Bupati Nagekeo Serahkan 200 Seng untuk Bangunan SD Katolik Ekowodo di Keo Tengah (1)

Bupati Nagekeo Serahkan 200 Seng untuk Bangunan SD Katolik Ekowodo di Keo Tengah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Fenomena alam yang cukup sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, yang sangat membahayakan yakni angin puting beliung. Angin puting beliung ini terjadi saat musim pancaroba atau saat pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau.

Hal ini pun sering terjadi di NTT yang mengakibatkan rumah warga harus porak poranda serta sejumlah sekolah harus mengalami hal yang serupa akibat angin puting beliung.

Mendengar dan menanggapi hal itu, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco kembali harus turun lokasi dengan sigapnya secara simbolis menyerahkan bantuan seng sebanyak 200 lembar untuk menangani kerusakan terjadi akibat akibat bencana angin puting di Sekolah Dasar Katolik Ekowodo, Kecamatan Keo Tengah. Kamis,(21/10/2021).

Penyerahan bantuan seng tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo.

200 lembar seng untuk pembangunan atap sekolah, diterima langsung Kepala Sekolah SD Katolik Widodo, Laurensius Siku.

Sekolah Dasar (SD) Katolik Ekowodo tersebut didirikan sejak tahun 1963 ini, mengalami kerusakan yang mengakibatkan atap sekolah rusak akibat badai  hujan angin beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Bupati  dan Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan seng di Sekolah-sekolah di Kabupaten Nagekeo, akibat angin puting beliung.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do juga berpesan agar masyarakat yang mengalami bencana untuk segera melaporkan kepada Lurah atau Kepala Desa, Camat dan diteruskan ke Bupati untuk ditindaklanjuti BPBD.

Usai menyerahkan simbolis bantuan 200 seng, Bupati Don secara langsung meninjau dan melihat secara langsung situasi Sekolah itu.

Bupati Don berharap agar atap sekolah segera diperbaiki. Menurutnya, setiap anak layak memperoleh hak pendidikan, ruangan belajar anak yang aman dan anak tetap bersekolah.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 29

Topang Ekonomi Keluarga, Gadis Asal Boawae Ini Ikut Pelatihan Gada Pratama Satpam di Nagekeo (3)

Topang Ekonomi Keluarga, Gadis Asal Boawae Ini Ikut Pelatihan Gada Pratama Satpam di Nagekeo

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Victoria Irma Goa, gadis 21 tahun asal Kelahiran Natanage, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo akhir-akhir ini tengah menjadi buah bibir juga menjadi perhatian publik Nagekeo. Gadis manis ini menjadi viral lantaran mengikuti Pelatihan Gada Pratama Satpam Gelombang IV di Nagekeo.

Victoria Irma, biasa disapa Irma ini merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara. Ibunya Silviana Bai (55),  ibu rumah tangga dan Ayahnya Dominikus Dominggo (59) bekerja sebagai Petani di Sawah.

“Awalnya saya tahu informasinya dari kakak ipar di rumah. Kakak yang kasih informasi ini. Dengan senang hati saya lalu mendaftar” kata Irma kepada Jurnalis, Jumat, (22/10/2021).

Menurut Irma, hal itu merupakan kemauan dan niat yang besar dirinya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Ini kemauan saya sendiri, tidak ada orang yang paksa saya untuk daftar di sini. Dan saya bahagia di sini, walaupun yang perempuan hanya saya sendiri” ujar Irma.

Irma merupakan Alumni tamatan 2019 di SMA Negeri 1 Aesesa ini, menceriterakan sebelumnya Ia juga telah mengikuti tes Polwan di Bali.

“Sebelumnya saya pernah ikut tes Polwan di Bali, dan saya gugur di alokasi atau semacam lokasi tempat tugas yang saya pilih. Saya juga tidak pantang menyerah, lalu saya kembali ke Nagekeo untuk mencari pekerjaan lain. Mungkin saya bisa mencobanya kembali di lain kesempatan.

Tak berhenti sampai di situ, Irma ditawarkan keluarganya harus kuliah, dengan syarat tahun depan bisa melanjutkan kuliah. Mengingat ekonomi keluarga mulai menipis sejak Pandemi Covid-19 mulai mewabah, Irma akhirnya mengurungkan niatnya untuk kuliah.

Gadis yang bercita-cita menjadi Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) ini mengaku, dirinya berniat mengikuti kegiatan Pelatihan Gada Pratama Satpam hingga akhir dan mendapatkan nilai yang bagus.

“Saya ikut pelatihan Satpam ini,  sedikitpun tidak ada rasa minder atau malu sedikit pun. Justru saya senang dan bahagia mengikuti Pelatihan Satpam ini. Teman-teman saya mendukung saya, begitupun orang tua sejauh ini belum tau, pasti kakak saya yang beritahu bapak dan mama di Kampung.”

Ia juga memberikan motifasi dan semangat bagi sahabat perempuan untuk tidak malu dalam memilih pekerjaan.

“Untuk teman-teman cewek, jangan malu dengan status pekerjaan apapun itu, yang penting halal. Intinya punya kemauan tinggi saja. Agar bisa membiayai keluarga, bukan mencuri.

Saya yakin mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan banyak materi dan disiplin saat datang pagi.”

Irma menambahkan, saat ini Ia  mempunyai adik laki-laki yang sedang duduk di bangku Sekolah SMA St. Fransisikus Xaverius Boawae. Ia berniat membantu adiknya dan orang tuanya di Kampung.

“Saya berharap setelah selesai Pelatihan Satpam ini dan bisa  mendapatkan tempat kerja dan muda-mudahan bisa diterima. Sehingga saya bisa membiayai adik dan orang tua saya di kampung. Terimakasih untuk teman yang semuanya laki-laki yang telah menjaga saya selama mengikuti pelatihan ini. Semoga kita sama-sama mendapatkan hasil yang memuaskan untuk keluarga dan masyarakat kita. Pangkasnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 120

thumbnail

Hasilkan Satpam Profesional, Bupati Don Harap 131 Peserta Lulus 100%

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do memimpin upacara pelatihan Gada Pratama Satpam Gelombang IV Polda NTT sebanyak 131 peserta di Halaman Mako Polres Nagekeo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Rabu, (20/10/2021).

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya menjelaskan Satuan Pengamanan atau disingkat Satpam merupakan satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

“Tujuan diselenggarakan Pelatihan Gada Pratama ini guna menghasilkan satuan pengamanan yang profesional memiliki sikap mental, kepribadian, fisik, dan memiliki pengetahuan serta ketrampilan sebagai manager/chief security dengan kemampuan melakukan analisa tugas dan kegiatan.

Selain itu, kemampuan mengelola sumber daya serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya.

Bupati Don berharap, dengan mengoptimalisasi tugas, para peserta  dapat merespon secara cepat terhadap kebijakan pemerintah dan dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas, melalui kewenangan kepolisian terbatas, untuk menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personil, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Dan saya berharap para peserta ini, bisa lulus 100%.

Direktur PT. Dewata Flores Apindo Sentosa Muhamad Dedi Ingga saat ditemui Junalis mengaku, bahwa peserta pelatihan mengikuti kegiatan selama 14 Hari terhitung mulai hari ini (20/10)  dan berakhir di tanggal 4 November 2021.

Muhamad biasa disapa Dedi ini, berharap Satpam yang akan ditempatkan ditempatkan di tempat-tempat strategis, wajib memiliki sertifikat pelatihan.

Menurut Dedi sertifikat Satpam merupakan sertifikat standar Nasional yang diterbitkan oleh Polda NTT.

Ia berharap peserta bisa lulus dengan baik. Menurut Dedi, yang paling penting dari pelatihan  ini, para peserta dapat diterima bekerja di mana saja dengan bermodalkan bekal Sertifikat.

Sementara Kapolres Nagekeo, A. Hendrik Fai menjelaskan untuk pelatihan Satpam yang dilaksanakan tersebut merupakan pelatihan Gada Pratama Satpam perdana yang di selenggarakan di Polres Nagekeo.

“Sebenarnya pelatihan ini dilaksanakan di Ende tahun lalu, namun setelah melakukan komunikasi dengan Pihak Polda NTT, dan hari ini terwujud bisa dilaksanakan di Polres Nagekeo. Ini merupakan pelatihan perdana untuk Pelatihan Satpam” jelas Kapolres Hendrik.

Kapolres Hendrik menambahkan, tugas utama satuan  pengamanan di sektor terdepan, menurutnya, sangat membutuhkan peran satuan pengamanan/ satpam untuk dapat mengendalikan situasi kamtibmas untuk tetap kondusif di areal kerjanya selain itu, dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas, melalui kewenangan kepolisian terbatas.

Kapolres Hendrik menambahkan, Peserta tanya mendaftarkan sebanyak 131 peserta, diantaranya putra Daerah itu sendiri.

“Hari ini peserta sebanyak 131 orang dan semuanya dalam keadaan sehat dan siap mengikuti sampai akhir kegiatan. Dan kita masih membuka dan memberikan kesempatan bagi putra Daerah untuk bisa segera mendaftarkan diri. Teman-teman media juga bisa membantu dalam menyampaikan informasi ini, sehingga publik bisa tahu.

Kapolres Hendrik berharap dengan kegiatan pelatihan ini, para peserta mampu mengikuti dengan sungguh-sungguh dan memperoleh hasil yang memuaskan.

“Diharapkan pada kegiatannya nanti dapat menampilkan performa yang maksimal, selain itu, para peserta pelatihan satpam ditekankan senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.

“Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker serta selalu waspada dalam melaksanakan pelatihan dengan baik”.

Hadir pula, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Kapolres Nagekeo A. Hendrik Fai, S.H, M.H, Direktur Utama PT. Dewata Flores Apindo Sentosa, 131 Peserta Pelatihan Gada Pratama Satpam Gelombang IV dan awak media.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 28

Lantik Penjabat Kades Keli, Bupati Don Orang Muda Merupakan Pemimpin Masa Depan (5)

Lantik Penjabat Kades Keli, Bupati Don: Orang Muda Merupakan Pemimpin Masa Depan

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melantik penjabat kepala Desa Keli, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Kamis,(21/10/2021) di Kampung Nasawewe.

Penjabat Kepala Desa Keli yang dilantik Bupati Don yakni Martinus Siku, S. Sos berdasarkan Keputusan Bupati Nagekeo Nomor: 345/KEP/HK/2021 menggantikan Geradus Dadu.

Bupati dalam sambutannya mengatakan masyarakat perlu mempersiapkan dan memilih pemimpin Kades di tahun 2021.

Bupati meminta orang muda dipercayakan untuk mengambil bagian dalam memimpin baik dalam keluarga, kelompok dasawisma guna menopang ekonomi di tengah himpitan ekonomi masyarakat.

“Kita perlu menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan, dan teruji dalam setiap perkara kecil. Saya pesan untuk masyarakat untuk teliti dalam melihat calon pemimpin masa depan.

Di hadapan penjabat terlantik, Bupati Don mengingatkan agar manfaatkan anggaran secara baik di Tahun 2022, guna meningkatkan infrastruktur, pembangunan ekonomi rumah tangga demi kesejahteraan masyarakat.

“Pesan saya, menjadi pemimpin itu tidak mudah, butuh ketekunan, adil dan kesabaran. Orang muda harus bersabar. Selain itu ketahanan, sehingga mampu meyakini dan memberikan untuk banyak orang.

Sementara Tokoh Muda Desa Keli, Engelbertus Nuga usai pelantikan  meminta dan berharap agar Bupati tak sekedar menguatkan masyarakat dengan pernyataan.

“Kami sangat berharap Bapak Bupati bisa melihat secara langsung situasi kami di sini. Kerinduan masyarakat Keli maupun Keliwatuwea bisa dapat tercapai,” ungkapnya.

Sari Tauhida salah satu Bidan Desa meminta agar bisa dibangun polindes di Desa Keliwatuwea. Menurut Sari, selama melayani dan membantu pasien belum ada fasilitas gedung bagi para pasien yang sakit.

Dia berharap, Pemerintah Daerah dapat merespon dengan cepat guna pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara Penjabat Kepala Desa Keli, Martinus Siku, S.Sos saat ditemui Jurnalis menyatakan akan menjalankan tugas yang diberikan yang dipercayakan kepadanya.

“Adapun proses kita kedepan pada waktu berakhir jabatan setelah ada serah terima jabatan Kepala Desa Definitif. Dan Kepala Desa terpilih akan menjalankan tugas yang diemban. Dan rujukan kita itu, dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang sudah ada di Desa. Semuanya itu kita lalui sebuah proses yang berkaitan dengan Musrembangdes.

Hadir pula Camat Keo Tengah, Hilda Muthakasi, Tokoh masyarakat, Tokoh Muda, anggota BPD, TNI-Polri, Saksi Rohani dan tamu undangan.

Usai melantik Penjabat Kepala Desa Keli, Bupati bersama rombongan kembali menuju Desa Witurombaua dan Desa Kotodirumali  untuk melantik dan mengambil sumpah bagi anggota BPD periode 2021-2027.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 17

Bupati Don Lantik Penjabat Kades dan Anggota BPD di Keo Tengah (1)

Bupati Don Lantik Penjabat Kades dan Anggota BPD di Keo Tengah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, melantik Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Pautola Periode 2021-2027 di Aula Kantor Desa Pautola, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo. Kamis, (21/10/2021).

Tak hanya di Desa Pautola, Bupati Don juga melantik Penjabat Kepala Desa di Desa Keli, selanjutnya melantik Anggota BPD di Desa Witurombaua dan Desa Kotodirumali.

Bupati Don terlebih dahulu mengambil sumpah bagi ke tujuh anggota BDP Desa Pautola periode 2021-2027 disaksikan Camat Keo Tengah, Kepala Desa Pautola, Forkopimca, Babinsa Keo Tengah, Saksi awam, Saksi Rohani dan Tokoh Masyarakat Pautola.

Selanjutnya pengukuhan dilakukan oleh saksi Rohani dan penyerahan dokumen anggota BPD lama kepada anggota BPD Terlantik.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, dalam sambutannya mengatakan anggota BPD  diberikan amanah dan dipercayakan oleh masyarakat.

Bupati yang biasa disapa Dokter Don ini mengungkapkan, BPD dan Kepala Desa selalu membangun hubungan dan komunikasi yang baik.

“Peran BPD proses perencanaan mulai digali. Harus berperan aktif aspirasi masyarakat. Saya berharap di Desa Pautola tanggung jawab kita kepada masyarakat yang dipilih bukan di angkat. Sehingga mandat rakyat perlu dihayati dan diterjemahkan dalam pelayanan sehari-hari”.

Bupati Don menegaskan, anggota BPD maupun Penjabat Kepala Desa yang dilantik orientasinya melayani sebagai pelayan, bukan dilayani, melainkan untuk melayani.

“Urus rakyat baru urus diri. Harus tanggung jawab, bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan.

Bupati juga meminta di tahun 2022, Kepala Desa harus konsen pada Anggaran Desa guna mendorong  ekonomi produktif.

“Terutama pakan ternak harus dimanfaatkan dengan baik, serta manfaatkan potensi yang ada. Sehingga produk-produk kerajinan bisa dimanfaatkan. Orang muda harus manfaatkan Youtube sehingga bisa belajar dan mempraktek langsung.

Di akhir sambutannya, Bupati Don berharap anggota BPD terlantik wajib turun ke masyarakat dan berdialog dengan masyarakat guna menyerap setiap aspirasi.

Usai melantik anggota BPD, selanjutnya Bupati bersama rombongan menuju Desa Keli guna mengambil sumpah/janji pelantikan dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Keli, Kampung Nasawewe, Kecamatan Keo Tengah.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 34

Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami, Wabup Marianus Minta Penenun Berinovasi

Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami, Wabup Marianus Minta Penenun Berinovasi

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Waja meminta kepada kaum perempuan di wilayahnya, yang keseharian menggeluti tenunan khas daerah untuk terus berkarya dan selalu berinovasi menciptakan karya-karya baru.

Hal itu dikemukakan Marianus Waja saat membuka Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami yang diikuti 40 orang peserta se-Kabupaten Nagekeo di Aula Hotel Pepita Danga-Mbay, Senin (04/10/2021).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Nagekeo juga mendorong para penenun agar selalu meningkatkan kapasitas diri guna mengambil peluang pasar yang tersedia.

“Dengan melihat peluang pasar, saya minta adik adik (peserta Workshop) mengikuti workshop dengan tekun,” ujar Marianus Waja.

Dia berharap peserta workshop dapat menyerap ilmu melalui workshop singkat ini, sehingga mampu menciptakan iklim usaha di wilayahnya masing-masing.

Menurut Marianus pelatihan ini merupakan wujud perhatian pemerintah pusat dalam mendorong masyarakat untuk selalu melestarikan identitas budaya leluhurnya.

“Ketika orang (luar) menghargai budaya tenun, berarti kita mampu menunjukan identitas (budaya) kita sebagai orang Nagekeo,” katanya.

Sementara Ketua Pelaksana Workshop Christriyati Ariani menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada penenun tentang teknik pewarnaan benang untuk tenun ikat serta meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri penenun.

Christriyati menuturkan, pentingnya membangun semangat dan motivasi bagi para penenun untuk terus berkarya dan berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) RI Sjamsul Hadi menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Nagekeo yang memfasilitasi pelaksanaan workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami.

Sjamsul menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal dan kedepan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat akan memberikan perhatian khusus terhadap upaya pelestarian nilai-nilai budaya yang ada.

“Selain itu, pemanfaatan tenun memiliki-nilai nilai adat yang cukup kuat. Melalui tenun semua tata kelola ekosistem adat dan ritual di wilayah Nagekeo dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama,” ujarnya.

Selain itu, kata Sjamsul, kegiatan ini juga sebagai pemantik untuk mendorong keberlanjutan pengetahuan tradisional yang diawali dengan pengetahuan pewarna alami, bahan dasar alami dan ramah lingkungan.

Para tamu undangan dan peserta Workshop Pewarna Benang dengan Bahan Alami se-Kabupaten Nagekeo, saat berada di Aula Hotel Pepita Danga Mbay, Senin (04/10/2021).

“Harapan kami, Pemda Nagekeo melalui Dekranasda dan PKK bisa melanjutkan ini. Kepala Dinas PK diharapkan bisa memperkenalkan kepada siswa para siswa SD hingga SMA/K. Sebab dari pelatihan ini kader kader terbaik bisa diwujudkan dalam program penenun masuk sekolah,” jelasnya

Hadir dalam pembukaan workshop tersebut Sjamsul Hadi bersama jajarannya, narasumber dari Tim Warlami Suroso, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Nagekeo FCA Yanu Astuti, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo Djawaria K.M. Simporosa, Sekretaris Dinas PK Yosefina H. Hutmin, Pelaksana tugas Kadis Pariwisata Rustien Triatmi serta para tamu undangan lainnya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 52

SKD CPNS Kab.Nagekeo (2)

Tes SKD Hari ke 3, Berlangsung Aman dengan Prokes Ketat

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Sejumlah instansi pemerintahan telah mengumumkan jadwal pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD CPNS 2021. Pelaksanaan SKD hari ini memasuki hari ke tiga.

Untuk menghindari penularan Covid-19, pelaksanaan tes SKD dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu sesuai dengan arahan dan surat rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 di titik Lokasi SMKN Aeramo. Agustinus Fernandes, SE, selaku Ketua Panitia Tim Seleksi Pengadaan CASN Kabupaten Nagekeo mengatakan,  tes SKD akan berlangsung selama 6 hari terhitung mulai dari tanggal 26 dan berakhir tanggal 01 Oktober 2021 dengan total peserta sebanyak 1.396 peserta.

“Setiap harinya tes dibagi menjadi 3 sesi, dimana masing-masing ruangan tiap harinya dibagi beberapa sesi. Untuk tanggal 26 dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing ruangan sebanyak 25 orang dengan mentaati prokes yang ketat. Di tanggal 27 dilakukan 4 sesi hingga 30 September, kecuali di hari terakhir yang hanya menyisakan satu sesi saja” katanya.

Fernandes menjelaskan, untuk total Formasi Kabupaten Nagekeo sendiri sebanyak 200 formasi yang terdiri dari Tenaga Kesehatan sebanyak 157 formasi, sedangkan Tenaga Teknis lainnya sebanyak 43 formasi.

Untuk proses tes SKD kali ini, Ia menyebutkan tetap sama, yakni pada tahun kemarin dilakukan dengan prokes yang ketat. Sedangkan tahun ini, berdasarkan informasi bahwa standar seleksinya dinaikan. Kemudian sebanyak 15 peserta tidak mengikuti seleksi.

Selain wajib menerapkan prokes ketat sejak kedatangan hingga ujian selesai. Peserta juga harus membawa dokumen tambahan seperti hasil negatif RDT Antigen atau PCR, sertifikat vaksin dan formulir deklarasi sehat yang telah diisi oleh peserta. Bagi peserta yang tidak membawa dokumen lengkap sesuai ketentuan, tidak diperbolehkan masuk ke ruangan tes.

“Ada berbagai alasan diantaranya ada yang terlambat. Jadi mekanismenya itu sudah diatur secara online. Sehingga daftar hadir wajah, masih akan tetap berfungsi, jika peserta saat di dalam ruangan masih belum melakukan pekerjaannya atau mengisi soal. Jika semua Peserta sudah berada di dalam ruangan dan sudah mengerjakan soal, maka daftar hadir dengan sendirinya terkunci otomatis. Selain itu ada beberapa juga diantaranya tidak melengkapi persyaratan dan tidak memiliki rapid test antigen.

Untuk rekapan berkaitan laporan dari total yang seharusnya dengan jumlah peserta yang hadir dan tidak saat ini saya belum mendapatkan. Nanti setelah selesai ada berita acara”.

Mencegah penularan COVID-19 di lokasi tes, pihaknya bersama BK-Diklat Nagekeo memastikan seluruh tahapan tes dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat sesuai dengan rekomendasi Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 diantaranya melakukan RDT Antigen atau swab PCR, menggunakan masker dobel, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan pakai sabun, serta untuk peserta ujian sudah menerima vaksin.

Hingga hari 3 ketiga pelaksanaan tes SKD ini, Ia menambahkan, secara keseluruhan tes berlangsung dengan aman dan lancar. Belum ditemukan kendala yang berarti. Namun demikian, pihaknya berpesan kepada peserta ujian agar lebih teliti dalam membaca ketentuan tes, sehingga insiden tidak membawa dokumen ataupun dokumen tertinggal bisa diminimalisir.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BK-Diklat Nagekeo Drs. Thomas Aquinas Koba menyebutkan bahwa, secara keseluruhan pelaksanaan tes SKD tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Namun demikian, mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19, panitia penyelenggara berupaya melakukan upaya tambahan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dan mobilisasi peserta di lokasi ujian yakni melarang kehadiran pendamping peserta tes SKD serta mengubah aturan pengumuman hasil tes. Tidak ada lagi pengumuman nilai tes menggunakan papan informasi, sebagai gantinya pengumuman hasil nilai peserta bisa disaksikan di kanal Youtube BKDIKLAT NAGEKEO.

Pihaknya ingin langkah antisipasi ini bisa direalisasikan tidak hanya peserta namun juga para panitia penyelenggara, melalui komitmen bersama diharapkan kian memperkuat upaya pencegahan terjadinya penularan COVID-19 di lokasi tes CASN.

“Kita berkomitmen dengan seluruh panitia berupaya mewujudkan pelaksanaan tes CASN dengan lancar, sukses dan aman,” tegasnya.

Ia berharap dengan formasi yang diberikan sebanyak 200 formasi ini bisa terpenuhi.

“Kita berharap pelaksanaan ini tertib, aman, lancar dan sukses. Dan kita pemda Nagekeo mendapatkan calon ASN yang mumpuni, berkualitas hingga kinerjanya bisa terukur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagekeo” pangkasnya.

Adapun syarat dan ketentuan yang wajib diketahui peserta sebelum melaksanakan tes SKD CPNS 2021.

Di antaranya sebagai berikut:

  1. Peserta wajib melakukan swab test PCR maksimal 2×24 jam atau swab test antigen maksimal 1×24 jam sebelum pelaksanaan tes.
  2. Persyaratan dan Kelengkapan Administrasi
  3. Waktu pelaksanaan
  4. Peserta wajib mengenakan masker tiga lapis.
  5. Peserta yang positif Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri segera melapor agar bisa dilakukan penjadwalan ulang.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 86

Bupati Don Serahkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Bupati Don Serahkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Berita Pemda

Bupati Don Serahkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Bupati Don Serahkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do kembali melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Kecamatan Boawae. Berbeda dengan kunker sebelumnya, Kali ini Bupati Don serahkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19, guna mengantisipasi terjadinya kerawananan pangan di Nagekeo.

Dilanjutkan kali ini giliran warga tiga (3)Desa yakni Desa Gerodhere, Desa Nagerawe dan Desa Vocolodorawe Kecamatan Boawae.

Penyerahan bantuan pangan tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do pada Kamis (23/9/2021).

Turut mendampingi Bupati, Dinas Sosial, Sekretaris Camat Boawae, staf Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Nagekeo, Para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, serta perwakilan warga penerima bantuan. 

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tak terkecuali Kabupaten Nagekeo, berdampak pada seluruh aspek kehidupan dan ekonomi masyarakat, mulai dari meningkatnya angka pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat. Salah satunya melemahnya sektor usaha hingga kerawanan pangan.

“Bantuan beras Cadangan Pangan ini  guna mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, khususnya pada masyarakat kurang mampu dan benar-benar terdampak Covid-19, sehingga dengan adanya bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat dalam kecukupan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari” ujar Bupati Don.

Sementara Warga Masyarakat Gero dalam bahasa daerah menyampaikan  terimakasih kepada Pemda Nagekeo yang telah peduli terhadap warga masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

“Bapak Ma’e Ngasi, karna lima ma mona sa’i ne go hasil kami, da mona dhu ena kami. Ele saco’o kami simo ena bapak da ti’i kami. Bholo kami pai, Bapak Ma’e ghewo kami, karna kami ne’e go ae setengah mati (Bapak jangan marah, karena kami kerja belum mendapatkan hasil dari usaha kami, yang belum sampai kepada kami. Biar sedikit, kami terima dari Bapak yang kasih untuk kami. Hanya kami minta, Bapak jangan lupa dengan kami, karena dengan air yang setengah mati/susah)” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta kepada Kepala Desa dan BPD  untuk segera membuat keputusan dalam perubahan ABPD, agar lahan-lahan petani siap untuk ditanam.

Bupati Don juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dalam semangat gotong royong, serta  melakukan penghematan dan mampu memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk bercocok tanam dalam upaya meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan.

“Sehingga Tahun musim tanam ini kita tidak gagal. Namun perlu melihat ramalan BMKG mengenai curah hujan kita. Jika curah hujan kita buruk, jangan paksa untuk tanam. Butuh air banyak, sehingga bisa juga tanam ubi kayu, ubi tatas sehingga kita punya cadangan makanan.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, “bersyukur Pemerintah Kabupaten bisa menyisihkan dana dalam keterbatasan akibat Pandemi Covid-19, banyak anggaran kita dipotong” katanya.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 93

Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe Kab. Nagekeo (3)

Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe

Bupati Don Resmikan TK Negeri Nagerawe

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Nagerawe, Kamis, (23/9/2021) di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Peresmian tersebut, ditandai dengan pengguntingan Pita, pembukaan tirai nama dan sekaligus penyerahan SK (Surat Keputusan) oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Bupati Don dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyambut baik perubahan status dari TK Satap Tunas Muda Nagerawe menjadi TK Negeri Nagerawe di Kecamatan Boawae ini.

Ia meyakini, lembaga pendidikan tersebut mampu melahirkan generasi yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo.

“Saya yakin dari lembaga pendidikan ini akan lahir generasi yang kedepannya mampu membawa kemajuan dan kesejehateraan bagi masyarakat” ujarnya.

Bupati Don menegaskan agar anak mendapatkan mutu dan pengetahuan yang baik, lebih khusus anak perempuan saat memasuki usia remaja.

“Pada saat ia lahir dari kandungan ibunya ia telah mengekspresikan dirinya dalam bentuk tangis atau gerakan-gerakan tertentu. Tangis atau gerakan yang tanpa latihan itu menggambarkan bahwa anak sejak lahir telah memiliki potensi untuk berkembang. Kita perhatikan anak perempuan kita, bahwa anak perempuan yang memasuki masa haid. Orang tua perlu memperhatikan tumbuh kembang anak dan gizi anak, sejak 1000 Hari pertama lahir di kehidupan ini. Jadi Pertumbuhan mereka harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah”.

Bupati Don menambahkan, dalam mendukung Paud ini, kita mengundang lembaga lain untuk bersama-sama membangun Paud.

Lebih lanjut, Bupati Don juga mengingatkan, literasi numerasi ini menjadi penting agar kita dapat memahami dunia yang penuh angka dan data. Selain itu agar kita dapat berpikir rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dalam berbagai konteks.

“Agar literasi dasar anak mulai dari usia dini. Kelas 1, 2 dan 3 menggunakan bahasa pengantar yaitu bahasa daerah. Anak harus tau suku kata, guru kelas awal perlu melakukan pendampingan untuk anak-anak agar anak bisa belajar dan membaca dengan baik. Anak harus membaca buka minimal setahun 52 buku yang harus dibacakan anak. Pastikan kelas awal literasi anak selesai.

Ketua Panitia Kegiatan Peresmian TK Negeri Nagerawe, Severinus Meo dalam sambutan menjelaskan dengan bertambahnya TK Negeri maka Kabupaten Nagekeo yang saat ini telah memiliki 27 akses berbagai program pemerintah khususnya akses sarana prasarana, bantuan guru ASN, maupun bantuan keuangan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Secara umum bantuan pemerintah pusat yang diakses oleh satuan pendidikan negeri maupun swasta baru terbatas adanya Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dengan jumlah dana dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ditampung di kali Rp.600.000”.

Severinus menjelaskan, TK Nagerawe sendiri didirikan pada tahun 2007 di Desa Nagerawe, sebelumnya dengan nama TK Satap Tunas Muda Nagerawe.

“TK Nagerawe didirikan pada tahun 2007. Jumlah siswa saat ini sebanyak 42 orang, jumlah guru sebanyak 2 (Dua) orang. Untuk biaya operasional lembaga bersumber dari Dana Desa, Dana BOP dan Komite.

Berdasarkan SK Bupati Nagekeo Nomor: 325/KEP/HK/2021 tanggal 10 Agustus 2021 didefinitifkan dengan nama TK Negeri Nagerawe dan mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah TK Negeri Nagerawe sesuai SK Bupati Nagekeo Nomor: 824/BK-DIKLAT/M/1082/9/2021 Tanggal 8 September 2021 an.Marsel Nebeng, S.Pd. SD. dari sekolah induk SDI Rawe.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 96

Pembangunan Pagar RSD Aeramo (5)

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Sudahi Ketidaknyamanan, Pembangunan Pagar RSD. Aeramo Resmi Dimulai

Mbay, nagekeokab.go.id – Bertahun-tahun  para pengunjung  maupun para nakes sendiri merasa tidak nyaman karena masuknya ternak  ke dalam kompleks Rumah Sakit Daerah Aeramo Kabupaten Nagekeo. Sebenarnya sekedar untuk mengamankan area inti,  pihak rumah sakit sudah berupaya membangun pagar   kawat  dengan tiang kayu seadanya,  tanpa buru-buru menyalahkan budaya beternak yang memang sejak lama telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. 

Akan tetapi,  Direktur RSD. Aeramo, drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev  mengatakan bahwa  selalu  ada saja kambing atau sapi yang lolos ke dalam kompleks fasilitas publik itu, sehingga  tetap saja membuat tidak nyaman,  karena tidak efektif. Menurutnya, pilihan ternyaman adalah pagar tembok yang mencakup seluruh areal seluas lebih dari 9.5 hektare itu.

Ia menyatakan   bahwa masyarakat Nagekeo patut bersyukur bahwa hari Jumat, 10  September 2021, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do,  bersama Tokoh Adat Nataia Patrisius Seo, disaksikan  Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu Dore, serta pihak-pihak terkait lainnya, melangsungkan acara peletakan batu pertama, pertanda Pembangunan Pagar RSD. Aeramo resmi dimulai.

Sempat tertunda dari Tahun 2020, akhirnya  pagar RSD. Aeramo mulai dikerjakan. Selain  membuat para pasien, pengunjung maupun tenaga kesehatan menjadi lebih nyaman,   menurut dr. Emirentiana, pagar  bermanfaat   sebagai pengaman aset  dan isinya secara fisik dalam rangka peningkatan pelayanan.

“Sekaligus kita ingin lakukan pengamanan aset, dan ini akan semakin memantapkan langkah peningkatan pelayanan  di bidang kesehatan yang  digencarkan selama ini, “imbuhnya.

Dokter yang merangkap sebagai Plt. Kadis Kesehatan ini juga menambahkan  bahwa   pagar sangat dibutuhkan agar  segala aktivitas operasional pelayanan, baik teknis maupun nonteknis  dapat berjalan lebih baik demi kenyamanan pasien dan petugas sendiri.

Ia kemudian membeberkan bahwa Faskes yang dipimpinnya mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada tanggal  16 Desember 2020, RSD. Aeramo  mengantongi surat Keputusan Bupati Nagekeo tentang  peningkatan status ke rumah sakit Tipe  C, setelah melewati visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI). Sebagai kelanjutannya, saat ini   struktur organisasi dan percepatan status Badan Layanan Umum Daerah sedang dalam penggodokan final.

Sementara  selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Florentina Bupu, ST. MT, memastikan bahwa bangunan berkonstruksi pasangan batu gunung tersebut akan rampung  pada Desember  2021.

“Apapun tantangannya, kami berjuang supaya masyarakat segera  merasakan manfaatnya secara penuh pada tahun ini juga, karena memang  bapa-mama, sama saudara, kaka-ade kita baik di dalam maupun luar Nagekeo sudah lama merindukannya” tekad ASN kelahiran  Ngada tersebut.

Wanita yang biasa disapa In itu menyatakan bahwa  di lapangan galian pondasi telah selesai, dan  langsung diikuti dengan pembuatan  profile maupun pengecoran. Agar berjalan lancar dan kondusif, dia sangat mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah sendiri.  Diinformasikannya juga bahwa pelaksanaan pekerjaan  juga sedang diawasi secara langsung oleh Inspektorat, baik dari sisi fisik maupun administratif.

Berkaitan dengan pendanaan,  Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah Yuliana Tolo, SE,M.Si., mengatakan bahwa anggaran untuk paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah Tambahan (DID Tambahan) sebagai apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut dimungkinkan oleh karena Pemda Nagekeo  dinilai baik dalam penanganan pandemi berdasarkan beberapa kriteria.

“Waktu itu, sebanyak dua kali  Pemerintah Kabupaten Nagekeo diberi alokasi dengan total  lebih dari Rp.23 Miliar  yang habis terbagi untuk berbagai kebutuhan di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi” ujarnya.

Ia  menerangkan bahwa DID Tambahan  Tahap I  bagi Kabupaten Nagekeo dialokasikan sebesar Rp.14,9 Miliar dan hampir 50% untuk Rumah Sakit.  Dan ia melanjutkan bahwa  Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang dinahkodai oleh  Sekda Nagekeo Drs.  Lukas Mere dengan persetujuan  Bupati, menganggarkan dari alokasi tersebut   untuk  pagar rumah sakit sebesar Rp. 3.4 Miliar.

Di samping itu, Ia mengungkapkan bahwa dari sumber dana yang sama,   saat ini  manajemen rumah sakit juga sedang membenahi instalasi listrik yang sebelumnya dilaporkan  telah memicu berbagai gangguan serius dalam pelayanan rumah sakit.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 51