BPBD Nagekeo Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontijensi (8)

BPBD Nagekeo Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontijensi

Berita OPD

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo menggelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Tingkat Kabupaten Nagekeo di Aula Setda Nagekeo, pada Senin (29/11/2021).

Kontijensi merupakan suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan terjadi tetapi mungkin juga tidak akan terjadi, sehingga Rencana Kontijensi dapat diartikan suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontijensi atau yang belum tentu tersebut.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pelatihan dan Lokakarya, Marianus U. Dhakidae mengatakan bahwa, Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Indonesia yang termasuk dalam daerah rawan bencana baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana Sosial di Nagekeo sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penggulangan Bencana dan Perda Kabupaten Nagekeo No 14 Tahun 2010 dan Perda Nomor 15 Tahun 2010.

Adapun maskud dan tujuan daripada kegiatan tersebut menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Menghadapi beragam bentuk bencana ini, maka pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui kerjasama lintas sektor Pentaheliks melakukan langkah-langkah antisipasi berupa kegiatan penyusunan dokumen rencana kontijensi (Renkon) sebagai bentuk persiapan saat penanganan darurat jika terjadi bencana.

“Kegiatan pelatihan dan lokakarya rencana kontijensi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap upaya penanggulangan bencana dimulai dari pra, saat dan hingga pasca bencana serta untuk meningkatkan daya partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana secara terorganisir,” ujarnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan dan lokakarya tersebut untuk mewujudkan respon kejadian bencana terkoordinasi secara efektif cepat dan tepat, menjadi acuan operasional yang sewaktu-waktu dapat diwujudkan atau diaktivasi menjadi rencana operasi (Renops) dalam tindakan nyata tanggap darurat bencana secara cepat, tepat, terkoordinasi dan efektif.

Rencana Kontijensi juga dapat menjadi acuan bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menghadapi semua ancaman bencana dan merespon kejadian rencana sesuai dengan syarat, kriteria dan aturan yang ditetapkan.

Selain itu, dapat terciptanya kesepakatan bersama antar lintas sektor untuk turut terlibat dalam upaya penanggulangan bencana, tersedianya alokasi sumber daya secara khusus untuk kegiatan tanggap darurat bencana, dan terciptanya kesiapsiagaan sumber daya manusia, sumber daya peralatan dan sumber daya anggaran dan sumber daya pendukung lainnya dalam menghadapi ancaman bencana.

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, pelatihan dan lokakarya penyusunan rencana kontijensi tingkat Kabupaten Nagekeo merupakan wujud kehadiran negara dalam upaya siaga terhadap bencana.

“Negara diminta kita supaya siap sedia sebagai jawaban negara hadir ditengah masyarakat. Dalam filosofi orang Nagekeo itu to’o jogho wagha sama,” ujarnya.

Marianus mengatakan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945 mengedepankan bagaimana negara melindungi segenap warga karena negara menginginkan warganya terselamatkan.

“Jangan sampai ada korban. Dan kalau kita tidak cepat, ketika ada korban maka itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagaimana kita persiapkan ketika ada kejadian kerugian harta benda maka kita perlu merencanakan walaupun belum terjadi. Kalau kita belum merencanakan, kemudian bencana itu terjadi maka kita mendapatkan cemoohan,” pungkasnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 65

Deklarasi Sadar Lingkungan, Bupati Nagekeo Bersama Pramuka Tanam Pohon Di Bukit Pamo

Deklarasi Sadar Lingkungan, Bupati Nagekeo Bersama Pramuka Tanam Pohon Di Bukit Pamo

Berita OPD

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama gerakan Pramuka saat melakukan penghijauan di Bukit Pamo, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, photo dok: (KominfoNgk)

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka melalukan penghijauan dengan menanam aneka pohon di Bukit Pamo, Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa, Jumat (26/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa anakan pohon yang berhasil ditanam yakni Lontar 2.500, Marongge 250, beringin 500, dan anakan Wuwu 250.

Sekretaris Kwarcab Pramuka Nagekeo Kristoforus Jo Wea mengatakan kegiatan ini sebagai wujud nyata gerakan Nagekeo menanam dan deklarasi sadar lingkungan oleh Pramuka.

Kristoforus menjelaskan, Gerakan Penghijauan di melibatkan Peserta Kursus Mahir Dasa KMD bersama Gudep SMPS Hanura, SMPN 1 Aesesa, SMAK Baleriwu Danga. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco serta pimpinan OPD di lingkup Pemda Nagekeo.

Kristoforus mengungkapkan gerakan pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu melestarikan lingkungan dan penghijauan.

Menurut Kristo yang juga Kepala Sekolah SMPS Hanura Danga, kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan anggota pramuka di Kwarcab Gerakan Pramuka Nagekeo khususnya mengurangi pemanasan global, mengurangi resiko terjadinya berbagai bencana alam yang disebabkan oleh alam dan melestarikan lewat penghijauan di gunung Pamo itu.

“Tujuannya membina dan meningkatkan kemampuan anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Nagekeo dalam bidang penghijauan serta ikut serta pemerintah dan masyarakat dalam penghijauan upaya pengendalian dampak lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tindakan pengawasan di bidang lingkungan hidup,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do meminta Pramuka agar melakukan sesuatu yang positif terhadap isu lingkungan. Selain aksi nyata gerakan menanam pohon, Bupati juga mengingatkan soal sadar lingkungan khusunya persoalan sampah plastik apalagi memasuki musim penghujan saat ini.(Sev)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 62

Peserta CPNS di Kabupaten Nagekeo saat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) di SMKN 1 Aesesa

358 Peserta CPNS di Nagekeo Ikut Tes SKB, Bersaing Memperebutkan 200 Formasi

Berita OPD

Peserta CPNS di Kabupaten Nagekeo saat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) di SMKN 1 Aesesa, Foto Dok: (KominfoNgk)

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebanyak 358 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Nagekeo, tahun 2021 mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Kegiatan ini berlangsung di SMKN 1 Aesesa selama dua hari sejak Jumat 26 November hingga Sabtu 27 November 2021.

Ketua Panitia Seleksi Agustinus Fernandes mejelaskan bahwa, SKB merupakan tes tahap akhir dari rangkaian proses seleksi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. 358 peserta yang mengikuti SKB hari ini merupakan, peserta yang sebelumnya sudah lolos mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ke 358 peserta ini akan bersaing memperebutkan 200 formasi yang sudah disiapkan Pemda Nagekeo masing masing 273 formasi teknik dan 47 formasi kesehatan.

Agustinus menjelaskan guna memperlancar proses kegiatan, pihaknya menyiapkan fasilitas penunjang diantaranya 3 ruangan kelas dan 75 unit PC.

“Sebelumnya kami panitia melakukan rapat persiapan, menyiapkan segala fasilitas demi memperlancar proses kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini. Panitia menyiapkan 3 ruangan dan 75 unit PC. Masing masing ruang terisi 25 peserta. Proses pelaksanaanya tentu saja memperhatikan protokol kesehatan” jelas Agustinus.

Agus menerangkan, hasil seleksi SKB nantinya akan dinilai oleh panitia 10 Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat untuk diproses sesuai dengan standar penilaian yang kemudian hasilnya akan diserahkan kepada Bupati.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Nagekeo ini mengungkapkan, Pemda Nagekeo melalui Panitia seleksi berharap kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Harapan Pak Bupati melalui kami panitia agar proses seleksi ini bisa menghasilkan calon pegawai negeri sipil Nagekeo yang berkualitas dan berkompeten juga mampu bersaing serta bisa menguasai IT di era globalisasi saat ini sehingga kinerja birokrasi dalam menjalankan pemerintahan daerah dapat terukur secara baik” harapnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 79

Momentum Hari Guru, PGRI Nagekeo Gelar Konferensi Tingkat Kabupaten

Momentum Hari Guru, PGRI Nagekeo Gelar Konferensi Tingkat Kabupaten

Berita OPD

Ratusan guru yang tergabung dalam PGRI menghadiri acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di aula Serbaguna, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Photo dok: DiskominfoNgk/Sevrin)

Mbay, nagekeokab.go.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nagekeo, NTT,  konferensi kerja sekaligus peringati Hari Guru Nasional (HGN) bertempat di Aula Serba guna Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kamis (25/11).

Hadir pada kesempatan itu Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F Ajo Bupu, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai serta ratusan guru dari berbagai pelosok di Kabupaten Nagekeo.

Ketua PGRI Kabupaten Nagekeo Winibaldus Soba mengatakan selain menggelar Konferensi Kerja, momen Hari Guru Ke 76 tahun 2021 ini PGRI juga mengadakan kegiatan lain yakni launching website PGRI oleh pengurus sebagai wahana eduksi, jembatan informasi hingga perwujudan literasi digital.

Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do di hadapan ratusan para guru dan hadirin mengingatkan bahwa momentum HGI tahun ini djiadikan bahan refleksi untuk menghargai profesi guru yang mencerdaskan anak bangsa.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua sebagai pembimbing, guru kelas, bertanya mengapa saya memilih profesi ini, Karena Tuhan sudah mau itu, kalau kita sudah start dengan itu. Mulailah bertanya dengan kata mengapa, ketika kita sudah menemukan jawaban, kita akan jalan dengan energi yang sangat besar ke arah yang lebih baik” ungkap Bupati Don Bosco.

Don Bosco berharap, guru menjadi Leader yang mampu mengutamakan keselamatan anak buahnya dalam situasi apapun. Di era digital 4.0 saat ini, guru sejatinya menguasai semua teknologi ITE sebagai saran penunjang bahan pembelajaran.

Bupati Don juga berharap, guru mampu mengendalikan pengaruh buruk akibat teknologi terhadap anak anak didik.

Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F Ajo Bupu mengatakan, sejalan dengan tema perayaan HUT PGRI tahun ini, saya mau katakan bahwa benar, kebangkitan guru dan seluruh tenaga pendidik adalah hal fundamental bagi kemajuan, ketangguhan, dan pertumbuhan Indonesia pada umunya dan Kabupaten Nagekeo khususnya.

Politisi PDIP ini menjelaskan PGRI didirikan untuk mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dengan program utama di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memperjuangkan kesejahteraan bagi para guru” ungkap Ajo Bupu.

“Oleh karena itu, mewakili Lembaga DPRD, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Kabupaten Nagekeo atas kerjasama sinergis yang terjalin bersama pemerintah dan Lembaga DPRD Kabupaten Nagekeo dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo” ungkap Ajo Bupu.

Lembaga DPRD lanjut Ajp Bupu, menyadari bahwa tanpa campur tangan organisasi ini, Pemerintah bersama Lembaga DPRD yang mana dalam perjalanannya sebagai organisasi yang eksis di negeri ini, PGRI telah memberikan beragam kontribusi dalam dunia pendidikan baik untuk Indonesia secara umum, maupun Kabupaten Nagekeo khususnya.

“Pada tingkat Kabupaten Nagekeo, saya berpendapat bahwa kontribusi paling fundamental yang disumbangkan PGRI terletak pada gerakan bersama Pemerintah Daerah dalam mengupayakan terciptanya kualitas pendidikan yang baik dan unggul” pungkasnya.(sev)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 86

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

Berita OPD

Siaran Pers Biro Adminsitrasi Pimpinan Setdav Provinsi NTT

Mbay, Jumat, 29 Oktober 2021

Sinergitas : Bangun Satu Kekuatan Besar, Buktikan bahwa NTT Bisa

Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Administrasi Pimpinan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Kegiatan Talk Show Radio dengan topik : Memperkokoh Sinergitas Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam rangka NTT Bangkit NTT Sejahtera. Kegiatan tersebut menampilkan tiga orang narasumber, masing-masing : Gubernur Nusa Tenggara Timur diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Marselinus Aju Bupu selaku Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, dengan moderator : Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo, Ndona Andreas Corsini. Kegiatan tersebut berlangsung pada ruang tamu VIP Lantai Dua Kantor Bupati Nagekeo di Mbay, dan dihadiri langsung oleh 10 orang perwakilan tokoh yang ada di Kabupaten Nagekeo. Talk Show yang dimulai pukul 12.00 s.d. 13.30 Wita tersebut disiarkan secara langsung oleh Radio Suara Nagekeo pada gelombang 98,4 FM dan live streaming pada Facebook Radio Suara Nagekeo (RSN).

Acara tersebut bertujuan untuk  memberikan gambaran kepada publik tentang bagaimana membangun dan terus memperkokoh sinergitas antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan menyatukan energi, kekuatan, dan berbagai sumber daya untuk mewujudkan visi Pemerintah Provinsi NTT yaitu : NTT Bangkit, NTT Sejahtera, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat melalui representasi elemen masyarakat yang hadir langsung dalam talk show tersebut, dalam hal ini perwakilan dari Tokoh  Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pendidikan, Tokoh Seniman, Tokoh Pemuda serta LSM serta tokoh Pemuda untuk bertanya langsung kepada para narasumber, serta membuka kesempatan bagi publik yang mengikutinya melalui siaran langsung pada FB RSN untuk menanyakan berbagai hal  dan meberikan masukan seputar topik yang diangkat pada talk show tersebut.

Kosmas Lana mengatakan bahwa bicara tentang sinergitas adalah hal yang sangat menarik. “Sinergitas adalah menyatukan dan memperkokoh semua energi dan kekuatan dalam bekerja bersama-sama. Maju terus jangan gampang menyerah dan perlu dibangun kesepakatan-kesepakatan bersama untuk memperjelas arah kebijakan dan arah sinergitas antara dua belah pihak”, jelas Putera Kelahiran Nagekeo tersebut.

Lebih jauh Kosmas Lana menyampaikan ada tiga hal yang bisa kita dapatkan dari kesepakatan menyangkut sinergitas yang dibangun. “Pertama, Bapak Gubernur selalu mengajak semua Bupati untuk memanfaatkan lahan yang tidur . Dalam perspektif Bapa Gubernur memanage lahan yang tidak fungsional menjadi lahan yang fungsional. Yang tidur itu bukanlah lahannya, tapi yang tidur alias malas bekerja adalah manusianya.  Kedua, Bapak Gubernur berkeberatan tentang kondisi petani yang dari dulu terus berpredikat Petani Subsistem, dari tanam sampai panen hanya dia sendirilah yang menikmati hasilnya,  ini yang  harus diubah bahwa Petani adalah harus menjadi Petani yang Produktif. Ketiga, Harus ada komitmen dalam aksi nyata untuk mewujudkan perubahan besar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dalam rangka menatap masa depan lebih baik”, papar Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT yang pernah menjadi Penjabat Bupati Nagekeo selama enam bulan pada tahun 2018.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do juga menyampaikan bahwa usaha  untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dalam bidang Pariwisata dan Pertanian telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. “Sejak saya menjadi bupati bersama Wakil Bupati Bapak Marianus Waja, telah mencanangkan berbagai program pemberdayaaan masyarakat, karena kita tahu bersama bahwa Kabupaten Nagekeo ini merupakan daerah yang subur, sebagai salah satu produsen beras bagi NTT selain Lembor, dan kita disini juga memiliki potensi unggulan yang telah dikembangkan seperti Coklat Kobar, Garam serta Pariwisata dengan destinasi unggulan yang terus dikembangkan untuk mendukung Pariwisata sebagai ring of beauty, serta mendukung Pariwisata sebagai leading sector pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Inilah sinergitas yang kuat antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang harus dikokohkan dan terus dikembangkan guna mewujudkan masyarakat NTT yang sejahtera”, ungkap Politisi Partai Nasdem tersebut.

Dalam talk show tersebut juga, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus Aju Bupu juga menyatakan siap mendukung dari sisi politik anggaran terhadap berbagai program kerjaan kegiatan sinergitas antara  Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. “Sepanjang untuk kesejahteraan masyarakat, maka legislatif sebagai representasi masyarakat Nagekeo, tetap mendukung melalui fungsi penganggaran dan pengawasan agar kerja kita semua sebagai mitra benar-benar bisa memenuhi kesejahteraan dan kemakmuaran masyarakat yang kita layani,” tegas Politisi Partai PDI Perjuangan tersebut.

Dalam sesi interaksi dengan peserta talk show yang hadir langsung, salah satu Tokoh Pendidikan Nagekeo, Amandus Embo, menanyakan tentang Sekolah Kejuruan atau SMK. Dan dijelaskan oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas Lana, bahwa untuk jenjang pendidikan SMK sudah ada tambahan satu tahun lagi dalam pendidikan. “Setelah tiga tahun belajar di bangku pendidikan SMK, maka sudah ada putusan bahwa setiap siswa SMK harus belajar setahun lagi, untuk peningkatan kompetensi keterampilan sehingga bisa terserap dengan cepat pada lapangan kerja. Setelah itu barulah siswa SMK berhak untuk mengambil ijasah SMK dan Sertifikat Kompetensi”, jelas Mantan Asisten Adminstrasi Umum Sekda Provinsi NTT tersebut.  Kosmas juga menambahkan bahwa masalah  human trafficking hampir tidak ada lagi di NTT. Bupati Nagekeo dalam menjawab pertanyaan dari drg. Martha Lamanepa yang hadir mewakili tokoh perempuan, menanyakan tentang Penanganan Sampah di Kabupaten Nagekeo, mengajak para aktivis peduli lingkungan, khususnya yang peduli tentang penanganan sampah untuk bersama sama Pemerintah Kabupaten Nagekeo menggandeng seluruh elemen masyarakat Nagekeo, untuk dapat memproduksi sampah organik agar bisa menjadi pupuk kompas.

Disela–sela diskusi talk show tersebut, Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Ngada, Kosmas Lana menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo harus benar-benar serius menyiapkan lahan seluas-luasnya untuk mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dengan pendampingan dari provinsi, karena program TJPS ini sangat penting untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat petani/peternak di NTT, termasuk yang ada di Kabupaten Nagekeo. “Saya berpesan bahwa peran Pemerintah Provinsi NTT ada dua dilihat dari tugas dan fungsinya, yaitu memfasilitasi semua jenis-jenis usaha di seluruh wilayah NTT, dan bersama seluruh Bupati untuk bangun satu komitmen agar usaha tersebut jangan bersifat glondongan,  tetapi terapkan satu teknologi untuk semua usaha,” tambah Salah Satu Penggagas berdirinya Kabupaten Nagekeo tersebut.

Turut hadir sebagai peserta dalam talk show selama 90 menit tersebut diantaranya : Romo Onay Deru dan Perwakilan Tokoh Masyarakat adalah Mbulang Lukas dan Fransiskus  Meze.

Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 50

Launching Beras Natural Mbay, Bupati Don Produk Beras Mbay harus Diperkenalkan Kepada Dunia (1) copy

Launching Beras Natural Mbay, Bupati Don: Produk Beras Mbay harus Diperkenalkan Kepada Dunia

Berita OPD

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertepatan dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengajak masyarakat Nagekeo untuk bersama memperkenalkan produk Beras Natural Mbay kepada dunia. Hal tersebut disampaikan Bupati Don saat memberi sambutan acara Soft Launching Beras Mbay, yang bertempat di Aula Setda Nagekeo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kamis, (28/10/2021).

Sebelumnya, dilaksanakan upacara apel bersama memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021 tingkat Kabupaten Nagekeo, yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Nagekeo.

“Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu bisa tercapai dan kita bisa melakukan Soft Launching Beras Mbay ini. Muda-mudahan di Hari Ulang Tahun Nagekeo di tanggal 8 Desember yang akan datang, kita akan melakukan Launching yang lebih luas. Tidak hanya produk Beras, tetapi semua produk-produk lain yang kita hasilkan dari bumi Nagekeo ini” kata Bupati Don.

Produk ini disiapkan ini, kata Bupati Don untuk memenuhi ketersediaan pangan beras, guna mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan akses pasar untuk produk dalam negeri.

Ia berharap produk yang dihasilkan dapat diterima di dunia. Dikatakannya, untuk tetap mempertahankan status Sawah Mbay sebagai lumbung padi itu, maka diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak terhadap sektor pertanian. Sebab, cukup banyak faktor yang mempengaruhi upaya mempertahankan status sawah Mbay sebagai lumbung padi, ujarnya.

Bupati Don juga mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama memperkenalkan  kepada dunia agar produk yang dihasilkan bisa masuk pada pasar nasional maupun dunia.

“Sekali lagi, saya mewakili masyarakat Nagekeo yang tinggal di Kabupaten Nagekeo ini, mengharapkan partisipasi warga masyarakat Nagekeo Dispora, untuk membantu warga masyarakat Nagekeo agar produk-produk yang kita hasilkan ini, bisa diterima di pasar Indonesia dan pasar dunia.

Berlaku sebagai Narasumber pada acara Talk Show Launching Beras Mbay, Kepala Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo, Gu Herman Petrus menjelaskan  bahwa, Dinas Pangan Daerah Nagekeo mempunyai tugas diantaranya mengawasi pangan segar di Kabupaten Nagekeo.

“Salah satunya beras Mbay ini. Secara lugas dan konsekuen kita telah memperhatikan dan mengawasi seluruh produk pangan, termasuk bahan-bahan dan sayuran, serta produk lain yang siap santap”, jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pangan Daerah, Herman menambahkan untuk beras Mbay, Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo telah melakukan pengawasan mulai dari proses pasca pengeringan dan pasca panen.

“Dimana kita mulai dengan pengeringan, penggilingan, pengepakan, dan pengangkutan. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah sanitasi saat proses pelaksanaan pasca panen. Lingkungan harus benar-benar bersih dan kesehatan para konsumen dapat terjamin dengan baik”.

Menurutnya, Beras Mbay yang diberi nama Beras Natural Mbay tersebut telah diberi nomor registrasi dan layak untuk di pasarkan di mana saja, pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Oliva Monika Mogi juga mengungkapkan, penggerak utama daerah Kabupaten Nagekeo salah satunya Pertanian dan Pariwisata.

“Dalam mewujudkan masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat, irigasi Mbay merupakan salah satu irigasi teknis terbesar di NTT.

Oliva berharap, pentingnya dalam meningkatkan infrastuktur seperti jalan tani, memperbaiki jaringan irigasi, pintu air dan pos pembagian air guna meningkatkan produksi serta sumber daya petani dan penyuluh.

Kasmirus Dhoi Plt. Kepala Bappelitbangda Nagekeo pada kesempatan bermakna juga mengatakan, produk Beras Mbay harus masuk pada pasar-pasar besar.

“Hambatan terbesar yang telah dilakukan saat masuk pasar besar, salah satunya standarisasi, mulai dari kemasan dan uji kesehatan. Produk tidak hanya menjaga kuantitas, tetapi meningkatkan kualitas, khususnya beras Mbay ini”.

Project Development PT. Pandawa Agri Indonesia, Faris N. Nurmianto pada kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Pemda Nagekeo, yang telah memberikan ruang kepada PT. PAI dalam menjajaki dan melihat bumi Nagekeo.

“Kami dari PAI sangat terpukau melihat Mbay ini. Dan irigasi Mbay ini memiliki irigasi teknis yang sangat luar biasa. Dan selama 3 bulan kami banyak mempelajari tentang Mbay. Selain itu, kami menjajaki dan melihat peluang serta permasalah yang dihadapi oleh Petani. Di situ Pandawa memberi informasi  dan membuka informasi kepada Petani.

Faris berharap dengan semangat kerja timnya, mampu memberikan semangat baru dan pengetahuan yang luas akan teknologi kepada Petani Mbay.

“Oleh karena itu Pandawa Agri Indonesia berharap agar inovasi dan produk kami dapat terus meningkatkan keamanan dan sustainability dari industri pertanian. Pandawa Agri Indonesia juga berkomitmen untuk terus membantu sektor pertanian nasional dengan mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan menghasilkan produk yang aman bagi pengguna dan menciptakan efisiensi biaya” terangnya.

Reporter : Oktavianus Dhalu

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 76

Pembangunan Pagar RSD Aeramo (5)

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertahun-tahun  para pengunjung  maupun para nakes sendiri merasa tidak nyaman karena masuknya ternak  ke dalam kompleks Rumah Sakit Daerah Aeramo Kabupaten Nagekeo. Sebenarnya sekedar untuk mengamankan area inti,  pihak rumah sakit sudah berupaya membangun pagar   kawat  dengan tiang kayu seadanya,  tanpa buru-buru menyalahkan budaya beternak yang memang sejak lama telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. 

Akan tetapi,  Direktur RSD. Aeramo, drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev  mengatakan bahwa  selalu  ada saja kambing atau sapi yang lolos ke dalam kompleks fasilitas publik itu, sehingga  tetap saja membuat tidak nyaman,  karena tidak efektif. Menurutnya, pilihan ternyaman adalah pagar tembok yang mencakup seluruh areal seluas lebih dari 9.5 hektare itu.

Ia menyatakan   bahwa masyarakat Nagekeo patut bersyukur bahwa hari Jumat, 10  September 2021, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do,  bersama Tokoh Adat Nataia Patrisius Seo, disaksikan  Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu Dore, serta pihak-pihak terkait lainnya, melangsungkan acara peletakan batu pertama, pertanda Pembangunan Pagar RSD. Aeramo resmi dimulai.

Sempat tertunda dari Tahun 2020, akhirnya  pagar RSD. Aeramo mulai dikerjakan. Selain  membuat para pasien, pengunjung maupun tenaga kesehatan menjadi lebih nyaman,   menurut dr. Emirentiana, pagar  bermanfaat   sebagai pengaman aset  dan isinya secara fisik dalam rangka peningkatan pelayanan.

“Sekaligus kita ingin lakukan pengamanan aset, dan ini akan semakin memantapkan langkah peningkatan pelayanan  di bidang kesehatan yang  digencarkan selama ini, “imbuhnya.

Dokter yang merangkap sebagai Plt. Kadis Kesehatan ini juga menambahkan  bahwa   pagar sangat dibutuhkan agar  segala aktivitas operasional pelayanan, baik teknis maupun nonteknis  dapat berjalan lebih baik demi kenyamanan pasien dan petugas sendiri.

Ia kemudian membeberkan bahwa Faskes yang dipimpinnya mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada tanggal  16 Desember 2020, RSD. Aeramo  mengantongi surat Keputusan Bupati Nagekeo tentang  peningkatan status ke rumah sakit Tipe  C, setelah melewati visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI). Sebagai kelanjutannya, saat ini   struktur organisasi dan percepatan status Badan Layanan Umum Daerah sedang dalam penggodokan final.

Sementara  selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Florentina Bupu, ST. MT, memastikan bahwa bangunan berkonstruksi pasangan batu gunung tersebut akan rampung  pada Desember  2021.

“Apapun tantangannya, kami berjuang supaya masyarakat segera  merasakan manfaatnya secara penuh pada tahun ini juga, karena memang  bapa-mama, sama saudara, kaka-ade kita baik di dalam maupun luar Nagekeo sudah lama merindukannya” tekad ASN kelahiran  Ngada tersebut.

Wanita yang biasa disapa In itu menyatakan bahwa  di lapangan galian pondasi telah selesai, dan  langsung diikuti dengan pembuatan  profile maupun pengecoran. Agar berjalan lancar dan kondusif, dia sangat mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah sendiri.  Diinformasikannya juga bahwa pelaksanaan pekerjaan  juga sedang diawasi secara langsung oleh Inspektorat, baik dari sisi fisik maupun administratif.

Berkaitan dengan pendanaan,  Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah Yuliana Tolo, SE,M.Si., mengatakan bahwa anggaran untuk paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah Tambahan (DID Tambahan) sebagai apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut dimungkinkan oleh karena Pemda Nagekeo  dinilai baik dalam penanganan pandemi berdasarkan beberapa kriteria.

“Waktu itu, sebanyak dua kali  Pemerintah Kabupaten Nagekeo diberi alokasi dengan total  lebih dari Rp.23 Miliar  yang habis terbagi untuk berbagai kebutuhan di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi” ujarnya.

Ia  menerangkan bahwa DID Tambahan  Tahap I  bagi Kabupaten Nagekeo dialokasikan sebesar Rp.14,9 Miliar dan hampir 50% untuk Rumah Sakit.  Dan ia melanjutkan bahwa  Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang dinahkodai oleh  Sekda Nagekeo Drs.  Lukas Mere dengan persetujuan  Bupati, menganggarkan dari alokasi tersebut   untuk  pagar rumah sakit sebesar Rp. 3.4 Miliar.

Di samping itu, Ia mengungkapkan bahwa dari sumber dana yang sama,   saat ini  manajemen rumah sakit juga sedang membenahi instalasi listrik yang sebelumnya dilaporkan  telah memicu berbagai gangguan serius dalam pelayanan rumah sakit.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 71

Institut Nasional Flores (1)

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja berkesempatan untuk membawakan materi kuliah umum kepada peserta PKKBM Institut Nasional Flores. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus INF yang bertempat di aula SMK Stela Maris Maropokot Kecamatan Aesesa (Rabu, 08 September 2021).

Direktur Institut Nasional Flores Yohanes Fredyanus Kasi, S.Si, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui Wakil Bupati Nagekeo yang telah  memberi motivasi dan semangat kepada Civitas Akademika INF secara khusus kepada para peserta PKKBM.

“Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo demi keberlanjutan INF kedepan”.

Kepada Wakil Bupati Nagekeo disebutkan bahwa secara keseluruhan total mahasiswa INF sebanyak 93 orang yang terdaftar. Ikut PKKBM sebanyak 70 orang sedangkan 20 orang tidak bisa  mengikuti kegiatan tersebut dan nanti akan ikut di tahun berikutnya. Dan ke-20 orang tersebut tetap mengikuti perkuliahan sebagimana mestinya.

Institut Nasional Flores  menghadirkan 3( tiga) Program Studi yakni Ilmu Perikanan (S1), Ilmu Pertanian (S1), Ilmu Peternakan (S1) dengan penerapan kurikulum pembelajaran 40 % teori, 60% praktikum.

Selain itu juga INF menyelenggarakan  perkuliahan dengan konsep berwirausaha (entrepreneurship) yang di dukung dengan ketersediaan tenaga pendidik (Dosen) yang miliki pengalaman dan kualifikasi sesuai dengan program studi yang di tawarkan. Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemda Kabupaten Nagekeo.

PKKBM dilaksanakan sejak tanggal 8 s/& 11 September 2021 dengan mengusung tema “Merdeka Belajar, Mahasiswa Berkarakter Inofatif, dan Berjiwa Entrepreneur”.

INF berada dibawah Yayasan Flores Mentari dan Kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Apevindo, Charoen Pokhpand  serta Mitra Sinar Jaya.

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa dapat mengkritisi  setiap informasi yang diperoleh.

“Saya disodori materi bagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam bidang pertanian. Saya sungguh  mengharapkan mahasiswa nanti dapat mengkritisi ini, data-data yang akan saya tampilkan, saya membuka diri untuk mendapatkan masukan dan kritikan.

Saya tidak merasa adik – adik barusan tamat dari SMA. Tapi bagi saya adik-adik sudah punya kemampuan untuk menganalisa setiap informasi yang disampaikan oleh siapapun. Perkembangan pemikiran manusia yang semakin kritis mendukung situasi perkembangan zaman”.

Dalam kesempatan tersebut, Materi Kuliah Umum yang disampaikan oleh Wakil Bupati Nagekeo adalah tentang  Potensi Pertanian Kabupaten Nagekeo dan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian.

Menanggapi pertanyaan Remon salah satu mahasiswa dari Prodi Perikanan tentang bagaimana keberpihakan Pemda Nagekeo terhadap keberadaan Perguruan Tinggi Swasta di Nagekeo, Wabup Marianus katakan bahwa kami mendukung penuh buktinya kami datang hari ini.

“Hari ini saya hadir untuk mendukung sepenuhnya agar Institut Nasional Flores ini benar-benar bisa bermanfaat baik bagi Kabupaten Nagekeo maupun Provinsi NTT. Info yang saya dapat bahwa mahasiswa ada yang berasal dari luar Nagekeo. Sebagai Wakil Bupati Nagekeo saya menyampaikan terima kasih, selamat dating, semoga Nagekeo sungguh nyaman bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, menurut beliau bertumbuhnya Perguruan Tinggi di Nagekeo menunjukan geliat pertumbuhan itu ada, semakin banyak kampus dinamikanya itu semakin tinggi.

“Bagi saya SDM sangat penting. Pendidikan itu mempertemukan kita dengan Tuhan. Berharap anak anak memiliki karakter yang kuat. Pendidik mendampingi mahasiswa membentuk manusia kedepannya supaya bisa mengelola tata kelola negara dengan baik ketika kedepannya kita sudah tidak berdaya lagi”.

Terkait konsep Bela Beli Nagekeo Wabup Marianus katakan bahwa kita berupaya agar hasil kerja kita bisa laku dijual.

“Pendampingan kita kepada petani  dilakukan secara serius. Kita juga berjuang bagaimana supaya hasil itu kita beli sendiri terutama holtikultura. Kalau komoditi perkebunan kita memberi peluang agar bisa mengantar pulaukan hasil komoditi dengan  kesiapan infrastruktur yang memadai.

Kedua, yang kita hasilkan bisa dibeli oleh masyarakat kita terutama para ASN. Bagi kami pasar yang paling baik itu para ASN karena mereka tidak memiliki kebun dan kebun mereka ada dipasar.

Kita juga menyadarkan semua yg mengupayakan itu harus mulai menggunakan pupuk an-organik, supaya dikonsumsi itu sehat termasuk ikan yg dibeli.

Wabup berpesan kepada para peserta PKKBM agar tetap tekun pada arah tujuan dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama- sama.

“Saya minta tolong tekun pada arah tujuan kita, sedehana, teliti dan tulus ikhlas. Sy mengajak semua anak anak ketika kita dihadapkan dengan persoalan kita punya semangat yang sama untuk selesaikan soal secara bersama sama”.

Hadir pada giat tersebut dari Yayasan Flores Mentari (YFM) Benisius Pao, SS. M.Pd, Yoseph Fernandes Amekae, SE, Kristoforus Meo,SS, Rektor INF Yohanes F.Kasi, S.Si, M.Pd, para Dosen, Pegawai dan tokoh masyarakat setempat.

 

Protkompim

(Merry/ Tim HMS NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 68

Nagekeo (4)

Bupati Don Beri Bantuan Hibah 50 Juta untuk Dua Masjid di Kecamatan Mauponggo

Bupati Don Beri Bantuan Hibah 50 Juta untuk Dua Masjid di Kecamatan Mauponggo

Mbay, nagekeokab.go.id -Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, menyerahkan Bantuan Hibah masing-masing sebesar 50 Juta Rupiah, untuk dua Masjid di Kecamatan Mauponggo. Kamis (9/9/2021).

Dua Masjid tersebut yakni, Masjid Al Jihad Ma’u bajo, Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo, dan Masjid Nurul Ittihad Ma’u Keo.

Bupati Don pada kesempatan tersebut didampingi Camat Mauponggo, Leonardus Loda meminta agar rumah ibadah atau rumah suci digunakan sebagai tempat untuk menyiarkan kesejukan dan kedamaian.

“Pesan yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, bukan jumlah uang yang dibawakan, tetapi bagaimana kita mampu menopang keyakinan antar umat beragama” ujar Bupati Don.

Lebih lanjut Bupati Don mengajak, agar umat di Kecamatan Mauponggo dapat menggunakan sarana ibadah untuk berbuat kebaikan. Bupati Don juga berharap agar umat beragama tetap menjalin kerukunan serta tetap menjalin hubungan yang baik antar sesama umat yang berbeda agama.

Sementara itu pengurus Masjid Al Jihad Ma’u Bajo Muhamad Iki Jalil, menyampaikan rasa terima kasih yang berlimpah kepada Bupati Nagekeo yang telah membantu umat muslim di Ma’u Bajo.

Menurutnya, bantuan yang diberikan Bupati merupakan bantuan ke dua yang akan digunakan untuk membangun sarana dan fasilitas Masjid yang sudah mulai rusak itu.

Penandatanganan berita acara Bupati dan pengurus Masjid, disaksikan Camat Mauponggo, Kapolsek Mauponggo dan Koramil TNI AD.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 95

Ruas Jalan diperbaiki

Ruas Jalan Sawu – Mulakoli di Kecamatan Mauponggo Mulai Diperbaiki

Ruas Jalan Sawu – Mulakoli di Kecamatan Mauponggo Mulai Diperbaiki

Mbay, nagekeokab.go.id  Kecamatan Mauponggo dapat disebut sebagai ‘surga’ komoditi perkebunan di Kabupaten Nagekeo. Cengkeh, pala, kakao, kemiri, vanili, salak, rambutan, durian, merica dan lainnya menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat beberapa desa yang mengitari lereng gunung Ebulobo nan subur.

Melintas di wilayah ini, di sisi lain, sekaligus juga menjadi kesempatan untuk menikmati panorama alam pegunungan dan horizon Laut Sawu yang memanjakan mata. Keindahannya disempurnakan oleh hawa segar yang menyeruak dari balik dedaunan berbalut kabut tipis. Namun demikian, keadaan topografis dan kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri baik bagi Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah dalam menyiapkan infrastruktur jalan dan jembatan yang layak.

Salah satu ruas jalan yang mendesak untuk ditangani adalah Sawu – Mulakoli yang merupakan akses strategis dari dan menuju Ibukota Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Boawae. Jalan kabupaten ini membelah perkebunan dan jejeran rumah-rumah permanen berbenteng tembok penyokong tinggi dan kokoh dari warga Desa Sawu, Lodaolo dan Woloede.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo, pelan namun pasti, terus melakukan peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala Bidang Bina Marga, Fransiskus P. Jogo Dajo, ST.MT, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket pekerjaan tersebut, pada hari Kamis (9 September 2021), menjelaskan bahwa dengan pengetatan anggaran di masa pandemi saat ini, penanganan dilakukan secara bijak dan optimal pada segmen-segmen prioritas dan kritis.

“Sebelumnya di Tahun 2019 kita alokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1 M, kemudian tahun lalu 2020 terhenti, apalagi waktu iti pandemi covid baru merebak dan di tahun 2021 ini dilanjutkan pagu anggaran 2 Miliar, “beber kabid yang sehari-hari dipanggil Fancy tersebut.

Khusus tahun ini, lanjutnya, tidak langsung dibuat dengan konstruksi rabat atau lapen (lapisan penetrasi), tetapi terlebih dahulu dilakukan pelebaran hingga kurang lebih 8 m, penurunan permukaan, pembangunan saluran maupun tembok penyokong serta plat deker.

“Ini penting untuk peluang akses Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun-tahun mendatang, mengingat intervensi dari sumber tersebut hanya untuk ruas yang sudah siap ditingkatkan dengan lapen atau hotmix, bukan untuk pembukaan, pelebaran atau bangunan pelengkap, “terangnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anselmus Mere, SE pada kesempatan yang sama juga membenarkan hal itu. Ia juga mengisahkan betapa warga terdampak sangat antusias menyambut pekerjaan tersebut ketika mulai berjalan.

“Masyarakat di bawah sangat antusias, mereka tidak keberatan jika harus mengganggu tembok penyokong di halaman rumahnya, demikian pula lahan dan komoditi. Mereka rela, asal pengguna jalan semakin nyaman dan lancar, “terangnya.

Sekdin Ansel juga menerangkan, masih ada beberapa ruas jalan potensial di Kecamatan Mauponggo yang membutuhkan perhatian serius. Di antaranya seperti ruas Jalan Kotakeo – Pusu – Ua yang sempat dikeluhkan oleh seorang warga Desa Selalejo, Yosep Reo, pada rekaman video aspirasi terbuka via media sosial yang sempat sampai ke tangannya.

Ia menambahkan bahwa Pemda Nagekeo saat ini terus mengoptimalkan sumberdaya yang tersedia untuk secara bertahap menyelesaikan persoalan. Salah satunya adalah dengan pengadaan alat berat milik pemerintah daerah seperti excavator dan bulldozer yang terbukti bisa memungkinkan adanya penanganan yang jauh lebih efisien, cepat dan efektif melalui swakelola oleh dinas sendiri.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 512