bersama TP PKK Serahkan Bantuan Kursi Roda Bagi Kaum Lansia

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan kursi roda bagi kaum lansia.

Selasa 24 Mei siang Kepala Dinas Sosial Rufus Raga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny. Yayik Parwita Gatih dan Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau berkesempatan menyerahkan secara langsung bantuan kursi roda kepada Sariah salah satu lansia berusia 95 tahun di RT 06 dusun 02 desa Maropokot, Kecamatan Aesesa.

Kepala Dinas Sosial Kabupatennya Nagekeo Rufus Raga mengatakan, bantuan kursi roda merupakan program Pemkab Nagekeo melalui Dinas Sosial dalam upaya memperhatikan warga yang sudah lanjut usia.

“Dinas Sosial sebagai salah satu lembaga yang mengurus kesejahteraan masyarakat membantu Bupati menangani persoalan kesejahteraan masyarakat, penyandang disabilitas termasuk di dalamnya lansia” ungkap Rufus.

Bantuan tersebut kata Rufus dianggarkan dari DPA Dinas Sosial Tahun Anggaran 2022. Sejauh ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan peralatan kepada 10 penerima manfaat sesuai dengan permintaan.

“Untuk itu yang dapat kami harapkan yaitu kerjasama lintas sektor baik itu Dinas Dukcapil dan Pemerintah Desa berkaitan dukungan data berkaitan dengan pendataan kaum disabilitas dan lansia yang belum diperhatikan” pintanya.

Selain intervensi anggaran melalui Dinas Sosial, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Kesehatan juga menjalankan program rutin dalam urusan masyarakat lanjut usia.

Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau yang juga sempat hadir pada saat penyerahan bantuan tersebut mengatakan, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas hingga ke bidan desa rutin melaksanakan posyandu lansia di wilayah desa masing-masing.

“Untuk Lansia yang tidak bisa lakukan aktivitas fisik sendiri kita lakukan kunjungan rumah secara rutin setiap bulan untuk mengecek kesehatan lansia” kata Claudia.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny. Tatik Parwita Gatih menyampaikan, kehadiran Pemerintah memberikan bantuan sejumlah fasiltas dan peralatan bantu dari pemerintah merupakan  wujud kepedulian Pemkab Nagekeo tehadap warga lanjut usia.

“Hari ini kami datang untuk mengecek keadaan Nenek Sariah, ternyata nenek membutuhkan bantuan peralatan kursi roda, semoga kursi roda ini bisa bermanfaat bagi nenek dan keluarga yang mengurusnya” ungkap dr. Yayik.

Selanjutnya dr. Yayik berharap kepada seluruh kaum perempuan, baik secara individu maupun melalui kelompok perempuan di desa seperti PKK, dasawisma, agar memiliki rasa kepedulian terhadap kaum lansia yang ada di wilayah masing-masing.

“Harapan saya kepada ibu-ibu, kelompok perempuan bisa peduli terhadap kaum lansia di wilayahnya masing-masing, mari mulai dari diri kita masing-masing untuk bisa menumbuhkan cinta dan kasih sayang serta lebih peduli kepada orang tua kita” pesan dr Yayik.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 165

Pencanangan Komitmen Sekolah dan Madrasah Sehat Tingkat Kabupaten Nagekeo (5)

Pencanangan Komitmen Sekolah dan Madrasah Sehat Tingkat Kabupaten Nagekeo

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menandatangani sekaligus mencanangkan komitmen Sekolah dan Madrasah Sehat tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2022, Senin 22 Mei 2022.

Kegiatan pencanangan komitmen ini kerjasama UNICEF dengan Yayasan Sanggar Suara Perempuan ditandai dengan penyerahan modul kepada perwakilan guru UKS dan Siswa.

Acara penandatanganan komitmen tersebut dipadukan dalam apel kekuatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bertempat di Halaman Kantor Bupati Nagekeo.

Hadir dalam acara tersebut Nutrition Officer Perwakilan NTT & NTB UNICEF Ha’i Raga Lawa, Sanggar Suara Perempuan (SSP) Arit Manao, Sub Koordinator Substansi Kesra Pelayanan Dasar pada Biro Pemerintahan Setda Propinsi NTT, Mysjem S. Taopan, S. TP., Sekretaris Daerah Drs.Lukas Mere, para  Asisten Sekda, ASN Lingkup Pemda Nagekeo baik Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat  Administrator, Pengawas dan Pelaksana, Para guru UKS dari 11 sekolah SMP/ MTs/ SMA/ serta utusan siswa/i.

Dalam arahan singkatnya Bupati Don Bosco berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting terkait pendidikan antara lain soal tiga isu utama dalam dunia pendidikan yang oleh Menteri Pendidikan Nadien Makarim menyebutnya sebagai dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu Perundungan/Bullying, Pelecahan seksual terhadap anak dan intoleransi.

Menurut Bupati Don, bullying akan menimbulkan traumatik pada anak didik jika tidak diatasi sedini mungkin akan memberikan trauma yang besar pada anak didik dan akan mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari.

“Saya yakin kita yang ada disini pernah jadi korban bully mungkin juga jadi pelaku bullying, ketika di sekolah dulu. Mau ke sekolah rasanya berat karena sekolah menjadi neraka baginya” jelas Bupati.

Bupati berharap komunitas pendidikan melalui UKS bisa menggali persoalan yang dihadapi setiap peserta didik. Kejadian UKS di sekolah kata, Bupati tidak hanya soal mengurus siswa yang sakit kepala ataupun keluhan lain akan tetapi bisa mengetahui persoalan psikis siswa.

“Harus menggali masalahnya, mengapa anak ini demikian, dan juga ada hambatan, apakah itu masuk kategori learning loss atau learning gab, sehingga dalam evaluasi uji kompetensi minimal dia selalu tertinggal ke belakang. Nasib yang di alami oleh anak  anak seperti ini harus menjadi perhatian kita semua. Kita semua adalah orang tua dari anak- anak” ungkapnya.

Selanjutnya, Bupati mengatakan, Kabupaten Nagekeo tercatat sebagai  kabupaten dengan kasus asusila atau pelecehan tertinggi, untuk itu perlu penanganan secara dini guna melindungi anak.

“Sekarang di Nagekeo, kasus terbesar moral pelecehan yang masuk ke Pengadilan Negeri Bajawa itu paling tinggi dari Nagekeo . Ini kita punya persoalan. Mari  kita lindungi anak -anak kita.

Perlu mengunjungi sekolah dan  memperkenalkan bahaya, bagaimana anak anak melindungi, mengenal bagian-bagian tubuh nya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain” katanya.

Lanjut, Don Bosco, pelaku kekerasan seksual biasanya datang dari orang-orang berkuasa juga orang terdekat korban yang bisa menjadi predator alami. “Predator ada disekitar itu, bukan orang asing tapi pelaku kekerasan  biasanya orang yang berada dekat dengan kita dan akrab dengan korban sehingga korban kekerasan seksual lebih banyak berdiam diri dan takut, menarik diri dari pergaulan” jelasnya.

Lebih lanjut ditegaskan Ini menjadi perhatian semua pihak. Perlu adanya peningkatan mutu diri dan kualitas dari para pengelola UKS.

“Dalam institusi sekolah melalui UKS, kemampuan pengelola, pembina UKS, tidak hanya para guru UKS tapi  juga orang kesehatan yang hadir saat ini harus dibekali pengetahuan, pendekatan psikologi supaya bisa mengenal lebih dini kepada anak anak yang mengalami kekerasan seksual.”harapnya.

Kemudian, persoalan intoleransi siswa juga merupakan ancaman dalam dunia pendidikan  kita saat ini. Tugas kita adalah bagaimana anak-anak kita mampu menjaga keutuhan bangsa ini.

“Saya ingin ingatkan kita para orang tua, yang ada anaknya yang masih PAUD, SD ajari perbedaan itu alami, kenapa rumput beda dengan pohon, rambut sama hitam tetapi kelakuan berbeda, agama berbeda, suku budaya dan adat istiadat yang berbeda, dan itu karunia Tuhan” ujar Bupati Don.

Lanjutnya dalam konteks bernegara, kebhinekaan ini menjadi kekayaan, karunia Tuhan yang paling besar sehingga kita terbiasa hidup dalam perbedaan.

“Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah tidak boleh membeda-bedakan satu dengan yang lain. Anak harus terbiasa hidup dalam multikultur, multi agama, multi etnik” kata Bupati Don mengakhiri arahan singkatnya.

Setelah pencanangan Sekolah/ Madrasah Sehat dilanjutkan dengan penyerahan modul dan alat bantu pendidikan gizi kepada sekolah/madrasah di akhiri dengan penandatangan spanduk komitmen bersama.

Penandatanganan Komitmen diawali oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do,  selanjutnya dari Nutrition Officer Perwakilan NTT & NTB UNICEF Ha’i Raga Lawa, Sub Koordinator Substansi Kesra Pelayanan Dasar pada Biro Pemerintahan Setda Propinsi NTT, Mysjem S. Taopan, S.TP., Sekretaris  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo Yosefina H. Hutmin, SP. (Mey/Sev/Humas-Ngk)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 124

Pemkab Nagekeo Berkomitmen Menjalin Kemitraan Baik Bersama MUI

Pemkab Nagekeo Berkomitmen Menjalin Kemitraan Baik Bersama MUI

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kabupaten Nagekeo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) lll tahun 2022 bertempat di aula lantai ll MAN Nagekeo, Kelurahan Mbay l, Kecamatan Aesesa pada Minggu 21 Mei 2022.

Musda lll tahun 2022 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do ini mengusung tema Meningkatkan Peran Ulama Dalam Memberdayakan Umat Mewujudkan Nagekeo Maju dan Sejahtera.

Hadir pada kesempatan ini Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Agama Kabupaten Nagekeo, Kapolsek Aesesa Danramil 1625-05 Aesesa, Kepala Kesbangpol Kabupaten Nagekeo Yohana Kune, Kasat Pol PP Nagekeo Muhayan Amir dan tokoh Agama.

Dalam sambutannya Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan bahwa MUI merupakan sebuah lembaga sejak zaman orde baru yang mengendalikan berbagai kelompok masyarakat dan organisasi di Indonesia yang berbasis agama.

Negara Indonesia dengan penduduk yang memiliki aneka ragam suku, ras dan golongan, kata Don Bosco, butuh visi yang kuat, apalagi penetrasi ideologis bisa masuk ke ruang privat, sehingga harus bisa dikendalikan dengan baik.

Menurut Don Bosco, MUI adalah lembaga keagamaan dan lembaga yang menjadi Persatuan Islam, MUI dihuni oleh kumpulan orang terbaik, umaroh dan para cendikiawan yang mempersatukan Ulama. Karena, adanya mereka berkumpul menyatukan pikiran demi masyarakat dan negara.

“Hubungan antara ulama dan umaro merupakan hubungan yang tidak dapat dipisahkan, saya tidak ingin menjalankan Pemerintahan dengan berjalan sendiri dengan meninggalkan para ulama” ujarnya.

Dikatakan Bupati Don Bosco, menggalang prespektif agama, harus berbicara pada level yang lebih tinggi yakni spiritualitas, sebab secara sederhana, kegelisahan setiap individu mencari makna hidupnya, bagaiman membimbing umatnya.

“Orang harus sampai pada level menjawab pertanyaan untuk apa saya hidup, pasti ada tujuan khusus yang kita terima dari Allah.

Dan yang membimbing kita adalah agama, fungsi utama membimbing setiap umat menemukan spiritualitasnya” katanya.

Bupati mengatakan, Pemda Nagekeo berkomitmen menjalin hubungan kemitraan dengan MUI secara baik ke depannya demi masyarakat Nagekeo yang aman dan sejahtera dan bermartabat.

“Saya berharap MUI di Nagekeo  bisa menciptakan iklim di Nagekeo yang bagus, mendapat kesan, perlu kita jaga ke depan sehingga ke depan tetap menjadi yang terbaik” ungkapnya.

Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Timur H. Muhamad Wongso berharap, kepada MUI Nagekeo agar bisa melaksanakan amanah ini demi kepentingan umat dan kepentingan bangsa dan Nagekeo.

Dia juga berharap, MUI Nagekeo yang baru dapat menjalin kemitraan yang baik dengan semua elemen termasuk Pemkab Nagekeo.

Ketika MUI satu tarikan nafas, maka apabila ada perbedaan menangani sebuah permasalahan kembali kepada sebuah nurani.

“Mari kita bangun Nagekeo dengan sebuah keyakinan, bersatu padu jangan bercerai berai, bersatu padu membangun Nagekeo, agar kita mampu berbuat sesuatu untuk masyarakat, bersatu membangun MUI bekerja bersama Pemerintah” pesannya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pemilihan dilakukan oleh tim formatur yang berjumlah 11 orang melalui voting tertutup, Musda III MUI Nagekeo Minggu 22 Mei 2022 di Mbay Nusa Tenggara Timur, mempercayakan Muhamad Lutfi Daeng Maro sebagai ketua MUI Nagekeo periode 2022-2027.

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 54

TP PKK Kecamatan Aesesa Menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Stunting di Desa Aeramo

TP PKK Kecamatan Aesesa Menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Stunting di Desa Aeramo

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Tim Penggerak PKK Kecamatan Aesesa bersama PKK Desa Aeramo dan sejumlah staf dari Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan sosialisasi dan rembuk stunting di desa Aeramo, Kecamatan Aesesa pada Jumat (19/05/2022).

Kegiatan ini dihadiri Camat Aesesa Yakobus Laga Kota, Kepala Desa Aeramo Dominikus Biu Dore, Kader Posyandu, Bidan Desa dan puluhan keluarga terdampak stunting. Hadir pula pada kesempatan tersebut anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur asal partai Perindo Gonzalo Muga Sada.

Ketua TP PKK Kecamatan Aesesa Irmina Sia Dinda dalam paparannya mengatakan, persoalkan stunting merupakan suatu masalah yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Kami dari Tim Penggerak PKK bersama teman-teman begitu prihatin dengan tingginya angka stunting lebih khusus di desa Aeramo ini. Saya bersama dengan teman-teman mencoba secara swadaya, memberikan makanan tambahan  di bulan April kemarin. Kami juga bermitra dengan orang-orang yang peduli dengan anak-anak stunting ini” katanya.

Stunting menurut Dia, yang paling penting adalah bagaimana para orang tua memperhatikan betul pola asuh anak di dalam keluarga, sebagaimana memenuhi standar 3 A, yakni Asi, Asuh dan Asah.

Desa Aeramo, diketahui merupakan desa dengan angka stunting tertinggi dengan anak terdampak stunting berjumlah 48 anak tahu 2022. Sebagai Ketua TP PKK Kecamatan, Ia mengapresiasi keberhasilan Desa Aeramo yang bisa menurunkan angka stunting dari 48 anak menjadi 35 data per hari ini.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Desa Aeramo, Beatrix mengungkapkan bahwa, dalam upaya memerangi stunting, PKK bersama semua stekholder di desa melakukan beberapa langkah strategis.

“Pertama kita lakukan sosialisasi berkaitan dengan apa itu stunting kepada masyarakat khususnya keluarga terdampak, kemudian kita juga turun langsung ke keluarga-keluarga melalui kelompok Ibu-Ibu, ada Dasawisma di RT masing, sehingga kita bisa mendata dengan detail dan bisa mengetahui bagaimana kehidupan nyata di dalam keluarga” ungkapnya.

Beatrix mengatakan, ke depannya PKK melalui Dasawisma akan terus gencar mendampingi keluarga terdampak stunting lebih khusus kepada keluarga muda maupun para calon Ibu di wilayah Desa Aeramo.

PKK kata Beatrix, juga menggandeng pihak sekolah dan tokoh agama, dalam upaya memberikan edukasi dan sosialisasi stunting kepada masyarakat Aeramo. Dia berharap, kerjasama lintas sektor baik itu PKK, Pemerintah Desa, Posyandu, Bidan Desa hingga masyarakat dapat ditingkatkan sehingga angka stunting di Desa Aeramo bisa mencapai nol kasus.

“Harapan saya kerjasama lintas sektor ini dapat ditingkatkan, lebih khusus kepada masyarakat khususnya peran ibu dan bapak juga dalam keluarga agar bisa memperhatikan pola asuh anak, yang paling penting itu dari keluarga sendiri” ungkap Dia.

Terpantau dalam kegiatan tersebut, 35 anak terdampak stunting mendapatkan bantuan makanan tambahan berupa telur, susu dan kacang hijau yang diberitakan secara gratis oleh Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur asal Kecamatan Boawae Gonsalo Muga Sada. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 118

Lantik Anggota BPD Desa Wolotelu, Berikut Catatan Penting Bupati Nagekeo!

Lantik Anggota BPD Desa Wolotelu, Berikut Catatan Penting Bupati Nagekeo!

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melantik anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo pada Rabu 18 Mei 2022.

Hadir pada kesempatan tersebut Camat Mauponggo Leonardus Loda, Forum Pimpinan Kecamatan Mauponggo, aparat desa Wolotelu, tokoh masyarakat dan tokoh  agama serta tamu undangan. Turut hadir dua anggota DPRD dari Kecamatan Mauponggo yakni Adrianus Watu (Gerindra) dan Bruno Sawi Toyo (Perindo).

Anggota BPD yang dilantik masing-masing Firman Abdulah, Harlinto Ibrahim, Krispinus Bruno Moni, Laurensius Tay, Sevrinus Buu, Nurhajim dan Martinus Suta.

Mereka dilantik sesuai dengan SK Bupati Nagekeo Nomor : 188/ Kep/HK/2022 tentang Pengangkatan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Wolotelu Kecamatan Mauponggo periode 2022-2028.

Dalam sambutannya Bupati Nagekeo menyampaikan beberapa catatan kepada anggota BPD terlantik. Don Bosco menyampaikan bahwa menjadi anggota BPD sejatinya harus bisa memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai BPD yang mana bersama Kepala Desa menjalankan tata kelola Pemerintahan Desa.

“Badan Permusyawaratan Desa atau BPD ini harus paham, dasarnya adalah musyawarah, jangan seolah legislator macam DPR, karena benar-benar harus dibayati sebagai amanah. Pengelolaan desa ini penting sekali sebab sekalian mengelola manusiawi dan alam” kata Bupati.

Hal yang paling utama dan rentan terjadi penyalahgunaan di desa adalah pengelolaan keuangan baik Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD maupun yang berasal dari dana transfer pusat atau Dana Desa (DD).

“Sangat rentan adalah mengelola uang APBes sekarang di atas 1 M, sekarang uang sudah berlipat ganda baik dana transfer maupun ADD melalui bagi hasil pajak dan retribusi maupun sumber penerimaan yang sah dari pendapatan asli desa, di rana inilah peran BPD membantu bersama kepala desa sama-sama menjalankan amanah” tegasnya.

Melihat daripada subtansi tugas anggota BPD adalah berasaskan musyawarah, oleh sebab itu kata Bupati, BPD bersama Kepala Desa harus bisa mengutamakan kearifan lokal dalam mengambil suatu kebijakan, tanpa harus mengabaikan regulasi yang tertuang dalam UU.

“Kearifan harus betul-betul ditampilkan oleh 7 orang ini, mari kita mengelola desa ini secara baik” ajak Bupati.

Selanjutnya, Bupati berharap kepada salah satu anggota BPD yang merupakan perwakilan kaum perempuan agar bersama-sama dengan Organisasi Wanita di Desa mampu menjadi promotor memperjuangkan hak perempuan dan anak.

“Mendekati betul kaumnya, masuk keluar kampung dengan Dasawisma, melihat betul kelemahannya ada di mana, kerja besar kita generasi 2045. Kita bekerja dengan benar melihat anak perempuan dari haid pertama mereka untuk memastikan anak-anak harus diukur HB memperhatikan betul kaum wanita, ketemu datangi rumah datangi sekolah, supaya mereka ini dari awal kita memperhatikan gizinya, HB masih di bawah 12 kasitau ibunya beri makan yang benar” ujar Bupati memberi saran. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 172

Bupati Nagekeo Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas SDN Mauwaru

Bupati Nagekeo Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas SDN Mauwaru

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Mauponggo, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung dan sejumlah fasilitas SDN Mauwaru, di Desa Lokalaba pada Rabu, 18 Mei 2022.

Dalam kunjungan tersebut Bupati dan rombongan didampingi Camat Mauponggo Leonardus Loda, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompomcam) Mauponggo, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Gerindra Adrianus Watu, dari partai Perindo Bruno Sawi Toyo dan Kepala Desa Lokalaba. Turut hadir pada kesempatan itu tokoh adat, tokoh masyarakat, dewan guru, komite sekolah dan orang tua wali.

Dalam dialog singkat, Bupati Don Bosco berkesempatan menyampaikan beberapa catatan penting yang wajib dijalankan oleh dewan guru dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

Menurut Don Bosco, menjadi guru merupakan sebuah amanah dan panggilan hidup. Karena itu seorang guru harus bisa memberi sesuatu yang lebih kepada anak didiknya. Ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian para guru di sekolah yakni soal bahaya intoleran siswa di sekolah, buyling, dan kekerasan seksual terhadap anak.

“Jadi Ibu Bapa guru harus perhatikan betul ini, sebab kekerasan seksual pada anak justeru banyak yang datang dari orang yang berkuasa dan yang selalu dekat dengan anak. Jadi kepala sekolah, guru kelas harus memperhatikan tiga hal yang saya sebutkan tadi” ungkapnya.

Bupati berharap, renovasi dan peningkatan fasilitas pendidikan dapat dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas anak didik. Salah satu strategi meningkatkan mutu pendidik anak adalah, sekolah harus bisa menyiapkan minimal satu guru penggerak.

“Harus ada guru penggerak, dia ini yang akan menjadi lokomotif, menyeret dan menarik guru lain, mardeka belajar yang didengungkan, fokus kita pada anak, guru penggerak akan mencari model, anak harus bisa dirangsang minatnya, hari ini akan diajar apa? Guru memang harus jauh lebih kreatif, tidak hanya berdasarkan buku ajar” katanya.

Don Bosco menegaskan, kepala sekolah dan dewan guru harus lebih fokus pada tugas pokok sebagai tenaga pengajar, yakni fokus pada perkembangan anak dengan cara memetakan capaian kompetensi siswa lebih khusus siswa di kelas awal.

“Bangunan hanya fasilitas penunjang, yang utama perhatian anak didik, ibu harus tau minimal komputensi yang dicapai anak didik, bangunan itu urusan komite, guru fokus ke anak. Isi otak anak tugas ibu guru. Dengan cara begitu kita bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita, menjadi guru itu panggilan bukan terpaksa, sehingga mengerjakan harus dengan hati” katanya.

Kepala SDN Mauwaru, Nur Aini H Ali Ebas menjelaskan bahwa SDN Mauwaru menjadi satu dari 9 sekolah di Kabupaten Nagekeo yang pada tahun 2022 ini mendapat alokasi dana dari Kementerian PUPR untuk merenovasi sejumlah fasilitas sekolah.

Ia menjelaskan, adapun sejumlah fasilitas yang saat ini tengah dibangun meliputi, ruang kelas, rumah guru dan pagar sekolah. Selain itu ada renovasi beberapa bagian plafon bangunan lama juga sedang dikerjakan saat ini.

Sementara itu, Adrianus Watu mewakili lembaga DPRD Nagekeo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang sudah mengalokasikan anggaran renovasi pembangunan SDN Mauwaru.

“Saya mewakili masyarakat Lokalaba dan Wolotelu, menyampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati yang sedianya sudah mendengar, melihat dan menjawabi keluhan kami. Dari dalam diri Pak Bupati bersama Pak Wakil Bupati sungguh memperhatikan kami, ini sesuatu fakta yang tidak bisa kita pungkiri” katanya.

Politisi Gerindra asal Maukeli ini juga berharap agar peningkatan kualitas fasilitas gedung sekolah dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan di SDN Mauwaru ke depannya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 160

Berikut Penekanan Bupati Nagekeo saat Pimpin Apel Kesadaran Korpri dan Hardiknas

Berikut Penekanan Bupati Nagekeo saat Pimpin Apel Kesadaran Korpri dan Hardiknas

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bertindak selaku Pembina Upacara pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Nagekeo yang dipadukan dengan Apel Kesadaran Korpri  bertempat di Halaman Kantor Bupati Nagekeo Selasa, 17 Mei 2022.

Hadir saat upacara,  Forkopimda Kabupaten Nagekeo, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, ASN Lingkup Pemda Nagekeo Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat  Administrator, Pengawas dan Pelaksana, Para Kepala Sekolah, para Guru  serta tamu undangan lainnya.

Dalam pedoman pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022, dijelaskan bahwa di tetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres RI Nomor 316 tahun 1959, merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di negara ini, dan dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889.

Peringatan Hardiknas yang diselenggarakan tanggal 2 Mei tidak hanya semata-mata untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku bapak perintis pendidikan nasional namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan. Selain itu kita juga, kembali mengingat filosofi dari nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia.

Namun di tengah pandemi Covid 19 yang masih melanda negeri ini, upacara bendera peringatan Hardiknas diselenggarakan secara minimalis dan terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dengan mengusung Tema ” PIMPIN PEMULIHAN, BERGERAK, UNTUK MERDEKA BELAJAR.

Bupati Nagekeo selaku Pembina Upacara pada kesempatan tersebut membacakan langsung  Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.

“Selama 2 tahun terakhir banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya. Hari ini adalah bukti-bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba.  Kita tidak hanya mampu melewati tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan” kata Menteri Nadiem.

Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini  kurikulum merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan jarak yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

“Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena assesment nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid tetapi sebagai bahan refleksi, agar guru terus terdorong untuk belajar,  supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman 3 dosa besar pendidikan” ujarnya.

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka, itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi untuk terus menggerakan pemajuan kebudayaan.

Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia tetapi sudah digabungkan sampai ke negara lain melalui presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G-20.  Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun kita belum sampai di garis akhir, maka tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak.  Ke depan, masih akan ada ingin yang kencang angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar.

Setelah membacakan Pidato Mendikbudristek, Bupati Nagekeo menambahkan beberapa point penting terkait pendidikan. Menurutnya, Pemerintah Nagekeo telah bekerja sama  dengan beberapa lembaga dalam upaya mendukung pendidikan di Nagekeo.

Pemkab Nagekeo sudah melakukan kegiatan bersama Inovasi, Sulinama, Taman Bacaan Pelangi, Plan International dan beberapa lembaga lokal yang mendukung kita melakukan usaha perbaikan dari PAUD, SD, SMP dan SMA.

“Paud kita tekankan pada pendidikan karakter. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga sudah ada kerinduan dari mereka sejak dini untuk berkumpul bersama teman-teman, pembimbing dan para guru. Di SD fokus kita pada kelas awal, literasi (baca tulis)  numerasi (tambah, kurang, kali, bagi) harus kita selesaikan pada 3 tahun pertama” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Bupati di kelas 4,5,6 itu anak-anak dibanjiri dengan buku,ditargetkan setiap minggu membaca satu buku cerita atau cerpen,  tujuannya agar membuka cakrawala anak untuk mengenal alam raya, tata surya, alam raya, mengenal semua kehidupan  dari kutub sampai  khatulistiwa.

Sehingga di SMP, guru mata pelajaran atau kepala sekolah harus mampu memetakan minat dan bakat masing masing anak.  Memastikan anak-anak ini belajar mata pelajaran yang mendukung minat dan bakatnya ini yang namanya merdeka belajar.

“Pada akhir  tahun ke-9 pendidikan atau kelas 3 SMP, para guru mata pelajaran dan kepsek memberikan rekomendasi kepada anak untuk melanjutkan ke sekolah vokasi seperti STM,SPP atau  melanjutkan ke SMU sehingga kita tidak menciptakan sebuah generasi yang hanya menunda kegagalan. Mereka bisa memilih sekolah yang sesuai minat dan bakat nya dan kemampuan dukungan finansial nya.” jelas Bupati Don.

Bupati berharap agar anak- anak dipersiapkan secara baik sejak dini sehingga kelak mampu berkompetitif dalam persaingan dunia.

“Kita sudah mendengar tekad bangsa ini, sekarang kita berada di dua puluh negara terkemuka di dunia G-20 dan pada ulang tahun  ke 100 di tahun 2045  kita bertekad untuk menjadi 5 negara termaju di dunia.

Pekerjaan kita sekarang adalah menyiapkan generasi kita. Setiap mereka adalah orang -orang  yang siap berkompetisi dengan masyarakat dunia, itu artinya genarasi emas kita di 2045″ katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan SK Purnabakti  kepada 4 orang ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Penyerahan Tropy dan  Hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Dasar Tingkat Kabupaten Nagekeo yang diselenggarakan pada tanggal 26 s/d 28 April 2022 yang lalu” (Merry / Tim Humas NK)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 298

Sirkuit Pacuan Kuda Oga Ngole

Membuka Even Lomba Pacuan Kuda, Berikut Harapan Bupati Nagekeo

Artikel Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Nagekeo menggelar lomba pacuan kuda Piala Bupati Nagekeo tahun 2022.

Lomba pacuan kuda ini dilaksanakan sejak 15 Mei hingga 22 Mei 2022 di Sirkuit Pacuan Kuda Oga Ngole, Kelurahan Olakile, Kecamatan Boawae dan diikuti oleh 153 ekor kuda dari berbagai daerah yang turun di beberapa kelas berbeda.

Lomba pacuan kuda Bupati Nagekeo Cup Tahun 2022 dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do pada Minggu 15 Mei 2022 siang dan dihadiri oleh perwakilan DPRD Nagekeo, Kapolres Nagekeo, perwakilan Dandim 1625 Ngada, beberapa pimpinan SKPD. Turut hadir pada kesempatan itu, anggota DPD RI perwakilan NTT Angelo Wake Kako.

Dalam amanatnya Bupati Don Bosco mengatakan bahwa Pemkab Nagekeo mengapresiasi program yang dilaksanakan Pordasi dalam menjalankan even pacuan kuda tersebut. Bupati memuji kinerja Pordasi yang hanya dalam waktu sekejap bisa menyulap hutan menjadi arena pacuan kuda yang ditata dengan sangat baik.

Menurut Bupati Don Bosco, Pemda Nagekeo sangat mendukung even pacuan kuda, dengan harapan kegiatan lomba pacuan kuda khusus di Sirkuit Oga Ngole dapat kembali dilaksanakan di waktu yang akan datang dan menjadi pusat kegiatan even apa saja.

“Ini pekerjaan kita selanjutnya adalah bagaimana sirkuit di Olakile ini benar-benar menjadi pusat kegiatan yang multi even, sehingga ada pra even, even dan post even. Saya harap kita sama-sama menerjemahkan ini sehingga bisa jalan, orang-orang muda generasi Z yang punya koneksi dengan informasi bisa membandingkan dari satu wilayah ke wilayah lain. Kita bisa sewa designer atau planolog yang bisa mendesain tempat ini” ungkap Don Bosco.

Bupati berharap orang-orang muda yang memiliki kemampuan dan jejaring koneksi yang bagus dengan akses informasi, dapat lebih kreatif melirik potensi even semacam pacuan kuda sebagai salah satu daya tarik sektor wisata yang bisa membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat.

Menurut Don Bosco, idealnya sirkuit pacuan kuda di Kabupaten Nagekeo harus bisa dibangun di beberapa tempat bukan hanya di Olakile saja, sehingga kegiatan multi even bisa dilaksanakan di tempat lain.

“Kepada para pemilik kuda, para Joki yang sudah datang dari berbagai daerah, saya berharap supaya bisa menikmati even ini. Kepada para pelaku UMKM yang memanfaatkan even ini semoga kita semua diberkati.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) cabang Negekeo Marselinus F Ajo Bupu mengatakan even Pacuan kuda akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Menurut Dia, lomba pacuan kuda bukan hanya sekedar olahraga semata, akan tetapi ada banyak dampak positif yang bisa didapatkan dari pagelaran tersebut, antara soal peningkatan ekonomi kreatif masyarakat sekitar dan menarik minat wisatawan.

Disisi lain, melihat daripada populasi kuda yang kian berkurang, Ajo Bupu yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo ini mendorong Pemerintah agar bisa mengembangkan potensi bibit kuda unggulan yang dipadukan dengan kuda lokal Nagekeo.

“Saya melihat, dengan populasi kuda kita yang sudah semakin langka, maka peran Pemerintah melalui dinas terkait harus menjadi perhatian khusus agar supaya bisa ada pengadaan pejantan dari luar untuk kawin silang dengan kuda-kuda lokal kita” ungkap Ajo Bupu.

Menurut pria yang akrab disapa Seli Ajo ini, apabila kuda lokal dikawin silang dengan pejantan dari luar, bisa menghasilkan bibit unggul yang bisa mendongkrak nilai jual daripada kuda itu sendiri.

“Ini kan juga untuk bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, apalagi topografi kita di Nagekeo ini ideal untuk pengembangan ternak kuda. Saya pikir ini sejalan dengan visi misi Bupati, untuk peternakan seperti sapi dan kuda itu harus terpusat” katanya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 44