12 Mushollah di Kecamatan Aesesa Terima Bantuan Hewan Qurban

12 Mushollah di Kecamatan Aesesa Terima Bantuan Hewan Qurban

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan serah terima bantuan hewan qurban berupa uang kepada 12 Mushola radius Kecamatan Aesesa bertempat di Aula Kantor Camat Aesesa pada Rabu, 06 Juli 2022.

Turut hadir mendampingi Bupati Nagekeo, Camat Aesesa Yakobus Laga Kota, SH dan Ketua Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nagekeo Ustad Askari Syamsudin.

Acara diawali dengan pembacaan Berita Acara Serah Terima Bantuan Hewan Qurban berupa uang dilanjutkan dengan Penandatanganan  Berita Acara.

Sesuai dengan Berita Acara dimaksud  kepada masing-masing Masjid/Mushola mendapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang akan digunakan untuk membeli 1 (satu) ekor kambing jantan bantuan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam keadaan sehat dan baik untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah tanggal 10 Juli  2022 mendatang.

Bantuan uang tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Nagekeo dan diterima oleh masing- masing (ke-12 ) Imam Masjid/ Mushola.

Ke-12 Mushola yang menerima bantuan Hewan Qurban sebagai berikut:

  1. Mushola Al- Muhajirin Porepoje
  2. Mushola AMD Ladha
  3. Mushola Asyifa Hobo
  4. Mushola Makipaket
  5. Mushola Al- Taqwa Kolikapa
  6. Mushola Al- Hasan Ameaba
  7. Mushola Darul Ukhwa Iqbam
  8. Mushola Nurul Hidayah Mbaydam
  9. Mushola Nurul Hidayah Tonggurambang
  10. Mushola Pelabuhan Maropokot
  11. Mushola Kolikapa Lama
  12. Mushola Kolipaka Sawah.

Sulaiman Amir Pengurus  Masjid Mushola Darul Ukhwa Iqbam Boaras,  mewakili para imam masjid dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah memberikan bantuan hewan qurban untuk dikurbankan pada hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah.

“Mengatasnamai imam Masjid/Mushola saya ucap syukur  dan terimakasih kepada bapak Bupati semoga ini memotivasi kami semua, disamping kami usaha dari umat yang ada tentunya ini menjadi tambahan buat kami. Sehingga kedepan perkara qurban tidak lupa menjadi catatan penting kami untuk senantiasa mengambil bagian dalam urusan ini.  Intinya seperti itu. Ke depan  apa yang diamanatkan kepada kami Insa Allah akan kami jalankan sesuai harapan” katanya.

Sedangkan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa perhatian kita sesuai dengan sejarah dan juga apa yang dimaksud oleh Nabi dan bagaimana kita berbagi hewan qurban. Ini kiranya yang perlu kita perhatikan adalah mereka yang pantas mendapatkan perhatian itu.

“Hari ini kita bagi sumbangan hewan qurban bagi 12 Musolah. Sebetulnya ini kejadian dari dua tahun lalu, tahun 2019-2020 rutin yang mendapat bantuan hewan Qurban ini hanya masjid besar.” ujarnya.

 

Dikatakan pula bahwa jumlah Masjid/Mushola di Kabupaten Nagakeo sebanyak 49 buah dan di Tahun 2022 bantuan hewan qurban diperuntukkan kepada 32 Masjid/Mushola berarti yang lain tidak  mendapatkannya.

Karena itu Bupati berharap kedepan semua mushola bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Tadi 12 ekor dikalikan Rp.1.500.000  = 18.000.000.-,  kalau sapi kita hanya bisa dapatkan sapi satu ekor dan satu saja yang dapat,  biar sedikit yang penting semua bisa dapat” sambungnya.

Bupati berharap, pengurus  dan Imam Masjid bisa menggerakan hati umat yang berkemampuan untuk menggenapinya. Kiranya Allah akan bekerja melalui orang orang berhati baik untuk menggenapi niat baik kita semua untuk berbagi pada Hari Raya Qurban.

“Saya belum bisa menjanjikan karena memang kondisi keuangan fiskal daerah sangat terbatas saat ini ditambah lagi dengan bencana di mana-mana, ada pengeluaran yang diluar rencana harus merevisi pengeluaran kita di perubahan anggaran yang akan datang. Semua ini butuh perhatian dan pengertian kita semua” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya Bupati Don Bosco  berharap dengan berbagi hewan qurban ini bisa dinikmati oleh mereka yang benar-benar pantas mendapatkan perhatian di hari raya qurban ini.

“Saya berharap bisa tambah-tambah sedikit bisa dapat kambing untuk makan  bersama paling kurang para janda dan kaum duafa memperoleh penuh daging  pada hari raya. Saya minta pengertian dari pengurus dan kita semua” tutup Bupati Don.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari  Bagian Kesejahteraan Rakyat  Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo  bahwa jumlah secara keseluruhan sebanyak 49 Masjid/Mushola se-Kabupaten Nagekeo dan  Tahun 2022 bantuan hewan qurban berupa uang sebesar Rp.1.500.000.- diperuntukkan bagi  32 Masjid/ Musholah yang tersebar di 6 kecamatan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kecamatan Aesesa : 12 Mushola
  2. Kecamatan Keo Tengah : 7 Masjid /Mushola.
  3. Kecamatan Nangaroro : 5 Masjid/ Mushola
  4. Kecamatan Wolowae: 1 Mushola
  5. Kecamatan Boawae : 1 Masjid
  6. Kecamatan Mauponggo : 6 Masjid

Dan penyerahan  bantuan hewan qurban untuk masing-masing kecamatan  dijadwalkan sebagai berikut;

  1. Rabu, 06 Juli 2022 di Kecamatan Aesesa
  2. Kamis,07 Juli 2022 di Kecamatan Nangaroro dan Kecamatan Keo Tengah
  3. Jumad, 8 Juli 2022 di Kecamatan Boawae dan Kecamatan Mauponggo.

Protkompim (Merry / Tim Humas NK)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 59

Wabup Nagekeo Membuka Kegiatan Simulasi Pengurangan Resiko Bencana PMI

Wabup Nagekeo Membuka Kegiatan Simulasi Pengurangan Resiko Bencana PMI

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja membuka kegiatan Simulasi Bersama Pengurangan Risiko Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Zona IV provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari sejak 30 Juni sampai 2 Juli 2022 ini dipusatkan di SLTP Tozupazo, Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo diikuti oleh peserta dari lima (5) Kabupaten yakni PMI Kabupaten Manggarai Barat 10 peserta, Manggarai 12 peserta, Manggarai Timur 15 peserta, Ngada 15 peserta, dan Nagekeo 10 peserta.

Menurut Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Djogo  menjelaskan, peserta akan diberi pembekalan materi oleh fasilitator kemudian dilanjutkan dengan simulasi lapangan.

Simulasi bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan PB dan unit layanan PMI, membangun sinergi, komitmen bersama terkait PB dan unit layanan PMI.

“Maksud kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas operasi penanganan bencana dan krisis kesehatan di masing-masing kabupaten dan seluruh wilayah Indonesia, baik dari segi kecepatan, cakupan, dan efektivitas pelayanan” jelasnya.

Anggota PMI Zona IV yang notabene berada dalam satu daratan Flores, di mana segala jenis ancaman ada. Kawasan yang biasa dikenal juga sebagai ring of firefire sehingga penting untuk selalu mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Karena itu PMI Zona IV terus membangun koordinasi dan memperkuat kemitraan di kawasan, salah satunya adalah dengan melakukan simulasi bencana.

Kata Dia PMI Kabupaten Nagekeo sebagai kabupaten bungsu dari 4 PMI kabupaten lainnya terus berupaya berbenah dengan mengambil momen ini sebagai kesempatan mengaktualisasikan diri dan kian dikenal masyarakat Kabupaten Nagekeo dalam tugas-tugas kemanusiaan.

“Simulasi bersama atau gabungan personel PMI Zona IV tentunya diharapkan dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan membangkitkan sikap peduli dalam menghadapi bencana di masing-masing kabupaten atau di daerah lain jika dibutuhkan” katanya.

Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengatakan bahwa PMI merupakan organisasi kemanusiaan dunia dan sudah bagian daripada subyek hukum internasional. Keanggotaan dan relawan PMI kata Marianus, diisi oleh orang-orang hebat yang merelakan waktu, tenaga juga material demi misi kemanusiaan.

Oleh sebab itu, Marianus berpesan, relawan PMI harus mengutamakan loyalitas dengan menjunjung tinggi kejujuran dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.

“Hidupkan kejujuran dan kemauan baik dalam diri kita, jangan omong berapa yang saya dapat, tapi percayalah Tuhan akan memberikan yang terbaik, dalam dirimu kemuliaan Tuhan itu ada, karena kita berjuang untuk sesama. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 115

Kantor Kejaksaan Negeri Nagekeo Segera Dibangun

Kantor Kejaksaan Negeri Nagekeo Segera Dibangun

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Tim dari Kejaksaan Republik Indonesia (RI) dan perwakilan Sekretaris Kabinet mengunjungi Kabupaten Nagekeo pada Rabu 29 Juni 2022.

Tiba di Kantor Bupati Nagekeo rombongan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere didampingi pimpinan DPRD Nagekeo Yosefus Dhenga dan Kristianus Dua Wea serta beberapa pejabat di Lingkungan Pemkab Nagekeo.

Kabag Ortala Kejaksaan Republik Indonesia Tomi Kristianto menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Nagekeo guna mewujudkan pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Nagekeo.

“Kami dari Kejaksaan bersama Sekretaris Kabinet turun ke lapangan untuk memastikan bahwa dari tanahnya, keinginan teman-teman di Kabupaten tinggal kita buktikan. Alhamdulilah secara persyaratan dan kriteria sudah memenuhi” katanya.

Menurut Tomy, pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Nagekeo dianggap perlu guna mendukung pendekatan pelayanan kepada masyarakat terutama penanganan masalah hukum.

Tomy mengatakan, proses pembangunan akan dilaksanakan dalam waktu dekat menunggu Rancangan Anggaran Biaya dari pihak Kejaksaan Negeri Ngada. “InsyaAllah dalam waktu dekat akan segera kami proses” tegasnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Sekda Lukas Mere mengatakan tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan kantor Kejaksaan Negeri merupakan tanah penyerahan dari Suku Dhawe kepada Pemerintah Kabupaten Ngada Tanggal 31 Oktober 1994 seluas 10 Ha. Setelah Kabupaten Nagekeo terbentuk maka Pemerintah Kabupaten Ngada menghibahkannya menjadi aset Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

“Status tanah yang akan dihibahkan adalah tanah dengan status bersertifikat Hak Pakai, milik Pemerintah Kabupaten Nagekeo, dengan nomor sertifikat N. 00096 Tanggal 10 Februari 2017 seluas +9.594 meter persegix” jelas Sekda Lukas.

Upaya pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Nagekeo didukung oleh sejumlah pihak baik itu Pemerintah maupun Lembaga DPRD. Menurut Wakil Ketua ll DPRD Nagekeo Kristianus Dua Wea mengatakan bukti dukungan dari wakil rakyat adalah dengan ditetapkannya keputusan DPRD Nomor 21 Tahun 2019 tentang persetujuan hibah tanah Pemerintah Daerah kabupaten Nagekeo untuk pembangunan Kejaksaan negeri Nagekeo.

“Kami sungguh sangat berharap kehadiran Bapak Ibu dari Kejaksaan RI dan Sekretaris Kabinet dapat membawa sesuatu yang bermakna bagi masyarakat. Kehadiran sebuah institusi Kejaksaan Negeri Nagekeo itu suatu kerinduan besar masyarakat di Kabupaten ini” ucapnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 473

Wabup Nagekeo Meletakkan Batu Pelataran Rumah Adat Suku Lea

Wabup Nagekeo Meletakkan Batu Pelataran Rumah Adat Suku Lea

Berita Pemda

Degalea, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja menghadiri acara peletakan baru pertama pembangunan pelataran rumah adat kampung adat suku Lea, di Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro pada Senin 27 Juni 2022.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini, Kepala Dinas BPMD/P3A Kabupaten Nagekeo Sales Ujang Dekrasano, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Kabupaten Nagekeo Wilibrodus Lasa, beberapa staf dari Dinas Pariwisata Kabupaten NagekeoNagekeo dan Bagian Humas dan Protokoler Setda.

Peletakan Batu pertama dilakukan oleh Ketua Suku Lea Ambrosius Jawa dan Wakil Bupati Marianus Waja dihadiri oleh seluruh masyarakat suku Lea.

Dalam sambutannya Wabup Marianus mengatakan bahwa Pemerintahan Kabupaten Nagekeo pada prinsipnya mendukung sepenuhnya upaya masyarakat untuk menata pelataran rumah adat.

Kehadiran Pemerintah dalam upacara tersebut, kata Marianus sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat adat. “Kalau Pemerintah memberi itu untuk kepentingan kita bersama” katanya.

Selanjutnya, Wabup Marianus memberikan beberapa catatan penting kepada warga setempat antara lain soal kehidupan sosial masyarakat Nagekeo di mana sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan pihak laki-laki atau ayah (Patrilineal).

Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu sama lain dan menghindari potensi terjadinya pertikaian yang mengatasnamakan hal ulayat.

Wabup Marianus berharap dengan adanya pembangunan tersebut masyarakat suku Lea baik yang berada di Degalea maupun yang berdomisili di luar daerah untuk tetap bersatu.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas P dan K Kabupaten Nagekeo Wilibrodus Lasa mengatakan pembangunan pelataran rumah adat tersebut dianggarkan dari DPA Dinas P dan K senilai 30 Juta Rupiah.

Wilibrodus menjelaskan bahwa pembangunan pelataran rumah adat juga merupakan amanah UU No 11 Tahun 2010 yakni Pemerintah berkewajiban melakukan pencarian benda, bangunan, struktur, dan/atau lokasi yang diduga sebagai cagar budaya.

Ia mengatakan, selain Suku Lea, Bidang Kebudayaan juga membangun dua pelataran rumah adat lainya diantara pelataran rumah adat Boamara di Kecamatan Aesesa Selatan dan kampung adat Natameze di Kelurahan Rega Kecamatan Boawae.

“Nah kita lihat di Kampung Lea ini kondisinya sudah tergerus jaman, banyak susunan batu yang sudah tidak tertata dengan baik,  akhirnya kita dengan seiring visi dan misa Bupati untuk kembali melakukan pelestarian dan perlindungan supaya cagar budaya tidak hilang dan tidak tergerus zaman” ungkanya.

Lebih lanjut, Wilibrodus mengungkapkan bahwa, dalam melestarikan budaya butuh kolaborasi kerjasama lintas sektor baik dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa hingga masyarakat setempat.

Kepala Suku Lea, Ambrosius Djawa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang sudah mengalokasikan anggaran guna membangun pelataran rumah adat.

Dengan adanya pembangunan pelataran rumah adat yang merupakan simbol persatuan Suku Lea, Ambrosius mengajak semua warga Suku Lea dimana saja berada untuk bisa menjaga dan melestarikan budaya agar tidak lekang oleh waktu.

“Kami sebagai ketua Suku, pesan kami kepada semua anggota Suku, lebih khusus kepada generasi muda, mulai hari ini mari kita jaga budaya kita sampai kapanpun agar tetap lestari” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 99

Buka Diklat Digitalisasi Koperasi, Wabup Marianus Kejujuran Adalah Kunci

Buka Diklat Digitalisasi Koperasi, Wabup Marianus: Kejujuran Adalah Kunci

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja berkesempatan membuka dengan resmi kegiatan pendidikan dan pelatihan Digitalisasi Koperasi Bagi Pengurus Koperasi di aula Hotel Sinar Kasih Mbay pada Selasa 28 Juni 2022.

Pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo tersebut dilaksanakan selama 3 ( tiga)  hari sejak tanggal 28 Juni s/d 30 Juni 2022  bertempat di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay.

Pelatihan diikuti oleh 62 peserta mewakili 62 Koperasi yang tersebar di 7 Kecamatan di Kabupaten Nagekeo bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku koperasi dalam bidang teknologi informasi.

Dalam sambutan singkatnya, Wabup Marianus, mengatakan bahwa pada hakekatnya Koperasi dibentuk oleh karena adanya kesepakatan bersama yang berlandaskan kebersamaan bukan karena rayuan atau adanya paksaan.

“Ketika kita merasa kita susah bersama kita mencoba mengumpulkan yang kita punya walaupun sedikit supaya kita bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, yang seperti ini pemerintah tidak tutup mata” katanya.

Karena itu Wabup Marianus menegaskan bahwa, Pemerintah punya itikad baik bagaimana masyarakat yang kemarin dianggap susah itu bisa bangkit dengan cara yang mereka sudah punya.

“Contoh anggur merah itu dikasih ke koperasi yang sudah berjalan disuntik anggarannya supaya lebih berkembang tetapi kalau tidak berkembang itu menunjukan bahwa kita tidak punya itikad baik terhadap pemerintah. Pemerintah sungguh memperhatikan dan membantu kita” ujarnya.

Marianus menegaskan bahwa kejujuran adalah kunci dalam mengelola sebuah koperasi. Hanya dua hal yang dapat dilakukan agar orang menjadi jujur , yang pertama itu pembinaan karakter supaya orang lebih baik dan yang kedua adalah dengan membangun sistem.

“Ini cara yang kedua, dengan sistem ini (digitalisasi) suka tidak suka mau tidak mau semua ini dipantau” tegasnya.

Menurut Wabup sistem Digitalisasi ini juga memudahkan dalam hal pengarsipan dokumen, sebab, meskipun arsip tecatat dalam buku besar akan tetapi itu tidak menjamin dokumen tata kelola keuangan ini rapih tersimpan.

“Artinya yang fisik tetap tidak boleh dihilangkan tetapi ada juga disini (HP) tetap tersimpan dan bisa bergerak disini supaya pergerakan keuangan itu bisa terpantau dengan baik” jelasnya.

Dijelaskan Wabup bahwa Koperasi menghendaki agar kita mampu bergerak sendiri dan punya kekuatan sendiri, oleh karena itu hendaklah dikelola secara baik dan benar.

“Berapun uangnya didata kembali seluruh para saudara kita yang meminjam yang penting bapak ibu punya bukti,  ketika ditagih mereka tidak berkelit. Saya minta tolong ini uang negara kelola secara baik termasuk uang masyarakat, karena koperasi mau supaya kita bergerak sendiri, punya kekuatan sendiri oleh karena itu kelola secara baik” katanya.

Ia berharap Diklat yang dilaksanakan selama 3 hari  ke depan benar – benar membawa nilai tambah bagi semua pengelola koperasi dan  pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara baik dan benar.

“Saya harap dengan pelatihan digitalisasi bagi pengelola koperasi ini, suka tidak suka mau tidak mau harus menggunakan ini (HP). Mengapa pemerintah mengharapkan kita menggunakan ini, supaya ketika kita lupa ada jejak digital yang sudah tercatat didalamnya” jelasnya.

 

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo, Yohanes Petrus Kadu, dalam laporan panitianya mengatakan bahwa  perkembangan laju pertumbuhan teknologi komunikasi berbasis internet yang sedang terjadi saat ini, menyebabkan terjadinya perubahan secara menyeluruh di berbagai sendi kehidupan manusia.

Ia mengatakan bahwa berbagai kemudahan yang ditawarkan akibat adanya perkembangan teknologi komunikasi telah merambah ke berbagai bidang kehidupan terutama pada bidang perekonomian sehingga, keberadaan koperasi sebagai salah satu aktor perekonomian, memiliki peranan penting dalam perkonomian.

“Salah satu peranan penting koperasi yakni sebagai dasar kekuatan dan ketahanan untuk memperkokoh perekonomian masyarakat. Untuk itu, diperlukan adanya pengembangan pada koperasi agar tetap bertahan ditengah pertumbuhan laju perkembangan teknologi informasi” jelasnya.

Dikatakannya, dengan adanya digitalisasi dalam dunia perkoperasian merupakan salah satu usaha dalam mengembangkan koperasi agar mudah diakses dan tidak gagap teknologi.

“Hal ini akan memudahkan operasional bisnis koperasi dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya serta dapat menghubungkan produsen dengan pembeli melalui aplikasi berbasis digitalisasi” katanya.

Dinas Koperindag/UMKM Kabupaten Nagekeo mencatat sampai dengan saat ini terdapat 102 Koperasi yang terdiri dari 74 Koperasi Aktif dan 28 Koperasi tidak aktif. Dari jumlah tersebut terdapat 57 Koperasi

telah memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) dan yang sudah bersertifikasi NIK sebanyak 23 Koperasi.

Sampai dengan saat ini sebanyak 27 Koperasi telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk Tahun Buku 2021, dengan kategori 2 Koperasi dinyatakan Sehat, 19 Koperasi Cukup Sehat dan 6 Koperasi Dalam Pengawasan.

Adapun permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini yakni keterbatasan kemampuan teknis dan kemampuan manajerial untuk mengelola koperasi, pasalnya, berdasarkan hasil kajian dan kunjungan lapangan terdapat beberapa hal teknis yang menjadi perhatian utama dalam menata perkoperasian yaitu pencatatan keuangan, pengisian neraca, dan arus kas serta penggunaan akun-akun dalam neraca yang tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Koperasi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga sangat rendah. Hal ini disebabkan karena kemampuan SDM Koperasi dalam bidang teknologi informasi sangat terbatas. Sistem pencatatan keuangan hingga pelaporan masih dilakukan secara manual yang justru berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan kepada anggota.

“Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya harus ada peningkatan kapasitas pengurus atau pengelola koperasi yang perlu terus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan demikian dibutuhkan latihan dan bimbingan – bimbingan teknis Digitalisasi koperasi” pungkasnya. (Merry/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 67

Pesona Presenter TV One Dibalik Balutan Busana Tenun Ikat Nagekeo

Pesona Presenter TV One Dibalik Balutan Busana Tenun Ikat Nagekeo

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Presenter cantik TV One, Agita Mahlika, memakai busana tenun khas Kabupaten Nagekeo dengan motif Hobanage di sela-sela kegiatan event G-20 di Labuan Bajo.

Agita berpose cantik di atas Pulau Padar sebagai salah satu destinasi unggulan Nusa Tenggara Timur.

Kepada tim Wastra Flora Nusantara Agita mengaku sangat bangga memiliki kesempatan memakai wastra atau kain tradisional yaitu tenun yang menjadi komoditi unggulan Kabupaten Nagekeo dan Pulau Flores.

Walaupun belum pernah berkunjung ke Kabupaten Nagekeo Agita merasa beruntung dapat mengenakannya sehingga suatu saat dia akan berkunjung ke Flores Tengah, yaitu Kabupaten Nagekeo yang terkenal dengan kekayaan alam dan budaya yang masih otentik serta mengusung brand Nagekeo, The Heart of Flores itu.

Sebelumnya, tim Wastra Flora Nusantara mengunjungi Kabupaten Nagekeo selama 4 hari. Kedatangan mereka sebagai wujud jalinan kerjasama antara Wastra Flora Nusantara dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur dalam bidang ekonomi kreatif, melalui Dekranasda, Dinas Koperindag dan Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo.

Designer dari Wastra Flora Nusantara Joko SSP menjelaskan, kunjungan ini sekaligus mendalami pakaian adat sesuai dengan nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat adat.

Motif kain adat Nagekeo kata Joko, nantinya akan dikombinasikan dengan Batik untuk menghasilkan suatu produk busana yang akan dipamerkan di berbagai even pameran Busana  bahkan hingga ke Eropa. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 2087

Nagekeo The Heart of Flores, Memikat Tour Operator Sebagai Destinasi Utama Wisata Pulau Flores2

Nagekeo The Heart of Flores, Memikat Tour Operator Sebagai Destinasi Utama Wisata Pulau Flores

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Slogan Nagekeo The Heart of Flores menjadi pemantik sektor usaha jasa pariwisata untuk menjadikan potensi wisata kabupaten Nagekeo sebagai daerah tujuan wisata unggulan pulau Flores.

Salah satunya adalah tour operator Indonesia Extraordinary Trip atau tripXindo yang telah membawa wisatawan ke pulau Flores dari pintu masuk Pulau Bali dengan tema The Heart of Flores Nature & Cultural Tour . Tour Itinerary  dari travel pattern yang dibuat oleh tripXindo selama 7 hari 6 malam dimulai dari pulau Bali mendarat di Bandara Soa Ngada dilanjutkan menuju pemandian air hangat Mengeruda, menikmati savana di Olakile Boawae dan ditutup dengan berkunjung di Kampung Adat Nunungongo Aesesa Selatan.

Pada hari kedua, tema wisata alam dan budaya Nagekeo dinikmati oleh tamu sejak pagi hari yang dimulai dengan kunjungan edukasi di Showroom Kreatif Dekranasda untuk mengamati kerajinan UMKM mulai dari tenun, anyaman, batok kelapa hingga mencicipi makanan khas seperti kripik Muku atau pisang dan Kopi Ebulobo.

Pengrajin tenun di Nggolombay sebagai salah satu kelompok penghasil tenun Dowik dan Ragi Mbay tidak luput dari kunjungan wisatawan dan diakhiri dengan menikmati matahari terbenam sembari minum kopi di Bukit Kesidari.

Hari Ketiga, wisatawan menikmati kunjungan wisata alam di Bukit Weworowet Nggolonio  dan melanjutkan menuju perjalanan menuju Bukit Rohani Lena Kecamatan Nangaroro. Dilokasi tersebut, mereka telah disambut dengan hangat oleh warga masyarakat desa Degalea sebagai Local Guide wisata religi yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan kabupaten Nagekeo.

Menurut wisatawan yang beragama Katolik menyampaikan bahwa Bukit Rohani Lena memiliki keunikan sebagai tempat beribadah karena berada pada bentang alam pegunungan yang asri, tenang, sejuk, dan membutuhkan energi yang cukup menuju puncak bukitnya, oleh karena itu dirinya dapat berdoa lebih khidmat.

“Fasilitas, sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk kenyamanan, keamanan, dan kebersihan perlu ditingkatkan agar keberlanjutan dari Bukit Rohani Lena dapat berlangsung baik” ujar Ria salah satu wisatawan.

Keterlibatan wisatawan dengan warga setempat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, seperti yang dialami oleh tamu ketika dapat menjadi bagian dari kehangatan masyarakat karena dapat berbincang, minum kopi, mencoba pakaian adat, seolah bukan sebagai tamu melainkan keluarga.

“Kami sangat berkesan, karena dapat disambut di rumah adat Sa’o di kampung adat Nunungongo, makan bersama, berbincang tentang budaya, dan merasakan keramahan warganya, kemasan wisata seperti inilah yang kami inginkan ketika mengunjungi Flores, dan kami mendapatkannya di Nagekeo” kata Ria yang sudah beberapa kali berkunjung ke Flores.

Aktivitas wisata dengan keterlibatan wisatawan dengan warga lokal membuktikan bahwa Nagekeo memiliki mode pengembangan pariwisata berbasis Experiential Tourism, tamu bukan sekedar Something to See dan Something to Buy , melainkan dapat memberikan pengalaman atau Something to Do, Something to Feel, Something to Learn.

Plt Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo Rustin Triatmi, S.Pd  menyampaikan, bahwa budaya dan alam berbasis kawasan menjadi Unique Selling Point daerah yang akan terus ditingkatkan untuk menggali lebih dalam potensi yang terdapat di desa sebagai destinasi  wisata desa.

Selepas melakukan perjalanan di berbagai destinasi, pada akhir rangkaian perjalanan wisatawan melanjutkan kegiatan menuju Labuan Bajo melewati Bandara Soa Ngada, adapun mereka menghabiskan waktu 3 hari 2 Malam untuk menikmati destinasi di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan destinasi unggulan lainnya di kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Rangkaian perjalanan wisatawan di pulau Flores dengan pintu masuk dari Bali  telah direspon secara apik oleh sektor bisnis dari berbagai daerah.

Travel Pattern Flores Tourism Destination perlu orkestrasi pola perjalanan wisata yang baru, salah satuhya terlebih dahulu mengunjungi kawasan Flores tengah dengan segala keunikannya sebagai nilai jual yag tinggi sebelum wisatawan melakukan kunjungannya untuk  relaksasi di ujung Flores Barat atau Labuan Bajo yang unggul pada wisata bahari” ujar Chris selaku direktur Destination Management Content tripXindo.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo mendukung pembangunan kepariwisataan kawasan Flores dan semakin percaya diri untuk maju dan berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan di daratan pulau Flores.

“Kami siap berelaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kabupaten Ende dan Ngada dalam pengembangan konsep pariwisata berbasis kawasan yang berdaya saing, berdaya sanding dan berdaya branding” kata Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 553

Pemkab Nagekeo Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Kebakaran

Pemkab Nagekeo Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Kebakaran

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pasca kebakaran yang menghanguskan rumah milik Moses Bhio (70) Kampung Giriwawo, Desa Kotwawuji Timur, Kecamatan Keo Tengah, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial langsung bertindak cepat menyerahkan bantuan.

Kepala Dinas Sosial Rufus Raga mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemkab Nagekeo kepada warga pasca musibah yang menimpa keluarga mereka.

Dikatakannya, bantuan tersebut berupa makanan siap saji, pakaian, perlengkapan tempat tidur, family kid, alat-alat dapur dan lainnya yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Nagekeo tahun anggaran 2022 dan juga logistik dari Provinsi.

Bantuan tersebut kata Rufus, diserahkan langsung oleh Staf Dinas Sosial bidang Penanganan Bencana Veronika Leka, pada Sabtu 25 Juni sore.

“Kemarin sore menjelang malam. Siang hari kami sedang persiapan dan menunggu data jumlah anggota rumah tangga (ART) KK yang tertimpa bencana. Jumlah ART ada 6 orang termasuk cucunya”jelas Rufus.

Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban pasca bencana kebakaran yang menimpa mereka.

“Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi keluarga korban dan keluarga diberikan ketabahan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut,” demikian harapnya.

Diketahui sebelumnya, rumah semi permanen milik Moses Bhio (70) warga Kampung Giriwawo, Desa Kotowuji Timur, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, ludes terbakar pada Jumat 24 Juni 2022 sekitar pukul 14.30 Wita.

Kapolsek Mauponggo Ipda Jacobus Sanam, mengatakan kobaran Api menjalar sangat cepat, sehingga tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan dari rumah tersebut. Dugaan sementara polisi, penyebab kebakaran adalah kelalaian pemilik rumah.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian material sekitar Rp. 115 Juta berupa satu unit rumah permanen, emas adat seberat 20 gram, uang tunai Rp. 15 juta beserta kain adat 50 lembar” jelas Kapolsek. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 101

Mahasiswa STKIP Citra Bhakti Ngada Kunjungi Kampung Adat Wajo

Mahasiswa STKIP Citra Bhakti Ngada Kunjungi Kampung Adat Wajo

Berita Pemda

Wajo, nagekeokab.go.id – Sebanyak 16 mahasiswa STKIP Citra Bakti Ngada, program studi Pendidikan Musik semester VI, melakukan kunjungan ke kampung adat Wajo Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Flores NTT pada Sabtu 25 Juni 2022.

Kunjungan di bawah bimbingan dosen pengampuh, Pelipus Wungo Kaka M.Pd ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Pedidikan Jurnalistik serta bahan referensi pembelajaran bagi mahasiswa.

Mira Lewa salah satu mahasiswa mengatakan, selama berada di sana, mereka dipandu oleh kepala suku Wajo Arnoldus Jogo dan seorang mahasiswa asal Wajo Mari Angelina So’o untuk melakukan wawancara banyak hal salah satunya adalah terkait musik ndoto sebagai musik tradisi setempat.

Mahasiswa juga kata Mira, diberi kesempatan untuk memasuki rumah adat yang berada persis di tengah Kampung tersebut.

“Sebelum memasuki Rumah adat semua atribut (hp, kamera dll) harus dibuat seremonial oleh ketua suku dan diucapkan menggunakan bahasa leluhur” ungkap Mira.

Pada saat memasuki rumah adat, mahasiswa diberi pentujuk bagaimana menjaga sikap, tindakan dan suasana dalam menjaga dan menghargai benda benda di dalam rumah adat seperti patung, batu dan benda-benda lain dan apabila melanggar larangan tersebut maka terjadi malapetaka dan sudah dibuktikan kejadianya.

Ketua Suku Arnoldus Djogo menerangkan bahwa, Ndoto diartikan bambu yang dipilih dan diritualkan kemudian dipotong satu ruas.

Bambu yang sudah dipotong kemudian dibuat dua lubang di tengah untuk menghasilkan bunyi dengan cara dipukul.

Selanjutnya, bambu tersebut dibawah dan disimpan di luar kampung adat dan hari selanjutnya di pindakan kedalam kampung adat.

“Alat musik ndoto dibuat pada bulan Maret. Alat musik ndoto ini dimainkan pada saat ritual Bhei Uwi, yang dimainkan oleh keenam suku yaitu suku Embulau, Embumbani, Kotomena, Kotoradhe, Jemu Dhedhe Wawo dan suku Jemu Dhedhe Wena yang dilaksanakan setiap setahun sekali (Pada bulan Juli read-) ” jelas Arnoldus.

Ritual Bhei Uwi yang berarti mencari ubi di kebun dan disimpan di dalam rumah adat. Selanjutnya ubi tersebut direbus menggunakan kayu dari alat musik ndoto. Setelah masak ubi disajikan untuk perjamuan bersama anggota keenam suku.

Arnoldus menambahkan, makna dari alat musik ini ialah sebagai penyemangat, yang artinya menumbuhkan semangat disaat bekerja, bergotong royong membangun rumah adat. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 777

Bupati Don Ingatkan Petani Milenial Untuk Fokus Pada Potensi Lokal

Bupati Don Ingatkan Petani Milenial Untuk Fokus Pada Potensi Lokal

Berita Pemda

Boawae, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengingatkan para petani milenial untuk fokus kepada potensi-potensi lokal dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian maupun peternakan.

Hal itu disampaikan Bupati Don Bosco saat menghadiri kegiatan tanam perdana tanaman Holtikultura milik petani kelompok Milenial Niat Strategi Pasti (NSP) Bisa di Nagesepadhi, Kecamatan Boawae pada Sabtu 25 Juni 2022 pagi.

“Kalian berfokus bukan pada kebutuhan, fokus pada potensi, kebutuhan ada di sini. Potensi lahan kita sudah ada, budidaya masyarakat seperti tanam lombok kita sudah jalani  dan lalu kita lihat potensi pasarnya ada, kita pertemukan” katanya.

Potensi lokal yang dimaksudkan Bupati Don Bosco ialah para pelaku usaha sektor pertanian holtikultura agar mampu mengoptimalkan segala sesuatu yang ada di sekitar guna mendukung proses produksi mulai dari tanam hingga pemasaran.

Menurut Don Bosco, ada sekian banyak potensi yang mudah didapat misalnya penggunaan pupuk kandang, kompos hingga mulsa untuk kebutuhan tanaman holtikultura.

Hal ini kata, Don Bosco merupakan salah satu strategi bagaimana petani Milenial memberi solusi terhadap input prospek bisnis yang dijalani guna menghemat biaya dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan fasilitas penunjang berbahan baku plastik.

“Potensi untuk mulsa sebetulnya bisa didapatkan dari barang padi (pasca panen read-), batang padi bawa ke sini tutup. Ini catatan saya, sehingga di kebhn-kebun pribadi gunakan batang padi atau tanaman apa saja termasuk daun kering” ucap Don Bosco memberi saran.

Bupati mengapresiasi gerakan perubahan kaum milenial yang sudah melakukan transformasi budidaya tanaman holtikultura dari sistem yang tradisional menuju pengembangan sektor pertanian yang berorientasi bisnis (Agribisnis).

Karena itu, pesan Bupati Don Bosco, penting bagi para petani Milenial untuk mmemperhatikan manajemen rantai pasok agribisnis mulai dari proses produksi hingga kepada peluang pasar. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 156