Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe Kab. Nagekeo (3)

Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe

Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Nagerawe, Kamis, (23/9/2021) di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Peresmian tersebut, ditandai dengan pengguntingan Pita, pembukaan tirai nama dan sekaligus penyerahan SK (Surat Keputusan) oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Bupati Don dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyambut baik perubahan status dari TK Satap Tunas Muda Nagerawe menjadi TK Negeri Nagerawe di Kecamatan Boawae ini.

Ia meyakini, lembaga pendidikan tersebut mampu melahirkan generasi yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo.

“Saya yakin dari lembaga pendidikan ini akan lahir generasi yang kedepannya mampu membawa kemajuan dan kesejehateraan bagi masyarakat” ujarnya.

Bupati Don menegaskan agar anak mendapatkan mutu dan pengetahuan yang baik, lebih khusus anak perempuan saat memasuki usia remaja.

“Pada saat ia lahir dari kandungan ibunya ia telah mengekspresikan dirinya dalam bentuk tangis atau gerakan-gerakan tertentu. Tangis atau gerakan yang tanpa latihan itu menggambarkan bahwa anak sejak lahir telah memiliki potensi untuk berkembang. Kita perhatikan anak perempuan kita, bahwa anak perempuan yang memasuki masa haid. Orang tua perlu memperhatikan tumbuh kembang anak dan gizi anak, sejak 1000 Hari pertama lahir di kehidupan ini. Jadi Pertumbuhan mereka harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah”.

Bupati Don menambahkan, dalam mendukung Paud ini, kita mengundang lembaga lain untuk bersama-sama membangun Paud.

Lebih lanjut, Bupati Don juga mengingatkan, literasi numerasi ini menjadi penting agar kita dapat memahami dunia yang penuh angka dan data. Selain itu agar kita dapat berpikir rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dalam berbagai konteks.

“Agar literasi dasar anak mulai dari usia dini. Kelas 1, 2 dan 3 menggunakan bahasa pengantar yaitu bahasa daerah. Anak harus tau suku kata, guru kelas awal perlu melakukan pendampingan untuk anak-anak agar anak bisa belajar dan membaca dengan baik. Anak harus membaca buka minimal setahun 52 buku yang harus dibacakan anak. Pastikan kelas awal literasi anak selesai.

Ketua Panitia Kegiatan Peresmian TK Negeri Nagerawe, Severinus Meo dalam sambutan menjelaskan dengan bertambahnya TK Negeri maka Kabupaten Nagekeo yang saat ini telah memiliki 27 akses berbagai program pemerintah khususnya akses sarana prasarana, bantuan guru ASN, maupun bantuan keuangan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Secara umum bantuan pemerintah pusat yang diakses oleh satuan pendidikan negeri maupun swasta baru terbatas adanya Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dengan jumlah dana dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ditampung di kali Rp.600.000”.

Severinus menjelaskan, TK Nagerawe sendiri didirikan pada tahun 2007 di Desa Nagerawe, sebelumnya dengan nama TK Satap Tunas Muda Nagerawe.

“TK Nagerawe didirikan pada tahun 2007. Jumlah siswa saat ini sebanyak 42 orang, jumlah guru sebanyak 2 (Dua) orang. Untuk biaya operasional lembaga bersumber dari Dana Desa, Dana BOP dan Komite.

Berdasarkan SK Bupati Nagekeo Nomor: 325/KEP/HK/2021 tanggal 10 Agustus 2021 didefinitifkan dengan nama TK Negeri Nagerawe dan mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah TK Negeri Nagerawe sesuai SK Bupati Nagekeo Nomor: 824/BK-DIKLAT/M/1082/9/2021 Tanggal 8 September 2021 an.Marsel Nebeng, S.Pd. SD. dari sekolah induk SDI Rawe.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 45

Pembangunan Pagar RSD Aeramo (5)

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertahun-tahun  para pengunjung  maupun para nakes sendiri merasa tidak nyaman karena masuknya ternak  ke dalam kompleks Rumah Sakit Daerah Aeramo Kabupaten Nagekeo. Sebenarnya sekedar untuk mengamankan area inti,  pihak rumah sakit sudah berupaya membangun pagar   kawat  dengan tiang kayu seadanya,  tanpa buru-buru menyalahkan budaya beternak yang memang sejak lama telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. 

Akan tetapi,  Direktur RSD. Aeramo, drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev  mengatakan bahwa  selalu  ada saja kambing atau sapi yang lolos ke dalam kompleks fasilitas publik itu, sehingga  tetap saja membuat tidak nyaman,  karena tidak efektif. Menurutnya, pilihan ternyaman adalah pagar tembok yang mencakup seluruh areal seluas lebih dari 9.5 hektare itu.

Ia menyatakan   bahwa masyarakat Nagekeo patut bersyukur bahwa hari Jumat, 10  September 2021, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do,  bersama Tokoh Adat Nataia Patrisius Seo, disaksikan  Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu Dore, serta pihak-pihak terkait lainnya, melangsungkan acara peletakan batu pertama, pertanda Pembangunan Pagar RSD. Aeramo resmi dimulai.

Sempat tertunda dari Tahun 2020, akhirnya  pagar RSD. Aeramo mulai dikerjakan. Selain  membuat para pasien, pengunjung maupun tenaga kesehatan menjadi lebih nyaman,   menurut dr. Emirentiana, pagar  bermanfaat   sebagai pengaman aset  dan isinya secara fisik dalam rangka peningkatan pelayanan.

“Sekaligus kita ingin lakukan pengamanan aset, dan ini akan semakin memantapkan langkah peningkatan pelayanan  di bidang kesehatan yang  digencarkan selama ini, “imbuhnya.

Dokter yang merangkap sebagai Plt. Kadis Kesehatan ini juga menambahkan  bahwa   pagar sangat dibutuhkan agar  segala aktivitas operasional pelayanan, baik teknis maupun nonteknis  dapat berjalan lebih baik demi kenyamanan pasien dan petugas sendiri.

Ia kemudian membeberkan bahwa Faskes yang dipimpinnya mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada tanggal  16 Desember 2020, RSD. Aeramo  mengantongi surat Keputusan Bupati Nagekeo tentang  peningkatan status ke rumah sakit Tipe  C, setelah melewati visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI). Sebagai kelanjutannya, saat ini   struktur organisasi dan percepatan status Badan Layanan Umum Daerah sedang dalam penggodokan final.

Sementara  selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Florentina Bupu, ST. MT, memastikan bahwa bangunan berkonstruksi pasangan batu gunung tersebut akan rampung  pada Desember  2021.

“Apapun tantangannya, kami berjuang supaya masyarakat segera  merasakan manfaatnya secara penuh pada tahun ini juga, karena memang  bapa-mama, sama saudara, kaka-ade kita baik di dalam maupun luar Nagekeo sudah lama merindukannya” tekad ASN kelahiran  Ngada tersebut.

Wanita yang biasa disapa In itu menyatakan bahwa  di lapangan galian pondasi telah selesai, dan  langsung diikuti dengan pembuatan  profile maupun pengecoran. Agar berjalan lancar dan kondusif, dia sangat mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah sendiri.  Diinformasikannya juga bahwa pelaksanaan pekerjaan  juga sedang diawasi secara langsung oleh Inspektorat, baik dari sisi fisik maupun administratif.

Berkaitan dengan pendanaan,  Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah Yuliana Tolo, SE,M.Si., mengatakan bahwa anggaran untuk paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah Tambahan (DID Tambahan) sebagai apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut dimungkinkan oleh karena Pemda Nagekeo  dinilai baik dalam penanganan pandemi berdasarkan beberapa kriteria.

“Waktu itu, sebanyak dua kali  Pemerintah Kabupaten Nagekeo diberi alokasi dengan total  lebih dari Rp.23 Miliar  yang habis terbagi untuk berbagai kebutuhan di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi” ujarnya.

Ia  menerangkan bahwa DID Tambahan  Tahap I  bagi Kabupaten Nagekeo dialokasikan sebesar Rp.14,9 Miliar dan hampir 50% untuk Rumah Sakit.  Dan ia melanjutkan bahwa  Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang dinahkodai oleh  Sekda Nagekeo Drs.  Lukas Mere dengan persetujuan  Bupati, menganggarkan dari alokasi tersebut   untuk  pagar rumah sakit sebesar Rp. 3.4 Miliar.

Di samping itu, Ia mengungkapkan bahwa dari sumber dana yang sama,   saat ini  manajemen rumah sakit juga sedang membenahi instalasi listrik yang sebelumnya dilaporkan  telah memicu berbagai gangguan serius dalam pelayanan rumah sakit.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 24

Institut Nasional Flores (1)

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Nasional Flores Tahun Akademik 2021/2022

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja berkesempatan untuk membawakan materi kuliah umum kepada peserta PKKBM Institut Nasional Flores. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus INF yang bertempat di aula SMK Stela Maris Maropokot Kecamatan Aesesa (Rabu, 08 September 2021).

Direktur Institut Nasional Flores Yohanes Fredyanus Kasi, S.Si, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui Wakil Bupati Nagekeo yang telah  memberi motivasi dan semangat kepada Civitas Akademika INF secara khusus kepada para peserta PKKBM.

“Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo demi keberlanjutan INF kedepan”.

Kepada Wakil Bupati Nagekeo disebutkan bahwa secara keseluruhan total mahasiswa INF sebanyak 93 orang yang terdaftar. Ikut PKKBM sebanyak 70 orang sedangkan 20 orang tidak bisa  mengikuti kegiatan tersebut dan nanti akan ikut di tahun berikutnya. Dan ke-20 orang tersebut tetap mengikuti perkuliahan sebagimana mestinya.

Institut Nasional Flores  menghadirkan 3( tiga) Program Studi yakni Ilmu Perikanan (S1), Ilmu Pertanian (S1), Ilmu Peternakan (S1) dengan penerapan kurikulum pembelajaran 40 % teori, 60% praktikum.

Selain itu juga INF menyelenggarakan  perkuliahan dengan konsep berwirausaha (entrepreneurship) yang di dukung dengan ketersediaan tenaga pendidik (Dosen) yang miliki pengalaman dan kualifikasi sesuai dengan program studi yang di tawarkan. Kami mohon dukungan yang sebesar besarnya dari Pemda Kabupaten Nagekeo.

PKKBM dilaksanakan sejak tanggal 8 s/& 11 September 2021 dengan mengusung tema “Merdeka Belajar, Mahasiswa Berkarakter Inofatif, dan Berjiwa Entrepreneur”.

INF berada dibawah Yayasan Flores Mentari dan Kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Apevindo, Charoen Pokhpand  serta Mitra Sinar Jaya.

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa dapat mengkritisi  setiap informasi yang diperoleh.

“Saya disodori materi bagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam bidang pertanian. Saya sungguh  mengharapkan mahasiswa nanti dapat mengkritisi ini, data-data yang akan saya tampilkan, saya membuka diri untuk mendapatkan masukan dan kritikan.

Saya tidak merasa adik – adik barusan tamat dari SMA. Tapi bagi saya adik-adik sudah punya kemampuan untuk menganalisa setiap informasi yang disampaikan oleh siapapun. Perkembangan pemikiran manusia yang semakin kritis mendukung situasi perkembangan zaman”.

Dalam kesempatan tersebut, Materi Kuliah Umum yang disampaikan oleh Wakil Bupati Nagekeo adalah tentang  Potensi Pertanian Kabupaten Nagekeo dan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian.

Menanggapi pertanyaan Remon salah satu mahasiswa dari Prodi Perikanan tentang bagaimana keberpihakan Pemda Nagekeo terhadap keberadaan Perguruan Tinggi Swasta di Nagekeo, Wabup Marianus katakan bahwa kami mendukung penuh buktinya kami datang hari ini.

“Hari ini saya hadir untuk mendukung sepenuhnya agar Institut Nasional Flores ini benar-benar bisa bermanfaat baik bagi Kabupaten Nagekeo maupun Provinsi NTT. Info yang saya dapat bahwa mahasiswa ada yang berasal dari luar Nagekeo. Sebagai Wakil Bupati Nagekeo saya menyampaikan terima kasih, selamat dating, semoga Nagekeo sungguh nyaman bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, menurut beliau bertumbuhnya Perguruan Tinggi di Nagekeo menunjukan geliat pertumbuhan itu ada, semakin banyak kampus dinamikanya itu semakin tinggi.

“Bagi saya SDM sangat penting. Pendidikan itu mempertemukan kita dengan Tuhan. Berharap anak anak memiliki karakter yang kuat. Pendidik mendampingi mahasiswa membentuk manusia kedepannya supaya bisa mengelola tata kelola negara dengan baik ketika kedepannya kita sudah tidak berdaya lagi”.

Terkait konsep Bela Beli Nagekeo Wabup Marianus katakan bahwa kita berupaya agar hasil kerja kita bisa laku dijual.

“Pendampingan kita kepada petani  dilakukan secara serius. Kita juga berjuang bagaimana supaya hasil itu kita beli sendiri terutama holtikultura. Kalau komoditi perkebunan kita memberi peluang agar bisa mengantar pulaukan hasil komoditi dengan  kesiapan infrastruktur yang memadai.

Kedua, yang kita hasilkan bisa dibeli oleh masyarakat kita terutama para ASN. Bagi kami pasar yang paling baik itu para ASN karena mereka tidak memiliki kebun dan kebun mereka ada dipasar.

Kita juga menyadarkan semua yg mengupayakan itu harus mulai menggunakan pupuk an-organik, supaya dikonsumsi itu sehat termasuk ikan yg dibeli.

Wabup berpesan kepada para peserta PKKBM agar tetap tekun pada arah tujuan dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama- sama.

“Saya minta tolong tekun pada arah tujuan kita, sedehana, teliti dan tulus ikhlas. Sy mengajak semua anak anak ketika kita dihadapkan dengan persoalan kita punya semangat yang sama untuk selesaikan soal secara bersama sama”.

Hadir pada giat tersebut dari Yayasan Flores Mentari (YFM) Benisius Pao, SS. M.Pd, Yoseph Fernandes Amekae, SE, Kristoforus Meo,SS, Rektor INF Yohanes F.Kasi, S.Si, M.Pd, para Dosen, Pegawai dan tokoh masyarakat setempat.

 

Protkompim

(Merry/ Tim HMS NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 13

Nagekeo (4)

Bupati Don Beri Bantuan Hibah 50 Juta untuk Dua Masjid di Kecamatan Mauponggo

Bupati Don Beri Bantuan Hibah 50 Juta untuk Dua Masjid di Kecamatan Mauponggo

Mbay, nagekeokab.go.id -Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, menyerahkan Bantuan Hibah masing-masing sebesar 50 Juta Rupiah, untuk dua Masjid di Kecamatan Mauponggo. Kamis (9/9/2021).

Dua Masjid tersebut yakni, Masjid Al Jihad Ma’u bajo, Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo, dan Masjid Nurul Ittihad Ma’u Keo.

Bupati Don pada kesempatan tersebut didampingi Camat Mauponggo, Leonardus Loda meminta agar rumah ibadah atau rumah suci digunakan sebagai tempat untuk menyiarkan kesejukan dan kedamaian.

“Pesan yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, bukan jumlah uang yang dibawakan, tetapi bagaimana kita mampu menopang keyakinan antar umat beragama” ujar Bupati Don.

Lebih lanjut Bupati Don mengajak, agar umat di Kecamatan Mauponggo dapat menggunakan sarana ibadah untuk berbuat kebaikan. Bupati Don juga berharap agar umat beragama tetap menjalin kerukunan serta tetap menjalin hubungan yang baik antar sesama umat yang berbeda agama.

Sementara itu pengurus Masjid Al Jihad Ma’u Bajo Muhamad Iki Jalil, menyampaikan rasa terima kasih yang berlimpah kepada Bupati Nagekeo yang telah membantu umat muslim di Ma’u Bajo.

Menurutnya, bantuan yang diberikan Bupati merupakan bantuan ke dua yang akan digunakan untuk membangun sarana dan fasilitas Masjid yang sudah mulai rusak itu.

Penandatanganan berita acara Bupati dan pengurus Masjid, disaksikan Camat Mauponggo, Kapolsek Mauponggo dan Koramil TNI AD.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 47

Ruas Jalan diperbaiki

Ruas Jalan Sawu – Mulakoli di Kecamatan Mauponggo Mulai Diperbaiki

Ruas Jalan Sawu – Mulakoli di Kecamatan Mauponggo Mulai Diperbaiki

Mbay, nagekeokab.go.id  Kecamatan Mauponggo dapat disebut sebagai ‘surga’ komoditi perkebunan di Kabupaten Nagekeo. Cengkeh, pala, kakao, kemiri, vanili, salak, rambutan, durian, merica dan lainnya menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat beberapa desa yang mengitari lereng gunung Ebulobo nan subur.

Melintas di wilayah ini, di sisi lain, sekaligus juga menjadi kesempatan untuk menikmati panorama alam pegunungan dan horizon Laut Sawu yang memanjakan mata. Keindahannya disempurnakan oleh hawa segar yang menyeruak dari balik dedaunan berbalut kabut tipis. Namun demikian, keadaan topografis dan kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri baik bagi Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah dalam menyiapkan infrastruktur jalan dan jembatan yang layak.

Salah satu ruas jalan yang mendesak untuk ditangani adalah Sawu – Mulakoli yang merupakan akses strategis dari dan menuju Ibukota Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Boawae. Jalan kabupaten ini membelah perkebunan dan jejeran rumah-rumah permanen berbenteng tembok penyokong tinggi dan kokoh dari warga Desa Sawu, Lodaolo dan Woloede.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo, pelan namun pasti, terus melakukan peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala Bidang Bina Marga, Fransiskus P. Jogo Dajo, ST.MT, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket pekerjaan tersebut, pada hari Kamis (9 September 2021), menjelaskan bahwa dengan pengetatan anggaran di masa pandemi saat ini, penanganan dilakukan secara bijak dan optimal pada segmen-segmen prioritas dan kritis.

“Sebelumnya di Tahun 2019 kita alokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1 M, kemudian tahun lalu 2020 terhenti, apalagi waktu iti pandemi covid baru merebak dan di tahun 2021 ini dilanjutkan pagu anggaran 2 Miliar, “beber kabid yang sehari-hari dipanggil Fancy tersebut.

Khusus tahun ini, lanjutnya, tidak langsung dibuat dengan konstruksi rabat atau lapen (lapisan penetrasi), tetapi terlebih dahulu dilakukan pelebaran hingga kurang lebih 8 m, penurunan permukaan, pembangunan saluran maupun tembok penyokong serta plat deker.

“Ini penting untuk peluang akses Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun-tahun mendatang, mengingat intervensi dari sumber tersebut hanya untuk ruas yang sudah siap ditingkatkan dengan lapen atau hotmix, bukan untuk pembukaan, pelebaran atau bangunan pelengkap, “terangnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anselmus Mere, SE pada kesempatan yang sama juga membenarkan hal itu. Ia juga mengisahkan betapa warga terdampak sangat antusias menyambut pekerjaan tersebut ketika mulai berjalan.

“Masyarakat di bawah sangat antusias, mereka tidak keberatan jika harus mengganggu tembok penyokong di halaman rumahnya, demikian pula lahan dan komoditi. Mereka rela, asal pengguna jalan semakin nyaman dan lancar, “terangnya.

Sekdin Ansel juga menerangkan, masih ada beberapa ruas jalan potensial di Kecamatan Mauponggo yang membutuhkan perhatian serius. Di antaranya seperti ruas Jalan Kotakeo – Pusu – Ua yang sempat dikeluhkan oleh seorang warga Desa Selalejo, Yosep Reo, pada rekaman video aspirasi terbuka via media sosial yang sempat sampai ke tangannya.

Ia menambahkan bahwa Pemda Nagekeo saat ini terus mengoptimalkan sumberdaya yang tersedia untuk secara bertahap menyelesaikan persoalan. Salah satunya adalah dengan pengadaan alat berat milik pemerintah daerah seperti excavator dan bulldozer yang terbukti bisa memungkinkan adanya penanganan yang jauh lebih efisien, cepat dan efektif melalui swakelola oleh dinas sendiri.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 430

Keliwatuwea

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja melakukan kunjungan kerja ke SDN Keliwatuwea Desa Keli Kecamatan Keo Tengah

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja melakukan kunjungan kerja ke SDN Keliwatuwea Desa Keli Kecamatan Keo Tengah

Mbay, nagekeokab.go.id –  Senin, 06 September 2021. Setelah menempuh perjalanan dengan jarak kurang lebih 4 KM dari titik star kampung Omboloja dengan waktu tempuh kurang lebih 1, 5 jam Wakil Bupati dan rombongan tiba di SDN Keliwatuwea.

Perjalanan yang lumayan memacu adrenalin karena harus melewati bukit terjal dan extrim, yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki karena memang tidak ada akses jalan untuk kendaraan bermotor.

Setibanya di sekolah setelah menyapa semua yang hadir Wakil Bupati langsung menuju ruang kelas melihat kondisi ruangan.

“Bapak kepala sekolah tiap hari disini atau hanya sekali kali ?” tanya Wabup..

“Hanya sekali-kali ne ko mera reu te (tempat tinggal jauh).” jawab Kepsek.

Kalau hanya sekali-kali ke bhila ba ke (kalau hanya sekali-sekali itu bagaimana), Kita ini Pegawai Negeri, mau tidak mau. Jadi jangan bilang seperti itu. Orang Larantuka saja mau tinggal disini.” ujar Wakil Bupati.

Dihadapan Wabup, Kepala Sekolah SDN Keliwatuwea Lasarus Piru menyampaikan bahwa untuk kondisi bangunan sekolah yang sejak didirikan 1 Agustus 2006 sampai saat ini belum pernah direhab. Banyak plafon jebol, pintu jendela rusak, atap seng bocor sehingga kalau turun hujan tidak bisa dipakai untuk KBM sehingga anak anak bergabung di gedung sebelah yang lebih baik ujar Lasarus.

Terkait hal tersebut Wabup katakan “Ajukan proposal untuk rehab total. Ada pekerjaan yang memang dari segi aturan kita pikirkan benar, boleh tidak kita kerjakan begini, karena soal kondisi”.

Wabup Marianus pada kesempatan tersebut juga menyampaikan beberapa hal terkait tugas dan tanggung jawab terhadap anak didik.

“Guru bukan petani merasa tidak cocok tanam pala, tidak bagus ganti tanam pisang. Untuk petani tidak soal, yang diubah itupun tidak protes. Tetapi Guru itu mendidik anak yang punya otak, untuk berpikir, punya hati untuk merasa senang, gembira, susah. Kita berhadapan dengan anak yang bernafas, punya otak. Sehingga beda Guru dengan petani, guru dengan tukang bangunan. Guru bukan SK (Sore Kasih) atau Tego Logo ( sebutan yg digunakan oleh masyarakat dibagian selatan Nagekeo) bagi mereka yang bekerja dan langsung menerima upah hariannya).

Bekerja baik atau tidak bukan soal, tapi guru bukan demikian. Guru orang yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan negara lewat siswa, sehingga tugas pengabdian guru sangat mulia. Ini tidak sekedar slogan. Saya datang mengajak bapak ibu, sadarlah akan tugas kita. Tugas kita tidak ringan, berat iya. Tetapi sangat mulia bagaimana kita mendidik anak. Saya sudah dua kali kesini. Yang pertama awal Januari 2020, kami lewat Nuamuri. Hari ini lewat Nuasele.

Saya datang melihat bagaimana kondisi yang sesungguhnya. Kita yang orang sini, tapi orang yang bukan orang sini datang mengajar dan mengabdi disini, itu tidak semua orang bisa. Kalaupun ditugaskan tidak semua juga mau.  Saya paham, ine ema tidak perlu omong, saya tahu bapak kepala sekolah lebih banyak hilangnya, saya tahu persis.

Saya mau bapak ibu guru tetap bertahan. Saya minta tolong ini anak kita, saya mau kita sungguh merasa bahwa saya dipercayakan oleh Tuhan hadir bersama siswa. Saya juga merasakan, saya datang bertemu bapak ibu. Kita saling membangkitkan semangat, ketika saya diisni saya tau oh ada orang Larantuka, orang Riung, ada yang asli sini, dan tetap setia disini ini luar biasa. Saya sungguh berharap kepala sekolah meski sudah tidak betah disini tapi saya harap engkau tetap bisa menjalankan tugas dengan sebaik mungkin.

Melihat bapak ibu guru sebagai bagian hidup, kalau bapak pergi dan tinggalkan mereka, akan seperti anak ayam kehilangan induknya. Kalau orang Larantuka saja betah maka orang asli sini tidak betah disini, kan tidak baik. Saya paham bahwa engkau punya keluhan itu saya catat.

Saya minta tolong, ngao keu yai, piru buku miu (dengan penuh kerendahan hati) saya sangat mengharapkan tetap betah disini. Apapun yang kalian buat bagi saya itu rahmat.

Saya sangat yakin Guru Garis Depan punya metode metode khusus, orang pilihan yang mengajar di tempat tempat yang sulit. Mereka sudah diberikan bekal bagaimana punya spirit untuk bisa mengabdi di tempat yang demikian sulit seperti ini.

Bagi saya tidak ada anak yang bodoh hanya bagaimana guru punya kreasi yang begitu banyak supaya memiliki sesuatu. Anak dengan tipe yang ini harus metode yang ini kalau tidak berhasil ganti metode lain. Mengajar harus punya konsep, sehingga guru makin hari harus upaya menambah penguatan kapasitas.

Tujuan sertifikasi salah satunya penguatan kapasitas. Beli laptop yang bagus. Bisa download metode pengajaran yang bisa kita aplikasikan kepada anak anak. Tidak boleh marah, kasar membentak siswa.
Apalagi mengumpat dengan kata kasar, sinis dan sindir. Karena jiwanya akan terganggu. Untuk fisik saya meramalkan seperti itu, saya tertatih-tatih dari bawah. Saya berjuang, ine ema juga berjuang, saya sungguh tahu ine ema sudah berjuang.

Saya minta tolong tetap bertahan jangan sekedar luluskan anak. Tidak boleh drop out karena itu mengganggu target RPJMD kita karena IPM kita untuk pendidikan itu 12 tahun tapi saya minta jangan hanya sampai SMA bila perlu sampai Sarjana. Terimakasih atas perjuanganmu, jangan tinggalkan mereka

Kepada Sekdes Keli diminta buatkan Perdes terkait pelaksanaan jam belajar anak di rumah yaitu jam 7-9 malam. Untuk diketahui SDN Keliwatuwea merupakan SD terakhir yang dikunjungi Wakil Bupati Nagekeo dalam rangka kunjungan kerja nya ke sekolah (SD) radius wilayah Kecamatan Keo Tengah.

Jumlah siswa secara keseluruhan 28 orang masing masing kelas 7 orang, dengan 4 ruang kelas ( Kelas 1, 2, 4, 5) Guru ASN 6 orang (GGD 4 orang angkatan pertama sejak tahun 2017), guru honor 1 orang, operator 1 orang. Bangunan lama sejak tahun 2006 sebanyak 3 rombel. Bangunan baru DAK 2017 sebanyak 2 rombel.

Turut hadir saat giat Kasipem pada Kantor Camat Keo Tengah Martinus Siku, S.Sos, Sekdes Keli Antonius Dodo, Fransiskus Batu Penjabat Kepala Desa Ngera (Staf Kantor Camat Keo Tengah) Kanisius Q.Riwu Penjabat Kepala Desa Wajo (Staf Kantor Camat Keo Tengah) serta beberapa tokoh masyarakat Keliwatuwea. *

**
Protkompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 134

Politeknik St.WIlhelmus Boawae (5)

Bupati Don Buka Kegiatan PKKMB Bagi 69 Mahasiswa Baru di Kampus Poltek St. Wilhelmus Boawae

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do membuka kegiatan PKKMB bagi 69 Mahasiswa/i di Kampus Politeknik St. Wilhelmus Boawae tahun akademik 2021-2022, yang bertempat di Aula St. Wilhelmus Boawae. Senin (6/9/2021).

Tema yang diusung pada kegiatan PKKMB yakni “Mewujudkan Mahasiswa yang Berintegritas, Berkarakter dan Berjiwa Entrepreneurship di Era Revolusi Industri 4.0 (Four Point Zero)”

Acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Tahun Akademik 2021-2022, dibuka oleh Bupati Nagekeo  dengan ditandai dengan penyematan secara simbolis atribut peserta PKKMB kepada calon mahasiswa/i baru.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut dirinya juga membawa sejumlah pejabat dari beberapa perangkat daerah seperti  Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan layanan teknis lainnya dengan tujuan menawarkan kerja sama  sehingga keberadaan  kampus ini dirasakan oleh masyarakat Nagekeo.

Menurut Bupati Don, ke depan dirinya berharap para kampus para mahasiswa/I alumni dari kampus tersebut  bisa bekerja sama dengan 7 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di kabupaten Nagekeo sehingga kampus bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Apakah dia menghasilkan calon pegawai yang  mau jadi pengawai atau enterpreneur”, ujarnya.

Menurutnya dalam membangun pertanian, masyarakat Nagekeo harus menjadi pemain bukan penonton dalam indutri pariwisata yang sedang tumbuh ini.

“Jadi dalam membangun pertanian ini agar kita menjadi pemain utama bukan penonton”, ujarnya.

Bupati Don bahkan menawarkan kepada mahasiswa/i kampus Politeknik St. Wilhelmus Boawae untuk bisa melakukan kunjungan ke Labuan Bajo supaya dapat melihat langsung kondisi Labuan Bajo, sehingga bisa melihat peluang pertanian yang ada di sana.

Bupati Don diakhir sambutan mengingatkan kepada Peserta PKKMB, jika ingin menjadi orang sukses, mahasiswa/i harus siap berkompetisi sesuai dengan perkembangan jaman.

Sebelumnya, Direktur Politeknik St. Wilhelmus Boawae, Frederikus Lena Djago dalam sambutannya mengatakan, Politeknik Boawae harus menghasilkan lulusan yang baik. Selain itu, pihaknya mengalami peningkatan jumlah mahasiswa di mana pada tahun sebelumnya hanya 21 orang, namun pada tahun ini ada peningkatan menjadi 69 orang.

Dirinya juga menyampaikan mengapresisasi  kepada seluruh mahasiswa/i yang telah memilih kampus Politeknik St. Wilhelmus Boawae Flores sebagai tempat belajar.

“Saya yakin keputusan yang anda buat adalah keputusan yang bebas atas dasar suatu kebutuhan untuk menempuh pendidikan pada jalur pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan yang berdaya saing”, tegasnya.

Sementara, Ketua panitia Maria Wilhelmina Keti dalam laporan panitia menjelaskan, kegiatan PKKBM merupakan wadah untuk membentuk mentalitas dan kompetensi mahasiswa sebelum masuk ke gerbang utama lembaga pendidikan formal dalam rangka mengintergrasikan seluruh aktivitas orientasi pendidikan.

Menurutnya, “dengan adanya kegiatan PKKBM ini menjadi sangat penting dan berdampak bagi seluruh komponen demi tercapainya keberhasilan”, ujarnya.

Lebih lanjut Maria menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan kepada calon mahasiswa-mahasiswi baru dalam berinteraksi sebagai landasan terbentuknya kapasitas masyarakat ilmiah yang bermutu dan bertanggung jawab.

Disampaikannya, “PKKBM juga menjadi momentun untuk memastikan niat dan minat mahasiawa baru serta menggali kemampuan intelektual dan emosional mahasiswa”, tegasnya.

Untuk peserta Ospek Tahun ini berjumlah 69 Mahasiswa, yang terdiri dari program studi Akutansi sebanyak 17 orang, Manajemen lahan kering 15 orang,  Nutrisi dan makanan ternak sebanyak 19 orang, dan tanaman pangan hortikultura sebanyak 18 orang mahasiswa.

Kegiatan PKKMB ini akan berlangsung selama 2 hari, terhitung mulai tanggal 6 sampai 7 September 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Direktur Poltek St. Wilhelmus Boawae  Frederikus Lena Djago, Sekretaris Yayasan Poltek St. Wilhelmus Flores Wenslaus Dema, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo  Oliva Mogi, Kabag Protkompim Silvester Teda Sada dan para Dosen Poltek St. Wilhelmus Boawae.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Hits: 50

Peletekan Batu Pelataran Kampung Adat Kawa-Bupati Nagekeo (11)

Peletakan Batu Pelataran Kampung Adat Kawa

Peletakan Batu Pelataran Kampung Adat Kawa

Mbay, nagekeokab.go.id Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengikuti acara peletakan batu pertama Pembangunan Pelataran Kampung Adat Kawa Desa Labolewa Kecamatan Aesesa.
Kegiatan ini berlangsung di Kampung Kawa Desa Labolewa Kecamatan Aesesa pada hari Jumad, 3 September 2021.
Pukul 08.20 Wita, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan rombongan tiba di Kampung Adat Kawa.
Beliau disambut dengan proses ritual adat penyambutan tamu “poru loru Keta ja” yakni menyambut tamu yang baru datang / masuk kampung adat Kawa). Proses ritual adat tersebut dilakukan oleh Bapak Andreas Angi dan Bapak Bernardus Polu sebagai tetua adat.
Selanjutnya Bupati Don menuju tempat peletakan batu pertama. Diawali dengan ritual adat dan Bupati Don berkesempatan untuk meletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan pelataran kampung adat Kawa.
Bupati Don dalam sambutannya mengungkapkan bahwa salah satu penyumbang nilai luhur bangsa kita itu lahir dari salah satu komunitas adat.
“Seperti hari ini. Kita Nagekeo beruntung, Kawa ini dalam kacamata Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF) melihat bahwa setelah kampung yang ICONIC yang bisa kita perkenalkan ke dunia di Wae Rebo Manggarai, titik kedua yang dilihat keasliannya yang masih terjaga itu dikampung Kawa.
Lebih lanjut katanya, dalam rencana kedepan kampung Kawa akan ditata ulang dengan arsitekturnya mengikuti arsitektur rumah rumah adat yang sudah dibangun ini.
Demikian juga rehabilitasi rumah adat kedepan ini akan diperhatikan oleh pemerintah pusat melalui BOP-LBF/Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.
“Kita akan menata, kita mengundang orang yang berkompoten di bidangnya, bagaimana menata jalan masuk, bagaimana menata tempat parkir, tempat orang menginap, kampung dan apa saja yang kita hasilkan, kuliner, panganan kita.
Semua produk kita yang dihasilkan, kita perkenalkan kepada mereka yang datang.
Bupati juga berharap kepada para tokoh adat, pemuka masyarakat untuk selalu memperhatikan dan menjaga kampung Kawa.
“Saya sangat berharap bapak bapak mosa nua laki ola, yang pernah memimpin di tempat ini, untuk selalu perhatikan tempat ini. Seminggu sekali datang berkunjung, melihat, menyapa memberi semangat kepada mereka yang tetap bertahan tinggal di tempat ini, memelihara kampung halaman.
Menurut Bupati Don, jauh lebih penting adalah nilai yang diajarkan dari leluhur kita yang kita jaga. Ini yang akan kita komunikasikan dengan mereka yang datang membawa nilai- nilai mereka dan supaya mereka tahu bahwa kita juga punya nilai nilai luhur yang ingin kita bagikan kepada dunia.
Kalau ini dilihat sebagai lambang fisik perhatian negara melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, inilah barangkali kita mulai kedepannya.
Diakhir sambutannya, kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kawa Bupati Don katakan bahwa
“di bahu kalian nasib kampung ini kedepan kami letakan, poa zua mai kami ni mona kamu lanjutkan (ketika besok lusa kami sudah tidak ada lagi, kamu dapat melanjutkan).
Apa yang kami buat hari ini menjadi rekaman. Jejak digital kita tersimpan.
Komitmen yang kita buat hari ini akan ditagih oleh mereka.
Turut hadir pada giat ini Camat Aesesa, Oskar Yoseph Amekae Sina, SSTP. Kepala Kantor Kesbangpol Pius Dhari, Sekretaris Dinas P&K Yosefina H.Hutmin, SP, Jajarannya Plt.Kadis Pariwisata Rustien Triatmi SP, Kepala Desa Labolewa Marselinus Ladho, para tokoh adat dan tokoh masyarakat kampung Kawa juga para undangan lainnya.
**
Protkompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 68

bkdiklat nagekeo

Kepala BK-Diklat Nagekeo Minta Para Kepala Perangkat Daerah Ingatkan ASN Segera Selesaikan Pemutakhiran Data Mandiri di MySAPK BKN

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BK-Diklat) Kabupaten Nagekeo, Drs. Thomas Aquinas Koba, meminta setiap Kepala Perangkat Daerah mengingatkan para ASN di lingkup instansinya masing-masing supaya mengaktifkan akun MySAPK BKN dan segera melakukan pemutakhiran data mandiri. Hal itu ditegaskan Thomas diruang kerjanya. Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, aplikasi MySAPK BKN merupakan sistem aplikasi pelayanan kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) berbasis android yang berfungsi untuk memudahkan PNS di seluruh instansi agar dapat mengakses data kepegawaiannya, di antaranya profil PNS, KPE Virtual, data KTP, BPJS dan lain sebagainya.

Thomas berharap para ASN segera mengisi data pribadinya pada aplikasi tersebut.

“Segala urusan yang berkaitan dengan kepegawaian menjadi tanggung jawab masing- masing Aparatur Sipil Negara (ASN). BK-Diklat sendiri hanya berperan sebagai verifikator terhadap dokumen/berkas yang diupload oleh masing-masing ASN itu sendiri melalui aplikasi My SAPK.

Pada kesempatan yang sama Thomas menjelaskan bahwa tujuan dari aplikasi My SAPK adalah mewujudkan data kepegawaian yang mutakhir di setiap instansi pusat maupun daerah yang terintegrasi secara nasional dalam sistem aplikasi pelayanan kepegawaian sehingga akan meningkatkan pelayanan di bidang kepegawaian secara transparan dan objektif.

Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh ASN diwajibkan agar segera memutakhirkan data-datanya sesuai dengan target waktu yang sudah ditetapkan, yaitu sampai dengan tanggal 14 September 2021.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa perangkat daerah yang dipimpinnya tersebut masih memiliki tugas yang harus segera dilakukan yakni mendata kembali jumlah ASN yang tersebar di setiap instansi terutama para guru dan tenaga medis karena masih ada yang tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan.

“Kami juga akan turun ke lokasi di mana saat ini para ASN bekerja, terutama para Guru dan tenaga medis yang bekerja di daerah-daerah terpencil ” ujarnya.

Ia berkomitmen, akan sepenuhnya memfasilitasi urusan pemutakhiran data ini. Jika ada kendala yang dihadapi, BK-Diklat siap membantu agar berjalan lancar dan tidak mengalami kesulitan.

Mengakhiri pernyataanya, Thomas mengharapkan kerja sama yang baik dari para stakeholder terutama para kepala perangkat daerah untuk selalu mengingatkan stafnya untuk sesegera mungkin menuntaskan pemutakhiran data My SAPK.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 143

Wakil Bupati Nagekeo hari ini melakukan kunjungan ke SDN Nuasele (14)

Wakil Bupati Nagekeo melakukan kunjungan ke SDN Nuasele Desa Ngera Kecamatan Keo Tengah

Wakil Bupati Nagekeo melakukan kunjungan ke SDN Nuasele Desa Ngera Kecamatan Keo Tengah

Mbay nagekeokab.go.id  Senin, 30 Agustus 2021, Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dalam setiap kunjungan kerjanya ke sekolah baik SD maupun SMP, Beliau mengungkapkan bahwa maksud kunjungannya adalah ingin melihat secara langsung kondisi fisik sekolah dan bertemu langsung dengan Kepala sekolah, para guru, komite dan Pemerintah Desa.
” Saya memang harus mengujungi semua sekolah..saya ingin mlihat dari dekat fisik sekolah..dan omong beberapa hal dengan bapak ibu guru..kita sekarang sudah masuk di era reformasi pendidikan dan saya ingin mengingatkan bagaimana kita mendidik anak secara baik.”

Sama halnya saat kunjungan ke sekolah lain, Wabup menuju setiap ruangan kelas untuk mengecek langsung kondisi fisiknya.

” Banyak plafon yang sudah mulai rusak.
Kelas 1 dan 2 hanya dibatasi dengan sekat yang sangat sederhana.
Papan tulis nya diusahakan yang lebih baik dan layak jangan seperti ini.”

Pada gambar Presiden RI dan Wakil Presiden masih gantung gambar Wakil Presiden yang lama, Jusuf Kalla..
Ini contoh kita tidak mengajari hal yang benar bagi anak.
Saya minta perhatikan itu dan ganti.

Buku pelajaran jgn disimpan di sekolah tapi dibagi ke siswa. Lebih baik buku rusak ditangan siswa karna dibaca daripada tersimpan rapi di sekolah.

Kita harus mulai urus untuk anak, bukan anak urus kita.
Ruang bagus dijadikan untuk kantor sedangkan ruangan yang jelek kita bagi untuk anak. Ini tidak bagus.

Kita tidak mendukung suasana anak untuk belajar dengan baik dan nyaman.
Kita harus mulai berubah. Berikan rasa nyaman dan yang terbaik untuk anak anak kita.”

Menurut Kepala Sekolah SDN Nuasele, Lasarus Sa, S.Pd bahwa sejak tahun 2012 mereka kekurangan rombel dan mengambil langkah inisiatif untuk sekat ruangan kelas.

” Beginilah kondisi SDN Nuasele.Jumlah siswa sebanyak 30 orang, Kelas 1 sebanyak 5 orang, Kelas II 4 orang, kelas III 5 orang , kelas IV 6 orang dan kelas V sebanyak 10 orang, Kelas VI tidak ada murid.
Karena kekurangan rombel maka kami pakai sekat seperti ini..sekat yang dibuat sangat sederhana.
Kami juga tidak lakukan pungutan uang Komite sejak tahun 2012.
Untuk guru honor kami bayar dari Dana BOS.

Meski dengan keterbatasan yang ada anak anak SDN Nuasele mampu bersaing dan berprestasi dengan baik.

Beberapa waktu lalu, hal yang membanggakan dan mengharumkan nama SDN Nua Sele ketika salah satu siswinya Kelas V, Efitania Febrianti Wea ( Tania) meraih juara 2 ( dua) Lomba Bercerita Tingkat LPP RRI Ende yang diselenggarakan di kabupaten Ende dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan HUT Kemerdekaan RI ke 76.
Temanya Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh..

Tania berhasil mengalahkan ke – 57 peserta dari Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo dan juga Kabupaten Fores Timur dan berhasil meraih tropi, perlengkapan sekolah juga uang tunai Rp.1.000.000.-

Saat yang sama guru pembimbing Tania, Trisno Balety seorang guru asal Ende yang bertugas di SDN Nuasele sejak Bulan Agustus Tahun 2017 menyampaikan rasa syukur dan bangga atas anak didiknya.

Diakhir bincang singkatnya Wabup juga mengingatkan Penjabat Kepala Desa Lewa Ngera Fransiskus Batu untuk perhatikan beberapa persoalan yang ada di Lewa Ngera antara lain JUDI.

” bapak desa banyak yang jadi penjudi disini.Saya minta bapak desa serius perhatikan itu..harus bisa kurangi dan lebih dari itu harus hilangkan.
Daerah subur dan makmur nanti akhirnya anak tidak bisa sekolah. Gara – gara judi’ ujar Marianus.

Wabup Marianus di dampingi Camat Keo Tengah Hildegardis Mutha Kasi, Penjabat Kepala Desa Ngera Fransiskus Batu.
Hadir saat giat Kepala Sekolah Lasarus Sa, S.Pd. bersama para guru dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

***
Protkompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 53