Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa (2)

Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Nagekeo memusnahkan ratusan barang kadaluwarsa. Pemusnahan barang tidak layak konsumsi itu dilakukan di halaman kantor Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo pada Selasa (28/12/2021) disaksikan Sekda Nagekeo, Sat Pol PP dan Satreskrim Polres Nagekeo.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Nagekeo Maria Kristidlys Simporosa Djawaria mengungkap, pemusnahan bahan makanan dan minuman tak layak konsumsi (kedaluwarsa) bertujuan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan barang kadaluwarsa tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) tim terpadu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Sat Pol-PP, Kepolisian dan YKLI.

Diterangkannya, jenis barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) yang dimusnahkan meliputi kosmetik, makanan, minuman hingga obat-obatan yang didapat dari sejumlah toko dan usaha di seluruh Kabupaten Nagekeo.

Menurut Tyell Djawaria, pelaksanaan inspeksi mendadak idealnya dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali, akan tetapi akibat terkendala pandemi Covid-19, keterbatasan personil hingga anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan sidak di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru.

“Untuk kegiatan ini kita secara rutin melakukan sidak menjelang Natal dan Lebaran, kalau pengawasan lebih detail dan lebih cepat di titik nol, kalau dana memungkinkan sebaiknya dilaksanakan per triwulan” katanya.

Ia mengatakan, terhadap para pemilik usaha yang ditemukan barang tidak layak konsumsi tersebut diberi peringatan baik lisan maupun tulisan. Apabila masih ditemukan obyek yang sama di tempat usaha yang sama maka Dinas Koperindag akan mengambil langkah tegas mencabut izin usaha yang bersangkutan.

Mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Nagekeo ini merinci hasil inspeksi mendadak di sejumlah kios dan toko yang tersebar di setiap Kecamatan antara lain Kecamatan Boawae ditemukan 79 kios dan toko yang menjual barang kadaluwarsa.

Di Kecamatan Wolowae, kios dan toko yang dilakukan pengawasan sebanyak 29 usaha dan masih ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 15 usaha.

Kecamatan Keo Tengah, kios dan toko ditemukan barang kadaluwarsa sebanyak 23 usaha dari 60 usaha yang diawasi.

Kecamatan Mauponggo, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 92 usaha, ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 43 usaha.

Lanjut Tyell Djawaria, di Kecamatan Aesesa Selatan ditemukan 4 usaha yang menjual barang kadaluwarsa dari 18 usaha yang diawasi. Sedangkan di Kecamatan Nangaroro, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 142 usaha. Kios, toko dan swalayan yang menjual barang kadaluarsa sebanyak 45 usaha.

Tyell Djawaria mengaku, berdasarkan data yang dihimpun Diskoperindag selama tiga tahun terakhir, tren barang kadaluwarsa di Kabupaten Nagekeo menurun dari tahun ke tahun.

“Dari data yang kami temukan ini, dapat kami sampaikan bahwa selama tiga tahun berjalan kegiatan pengawasan barang kadaluwarsa kian tahun kian menurun. Diharapkan ke depannya para pelaku usaha ini mampu mencapai titik nol dalam hal barang kadaluwarsa” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati membeli barang baik di kios, toko maupun swalayan agar terlebih dahulu memeriksa masa kadaluarsa yang tertera dalam kemasan.

“Diharapkan agar setiap konsumen, kalau membeli barang jangan serta merta langsung ambil barang dan bayar, tolong diperhatikan masa expired” pesannya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 101

Nagekeo The Heart of Flores

Perkuat Branding “Nagekeo The Heart of Flores” Dinas Pariwisata Siapkan Official Theme Song

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Setelah launching tagline “Nagekeo The Heart of Flores” sebagai branding daerahnya, kini Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata persiapkan Official Theme Song (lagu tema resmi), untuk memperkuat branding tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Eddy Due Woi menjelaskan, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata bekerjasama secara profesional dengan tim kreatif untuk merancang konsep dan membuat lagu yang diberi judul sama dengan tagline Kabupaten Nagekeo “The Heart of Flores”.

“Dengan mengedepankan musik dan nyanyi sebagai akar budaya masyarakat Nagekeo yang digunakan secara baik untuk kepentingan Pemasaran Pariwisata, artinya kita telah berupaya melindungi kekayaan bangsa ini.” kata Eddy Due di Mbay pada Rabu (28/12/2021).

Menurut Eddy Due, hal ini sejalan dengan slogan pariwisata Indonesia yakni Sustainable Tourism atau Pariwisata Berkelanjutan.

“Pariwisata sebagai sektor kolaborasi wajib menjaga kelestarian kearifan lokal daerah yang justru sebenarnya adalah daya kekuatan utama pariwisata daerah itu sendiri” ujarnya.

Eddy menyebut, project Official Theme Song akan digarap oleh beberapa musisi kawakan yang tergabung dalam satu tim kreatif, diantaranya Desy Natalia (Presenter RRI) sebagai konseptor, Luis Thomas Ire sebagai Pencipta dan Arrenger, dan Melky Sega sebagai IT Support.

“Lagu ini juga nanti akan melibatkan paduan suara dari Nagekeo yaitu DVD Choirs untuk memperindah harmonisasi lagu dan rencananya akan launching pada awal Januari 2022 nanti” tandasnya.

Pencipta lagu, Luis Ire menjelaskan bahwa lagu tersebut menceritakan tentang Nagekeo sebagai ‘surga’ yang terletak di jantung Pulau Flores dan berisi pesan To’o Jogho Waga Sama, dimana liriknya dibuat dalam 3 bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris, dengan musik aransemen bergenre Neo Tradisi.

Terpisah, Desy Natalia megatakan dirinya merekomendasikan Ivan Nestorman untuk menyanyikan lagu ini dan Luis Thomas Ire untuk menciptakan dan mengaransemen lagu ini kepada Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosko Do.

Adapun alasan yang melatari Dessy memilih Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire karena secara musikalitas dua nama ini sudah tidak diragukan lagi.

”Om Ivan dan Luis ini sudah sangat populer di NTT, sering sekali terlibat sebagai man behind the huge project yang dibuat di NTT, salah satunya Flores The Singing Island – program dari Kemeparekraf RI dan lain-lain” ungkap Dessy.

Menurut Desy, Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire merupakan local heroes di bidang musik NTT yang punya banyak jasa memajukan musik NTT di kancah nasional bahkan internasional.

“Sehingga, dengan melibatkan 2 musisi ini diharapkan lagu ini bisa benar-benar menjadi magnet untuk penikmat musik dan bisa ikut mempopulerkan branding “Nagekeo The Heart of Flores” di tingkat Nasional bahkan ke level Internasional” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 170

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan diskusi dengan tema Focus Group Discussion (FGD) Data Sektoral Kabupaten Nagekeo tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung di aula VIP kantor Bupati Nagekeo pada Selasa 28 Desember 2021 tersebut, Bapelitbangda bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pusat Statistik dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut kegiatan pembinaan data statistik sektoral melalui workshop pembinaan metadata statistik yang telah diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo.

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni utusan dari setiap Perangkat Daerah (PD) antara lain Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappelitbangda, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas PMDP3A, Dinas Kepemudaan dan Olah Raga, Sekretariat Daerah (Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Keuangan Daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan Daerah, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Para peserta Pelatihan Metadata Sektoral akan disuguhi beberapa materi antara lain materi tentang evaluasi kegiatan metadata statistik sektoral dan penyerahan piagam penghargaan kepada dinas yang telah menyelesaikan dokumen metadata statistik sektoral oleh Kepala BPS Kabupaten Nagekeo Abdul Azis.

Materi langkah dinas kominfo sebagai walidata dalam penyusunan buku statistik sektoral di tahun 2022  oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Ndona Andreas Corsini dan materi tentang profil desa oleh Kepala Dinas BPMD dan P3A Sales Ujang Dekrasano.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengelolaan dan penyusunan data statistik sektoral ialah dijadikan rujukan pimpinan untuk mengambil keputusan dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 188

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan (1)

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan

Berita Kecamatan

Raja, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, meresmikan beroperasinya Pasar Mingguan Raja Selatan, Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae Jumat (24/12).

Pasar mingguan yang diresmikan ini adalah pasar baru pindahan dari lokasi pasar lama di area pinggir jalan negara, Desa Raja Timur, sementara itu pasar lama tetap berfungsi sebagai pasar desa pada setiap hari Selasa, yang dikelola sendiri oleh desa. Sedangkan, Pasar Mingguan Raja Selatan rencananya dibuka setiap hari Jumad bersama pasar Mundemi, Keo Tengah.

Pasar ini dibangun sejak tahun 2018 dengan sumber biaya dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM dengan pagu anggaran senilai Rp 3,8 M.

Setelah 3 tahun, baru hari ini diresmikan karena terjadi penundaan lantaran masih berurusan dengan penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan.

Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo Djawaria K.M. Simporosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa saat ini terdapat 8 unit los pasar. Ada 6 los pasar dengan masing-masing 16 lapak, sehingga total 96 lapak. Ada 2 los pasar dasar, tanpa lapak, yang diperuntukan bagi pedagang pakaian, sepatu, dan lain-lain.

“Saat ini, 96 lapak sudah dibagikan kepada warga desa tiga raja, yang akan berjualan di Pasar Raja Selatan” jelasnya.

Saat ini, kata Djawaria, ada sejumlah pedagang yang sudah mendaftar di antaranya pedagang sayur, buah dan sembako.

“Pedagang pakaian ada area sendiri. Juga pedagang komoditi disiapkan pelataran tersendiri. Warung makan ditempatkan di pinggir jalan depan pasar” terangnya.

Ia menjelaskan, khusus kendaraan, akan diatur di pelataran parkir sehingga barang-barang yang akan masuk ke area pasar dapat memanfaatkan gerobak dorong warga.

Dikatakannya, pengelola pasar sudah diserahkan Bupati Nagekeo dengan SK kepada para Camat, yang selanjutnya diatur bersama kepala desa, Bumdes dan Karang Taruna setempat.

Tiel Djawaria, juga melaporkan bahwa sejak berdiri 2018, penyelesaian biaya ganti rugi lahan baru dilakukan pada Desember 2020.

“Tahun 2021 bersama kepala Desa setempat, karang taruna kami melakukan penataan dan pembersihan lokasi sehingga siap diresmikan hari ini. Kami berharap bisa berjalan lancar. Minta bantuan kita promosikan bahwa Pasar Mingguan Raja Selatan sudah diresmikan oleh Bupati Nagekeo, dan silakan digunakan” ujarnya.

Lanjutnya, di Tahun 2022 pengelolaan pasar diserahkan kepada camat bersama para kepala desa masing-masing wilayah. Dinas Koperindag tetap melakukan monitoring dan evaluasi, agar potensi-potensi pasar untuk PAD tidak sampai tercecer.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan sekaligus meresmikan penggunaan Pasar Mingguan Raja Selatan menyampaikan rasa syukurnya, karena masyarakat sudah lama menanti.

“Saya gembira, pada bulan Desember jelang Natal besok,  Pasar Raja Selatan ini lahir. “Hamil” sudah terlalu lama, 3 tahun” ungkapnya.

Bupati Dan Bosco berharap, pasar Mingguan Raja Selatan dapat dimanfaatkan untuk perdagangan  komoditi unggulan lokal masyarakat.

“Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya adalah unggulan kira di tempat ini. Padukan dengan usaha peternakan,  penggemukan sapi. Kotorannya kita olah jadi pupuk untuk tanaman kita” pesan Don Bosco.

Hadir dalam acara peresmian ini, Camat Boawae Vitalis Ba’i, Kapolsek Boawae Aiptu Gerson Kadek, Kadis Pertanian Oliva Mogi, Kadis Peternakan  Klementina Dawo, Kadis PMD P3A Sales Ujang Dekresano, Plt Kadis Pariwisata Rustien Triatmi, Kabag Ekonomi Nikolaus Neka, pejabat Dinas Perhubungan Frumensius Siku, serta Penjabat Kades Raja Selatan, Yohanes Dhae Wea, serta para tokoh masyarakat setempat. (RSN/Sevrin).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 104

Bupati Nagekeo Pimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan Jelang Nataru (2)

Bupati Nagekeo Pimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan Jelang Nataru

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do memimpin apel gabungan gelar pasukan, dalam rangka pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan yang dinamakan Operasi Lilin Ranakah 2021 ini terjadi di lapangan apel Polres Nagekeo Kamis, 23/12/21.

Kegiatan ini menindaklanjuti surat telegram Kapolri STR nomor : STR/1226/XII/OPS.1.1/2021 Tentang Pengamanan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Surat Telegram Kapolri Nomor: R/1226/XII/OPS.1.1./2021 Tanggal 14 Desember 2021 Tentang Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan di tingkat Provinsi oleh Gubernur dan di tingkat Kabupaten/Kota oleh Bupati/Walikota dan sesuai surat edaran Kapolres Nagekeo tanggal  21 Desember 2021 dengan Nomor Surat B/4 SO IXIIOPS.1.1./2021 Tentang Rencana Apel Gelar Operasi Lilin Ranakah 2021 di Polres Nagekeo.

Bupati Johanes Don Bosco Do saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo, mengatakan Operasi Lilin Tahun 2021 bertujuan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalankan hari raya Natal dan Tahun Baru 2022 di tengah masa pandemi covid-19 dan larangan mudik guna mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurut Bupati Don Bosco, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 25 Desember  2021 dan Tahun Baru 2022, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajakan keterlibatan beberapa unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra Kamtibmas lainnya.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah. Perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, akan meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian. Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar Lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19”, jelas Don mengutip sambutan Kapolri.

Polri melalui Polres Nagekeo menyelenggarakan Operasi Lilin 2021,  yang akan dilaksanakan selama 10 hari. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Operasi Lilin 2021 ini tentu saja mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Pengamanan Nataru ini tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman”, tutup Bupati Don.

Hadir dalam kegiatan apel ini, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fa’i, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Danramil 1625.05/Aesesa Kapten Inf Supriyanto, Kasat Pol PP Nagekeo Muhayan Amir, Kepala BPBD Nagekeo Agustinus Pone, Kepala Dinas Perhubungan Nagekeo Efraim Muga, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih, Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama, Imam Masjid hingga tokoh Pemuda.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 104

Kabupaten Nagekeo Menuju Bebas Blank Spot (1)

Kabupaten Nagekeo Menuju Bebas Blank Spot

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menghadiri acara launching pembangunan Base Transceiver Station (BTS) bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) secara virtual oleh Pemprov NTT di Desa Nataute, Kecamatan Nangororo pada Senin (20/12/2021).

Acara launching dilaksanakan oleh Pemprov NTT secara serentak di 16 Desa yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ke-63.

Secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang dihadiri langsung Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate secara virtual.

Turut hadir mendampingi Bupati Don Bosco Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini, Kepala Dinas Pertanian Oliva Mogi, Kepala Dinas BPMD Sales Ujang Dekresano, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Rustien Triatmi, Camat Nangaroro Gaspar Taka, Perwakilan BAKTI dan ratusan masyarakat Desa setempat Dusun Malasera.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan, kehadiran BTS di wilayah Nataute bagian dari upaya Pemerintah dalam memberikan akses telekomunikasi dan memperkuat tranformasi digital, serta membuka peluang dan kesempatan kepada masyarakat dalam memanfaatkan teknologi komunikasi digital untuk kemajuan di setiap aspek kehidupan.

Lokasi Desa Nataute yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Ende dan Nagekeo dan berada jauh dari pusat kota Kecamatan membuat Desa tersebut selama ini blank spot (wilayah yang tidak mendapatkan Signal Telekomunikasi).

Don Bosco menyebut, saat ini Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kominfo kembali mengusulkan pembangunan 56 BTS di sejumlah titik ke Kementerian Komunikasi dan Informatika di tahun 2022 sebagai upaya agar layanan telekomunikasi dan internet dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo sampai ke pelosok-pelosok desa.

Dari 56 unit BTS yang diusulkan, 8 di antaranya merupakan daerah tujuan wisata seperti Ring Of Kinde, Ring Of Lena,  Kampung Adat Kawa, Pantau Ena Gera, Pantai Ena Bhala dan beberapa spot wisata lain.

“Jadi kalau dalam waktu dekat bisa kasih kita 8 itu sudah beruntung sekali, sementara 48 itu untuk kepentingan masyarakat umum dengan segala bentuk kebutuhan seperti anak sekolah, karena terkoneksinya kita ke dalam dunia informasi ini semua masyarakat bisa belajar. Maunya kita tidak ada lagi tempat yang blank spot ” ujarnya.

Menurut Don Bosco, apabila layanan telekomunikasi internet sudah dapat diakses secara menyeluruh hal ini dapat menunjang upaya pemerintah juga masyarakat dalam mempromosikan potensi-potensi destinasi wisata.

Karena itu Bupati mengajak masyarakat lebih khusus kaum muda agar bisa memanfaatkan layanan internet untuk hal-hal positif, sebab selain mempromosikan potensi wisata agar bisa dikenal publik, layanan internet juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi seperti ekonomi kreatif, di bidang pertanian maupun peternakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kominfo yang memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Kadis Andreas mengungkapkan, kesuksesan hadirnya BTS di Nataute merupakan keberhasilan bersama sebab, pembangunan BTS ini berdasarkan usulan pemerintah daerah tahun 2020 sebagai lokasi prioritas yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dijelaskannya, Dinas Kominfo Nagekeo berperan dalam menyiapkan data-data titik lokasi blank spot, memberikan usulan, menyediakan lahan yang diperlukan untuk lokasi BTS, serta menyiapkan proses perijinan lahan, guna menyukseskan pembangunan tower.

“Kita berharap usulan ini bisa diakomodir Kementerian Kominfo. Kita juga berharap masyarakat bisa merelakan lahannya untuk dibangun tower BTS, sebab Bakti Kominfo tidak mengalokasikan anggaran untuk ganti rugi lahan. Masyarakat yang membutuhkan tower BTS menghibahkan lahan kepada Bupati. Selanjutnya setelah masuk dalam daftar aset milik daerah akan dibuat Perjanjian Pinjam pakai lahan antara Bupati dan Bakti Kominfo” jelasnya.

Dengan beroperasinya BTS maka warga  Nataute dan sekitarnya sudah bisa menggunakan layanan telekomunikasi melalui mobile phone karena kehadiran sinyal telekomunikasi.

Kepala Desa Nataute Timotius mengungkap, kehadiran layanan telekomunikasi telah lama didambakan oleh masyarakat setempat agar dapat menikmati layanan telekomunikasi seluler, sebagaimana yang dinikmati masyarakat pada umumnya.

“Atas nama warga Desa Nataute kami menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kominfo, kepada Gubernur NTT yang hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun Propinsi NTT yang ke 63 sekaligus memerdekakan kami dari kesulitan akses komunikasi. Terima kasih juga kepada Bupati Nagekeo, Kepala Dinas Kominfo Nagekeo beserta jajarannya.” (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 130

IMG-20211217-WA0040

Bupati Nagekeo Pastikan Pembangunan Waduk Mbay Berjalan Sesuai Rencana

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengungkapkan, proses pembangunan proyek strategis nasional Waduk Mbay berjalan sesuai rencana meski terjadi riakan-riakan kecil di lapangan. “Itu sedang berjalan, saat ini sedang pengukuran final konstruksi bantalan”.

Keputusan Kementerian PUPR dua BUMN sekaligus karena waktu berakhir di 2024, bahkan ada skenario kalau bisa ada soft launching di akhir masa jabatan Presiden Jokowi” ujar Bupati Don Bosco dalam konferensi Pers yang digelar di Aula VIP Kantor Bupati, Jumat (16/12).

Menurut Don Bosco, masyarakat Nagekeo pada umumnya sudah lama menanti kehadiran waduk yang nantinya akan menyediakan pasokan air baku bagi masyarakat. Pasalnya, selama ini warga di wilayah sekitar waduk seperti Rendu, Lambo dan Ndora kerapkali dilanda kekeringan.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat Nagekeo di manapun berada mendukung proyek yang mendatangkan manfaat besar ini sehingga bisa selesai tepat waktu.

“Kepada masyarakat Nagekeo seluruhnya, bagi yang mengharapkan manfaat besar waduk, mari kita mendukung project ini yang nantinya akan kita nikmati” ajak Bupati.

Melihat daripada dinamika yang terjadi selama ini di lapangan, Bupati menilai bahwa masih ada segelintir orang yang tidak menginginkan proyek tersebut dibangun.

Kendati demikian, Bupati memastikan dinamika tersebut bukan berarti menghambat ataupun membatalkan proses pelaksanaan pembangunan waduk.

“Ini sudah jadi komitmen daerah. Yang masih mempersoalkan lokasi, ini sudah selesai, letaknya di mana itu sudah urusan teknis, ganti rugi sudah melalui apraisal, sekarang sudah pada tahapan pembayaran ganti untung” katanya.

Terkait rumor yang selama ini beredar jika hak-hak pemilik lahan ataupun masyarakat adat tidak terakomodir, Don Bosco membantah jika isu tersebut tidak benar, dan sengaja digiring oleh segelintir orang yang tidak menginginkan waduk dibangun.

“Isu di lapangan bahwa hak masyarakat tidak diperhatikan itu tidak benar, indentitas lahan masyarakat dilakukan secara terbuka, pemanfaatan waduk ini tidak hanya untuk umum, tapi untuk dirinya (warga yang menolak read-). Pemerintah dalam hal ini mengambil sikap yang sebijak mungkin, kita tetap fokus pada agenda kita, jadwal tidak tertunda lagi” tegasnya.

Kepada satu dua individu yg merasa tidak puas, Pemerintah tetap menyiapkan saluran pengaduan sesuai dengan hukum yang berlaku yakni melalui Lembaga Pengadilan.

“Silahkan mengadu ke sana, tapi tidak menghambat pembangunan. Pemerintah dalam hal ini mengambil sikap yang sebijak mungkin, kita tetap fokus pada agenda kita, jadwal tidak tertunda lagi” ungkapnya.

Sementara Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fa’i mengatakan proses pelaksanaan pembangunan mulai dari tahapan awal dikawal aparat TNI/Polri.

Kapolres memastikan bahwa tujuannya kehadiran aparat di lokasi bukan untuk menakut-nakuti warga, akan tetapi memastikan agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar.

“Tujuannya agar masyarakat masyarakat jangan menghalangi. Kehadiran TNI Polri untuk mengamankan proyek strategi Nasional, memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan damai sampai selesai tidak ada pelanggaran hukum” katanya.

Meski fakta di lapangan masih ditemukan sebagian kecil warga yang bersikeras melakukan aksi protes, akan tetapi aparat TNI/Polri tetap bersikap tenang dan presisi dalam menghadapi masyarakat.

“Masyarakat tidak mau dihalangi, menganggap kehadiran TNI Polri sebagai lawan, tugas kita memberikan pemahaman bahwa proyek itu sangat bermanfaat.
Kita harapkan masyarakat bisa menerima itu” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 334

The Hearth Of Flores (2)

Parade Sepeda Meriahkan Festival Kota Mbay Sehat dan Hijau

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Guna memeriahkan ‘Festival Kota Mbay Sehat dan Hijau’ puluhan anak-anak tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah pertama ikut dalam parade Sepeda mengelilingi kota Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Kamis (16/12).

Festival yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten Nagekeo ke-15 ini, akan berlangsung dari tanggal 15 – 18 Desember 2021. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Tozupazo, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa ini melibatkan puluhan anak-anak. Mereka mulai mengayuh sepedanya dari lapangan sepeda Tozupazo, memasuki jalan Soekarno Hatta, jalan Soeharto hingga berakhir kembali di titik awal start.

Ketua Panitia Festival Kanisius Laking mengungkap, kegiatan parade sepeda ini dilaksanakan atas kerjasama Komunitas Warga Kelurahan Danga, Pemerintah Kelurahan Danga dan Pemkab Nagekeo guna mewujudkan visi menjadikan Mbay Kota Sehat.
Menurutnya, kegiatan parade sepeda ini, memiliki kesan tersendiri, sebab, secara historis Mbay merupakan kota yang sejak tahun 90-an terkenal akan sepeda sebagai mobilisasi andalan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas.
“Di era 90 transportasi orang Danga menggunakan sepeda. Kegiatan ini untuk mengangkat kembali, sepeda itu transportasi itu murah dan ramah lingkungan” tuturnya.
Melihat, lokasi kota Mbay yang berdampingan dengan daerah irigasi, Kanis menyarankan agar jalan inspeksi di persawahan bisa dijadikan lintasan sepeda bagi orang-orang yang ingin menikmati udara sejuk di sore hari sembari menikmatinya keindahan alamnya.
Ini, menurut Kanis bisa dijadikan obyek wisata dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kota Mbay harus jadi kota sepedanya Flores, kebijakan pembangunan harus dilihat dan diarahkan oleh para pengambil kebijakan agar Kota Mbay sebagai kota sepeda” katanya.
Selain parade sepeda, Festival juga diisi dengan penanaman 100 anakan pohon pada beberapa pada lingkungan sekolah di sekitar kelurahan Danga dalam mewujudkan Kota Mbay yang hijau.
“Tanam 100 anakan pohon di SDK Wolorae, ke depan akan mudah-mudahan bisa tanam 1000 pohon mangga di lingkungan sekolah di Kelurahan Danga. Daripada cari lahan baru untuk area terbuka hijau lebih baik manfaatkan lahan sekitar sekolah yang umumnya luasnya sampai 2 hektar’ beber Kanis Laking.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo. Pasalnya, parade ini bagian dari promosi wisata juga sebagai bentuk komitmen masyarakat yang mendukung visi Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do yang sebelumnya sudah meluncurkan Nagekeo The Heart of Flores.
“Pariwisata di Nagekeo tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Pulau Flores atau NTT umumnya karena dia punya keunikan tersendiri seperti di Mbay ini yang punya jalanan di sekitar pematang sawah yang cukup besar dan radiusnya lebih dekat kota sehingga cocok untuk wisata sepeda yang bertolak dari keseharian warga” ungkap Kabid Pemasaran dan Promosi Wisata Kabupaten Nagekeo Eddy Dua Woi.
Menurutnya, pariwisata adalah kolaborasi berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, lingkungan hidup. Pariwisata adalah sebenarnya muara akhir dan sebuah tata cara keunikan yang selama ini kita kerjakan dan kita buat dalam keseharian kita.
“Pariwisata tidak boleh mencabut akar kearifan lokal seperti pertanian, Peternakan, perkebunan. Orang mengetam padi, atau menanam padi adalah sebuah wisata dan itu sebenarnya adalah sebuah kolaborasi dengan berbagai bidang yang ada. Dan selama ini kita melihat hal ini biasa namun bagi orang luar tidak luar biasa” katanya.
Sebelumnya, Lurah Danga Yohanes Lado, mengatakan pihaknya berkomitmen membangun dan menata wajah Kota Mbay, menjadi Kota Hijau (Green City).
Menurut pengamatan Lado, sejak berdiri menjadi Kabupaten defenitif, penataan wajah Kota Mbay masih menjadi suatu pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan.
“Kami Pemerintah yang paling bawah meminta kepada bapak Bupati dan Lembaga DPRD untuk melakukan konsesus kerakyatan untuk mengalokasikan anggaran satu tahun itu cukup untuk Kota. Kita minta Political Will daerah ini, bapak Bupati dan pimpinan DPRD agar dapat memperhatikan Kota ini’ pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 141

Pembangunan Pagar RSD Aeramo (5)

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertahun-tahun  para pengunjung  maupun para nakes sendiri merasa tidak nyaman karena masuknya ternak  ke dalam kompleks Rumah Sakit Daerah Aeramo Kabupaten Nagekeo. Sebenarnya sekedar untuk mengamankan area inti,  pihak rumah sakit sudah berupaya membangun pagar   kawat  dengan tiang kayu seadanya,  tanpa buru-buru menyalahkan budaya beternak yang memang sejak lama telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. 

Akan tetapi,  Direktur RSD. Aeramo, drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev  mengatakan bahwa  selalu  ada saja kambing atau sapi yang lolos ke dalam kompleks fasilitas publik itu, sehingga  tetap saja membuat tidak nyaman,  karena tidak efektif. Menurutnya, pilihan ternyaman adalah pagar tembok yang mencakup seluruh areal seluas lebih dari 9.5 hektare itu.

Ia menyatakan   bahwa masyarakat Nagekeo patut bersyukur bahwa hari Jumat, 10  September 2021, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do,  bersama Tokoh Adat Nataia Patrisius Seo, disaksikan  Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu Dore, serta pihak-pihak terkait lainnya, melangsungkan acara peletakan batu pertama, pertanda Pembangunan Pagar RSD. Aeramo resmi dimulai.

Sempat tertunda dari Tahun 2020, akhirnya  pagar RSD. Aeramo mulai dikerjakan. Selain  membuat para pasien, pengunjung maupun tenaga kesehatan menjadi lebih nyaman,   menurut dr. Emirentiana, pagar  bermanfaat   sebagai pengaman aset  dan isinya secara fisik dalam rangka peningkatan pelayanan.

“Sekaligus kita ingin lakukan pengamanan aset, dan ini akan semakin memantapkan langkah peningkatan pelayanan  di bidang kesehatan yang  digencarkan selama ini, “imbuhnya.

Dokter yang merangkap sebagai Plt. Kadis Kesehatan ini juga menambahkan  bahwa   pagar sangat dibutuhkan agar  segala aktivitas operasional pelayanan, baik teknis maupun nonteknis  dapat berjalan lebih baik demi kenyamanan pasien dan petugas sendiri.

Ia kemudian membeberkan bahwa Faskes yang dipimpinnya mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada tanggal  16 Desember 2020, RSD. Aeramo  mengantongi surat Keputusan Bupati Nagekeo tentang  peningkatan status ke rumah sakit Tipe  C, setelah melewati visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI). Sebagai kelanjutannya, saat ini   struktur organisasi dan percepatan status Badan Layanan Umum Daerah sedang dalam penggodokan final.

Sementara  selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Florentina Bupu, ST. MT, memastikan bahwa bangunan berkonstruksi pasangan batu gunung tersebut akan rampung  pada Desember  2021.

“Apapun tantangannya, kami berjuang supaya masyarakat segera  merasakan manfaatnya secara penuh pada tahun ini juga, karena memang  bapa-mama, sama saudara, kaka-ade kita baik di dalam maupun luar Nagekeo sudah lama merindukannya” tekad ASN kelahiran  Ngada tersebut.

Wanita yang biasa disapa In itu menyatakan bahwa  di lapangan galian pondasi telah selesai, dan  langsung diikuti dengan pembuatan  profile maupun pengecoran. Agar berjalan lancar dan kondusif, dia sangat mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah sendiri.  Diinformasikannya juga bahwa pelaksanaan pekerjaan  juga sedang diawasi secara langsung oleh Inspektorat, baik dari sisi fisik maupun administratif.

Berkaitan dengan pendanaan,  Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah Yuliana Tolo, SE,M.Si., mengatakan bahwa anggaran untuk paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah Tambahan (DID Tambahan) sebagai apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut dimungkinkan oleh karena Pemda Nagekeo  dinilai baik dalam penanganan pandemi berdasarkan beberapa kriteria.

“Waktu itu, sebanyak dua kali  Pemerintah Kabupaten Nagekeo diberi alokasi dengan total  lebih dari Rp.23 Miliar  yang habis terbagi untuk berbagai kebutuhan di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi” ujarnya.

Ia  menerangkan bahwa DID Tambahan  Tahap I  bagi Kabupaten Nagekeo dialokasikan sebesar Rp.14,9 Miliar dan hampir 50% untuk Rumah Sakit.  Dan ia melanjutkan bahwa  Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang dinahkodai oleh  Sekda Nagekeo Drs.  Lukas Mere dengan persetujuan  Bupati, menganggarkan dari alokasi tersebut   untuk  pagar rumah sakit sebesar Rp. 3.4 Miliar.

Di samping itu, Ia mengungkapkan bahwa dari sumber dana yang sama,   saat ini  manajemen rumah sakit juga sedang membenahi instalasi listrik yang sebelumnya dilaporkan  telah memicu berbagai gangguan serius dalam pelayanan rumah sakit.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 100

Institut Nasional Flores (1)

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja berkesempatan untuk membawakan materi kuliah umum kepada peserta PKKBM Institut Nasional Flores. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus INF yang bertempat di aula SMK Stela Maris Maropokot Kecamatan Aesesa (Rabu, 08 September 2021).

Direktur Institut Nasional Flores Yohanes Fredyanus Kasi, S.Si, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui Wakil Bupati Nagekeo yang telah  memberi motivasi dan semangat kepada Civitas Akademika INF secara khusus kepada para peserta PKKBM.

“Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo demi keberlanjutan INF kedepan”.

Kepada Wakil Bupati Nagekeo disebutkan bahwa secara keseluruhan total mahasiswa INF sebanyak 93 orang yang terdaftar. Ikut PKKBM sebanyak 70 orang sedangkan 20 orang tidak bisa  mengikuti kegiatan tersebut dan nanti akan ikut di tahun berikutnya. Dan ke-20 orang tersebut tetap mengikuti perkuliahan sebagimana mestinya.

Institut Nasional Flores  menghadirkan 3( tiga) Program Studi yakni Ilmu Perikanan (S1), Ilmu Pertanian (S1), Ilmu Peternakan (S1) dengan penerapan kurikulum pembelajaran 40 % teori, 60% praktikum.

Selain itu juga INF menyelenggarakan  perkuliahan dengan konsep berwirausaha (entrepreneurship) yang di dukung dengan ketersediaan tenaga pendidik (Dosen) yang miliki pengalaman dan kualifikasi sesuai dengan program studi yang di tawarkan. Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemda Kabupaten Nagekeo.

PKKBM dilaksanakan sejak tanggal 8 s/& 11 September 2021 dengan mengusung tema “Merdeka Belajar, Mahasiswa Berkarakter Inofatif, dan Berjiwa Entrepreneur”.

INF berada dibawah Yayasan Flores Mentari dan Kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Apevindo, Charoen Pokhpand  serta Mitra Sinar Jaya.

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa dapat mengkritisi  setiap informasi yang diperoleh.

“Saya disodori materi bagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam bidang pertanian. Saya sungguh  mengharapkan mahasiswa nanti dapat mengkritisi ini, data-data yang akan saya tampilkan, saya membuka diri untuk mendapatkan masukan dan kritikan.

Saya tidak merasa adik – adik barusan tamat dari SMA. Tapi bagi saya adik-adik sudah punya kemampuan untuk menganalisa setiap informasi yang disampaikan oleh siapapun. Perkembangan pemikiran manusia yang semakin kritis mendukung situasi perkembangan zaman”.

Dalam kesempatan tersebut, Materi Kuliah Umum yang disampaikan oleh Wakil Bupati Nagekeo adalah tentang  Potensi Pertanian Kabupaten Nagekeo dan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian.

Menanggapi pertanyaan Remon salah satu mahasiswa dari Prodi Perikanan tentang bagaimana keberpihakan Pemda Nagekeo terhadap keberadaan Perguruan Tinggi Swasta di Nagekeo, Wabup Marianus katakan bahwa kami mendukung penuh buktinya kami datang hari ini.

“Hari ini saya hadir untuk mendukung sepenuhnya agar Institut Nasional Flores ini benar-benar bisa bermanfaat baik bagi Kabupaten Nagekeo maupun Provinsi NTT. Info yang saya dapat bahwa mahasiswa ada yang berasal dari luar Nagekeo. Sebagai Wakil Bupati Nagekeo saya menyampaikan terima kasih, selamat dating, semoga Nagekeo sungguh nyaman bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, menurut beliau bertumbuhnya Perguruan Tinggi di Nagekeo menunjukan geliat pertumbuhan itu ada, semakin banyak kampus dinamikanya itu semakin tinggi.

“Bagi saya SDM sangat penting. Pendidikan itu mempertemukan kita dengan Tuhan. Berharap anak anak memiliki karakter yang kuat. Pendidik mendampingi mahasiswa membentuk manusia kedepannya supaya bisa mengelola tata kelola negara dengan baik ketika kedepannya kita sudah tidak berdaya lagi”.

Terkait konsep Bela Beli Nagekeo Wabup Marianus katakan bahwa kita berupaya agar hasil kerja kita bisa laku dijual.

“Pendampingan kita kepada petani  dilakukan secara serius. Kita juga berjuang bagaimana supaya hasil itu kita beli sendiri terutama holtikultura. Kalau komoditi perkebunan kita memberi peluang agar bisa mengantar pulaukan hasil komoditi dengan  kesiapan infrastruktur yang memadai.

Kedua, yang kita hasilkan bisa dibeli oleh masyarakat kita terutama para ASN. Bagi kami pasar yang paling baik itu para ASN karena mereka tidak memiliki kebun dan kebun mereka ada dipasar.

Kita juga menyadarkan semua yg mengupayakan itu harus mulai menggunakan pupuk an-organik, supaya dikonsumsi itu sehat termasuk ikan yg dibeli.

Wabup berpesan kepada para peserta PKKBM agar tetap tekun pada arah tujuan dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama- sama.

“Saya minta tolong tekun pada arah tujuan kita, sedehana, teliti dan tulus ikhlas. Sy mengajak semua anak anak ketika kita dihadapkan dengan persoalan kita punya semangat yang sama untuk selesaikan soal secara bersama sama”.

Hadir pada giat tersebut dari Yayasan Flores Mentari (YFM) Benisius Pao, SS. M.Pd, Yoseph Fernandes Amekae, SE, Kristoforus Meo,SS, Rektor INF Yohanes F.Kasi, S.Si, M.Pd, para Dosen, Pegawai dan tokoh masyarakat setempat.

 

Protkompim

(Merry/ Tim HMS NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 138