Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa (2)

Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Nagekeo memusnahkan ratusan barang kadaluwarsa. Pemusnahan barang tidak layak konsumsi itu dilakukan di halaman kantor Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo pada Selasa (28/12/2021) disaksikan Sekda Nagekeo, Sat Pol PP dan Satreskrim Polres Nagekeo.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Nagekeo Maria Kristidlys Simporosa Djawaria mengungkap, pemusnahan bahan makanan dan minuman tak layak konsumsi (kedaluwarsa) bertujuan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan barang kadaluwarsa tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) tim terpadu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Sat Pol-PP, Kepolisian dan YKLI.

Diterangkannya, jenis barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) yang dimusnahkan meliputi kosmetik, makanan, minuman hingga obat-obatan yang didapat dari sejumlah toko dan usaha di seluruh Kabupaten Nagekeo.

Menurut Tyell Djawaria, pelaksanaan inspeksi mendadak idealnya dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali, akan tetapi akibat terkendala pandemi Covid-19, keterbatasan personil hingga anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan sidak di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru.

“Untuk kegiatan ini kita secara rutin melakukan sidak menjelang Natal dan Lebaran, kalau pengawasan lebih detail dan lebih cepat di titik nol, kalau dana memungkinkan sebaiknya dilaksanakan per triwulan” katanya.

Ia mengatakan, terhadap para pemilik usaha yang ditemukan barang tidak layak konsumsi tersebut diberi peringatan baik lisan maupun tulisan. Apabila masih ditemukan obyek yang sama di tempat usaha yang sama maka Dinas Koperindag akan mengambil langkah tegas mencabut izin usaha yang bersangkutan.

Mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Nagekeo ini merinci hasil inspeksi mendadak di sejumlah kios dan toko yang tersebar di setiap Kecamatan antara lain Kecamatan Boawae ditemukan 79 kios dan toko yang menjual barang kadaluwarsa.

Di Kecamatan Wolowae, kios dan toko yang dilakukan pengawasan sebanyak 29 usaha dan masih ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 15 usaha.

Kecamatan Keo Tengah, kios dan toko ditemukan barang kadaluwarsa sebanyak 23 usaha dari 60 usaha yang diawasi.

Kecamatan Mauponggo, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 92 usaha, ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 43 usaha.

Lanjut Tyell Djawaria, di Kecamatan Aesesa Selatan ditemukan 4 usaha yang menjual barang kadaluwarsa dari 18 usaha yang diawasi. Sedangkan di Kecamatan Nangaroro, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 142 usaha. Kios, toko dan swalayan yang menjual barang kadaluarsa sebanyak 45 usaha.

Tyell Djawaria mengaku, berdasarkan data yang dihimpun Diskoperindag selama tiga tahun terakhir, tren barang kadaluwarsa di Kabupaten Nagekeo menurun dari tahun ke tahun.

“Dari data yang kami temukan ini, dapat kami sampaikan bahwa selama tiga tahun berjalan kegiatan pengawasan barang kadaluwarsa kian tahun kian menurun. Diharapkan ke depannya para pelaku usaha ini mampu mencapai titik nol dalam hal barang kadaluwarsa” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati membeli barang baik di kios, toko maupun swalayan agar terlebih dahulu memeriksa masa kadaluarsa yang tertera dalam kemasan.

“Diharapkan agar setiap konsumen, kalau membeli barang jangan serta merta langsung ambil barang dan bayar, tolong diperhatikan masa expired” pesannya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 101

Nagekeo The Heart of Flores

Perkuat Branding “Nagekeo The Heart of Flores” Dinas Pariwisata Siapkan Official Theme Song

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Setelah launching tagline “Nagekeo The Heart of Flores” sebagai branding daerahnya, kini Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata persiapkan Official Theme Song (lagu tema resmi), untuk memperkuat branding tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Eddy Due Woi menjelaskan, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata bekerjasama secara profesional dengan tim kreatif untuk merancang konsep dan membuat lagu yang diberi judul sama dengan tagline Kabupaten Nagekeo “The Heart of Flores”.

“Dengan mengedepankan musik dan nyanyi sebagai akar budaya masyarakat Nagekeo yang digunakan secara baik untuk kepentingan Pemasaran Pariwisata, artinya kita telah berupaya melindungi kekayaan bangsa ini.” kata Eddy Due di Mbay pada Rabu (28/12/2021).

Menurut Eddy Due, hal ini sejalan dengan slogan pariwisata Indonesia yakni Sustainable Tourism atau Pariwisata Berkelanjutan.

“Pariwisata sebagai sektor kolaborasi wajib menjaga kelestarian kearifan lokal daerah yang justru sebenarnya adalah daya kekuatan utama pariwisata daerah itu sendiri” ujarnya.

Eddy menyebut, project Official Theme Song akan digarap oleh beberapa musisi kawakan yang tergabung dalam satu tim kreatif, diantaranya Desy Natalia (Presenter RRI) sebagai konseptor, Luis Thomas Ire sebagai Pencipta dan Arrenger, dan Melky Sega sebagai IT Support.

“Lagu ini juga nanti akan melibatkan paduan suara dari Nagekeo yaitu DVD Choirs untuk memperindah harmonisasi lagu dan rencananya akan launching pada awal Januari 2022 nanti” tandasnya.

Pencipta lagu, Luis Ire menjelaskan bahwa lagu tersebut menceritakan tentang Nagekeo sebagai ‘surga’ yang terletak di jantung Pulau Flores dan berisi pesan To’o Jogho Waga Sama, dimana liriknya dibuat dalam 3 bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris, dengan musik aransemen bergenre Neo Tradisi.

Terpisah, Desy Natalia megatakan dirinya merekomendasikan Ivan Nestorman untuk menyanyikan lagu ini dan Luis Thomas Ire untuk menciptakan dan mengaransemen lagu ini kepada Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosko Do.

Adapun alasan yang melatari Dessy memilih Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire karena secara musikalitas dua nama ini sudah tidak diragukan lagi.

”Om Ivan dan Luis ini sudah sangat populer di NTT, sering sekali terlibat sebagai man behind the huge project yang dibuat di NTT, salah satunya Flores The Singing Island – program dari Kemeparekraf RI dan lain-lain” ungkap Dessy.

Menurut Desy, Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire merupakan local heroes di bidang musik NTT yang punya banyak jasa memajukan musik NTT di kancah nasional bahkan internasional.

“Sehingga, dengan melibatkan 2 musisi ini diharapkan lagu ini bisa benar-benar menjadi magnet untuk penikmat musik dan bisa ikut mempopulerkan branding “Nagekeo The Heart of Flores” di tingkat Nasional bahkan ke level Internasional” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 170

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan diskusi dengan tema Focus Group Discussion (FGD) Data Sektoral Kabupaten Nagekeo tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung di aula VIP kantor Bupati Nagekeo pada Selasa 28 Desember 2021 tersebut, Bapelitbangda bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pusat Statistik dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut kegiatan pembinaan data statistik sektoral melalui workshop pembinaan metadata statistik yang telah diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo.

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni utusan dari setiap Perangkat Daerah (PD) antara lain Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappelitbangda, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas PMDP3A, Dinas Kepemudaan dan Olah Raga, Sekretariat Daerah (Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Keuangan Daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan Daerah, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Para peserta Pelatihan Metadata Sektoral akan disuguhi beberapa materi antara lain materi tentang evaluasi kegiatan metadata statistik sektoral dan penyerahan piagam penghargaan kepada dinas yang telah menyelesaikan dokumen metadata statistik sektoral oleh Kepala BPS Kabupaten Nagekeo Abdul Azis.

Materi langkah dinas kominfo sebagai walidata dalam penyusunan buku statistik sektoral di tahun 2022  oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Ndona Andreas Corsini dan materi tentang profil desa oleh Kepala Dinas BPMD dan P3A Sales Ujang Dekrasano.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengelolaan dan penyusunan data statistik sektoral ialah dijadikan rujukan pimpinan untuk mengambil keputusan dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 188

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan (1)

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan

Berita Pemda

Raja, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, meresmikan beroperasinya Pasar Mingguan Raja Selatan, Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae Jumat (24/12).

Pasar mingguan yang diresmikan ini adalah pasar baru pindahan dari lokasi pasar lama di area pinggir jalan negara, Desa Raja Timur, sementara itu pasar lama tetap berfungsi sebagai pasar desa pada setiap hari Selasa, yang dikelola sendiri oleh desa. Sedangkan, Pasar Mingguan Raja Selatan rencananya dibuka setiap hari Jumad bersama pasar Mundemi, Keo Tengah.

Pasar ini dibangun sejak tahun 2018 dengan sumber biaya dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM dengan pagu anggaran senilai Rp 3,8 M.

Setelah 3 tahun, baru hari ini diresmikan karena terjadi penundaan lantaran masih berurusan dengan penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan.

Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo Djawaria K.M. Simporosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa saat ini terdapat 8 unit los pasar. Ada 6 los pasar dengan masing-masing 16 lapak, sehingga total 96 lapak. Ada 2 los pasar dasar, tanpa lapak, yang diperuntukan bagi pedagang pakaian, sepatu, dan lain-lain.

“Saat ini, 96 lapak sudah dibagikan kepada warga desa tiga raja, yang akan berjualan di Pasar Raja Selatan” jelasnya.

Saat ini, kata Djawaria, ada sejumlah pedagang yang sudah mendaftar di antaranya pedagang sayur, buah dan sembako.

“Pedagang pakaian ada area sendiri. Juga pedagang komoditi disiapkan pelataran tersendiri. Warung makan ditempatkan di pinggir jalan depan pasar” terangnya.

Ia menjelaskan, khusus kendaraan, akan diatur di pelataran parkir sehingga barang-barang yang akan masuk ke area pasar dapat memanfaatkan gerobak dorong warga.

Dikatakannya, pengelola pasar sudah diserahkan Bupati Nagekeo dengan SK kepada para Camat, yang selanjutnya diatur bersama kepala desa, Bumdes dan Karang Taruna setempat.

Tiel Djawaria, juga melaporkan bahwa sejak berdiri 2018, penyelesaian biaya ganti rugi lahan baru dilakukan pada Desember 2020.

“Tahun 2021 bersama kepala Desa setempat, karang taruna kami melakukan penataan dan pembersihan lokasi sehingga siap diresmikan hari ini. Kami berharap bisa berjalan lancar. Minta bantuan kita promosikan bahwa Pasar Mingguan Raja Selatan sudah diresmikan oleh Bupati Nagekeo, dan silakan digunakan” ujarnya.

Lanjutnya, di Tahun 2022 pengelolaan pasar diserahkan kepada camat bersama para kepala desa masing-masing wilayah. Dinas Koperindag tetap melakukan monitoring dan evaluasi, agar potensi-potensi pasar untuk PAD tidak sampai tercecer.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan sekaligus meresmikan penggunaan Pasar Mingguan Raja Selatan menyampaikan rasa syukurnya, karena masyarakat sudah lama menanti.

“Saya gembira, pada bulan Desember jelang Natal besok,  Pasar Raja Selatan ini lahir. “Hamil” sudah terlalu lama, 3 tahun” ungkapnya.

Bupati Dan Bosco berharap, pasar Mingguan Raja Selatan dapat dimanfaatkan untuk perdagangan  komoditi unggulan lokal masyarakat.

“Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya adalah unggulan kira di tempat ini. Padukan dengan usaha peternakan,  penggemukan sapi. Kotorannya kita olah jadi pupuk untuk tanaman kita” pesan Don Bosco.

Hadir dalam acara peresmian ini, Camat Boawae Vitalis Ba’i, Kapolsek Boawae Aiptu Gerson Kadek, Kadis Pertanian Oliva Mogi, Kadis Peternakan  Klementina Dawo, Kadis PMD P3A Sales Ujang Dekresano, Plt Kadis Pariwisata Rustien Triatmi, Kabag Ekonomi Nikolaus Neka, pejabat Dinas Perhubungan Frumensius Siku, serta Penjabat Kades Raja Selatan, Yohanes Dhae Wea, serta para tokoh masyarakat setempat. (RSN/Sevrin).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 104

Bupati Nagekeo Pimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan Jelang Nataru (2)

Bupati Nagekeo Pimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan Jelang Nataru

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do memimpin apel gabungan gelar pasukan, dalam rangka pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan yang dinamakan Operasi Lilin Ranakah 2021 ini terjadi di lapangan apel Polres Nagekeo Kamis, 23/12/21.

Kegiatan ini menindaklanjuti surat telegram Kapolri STR nomor : STR/1226/XII/OPS.1.1/2021 Tentang Pengamanan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Surat Telegram Kapolri Nomor: R/1226/XII/OPS.1.1./2021 Tanggal 14 Desember 2021 Tentang Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan di tingkat Provinsi oleh Gubernur dan di tingkat Kabupaten/Kota oleh Bupati/Walikota dan sesuai surat edaran Kapolres Nagekeo tanggal  21 Desember 2021 dengan Nomor Surat B/4 SO IXIIOPS.1.1./2021 Tentang Rencana Apel Gelar Operasi Lilin Ranakah 2021 di Polres Nagekeo.

Bupati Johanes Don Bosco Do saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo, mengatakan Operasi Lilin Tahun 2021 bertujuan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalankan hari raya Natal dan Tahun Baru 2022 di tengah masa pandemi covid-19 dan larangan mudik guna mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurut Bupati Don Bosco, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 25 Desember  2021 dan Tahun Baru 2022, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajakan keterlibatan beberapa unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra Kamtibmas lainnya.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah. Perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, akan meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian. Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar Lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19”, jelas Don mengutip sambutan Kapolri.

Polri melalui Polres Nagekeo menyelenggarakan Operasi Lilin 2021,  yang akan dilaksanakan selama 10 hari. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Operasi Lilin 2021 ini tentu saja mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Pengamanan Nataru ini tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman”, tutup Bupati Don.

Hadir dalam kegiatan apel ini, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fa’i, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Danramil 1625.05/Aesesa Kapten Inf Supriyanto, Kasat Pol PP Nagekeo Muhayan Amir, Kepala BPBD Nagekeo Agustinus Pone, Kepala Dinas Perhubungan Nagekeo Efraim Muga, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih, Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama, Imam Masjid hingga tokoh Pemuda.

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 104

Kabupaten Nagekeo Menuju Bebas Blank Spot (1)

Kabupaten Nagekeo Menuju Bebas Blank Spot

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menghadiri acara launching pembangunan Base Transceiver Station (BTS) bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) secara virtual oleh Pemprov NTT di Desa Nataute, Kecamatan Nangororo pada Senin (20/12/2021).

Acara launching dilaksanakan oleh Pemprov NTT secara serentak di 16 Desa yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ke-63.

Secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang dihadiri langsung Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate secara virtual.

Turut hadir mendampingi Bupati Don Bosco Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini, Kepala Dinas Pertanian Oliva Mogi, Kepala Dinas BPMD Sales Ujang Dekresano, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Rustien Triatmi, Camat Nangaroro Gaspar Taka, Perwakilan BAKTI dan ratusan masyarakat Desa setempat Dusun Malasera.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan, kehadiran BTS di wilayah Nataute bagian dari upaya Pemerintah dalam memberikan akses telekomunikasi dan memperkuat tranformasi digital, serta membuka peluang dan kesempatan kepada masyarakat dalam memanfaatkan teknologi komunikasi digital untuk kemajuan di setiap aspek kehidupan.

Lokasi Desa Nataute yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Ende dan Nagekeo dan berada jauh dari pusat kota Kecamatan membuat Desa tersebut selama ini blank spot (wilayah yang tidak mendapatkan Signal Telekomunikasi).

Don Bosco menyebut, saat ini Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kominfo kembali mengusulkan pembangunan 56 BTS di sejumlah titik ke Kementerian Komunikasi dan Informatika di tahun 2022 sebagai upaya agar layanan telekomunikasi dan internet dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo sampai ke pelosok-pelosok desa.

Dari 56 unit BTS yang diusulkan, 8 di antaranya merupakan daerah tujuan wisata seperti Ring Of Kinde, Ring Of Lena,  Kampung Adat Kawa, Pantau Ena Gera, Pantai Ena Bhala dan beberapa spot wisata lain.

“Jadi kalau dalam waktu dekat bisa kasih kita 8 itu sudah beruntung sekali, sementara 48 itu untuk kepentingan masyarakat umum dengan segala bentuk kebutuhan seperti anak sekolah, karena terkoneksinya kita ke dalam dunia informasi ini semua masyarakat bisa belajar. Maunya kita tidak ada lagi tempat yang blank spot ” ujarnya.

Menurut Don Bosco, apabila layanan telekomunikasi internet sudah dapat diakses secara menyeluruh hal ini dapat menunjang upaya pemerintah juga masyarakat dalam mempromosikan potensi-potensi destinasi wisata.

Karena itu Bupati mengajak masyarakat lebih khusus kaum muda agar bisa memanfaatkan layanan internet untuk hal-hal positif, sebab selain mempromosikan potensi wisata agar bisa dikenal publik, layanan internet juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi seperti ekonomi kreatif, di bidang pertanian maupun peternakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kominfo yang memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Kadis Andreas mengungkapkan, kesuksesan hadirnya BTS di Nataute merupakan keberhasilan bersama sebab, pembangunan BTS ini berdasarkan usulan pemerintah daerah tahun 2020 sebagai lokasi prioritas yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dijelaskannya, Dinas Kominfo Nagekeo berperan dalam menyiapkan data-data titik lokasi blank spot, memberikan usulan, menyediakan lahan yang diperlukan untuk lokasi BTS, serta menyiapkan proses perijinan lahan, guna menyukseskan pembangunan tower.

“Kita berharap usulan ini bisa diakomodir Kementerian Kominfo. Kita juga berharap masyarakat bisa merelakan lahannya untuk dibangun tower BTS, sebab Bakti Kominfo tidak mengalokasikan anggaran untuk ganti rugi lahan. Masyarakat yang membutuhkan tower BTS menghibahkan lahan kepada Bupati. Selanjutnya setelah masuk dalam daftar aset milik daerah akan dibuat Perjanjian Pinjam pakai lahan antara Bupati dan Bakti Kominfo” jelasnya.

Dengan beroperasinya BTS maka warga  Nataute dan sekitarnya sudah bisa menggunakan layanan telekomunikasi melalui mobile phone karena kehadiran sinyal telekomunikasi.

Kepala Desa Nataute Timotius mengungkap, kehadiran layanan telekomunikasi telah lama didambakan oleh masyarakat setempat agar dapat menikmati layanan telekomunikasi seluler, sebagaimana yang dinikmati masyarakat pada umumnya.

“Atas nama warga Desa Nataute kami menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kominfo, kepada Gubernur NTT yang hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun Propinsi NTT yang ke 63 sekaligus memerdekakan kami dari kesulitan akses komunikasi. Terima kasih juga kepada Bupati Nagekeo, Kepala Dinas Kominfo Nagekeo beserta jajarannya.” (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 130

IMG-20211217-WA0040

Bupati Nagekeo Pastikan Pembangunan Waduk Mbay Berjalan Sesuai Rencana

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengungkapkan, proses pembangunan proyek strategis nasional Waduk Mbay berjalan sesuai rencana meski terjadi riakan-riakan kecil di lapangan. “Itu sedang berjalan, saat ini sedang pengukuran final konstruksi bantalan”.

Keputusan Kementerian PUPR dua BUMN sekaligus karena waktu berakhir di 2024, bahkan ada skenario kalau bisa ada soft launching di akhir masa jabatan Presiden Jokowi” ujar Bupati Don Bosco dalam konferensi Pers yang digelar di Aula VIP Kantor Bupati, Jumat (16/12).

Menurut Don Bosco, masyarakat Nagekeo pada umumnya sudah lama menanti kehadiran waduk yang nantinya akan menyediakan pasokan air baku bagi masyarakat. Pasalnya, selama ini warga di wilayah sekitar waduk seperti Rendu, Lambo dan Ndora kerapkali dilanda kekeringan.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat Nagekeo di manapun berada mendukung proyek yang mendatangkan manfaat besar ini sehingga bisa selesai tepat waktu.

“Kepada masyarakat Nagekeo seluruhnya, bagi yang mengharapkan manfaat besar waduk, mari kita mendukung project ini yang nantinya akan kita nikmati” ajak Bupati.

Melihat daripada dinamika yang terjadi selama ini di lapangan, Bupati menilai bahwa masih ada segelintir orang yang tidak menginginkan proyek tersebut dibangun.

Kendati demikian, Bupati memastikan dinamika tersebut bukan berarti menghambat ataupun membatalkan proses pelaksanaan pembangunan waduk.

“Ini sudah jadi komitmen daerah. Yang masih mempersoalkan lokasi, ini sudah selesai, letaknya di mana itu sudah urusan teknis, ganti rugi sudah melalui apraisal, sekarang sudah pada tahapan pembayaran ganti untung” katanya.

Terkait rumor yang selama ini beredar jika hak-hak pemilik lahan ataupun masyarakat adat tidak terakomodir, Don Bosco membantah jika isu tersebut tidak benar, dan sengaja digiring oleh segelintir orang yang tidak menginginkan waduk dibangun.

“Isu di lapangan bahwa hak masyarakat tidak diperhatikan itu tidak benar, indentitas lahan masyarakat dilakukan secara terbuka, pemanfaatan waduk ini tidak hanya untuk umum, tapi untuk dirinya (warga yang menolak read-). Pemerintah dalam hal ini mengambil sikap yang sebijak mungkin, kita tetap fokus pada agenda kita, jadwal tidak tertunda lagi” tegasnya.

Kepada satu dua individu yg merasa tidak puas, Pemerintah tetap menyiapkan saluran pengaduan sesuai dengan hukum yang berlaku yakni melalui Lembaga Pengadilan.

“Silahkan mengadu ke sana, tapi tidak menghambat pembangunan. Pemerintah dalam hal ini mengambil sikap yang sebijak mungkin, kita tetap fokus pada agenda kita, jadwal tidak tertunda lagi” ungkapnya.

Sementara Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fa’i mengatakan proses pelaksanaan pembangunan mulai dari tahapan awal dikawal aparat TNI/Polri.

Kapolres memastikan bahwa tujuannya kehadiran aparat di lokasi bukan untuk menakut-nakuti warga, akan tetapi memastikan agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar.

“Tujuannya agar masyarakat masyarakat jangan menghalangi. Kehadiran TNI Polri untuk mengamankan proyek strategi Nasional, memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan damai sampai selesai tidak ada pelanggaran hukum” katanya.

Meski fakta di lapangan masih ditemukan sebagian kecil warga yang bersikeras melakukan aksi protes, akan tetapi aparat TNI/Polri tetap bersikap tenang dan presisi dalam menghadapi masyarakat.

“Masyarakat tidak mau dihalangi, menganggap kehadiran TNI Polri sebagai lawan, tugas kita memberikan pemahaman bahwa proyek itu sangat bermanfaat.
Kita harapkan masyarakat bisa menerima itu” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 334

The Hearth Of Flores (2)

Parade Sepeda Meriahkan Festival Kota Mbay Sehat dan Hijau

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Guna memeriahkan ‘Festival Kota Mbay Sehat dan Hijau’ puluhan anak-anak tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah pertama ikut dalam parade Sepeda mengelilingi kota Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Kamis (16/12).

Festival yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten Nagekeo ke-15 ini, akan berlangsung dari tanggal 15 – 18 Desember 2021. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Tozupazo, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa ini melibatkan puluhan anak-anak. Mereka mulai mengayuh sepedanya dari lapangan sepeda Tozupazo, memasuki jalan Soekarno Hatta, jalan Soeharto hingga berakhir kembali di titik awal start.

Ketua Panitia Festival Kanisius Laking mengungkap, kegiatan parade sepeda ini dilaksanakan atas kerjasama Komunitas Warga Kelurahan Danga, Pemerintah Kelurahan Danga dan Pemkab Nagekeo guna mewujudkan visi menjadikan Mbay Kota Sehat.
Menurutnya, kegiatan parade sepeda ini, memiliki kesan tersendiri, sebab, secara historis Mbay merupakan kota yang sejak tahun 90-an terkenal akan sepeda sebagai mobilisasi andalan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas.
“Di era 90 transportasi orang Danga menggunakan sepeda. Kegiatan ini untuk mengangkat kembali, sepeda itu transportasi itu murah dan ramah lingkungan” tuturnya.
Melihat, lokasi kota Mbay yang berdampingan dengan daerah irigasi, Kanis menyarankan agar jalan inspeksi di persawahan bisa dijadikan lintasan sepeda bagi orang-orang yang ingin menikmati udara sejuk di sore hari sembari menikmatinya keindahan alamnya.
Ini, menurut Kanis bisa dijadikan obyek wisata dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kota Mbay harus jadi kota sepedanya Flores, kebijakan pembangunan harus dilihat dan diarahkan oleh para pengambil kebijakan agar Kota Mbay sebagai kota sepeda” katanya.
Selain parade sepeda, Festival juga diisi dengan penanaman 100 anakan pohon pada beberapa pada lingkungan sekolah di sekitar kelurahan Danga dalam mewujudkan Kota Mbay yang hijau.
“Tanam 100 anakan pohon di SDK Wolorae, ke depan akan mudah-mudahan bisa tanam 1000 pohon mangga di lingkungan sekolah di Kelurahan Danga. Daripada cari lahan baru untuk area terbuka hijau lebih baik manfaatkan lahan sekitar sekolah yang umumnya luasnya sampai 2 hektar’ beber Kanis Laking.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo. Pasalnya, parade ini bagian dari promosi wisata juga sebagai bentuk komitmen masyarakat yang mendukung visi Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do yang sebelumnya sudah meluncurkan Nagekeo The Heart of Flores.
“Pariwisata di Nagekeo tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Pulau Flores atau NTT umumnya karena dia punya keunikan tersendiri seperti di Mbay ini yang punya jalanan di sekitar pematang sawah yang cukup besar dan radiusnya lebih dekat kota sehingga cocok untuk wisata sepeda yang bertolak dari keseharian warga” ungkap Kabid Pemasaran dan Promosi Wisata Kabupaten Nagekeo Eddy Dua Woi.
Menurutnya, pariwisata adalah kolaborasi berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, lingkungan hidup. Pariwisata adalah sebenarnya muara akhir dan sebuah tata cara keunikan yang selama ini kita kerjakan dan kita buat dalam keseharian kita.
“Pariwisata tidak boleh mencabut akar kearifan lokal seperti pertanian, Peternakan, perkebunan. Orang mengetam padi, atau menanam padi adalah sebuah wisata dan itu sebenarnya adalah sebuah kolaborasi dengan berbagai bidang yang ada. Dan selama ini kita melihat hal ini biasa namun bagi orang luar tidak luar biasa” katanya.
Sebelumnya, Lurah Danga Yohanes Lado, mengatakan pihaknya berkomitmen membangun dan menata wajah Kota Mbay, menjadi Kota Hijau (Green City).
Menurut pengamatan Lado, sejak berdiri menjadi Kabupaten defenitif, penataan wajah Kota Mbay masih menjadi suatu pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan.
“Kami Pemerintah yang paling bawah meminta kepada bapak Bupati dan Lembaga DPRD untuk melakukan konsesus kerakyatan untuk mengalokasikan anggaran satu tahun itu cukup untuk Kota. Kita minta Political Will daerah ini, bapak Bupati dan pimpinan DPRD agar dapat memperhatikan Kota ini’ pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 141

IMG-20211216-WA0014

Bupati Don Bosco Buka Kegiatan Orientasi Bagi Kader Kesehatan, Berikut Harapannya!

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), TP PKK menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menekan AKI dan AKB.
Oleh karena itu untuk meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan informasi edukasi kepada masyarakat, maka TP PKK Kabupaten Nagekeo melaksanakan Orientasi Pasca Salin, Kunjungan Nifas dan kunjungan Neonatal bagi Kader Kesehatan.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan kader PKK ini berlangsung di aula kantor Camat Aesesa pada Rabu (15/12/2021) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.
Ketua Panitia pelaksanaan orientasi Hedwig Djuang menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader kesehatan, tentang kunjungan pasca salin dan kunjungan neonata serta meningkatnya kualitas pelayanan pasca salin dan kunjungan neonatal yang terpadu.
“Melalui gerakan PKK ini peran aktif segenap masyarakat turut di galang dan ditingkatkan, sehingga dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab dalam pembangunan maupun dalam menikmati hasil dari pembangunan itu sendiri” ujar Hedwig dalam laporan panitianya.
Di Indonesia AKI dan Bayi masih sangat tinggi. Tahun 2010 AKI 346 per 100.000 kelahiran Hidup /KH,sensus penduduk 2010, sedangkan tahun 2015 sebesar 305 per 100.000 KH (supas 2015).
Menurutnya, kematian Ibu hamil dan bersalin serta kematian bayi masih menjadi salah satu permasalahan di Provinsi NTT Khususnya di Kabupaten Nagekeo.
Berdasarkan laporan dari Dinkes Nagekeo kasus kematian ibu tahun 2020 sebanyak 4 kasus dan 2021 sampai saat ini 2 kasus, sedangkan kematian Neonatal tahun 2020 sebanyak 24 kasus, 2021 sd saat ini sebanyak 25 kasus.
Untuk menurunkan AKI dan AKB perlu dilaksanakan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama secara Lintas program dan Lintas Sektor sesuai tugas tanggungjawab masing-masing.
Terkait hal tersebut PKK mempunyai tugas pokok dan fungsi penyuluhan, penggerakan masyarakat dengan bimbingan kepada kader-kader PKK/kesehatan.
Dalam kegiatan kegiatan tersebut para kader PKK akan mendapatkan materi dari dr Jakob Tri Susilo Salean dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSD Aeramo.
Sementara Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan singkatnya berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyimak materi secara baik.
Bupati mengatakan orientasi tersebut bagian daripada menyukseskan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) yang mana setiap kader PKK dapat mengunjungi setiap rumah guna memetakan informasi dari profil kesehatan keluarga (Family Folder) untuk intervensi masalah kesehatan yang ditemui.
“Kita ngomong soal pasangan usia subur, ibu hamil, ibu melahirkan nifas, kita kerja dulu soal pendataan, kemudian kita masuk soal masalahnya, dan supaya kita menginformasikan orang ini butuh bantuan apa” jelas Bupati.
Dari hasil identifikasi masalah tersebut, kemudian menjadi dasar rujukan dan juga masukan bagi dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran dan bantuan sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
“Pekerjaan yang kita hadapi sekarang ini tidak kita nikmati langsung. Saya sangat berharap, ini kerja besar, penting, yang hasilnya tidak langsung kelihatan” pesan Bupati.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 46

IMG-20211215-WA0040

Sepanjang Tahun 2021, Pemkab Nagekeo Renovasi 868 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Sepanjang tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DKP) berhasil merenovasi rumah tidak layak huni (RLTH) sebanyak 868 unit.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Antonius Lori menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk merenovasi 868 RLTH tersebut dialokasikan dari berbagai sumber antara lain, Dana BSPS APBN 100 unit, DAK 48 serta APBD Kabupaten Nagekeo 728 unit.
Ia menuturkan, bantuan untuk peningkatan kualitas rumah bertujuan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo diterima oleh Penerima manfaat masing-masing Rp. 20 juta per unit dengan rincian Rp 2,5 juta upah tukang dan Rp 17,5 juta belanja material, sebab, bantuan ini hanya bersifat stimulan selebihnya adalah swadaya penerima.
Selain bersumber dari beberapa sumber anggaran di atas, Ia menjelaskan bantuan perumahan tidak layak huni di Kabupaten Nagekeo juga diintervensi lewat Dana Desa dengan besaran anggaran bervariasi antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per unit.
“Kalau dari dana desa dalam catatan kami tahun ini ada 756 unit, besaran biaya per unit bervariasi mulai dari 20 sampai 30 juta” ujar Antonius di ruang kerjanya Rabu (15/12/2021).
Menurutnya, hingga saat ini progres fisik untuk pembangunan rumah bantuan yang bersumber dari APBN dan DAK sudah di atas 95 persen sedangkan yang berasal dari APBD Kabupaten Nagekeo rata-rata berkisar 50 sampai 75 persen.
Ia mengatakan, di tahun 2021 Dinasnya juga mengalokasikan anggaran guna merehabilitasi 10 unit rumah bantuan bagi korban bencana kebakaran dan tanah longsor.
Kata Dia, berdasarkan catatan DKP, dari total 26. 720 unit rumah yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo, terdapat kurang lebih 11.074 rumah teridentifikasi tidak layak huni. Selain itu adapun catatan DKP terdapat 5.961 keluarga baru saat ini belum memiliki rumah.
“Dari tahun 2019 sampai 2021 tercatat baru 3.394 unit yang kita anggarkan lewat APBD 1, target kita sesuai RPJMD sampai 2023 harus bisa mencapai 10.000 unit” ujarnya.
Guna mencapai target tersebut, Kepala Bidang Perumahan Alfred Djuang mengatakan, pihaknya kembali mengalokasikan anggaran di tahun 2022 dari APBD 1 untuk 1020 unit RLTH.
Selain APBD 1 Kabupaten Nagekeo Tahun anggaran 2022, DKP juga sudah mengusulkan alokasi dana bantuan perumahan yang bersumber dari APBN via Kementerian PUPR lebih dari 1000 unit.
“Sudah kita usulkan 1000 lebih unit, untuk sekarang belum disetujui tapi biasanya di tahun berjalan pasti terealisasi” katanya.
Terpisah, Petrus Mula (43) warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa salah satu Penerima bantuan stimulan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Nagekeo atas bantuan yang Ia terima.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi keluarga miskin seperti dirinya, apalagi saat ini pendapatan ekonominya tengah merosot akibat pandemi Covid-19.
“Terima kasih Pemda Nagekeo, ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat yang ekonomi pas-pasan” pungkas Dia.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 129