Wakil Bupati Nagekeo Buka Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2022

Wakil Bupati Nagekeo Buka Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2022

Berita Kecamatan

Kaburea, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2022.

Kampung nelayan Kaburea di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae menjadi tuan rumah kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten tahun ini.

Asisten 1 Setda Nagekeo Imanuel Ndun yang mewakili Ketua LPTQ Kabupaten Nagekeo Syarifuddin Bhanging, menjelaskan bahwa MTQ merupakan festival keagamaan Islam di Indonesia yang diadakan untuk mengagungkan Al-Quran dengan maksud mulia untuk mendekatkan umat Islam pada kitab suci Al-Quran dengan meningkatkan semangat membaca, mempelajari dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan MTQ ke-VI tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2022 adalah mengimplementasi nilai-nilai Al-Quran dalam mewujudkan kehidupan masyarakat untuk senantiasa rukun, damai dan solider” ungkapnya.

Dijelaskannya, kegiatan MTQ yang mengusung tema “Membumikan Al-Quran, Menjunjung Keberagaman Menuju Nagekeo Damai Maju dan Sejahtera” ini digelar selama 4 hari sejak 15 Juni hingga 18 Juni 2022 dan diikuti oleh 190 peserta dari 6 Kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

“Tujuan khususnya adalah untuk menjaring Qori, Qoriah, Hafidzh dan Hafidzah terbaik untuk mewakili kafilah Kabupaten Nagekeo dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022 di Kota Kupang” ujarnya.

Imanuel menjelaskan, pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2022 ini melibatkan 19 orang dewan hakim dan juri yang memiliki keahlian serta dianggap cakap untuk menjalankan tugas sebagai hakim dan juri.

Sementara, kepanitiaan kata Imanuel, berasal dari keterwakilan masyarakat dan unsur pemerintah Kabupaten Nagekeo yang dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Nagekeo Nomor v242/KEP/GK/2022.

Ia merinci, adapun cabang dan bidang yang akan dilombakan meliputi Musabaqah Cabang Tilawah Al-Quran golongan anak-anak, golongan remaja dan golongan dewasa. Kemudian ada Musabaqah Cabang Fahmi dewasa, cabang Syaril, Musabaqah cabang Tahfidz Al-Quran dan Tilawah golongan 1 juz, golongan 5 juz serta Qasidah dan Dai cilik.

Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tema Membumikan Al-Quran, Menjunjung Keberagaman Menuju Nagekeo Damai Maju dan Sejahtera yang diusung pada pelaksanaan MTQ tahun ini merupakan suatu tema sarat makna yang membawa kita pada satu kesadaran hakiki.

Menurut Wabup Marianus tema tersebut mengandung makna sikap hidup umat muslim agar kitab suci Al-Quran benar-benar menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan dunia yang penuh damai.

Wabup Marianus mengatakan, di tengah lajunya arus modernisasi saat ini, kebanyakan manusia lebih cenderung kehilangan waktu karena dimudahkan dengan kecanggihan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini membuat kebanyakan orang terkesan mental enak, berkurangnya daya juang hingga etos kerja melemah, sehingga berimbas pada kepribadian seseorang menurun. “Bagaikan panah terluncur dari busur menikam perisai, merobek martabat yang Tuhan anugerahkan” ungkap Wabup Marianus.

Marianus mengatakan, Tuhan menciptakan manusia dengan segala perbedaan dan keunikan yang dimiliki setiap orang. Ketidaksamaan bukan dikehendaki, akan tetapi memiliki tujuan bahwa sesama kita adalah bagian dari hidup kita.

Bagi Marianus, perbedaan atau keberagaman itu merupakan kekayaan dan anugerah yang Tuhan berikan kepada umat manusia ciptaannya, oleh karena itu kekayaan menyadarkan kita untuk bisa saling menghargai, menerima, eksistensi setiap individu siapapun dia.

“Keragaman ini tidak boleh dicederai oleh radikalisme, khotbah yang provokatif atau yang memecah belahkan yang melawan kehendak Tuhan, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Karena apabila ada orang yang dengan paham yang keliru mengendarainya, ia tidak mengakui keesaan Allah dan Muhammad adalah Rasulullah” pungkas Marianus.

Terpantau hadir pada acara pembukaan tersebut Sekda Nagekeo Lukas Mere, perwakilan DPRD Kabupaten Nagekeo, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Nagekeo, perwakilan Kejaksaan Negeri Bajawa, perwakilan Polres Nagekeo, perwakilan Kodim 1625 Ngada, official para kafilah serta tamu undangan. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 237

Pelatihan Penguatan Kapasitas Penanganan Stunting Berbasis Keluarga (1)

Pelatihan Penguatan Kapasitas Penanganan Stunting Berbasis Keluarga

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Yayasan Plan International Indonesia PIA Flores menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Stakeholder terkait Upaya Pencegahan Penanganan Stunting Berbasis Keluarga selama dua hari sejak tanggal 13 Juni 2022 sampai dengan 14 Juni 2022 bertempat di Hotel Pepita, Mbay.

Pelatihan ini diikuti oleh 58 peserta dengan utusan masing-masing desa 14 orang terdiri dari Bidan Desa  (1 orang)  Kader Posyandu/ BKB (3 orang),  PKK Desa ( 2 orang), Kelompok Dasawisma (3 orang), Remaja Putri (2 orang), BPD ( 2 orang) dan Pemerintah Desa (1 orang) serta Penyuluh KB  Kecamatan Aesesa Selatan dan  Kecamatan Keo Tengah.

Tujuan kegiatan ini adalah menginformasikan kebijakan dan strategi pemerintah dalam upaya pencegahan penanganan stunting, memperkuat kerjasama lintas sektor dan stakeholder di desa serta berupaya mendorong komitmen Pemerintah di semua tingkatan untuk melaksanakan kegiatan pencegahan stunting yang terintegrasi.

Sedangkan Output nya adalah;

    • Masyarakat dan pemangku kepentingan di desa mendapatkan informasi pengetahuan dan pemahaman terkait strategi dan kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penanganan stunting;
    • Terbangunnya koordinasi lintas sektor dan stakeholder di desa sebagai ujung tombak pencegahan penanganan stunting;
    • Stakeholder dan masyarakat di desa bekerja sama dan terlibat aktif dalam mengembangkan potensi di masing-masing desa untuk upaya pencegahan penanganan stunting terutama dalam keluarga dengan ibu hamil dan bayi sampai usia 2 tahun.
    • Adanya komitmen dari pemerintah Desa dan semua stakeholder terkait untuk melaksanakan pencegahan stunting.

Cosmas Damianus Meze,  Koordinator Program CDP Plan International Indonesia  PIA Flores mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama Yayasan Plan International Indonesia PIA Flores dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui dinas terkait yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana /P2KB, ingin mendorong upaya bersama lintas sektor berintegrasi dalam upaya penanggulangan stunting berbasis keluarga.

Lebih lanjut dikatakan Cosmas  bahwa Yayasan Plan International Indonesia PIA Flores telah mengembangkan Intervensi Desa Model Pencegahan Stunting di 4 (empat) Desa Pilot Stunting berdasarkan data desa lokus stunting yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan awal di 4 desa lokus stunting ini telah dilakukan dengan identifikasi stakeholder utama di desa yang berperan dalam upaya pencegahan penanganan stunting.

“Kita telah mulai ditingkat desa, bertolak dari apa yang kami temukan dan diskusi bersama berdasarkan SK Bupati Nagekeo terkait desa-desa lokus stunting di tahun 2012 maka tahun ini kami coba di 4 desa,  antara lain Desa Renduwawo dan Desa Wajomara  (Kecamatan Aesesa Selatan) dua lainnya  dari Kecamatan  Keo Tengah, Desa Lewa Ngera dan Desa Kotowuji Timur” katanya.

“Di tingkat desa kegiatan kita bersama para stakeholder adalah melakukan pemetaan, siapa saja yang terlibat, mengambil peran apa saja sesuai tugas masing-masing dalam upaya pencegahan stunting” imbuhnya.

Yayasan Plan International Indonesia (YPII) berupaya memastikan peran dan partisipasi masyarakat termasuk Pemerintah Desa sebagai ujung tombak keberhasilan upaya pencegahan stunting di desa yang secara langsung akan berdampak pada penanggulangan kemiskinan.

Dikatakan pula masyarakat harus ditingkatkan peran dan kapasitasnya dalam melakukan fungsi-fungsi fasilitasi (pendataan dan pemantauan)  dan advokasi (koordinasi, konvergensi dan regulasi) pencegahan stunting di desa.

Untuk maksud itu,  YPII melakukan penguatan kapasitas stakeholder utama di desa yang dapat berbagi peran dalam upaya pencegahan penanganan stunting.

“Hari ini dan besok kita bersama mendapat pengarahan, masukan dan diskusi bersama terkait apa yang bisa kita lakukan. Langkah selanjutnya tugas bersama kita adalah para stakeholder yang terlibat disini baik Bidan Desa, Kader Posyandu, Kader BKB, PKK Desa, Kelompok Dasawisma, Remaja Putri, BPD dan Pemerintah Desa kita coba melibatkan semua” harapnya.

Keberhasilan bukan karena  semakin terampil atau sudah semakin paham kita tentang upaya pencegahan stunting akan tetapi bagaimana keluarga-keluarga dampingan kita bisa keluar dari zona tidak nyaman. Karena itu ia sangat berharap agar peserta terlibat secara aktif dan berharap ketika kembali bisa menerapkan pada keluarga dampingan sesuai dengan tugas masing-masing.

“Setelah kegiatan ini pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik bisa kita bawa pulang, bisa dampingi keluarga-keluarga kita agar tidak ada lagi yang terjadi stunting (Zero New  Stunting).

Sedangkan Ketua Tim PKK Kabupaten Nagekeo dr. Eduarda Yayik Pawitra Gati Sp.M dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada Plan International Indonesia Flores yang telah menyelenggarakan giat ini.

“Menurut saya ini sangat penting dan terima kasih kepada Plan karena telah menghadirkan para stakeholder yang sudah terpilih dan diidentifikasi di 4 desa. Semua stakeholder mudah-mudahan hadir lengkap  disini. Karena ada yang harus dilakukan di desa kita masing masing” ungkapnya.

Sebagai Ketua Tim PKK Kabupaten Nagekeo beliau berharap agar para stakeholder bukan sekedar melakukan pendampingan semata akan tetapi bisa menjadi contoh  bagi masyarakat khususnya keluarga dampingannya.

Menurut Yayik, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK saya ikut berkunjung ke desa dan melihat bahwa faktor-faktor penyebab gizi kurang, gizi buruk itu bukan hanya faktor kurang makan atau kurang gizi, itu tidak.

“Kita prihatin,  karena ketika kita berpikir bahwa yang rawan itu adalah mereka yang berekonomi kurang ternyata tidak. Bahkan keluarga-keluarga yang dianggap mampu punya intelektual, kecerdasan rumah tangganya cukup ternyata anaknya stunting” ungkapnya.

Menurutnya, ini adalah faktor yang sangat kompleks yang saya titipkan  pada bapak ibu sekalian. “Bagaimana kita menjadi contoh  di desa masing – masing, bukan hanya sekedar  pendampingan tetapi bisa menjadi contoh remaja putri yang hadir disini minimal HBnya diatas 13,  merencanakan kehamilan dengan baik dan ketika punya anak, apa saja yang bisa kita siapkan  dan ketika kita menitipkan anak di pengasuh harus dipastikan anak kita dirawat dengan baik” jelasnya.

Ia menyampaikan, apa yang bisa kita contohkan itu mulai dari diri sendiri baru bisa mencontohi orang lain dan baru bisa menjadi pendamping. Menjadi contoh tidak perlu sempurna paling tidak kita melakukan hal kecil seperti ini.

Kepada Plan diharapkan kedepan dalam kegiatan seperti ini bisa  menghadirkan  pula keluarga dampingan untuk memberikan kesaksian terkait upaya pencegahan stunting ini.

“Yang dinilai bukan outputnya tetapi untuk monitoring berikutnya adalah keluarga dampingan. Hal apa saja yang berubah setelah adanya pendampingan dan evaluasi. Bukan hanya sekedar mendampingi, sekedar kertas membuat data pelaporan tapi mari kita menjadi pelaku contoh panutan dilingkungan kita sesuai dengan peran kita masing-masing” harapnya.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Stakeholder terkait Upaya Pencegahan Penanganan Stunting Berbasis Keluarga lebih kedepankan soal bagaimana menghadirkan kehidupan baru yang normal nya melalui lembaga perkawinan.

Hal ini penting sekali dan diupayakan Bulan Agustus saat kegiatan operasi timbang agar masalah ini diperhatikan dan dielaborasi betul melalui Program Dinas Kesehatan dan  pendekatan Dasawisma agar bisa teridentifikasi.

“Ketika ada keluarga yang ogah-ogahan memelihara kehidupan, bidan bisa pantau lewat kantong bersalin. Tugas kita adalah menyiapkan fasilitas  ketika kobe leza mai (besok lusa), semuanya sudah siap.

Menurut Bupati Don, kehamilan pada remaja putri yang tidak siap dan La’a Sala (salah jalan/hamir diluar nikah) juga merupakan kehamilan yang tidak dikehendaki atau kehamilan yang  tidak dipersiapkan.

Bupati Don  berharap Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  dibantu PLAN  melakukan riset/studi di desa-desa lokus stunting.

“Karena itu, saya ingin ingatkan kita semua  harus  betul-betul bisa menganalisis keadaan sosial kita, potensi- potensi apa, lingkungan, budaya apa yang membuat ini subur. Ini pekerjaan besar kita terutama para pemimpin yang berada di ruangan ini,” harapnya. Protkompim (Merry / Tim Humas NK)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 53

Bupati Nagekeo Lantik 7 Pejabat

Bupati Nagekeo Lantik 7 Pejabat

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengambil sumpah dan melantik 7 (tujuh) Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo di aula Setda Senin, 14  Juni  2022.

Pejabat Administrator dan Pengawas yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor: 821/BK-DIKLAT/M/1018 /6/2022  Tanggal 13 Juni 2022 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah Dari Dan Dalam Jabatan Administrator dan Pengawas Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Dalam Surat Keputusan Bupati Nagekeo dengan menimbang bahwa dalam rangka pengembangan dan pembinaan karier PNS berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah,  perlu dilakukan pengangkatan PNS dalam jabatan struktural.

Mereka yang dilantik dan diambil sumpahnya diantaranya;

Ermelinda Poy, S.Pi. jabatan lama Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo jabatan baru Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo.

Laurentius Jandon Nalun S.Sos jabatan lama Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo jabatan baru Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan hyidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo.

Marcelina Andhi Prastiwi, SP. jabatan lama Kepala Bidang Pemerintahan Pembangunan Manusia Perekonomian dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo jabatan baru Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo.

Fransiskus Roga, SE,  jabatan lama Kasubid  Penyusunan Anggaran pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo jabatan baru Kabid Pemerintahan Pembangunan Manusia Perekonomian dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan daerah Kabupaten Nagekeo.

Thomas Rodrigues Jawa Dhase, S.Ip jabatan lama Sekretaris Camat Wolowae  jabatan baru Kabid Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo.

Benediktus Kristoforus Rani, S.Hut, jabatan lama Lurah Towak jabatan baru Sekretaris Camat Wolowae.

Sedangkan Pejabat Pengawas yang dilantik dan diambil sumpahnya sebanyak 1 orang atas nama Denny Marselinus Sapa, S.IP dari jabatan lama Analisis Data pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo Jabatan baru  Lurah Towak.

Dalam sambutannya Bupati Don berharap para pejabat terlantik mampu bergerak dan bekerja cepat serta mampu beradaptasi dengan lingkungan organisasi baru.

“Secara umum kalian semua mengalami Tour of Area, ruang lingkup wilayah baru dan juga Tour of Duty, tugas baru. Ada yang dari sempit ke luas dan ada yang dari luas ke sempit.

Pesan saya adalah segera cepat belajar pada tupoksi baru dan beradaptasi dengan lingkungan organisasi baru” ungkap Don Bosco.

Bupati mengungkapkan, bagi pejabat yang tetap berada dalam lingkungan organisasi lama itu tantangannya adalah keluar dari kebiasaan lama. “Lihat apa yang harus berubah cepat, perubahan itu jangan ditunggu. Satu minggu, satu bulan kalian bertugas perubahan besar dilakukan di hari pertama sehingga kalian punya waktu untuk beradaptasi” pesan Don Bosco.

Bupati berharap, para pejabat jangan pernah ragu membuat keputusan besar pada awal, sebab, apabila membiarkan diri berlama- lama dan berkompromi dengan kebiasaan lama, itu tidak akan ada yang namanya perubahan di tempat baru.

Kepada Kristoforus Rani yang akan menjadi Sekcam Wolowae, Bupati berpesan agar bisa menyukseskan even Madrasah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kaburea tingkat Kabupaten tahun 2022 dengan baik.

“Lurah Towak ke Sekcam Wolowae, pak Ito.. sebentar lagi ada MTQ di Wolowae, ada tamu banyak jadi langsung kelihatan mana yang kedodoran ini harus ada suatu sikap” ujar Don Bosco.

“Sebaliknya mantan Sekcam,  masuk ke yang umum, kerjaan besar satu dua bulan ini bisa kelihatan kamu mampu atau tidak” tegas Bupati Don.

Kepada para pejabat terlantik Bupati Don juga kembali mengingatkan  tentang semangat spiritualitas bagaimana menempatkan diri pribadi dalam tugas dan tanggung jawab.

“Dalam doa dan pengukuhan saksi rohani,  kita semua kembali’pada spiritualitas kita. Selalu mempertanyakan setiap saat untuk apa saya ada, saya sekarang hadir disini sebetulnya untuk apa” ujarnya.

Bagi Don Bosco, tidak ada sesuatu yang kebetulan tapi semuanya atas ijin Tuhan saya ada disini, apa yang Tuhan ingin dari saya. “Melalui Keputusan Bupati saya ada disini untuk apa? Harus tetap melihat ke depan, kepada kalian semua  selamat bekerja. “tutup Bupati Don.

Turut hadir pada acara tersebut, Asisten Administrasi Umum Agustinus Fernandes,   Pabung 1625/Ngada Mayor Inf. Dadan Hidayat, Wakapolres Nagekeo, Saksi Rohani  RD.Eli Nong, Saksi Awam serta  para Pejabat Tinggi Pratama, Administrator dan  Pengawas lainnya. (Merry/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 1062

Peduli Lansia, Disabilitas dan Anak Terlantar, Pemkab Nagekeo Beri Bantuan (1)

Peduli Lansia, Disabilitas dan Anak Terlantar, Pemkab Nagekeo Beri Bantuan

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap warga lanjut usia (Lansia), kaum disabilitas dan anak-anak terlantar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo menyalurkan sejumlah bantuan sosial.

Bantuan tersebut dianggarkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Rufus Raga menjelaskan bahwa, bantuan yang disalurkan berupa makanan tambahan, pakaian, alat peraga bagi lansia dan disabilitas (kursi roda dan tongkat).

Adapun bantuan tersebut menyasar 146 penerima manfaat yang tersebar di tujuh (7) Kecamatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Nagekeo terhadap warga yang lanjut usia, kaum disabilitas dan juga anak-anak terlantar. Pak Bupati sudah tekankan soal kepedulian dan perhatian Pemerintah terhadap disabilitas” ungkap Rufus, Sabtu 11 Juni 2022.

Rufus mengatakan, proses penyaluran diserahkan langsung oleh Dinas Sosial ke tangan para penerima bantuan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Menurut Rufus, berdasarkan pengamatan Dinas Sosial yang turun langsung ke lapangan, ditemukan banyak persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat misalnya lansia yang terlantar ditinggalkan dan diusir keluarganya hingga anak yang diterlantarkan orang tua.

Aurelia Walburga Stya Kariana Dewi (63) salah seorang penyandang disabilitas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial atas bantuan yang Ia terima.

“Terima kasih Pemerintah Kabupaten Nagekeo, terimakasih Dinas Sosial, terimakasih juga untuk Pak Bupati atas bantuannya” ungkap Warga RT 08 Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa itu. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 194

Kaum Perempuan di Dhereisa Ikut Pelatihan Pewarnaan Benang Secara Kimia (4)

Kaum Perempuan di Dhereisa Ikut Pelatihan Pewarnaan Benang Secara Kimia

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebanyak 25 orang kaum perempuan yang tergabung dalam kelompok tenun Mane Rona di Desa Dhereisa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo mengikuti kegiatan pelatihan pewarnaan benang secara kimia.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Koperindag/UMKM Kabupaten Nagekeo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ini dilaksanakan sejak selama 4 hari sejak selasa 07 Juni sampai dengan Jumat 10 juni 2022.

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini sudah diidentifikasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibimbing dan dilatih oleh Bartel Theo Mita tutor sekaligus pemateri dari pengrajin Pencelupan Kimia Kabupaten Ngada.

M.G Rita Astuti selaku panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan, kegiatan dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para penenun dalam menggunakan pewarnaan kimia secara baik dan benar agar dapat menjaga kualitas dan mutu dari hasil tenun sehingga dapat bersaing dengan tenunan dari daerah lain.

“Kegiatan ini bertujuan agar para peserta dapat memahami dan mengetahui bahan-bahan pewarnaan kimia secara baik, menggunakan bahan-bahan pewarnaan dalam melakukan pencelupan benang secara kimia serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya” papar Astuti dalam acara penutupan pelatihan pada Kamis 10 Juni 2022.

Astuti menjelaskan kegiatan pelatihan itu menghasilkan 20 kain sarung Songket dan 10 Lembar selendang yang akan diserahkan kepada Dinas Koperindag Kabupaten Nagekeo dan selanjutnya bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Nagekeo sebagai mitra pemerintah untuk melakukan promosi dan pemasarannya.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan berharap, kegiatan tersebut bisa menghasilkan suatu output yang positif ke depan terhadap perkembangan kemajuan UMKM di desa Dhereisa khusus di bidang tenun ikat. “Saya berharap kita bisa sambung, harus jalani terus ini. Semoga ibu-ibu yang belum bergabung bisa diajak, supaya Dhereisa ini tenun ikatnya bisa naik level” ungkap Bupati.

Bupati Don Bosco meyakini, bermodalkan keterampilan yang dimiliki oleh peserta dan juga kemauan untuk mengembangkan tenun ikat dengan baik secara continue (berkelanjutan), niscaya Dhereisa tidak hanya sebagai daerah yang hanya sebagai tempat numpang lewat, akan tetapi menjadi lokasi persinggahan bagi orang-orang dan juga wisawatan.

“Ini pesan saya supaya pelatihan kita ini ada manfaatnya, Dhereisa ini akan menjadi ikon, tulang punggung tenun ikat kita di Nagekeo.  Daerah ini sepanjang jalan ke depan akan menjadi tempat persinggahan orang-orang ke para pengrajin” tuturnya.

Bupati juga berharap Dekranasda Nagekeo terus melakukan dampingan dan juga menginventaris serta mengidentifikasi baik itu terhadap kelompok tenun ikat maupun produk yang dihasilkan. Sebab, ke depan kata Don Bosco, pengrajin tenun ikat harus mampu bersaing dan berkompetisi menghasilkan suatu produk yang layak masuk pasar regional, nasional bahkan mancanegara.

“Saya berharap Dekranasda ke depan terus melakukan dampingan, mendata pekerjaan ini, mengidentifikasi terutama soal kualitas, kerapatan dan motif sesuai kebutuhan pasar” pesan Don Bosco.

Hadir dalam acara penutupan kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperindag da UMKM Kabupaten Nagekeo Maria Kristildys Simporosa Djawaria, Ketua Dekranasda Nagekeo drg. Yayik Parwita Gatih, Camat Boawae Vitalis Bai, Pemerintah Desa Dhereisa, dan tokoh masyarakat. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 196

Buka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, Ini Harapan Bupati Nagekeo (2)

Buka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, Ini Harapan Bupati Nagekeo!

Berita Kecamatan

Mauponggo, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata menyelenggarakan pelatihan pengelolaan Desa Wisata.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga (3) hari sejak Rabu 8 Juni hingga Sabtu 11 Juni 2022 di Desa Wisata Ululoga, Kecamatan Mauponggo dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta dari 19 desa wisata yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Nagekeo ini dibagi dalam dua (2) sesi yaitu pelatihan di Desa Ululoga dan kunjungan lapangan di Pantai Wisata Enagera, Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo.

Dalam pelatihan ini Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo menghadirkan dua (2) narasumber dari Destination Management Organiztation (DMO) Flores yang berkedudukan di Ende, Flores yakni Sevnita Saptrya Titus dan Alfonsius Sumarno Patu.

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pemimpin lokal di desa agar lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa dengan mengoptimalkan potensi wisata yang ada di desa.

Sedangkan sasaran yang harus dicapai dari pelatihan ini antara lain peserta mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan, mengetahui dan memahami pentingnya Sapta Pesona dalam mewujudkan masyarakat Sadar Wisata.

Peserta juga diharapkan mampu memahami pengembangan kelembagaan pengelola potensi wisata di desa serta pengembangan dan pengelolaan produk pariwisata di desa.

Sasaran berikutnya ialah, adanya keberpihakan para pengambil kebijakan di tingkat desa melalui kebijakan anggaran untuk mendorong keterlibatan kelompok pengembang pariwisata yang ada di desa dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di desa agar layak dikunjungi.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan singkatnya meminta para peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara baik sehingga dapat menghasilkan output dapat mengembangkan potensi desa wisata masing-masing ke depannya.

Bupati berharap, setiap Desa wisata diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan yang bersumber dari potensi lokal minimal satu desa satu produk. “One Village One Product, itu konsep yang akan dikembangkan di desa” pesan Bupati.

Meski pada umumnya pola hidup masyarakat Nagekeo lebih banyak mengikuti trend modernisasi, akan tetapi guna menarik wisatawan untuk bisa betah dan tertarik mengunjungi desa wisata, Don Bosco menyarankan agar para pelaku wisata di desa, mempertahankan kekhasan asli daerah masing-masing.

Kekhasan yang dimaksud adalah, selain produk lokal seperti kuliner, potret desain kampung adat maupun rumah adat serta ritus budaya dan juga ritual adat yang merupakan warisan leluhur secara turun-temurun.

Para pelaku wisata dan dan masyarakat di desa harus mampu membawa wisawatan lebih khusus tourist asing untuk bisa berbaur bersama masyarakat.

Sebab, kata Bupati, wisawatan asing saat ini lebih cenderung mengunjungi suatu destinasi wisata sekaligus mengetahui serta merasakan apa yang menjadi kebiasaan masyarakat lokal.

“Wisawatan itu ingin terlibat dalam aktivitas sehari-hari kita, wisawatan sekarang itu mau mengalami, wisatawan asing tidak lagi datang dengan rombongan besar mereka datang dengan rombongan kecil atau perorangan dan mau menginap dengan kita” katanya.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo lanjut Bupati Don Bosco, sudah mengembangkan lima (5) zonasi wisata menjadi Ring of Tourism yakni Ring of Mbay, Ring of Ebulobo, Ring of Kota Jogo-Kinde, Ring of Koto dan Ring of Lena dan lima Ring ini menjadi hal penting untuk mendukung perkembangan pariwisata Nagekeo.

Diharapkan, masyarakat dan para pelaku wisata di lima zonasi ini bisa menghidupkan kembali ritus dan tradisi budaya warisan leluhur dengan menerapkan kalender budaya secara baik seperti berburu, berkuda, tinju adat, hingga mencari ikan dengan cara tradisional.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mempromosikan potensi wisata melalui cerita (story telling) sebab, selain tradisi budaya, produk lokal dan lain sebagainya, hal yang paling diburu oleh wisatawan asing adalah cerita. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 289

Pemkab Nagekeo Dukung Sepenuhnya Pembangunan Mako Polres (1)

Pemkab Nagekeo Dukung Sepenuhnya Pembangunan Mako Polres

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja menghadiri acara Pelekatan Batu Pertama Mako Polres Nagekeo pada Senin 6 Juni 2022.

Mako Polres Nagekeo dibangun di lahan milik Polres di Lego, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa.

Wabup Marianus dalam sambutan singkatnya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo pada hakekatnya mendukung pembangunan Mako Polres Nagekeo.

Menurut Wabup Marianus, Pembangunan Mako Polres Nagekeo menunjukan bahwa ada kemajuan di bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Pembangunan tersebut kata Marianus, merupakan bukti nyata perhatian Negara melalui Pemerintah Pusat dan Daerah dalam memajukan pelayanan bagi masyarakat serta pendekatan secara signifikan antara Aparatur Negara terhadap Masyarakat Nagekeo.

“Dengan mulai dibangunnya Mako Polres Nagekeo dan Rumah Dinas Kapolres dan Wakapolres Nagekeo ini diharapkan akan mewujudkan banyak harapan dari masyarakat Nagekeo,” ungkap Marianus.

Lebih lanjut Wakil Bupati meminta kepada masyarakat radius Kota Mbay, lebih khusus masyarakat yang tinggal di sekitar Mako Polres agar bisa mempersiapkan diri guna menerima arus kedatangan masyarakat luar.

“Aeramo akan menjadi pusat keramaian sehingga Kepala Desa Aeramo dan Masyarakat Desa Aeramo dapat menyiapkan diri untuk menerima kehadiran masyarakat dari segala penjuru wilayah Nagekeo” pintanya.

Di akhir sambutannya, Wabup Marinus menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolres Nagekeo yang telah mendukung serta menyukseskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Lambo.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagekeo Wakil Bupati Nagekeo mengucapkan terima apresiasi dan terimakasih kepada pemilik lahan dalam hal ini keluarga besar Suku Nataia karena telah menghibahkan lahannya untuk pembangunan Mako Polres.

Senada dengan Ketua DPRD Nagekeo Marselinus Fabianus Ajo Bupu mengatakan pembangunan Mako Polres dan Rumah Dinas Kapolres juga Wakapolres merupakan suatu langkah positif demi kemajuan pelayanan di bidang Kamtibmas.

Dia berharap, Nagekeo sebagai satu Kabupaten defenitif ke depannya mendapatkan pelayanan terbaik tidak hanya Polres Nagekeo saja, tetapi Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

Peletakan batu pertama pembangunan Mako Polres dan Rumah Dinas Kapolres dan Wakapolres Nagekeo berlokasi di wilayah Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tersebut dilakukan pertama oleh Kapolres Nagekeo AKBP. Yudha Pranata diikuti Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu, Kejaksaan Negeri Ngada, Z. Nasution, Dandim 1625/ Ngada, Letkol. Ferdinand. S.Pd. K yang terakhir oleh Ketua Suku Nataia Patrisius Seo, Senin (6/6/2022). (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 139

Pemkab Nagekeo Komitmen Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Pemkab Nagekeo Komitmen Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Berita Kecamatan

Kupang, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur berkomitmen mendukung Inplementasi Kurikulum Merdeka. Hal tersebut disampiakan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco dalam Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi NTT di ruang Rapat Gubernur NTT pada Senin 6 Juni 2022.

Rapat ini dihadiri oleh beberapa Kepala Daerah yang bekerja sama dengan Program INOVASI untuk anak-anak NTT antara lain Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya dan Wakil Bupati Ngada. Hadir dalam acara ini Mr.Mark Heyward Direktur Program INOVASI, Danita Limbu BPMP NTT dan Yandi Snae  dari BPMP NTT.

Hadir mendampingi Bupati Don Bosco, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantinus Minggu dan Kepala Bidang SD Aziz Ajo Bupu.

Dalam pemaparannya, Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa, peningkatan literasi dan numerasi terutama siswa di kelas awak menjadi prioritas Pemkab Nagekeo sejak awal periode.

Dikatakan Bupati, dalam mendukung peningkatan literasi Pemkab Nagekeo menjalin kerja sama dengan dangan berbagai pihak seperti Taman Baca Pelangi, Yayasan Sulinama, VWI, Plan dan Inovasi.

“Data yang sangat mengejutkan itu literasi dan numerasi sangat buruk di Nagekeo. Ketika awal saya menjabat pada Juni 2018, ini yang saya kebut. Ketika Presiden merencanakan generasi emas di tahun 2045, ini pekerjaan yang musti kita siapkan benar” ungkap Don Bosco.

Menurut Don Bosco, kesenjangan pendidikan (Learning Gap) yang terjadi di antara anak-anak di Nagekeo (misalnya antara anak pegawai dan orang kebanyakan) sudah berlangsung sejak dahulu.

Kabupaten Nagekeo lanjut Don Bosco memiliki Sekolah Dasar sebanyak 180 sekolah dan guru berjumlah 1989 orang dengan total siswa-siswi 18.928 orang. Secara keseluruhan Kabupaten Nagekeo memiliki pelajar dari SD hingga SMU berjumlah 39.

Upaya yang dilakukan Pemkab Nagekeo dalam mendukung Program Implementasi Merdeka Belajar adalah menuntaskan literasi dan numerasi siswa kelas awal (1, 2 dan 3).

“Kita targetkan mereka setiap minggu minimal siswa membaca 1 judul buku, sehingga di kelas 4,5 dan 6 mereka bisa mengenal dunia melalui bacaan, sehingga ketika siswa di bangku SMP nanti bisa menggali bakat dan minat anak” ungkap Don Bosco.

Tujuannya adalah pada akhir tahun ke 9, siswa-siswi yang sudah lulus SMP tidak secara bergerombol masuk ke SMU, akan tetapi dipetakan sesuai dengan minat masing-masing, baik ke SMU maupun ke sekolah advokasi (SMK).

Don Bosco mengatakan, salah satu wujud dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka adalah dengan cara menambah buku bacaan non teks ramah anak.

“Di era IT ini kami juga sudah melakukan assessment kemampuan IT para guru, kepala sekolah dan pengawas sampai ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah ada Fasilitator Daerah perlu juga ada fasilitator sekolah. Masing-masing sekolah 2, 1 untuk kelas rendah dan 1 untuk kelas tinggi” jelasnya.

Bupati mengatakan Pemkab Nagekeo juga melakukannya perluasan jangkauan konektivitas IT bagi guru, siswa dan tenaga kependidikan. “Inilah yang ingin kami lakukan ke depan, di era IT yang ingin kami lakukan adalah melakukan assessment kemampuan IT para guru, kepala sekolah dan pengawas sampai ke Dinas Pendidikan” jelasnya.

Komitmen selanjutnya kata Don Bosco, melalui Dinas Pendidikan P dan K dengan mengalokasikan anggaran Rp. 524.315.800 untuk Pelatihan Literasi, Kepemimpinan Pembelajaran dan Transisi Bahasa.

Pemkab Nagekeo juga melanjutkan kerjasama dengan Balai Guru Penggerak, BPMP, Kantor Bahasa NTT dan Kampus STKIP Citra Bakti, Ngada.

“Kita ingin apa yang kita rencanakan ini mempunyai legal standing sehingga jelas pemaparannya dalam APBD” ungkap Don Bosco. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 102

Peringati HLUN 2022, Pemkab Nagekeo Serahkan Bantuan Bagi Kaum Lansia (2)

Peringati HLUN 2022, Pemkab Nagekeo Serahkan Bantuan Bagi Kaum Lansia

Berita Kecamatan

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melaksanakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke XXVI yang dipadukan dengan Apel Kekuatan Senin, 30 Mei 2022 Aparat Sipil Negara bertempat di halaman Kantor Bupati Nagekeo. HLUN tahun ini mengusung tema “LANSIA SEHAT INDONESIA KUAT”

Setelah selesai Apel Kekuatan Bupati menyapa para Lanjut Usia se Kabupaten Nagekeo yang disiarkan secara langsung melalui Radio Suara Pemerintah Daerah Nagekeo yang diikuti dengan penyerahan bantuan permakanan dan sandang secara simbolis kepada Utusan Lansia oleh Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo.

Turut hadir pada penyerahan bantuan ini yakni Sekretaris Daerah, para Asisten, Kadis Sosial, Kabag Humas, Lurah Lape, Dinas Kominfo dan Perangkat Daerah terkait lainnya.

Hari Lanjut Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Mei untuk mengapresiasi penghargaan atas semangat jiwa raga serta peran penting dan strategi para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa.

Dengan kondisi alam daerah yang sering mengalami bencana dan berpengaruh terhadap eksistensi lansia terutama kawasan-kawasan yang mengalami bencana seperti konflik, banjir, tanah longsor, gempa bumi dan kebakaran yang  berdampak kondisi lansia maka setiap keluarga diharapkan membantu penanganan kondisi ini.

Dalam himbauannya, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengharapkan agar setiap keluarga memperhatikan secara intensif terhadap kebutuhan pokok dasar hidup yakni kesehatan, kebersihan serta makan dan minum yang bergizi sehingga para Lansia tetap sehat dan tidak menjadi beban kehidupan keluarga.

“Para perangkat daerah terkait terus melakukan penjangkauan bagi lansia misalnya melalui Program PIS PK oleh Dinas Kesehatan dan Posyandu Lansia atau bentuk lainnya. Juga Dinas Sosial melakukan pendampingan melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang berkelanjutan” tegas Bupati.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Rufus Raga menyatakan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Lanjut Usia.

Menurut Rufus, Peraturan Presiden ini  ditujukan agar setiap orang berupaya mewujudkan keberlanjutan hidupnya termasuk lanjut usia yang sejahtera, mandiri dan bermatabat.

“Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian dalam bentuk peringatan Hari Lanjut Usia Nasional” katanya.

Dalam peringatan HLUN tahun ini, Dinas Sosial menyelenggarakan pemenuhan kebutuhan pokok dasar melalui kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar bagi Lansia Terlantar, Anak Terlantar dan Disabilitas Terlantar di Luar Panti Sosial.

“Tahun 2022 ini pelaksanaannya berupa pemberian bantuan permakanan, sandang dan Alat Bantu Disabilitas (ABD) bagi 125 orang yang tersebar di desa dan kelurahan se kabupaten Nagekeo. Permakanan berupa beras, telur, susu, gula dan minyak goreng dan Sandang berupa celana pendek, baju kaos serta sarung” jelas Rufus.

Sedangkan Alat Bantu Disabilitas yang disediakan yakni kursi dorong / kursi roda, tongkat / kruk jepit, tongkat bagi orang buta. Pemberian bantuan ini diprioritaskan bagi mereka yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah yang secara rutin diberikan setiap bulan oleh Kementerian Sosial pada Program Keluarga Harapan dan Program Bantuan Pangan Non Tunai / Sembako, kecuali pemberian Alat Bantu Disablitas.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 66

Pameran Expo Pesona Kebangsaan Jadi Momentum Brand Mbay Natural Rice Naik Kelas

Pameran Expo Pesona Kebangsaan Jadi Momentum Brand Mbay Natural Rice Naik Kelas

Berita Kecamatan

Ende, nagekeokab.go.id – Mbay Natural Rice berpartisipasi dalam Expo Pesona Kebangsaan 2022 di Kantor Bupati Ende 29 Mei hingga 30 Mei 2022.

Acara yang digelar dalam rangkaian Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini dimeriahkan oleh pelaku Ekonomi Kreatif dan Pariwisata se-Regional Flores.

Mbay Natural Rice merupakan produk lokal beras Mbay dalam kemasan dengan kualitas premium hasil kerja sama antara petani Mbay dengan PT Pandawa Agri Indonesia.

Bersama Dinas Koperindag dan Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, turut ditampilkan produk hasil karya masyarakat Nagekeo yang beraneka ragam.

Comersial Officer PT Pandawa Agri Indonesia Isdahlia saat ditemui di stand pameran Kabupaten Nagekeo pada Senin 30 Mei malam menjelaskan bahwa Mbay Natural Rice laris manis di pameran tesebut.

Menurut Isdah, sebagai mitra Pemkab Nagekeo yang sudah menjalin kerjasama dengan petani Mbay, pihaknya mengaku bangga, brand Mbay Natural Rice bisa ikut berpartisipasi dalam pameran itu.

“Event ini menjadi momentum bangkitnya ekonomi kreatif dan pariwisata Kabupaten Nagekeo” ungkap Is.

Is mengatakan, lebih khusus brand Mbay Natural Rice, pameran ini menjadi ajang dan momentum branding potensi lokal Nagekeo bisa naik kelas dan meluaskan pangsa pasar.

“Terkhusus untuk beras Mbay, kesempatan ini menjadi peluang emas dalam upaya branding potensi pertanian lokal untuk naik kelas, pasar yang meluas, hingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat” ungkanya.

Fazlur Rahman Partnership Officer PT. Pandawa Agri Indonesia juga mengatakan sebagai mitra Pemerintah, pihaknya terus menjalin hubungan dengan beberapa stakeholder diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Pangan dan Dinas Koperindag dan UMKM.

Sejauh ini PAI sudah menjalin kerja sama dengan 54 petani yang nengolah lahan seluas 38,46 Ha. Saat ini stok Mbay Natural Rice masih tersedia sekitar 5 Ton, yang siap dipasarkan ke di 4 minimarket yang sudah menjadi langganan PAI.(RSN/)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 361