Tingkatkan Budaya Literasi1

Tingkatkan Budaya Literasi, Ketua MKKS Buka Kegiatan Peringatan Hardiknas Jelang 2 Mei

Tingkatkan Budaya Literasi, Ketua MKKS Buka Kegiatan Peringatan Hardiknas Jelang 2 Mei

Mbay, nagekeokab.go.id – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S. Fil membuka dengan resmi kegiatan lomba dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 02 Mei 2021 mendatang, yang bertempat di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. Selasa, (27/4/2021).

Hadir pada kesempatan tersebut Dewan Juri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Nagekeo Maria Kristildys Simporosa Djawaria, Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Sekretaris MKKS Ambrosius Biku, M.Pd, Guru Pendamping dan puluhan Peserta Lomba dari masing-masing sekolah.

Tema kegiatan tersebut yakni “Dengan Hardiknas, Kita Tingkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di Era Pandemi Covid-19”

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S.Fil dalam kesempatan bermartabat itu, memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya perlombaan dalam rangka Hardiknas itu.  Dirinya mengaku banyak hal yang diperoleh dari kegiatan tersebut, khususnya dalam mengasa kemampuan dan talenta anak.

Sementara Ketua Panitia Hardiknas yang juga Kepala Sekolah SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae Bruno Kewo Ule dalam laporannya menjelaskan bahwa dengan momentum tersebut, Kegiatan hardiknas mampu mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh para peserta.

“Hari ini, dengan moment hardiknas, kita kembangkan setiap potensi anak didik kita. Merekalah Bumi Nagekeo yang akan hidup, mereka juga bagian dari Budaya Nagekeo. Dengan moto, Kolo sa toko, tali sa tebu. Filosofi ini harus hidup dalam diri kita.

Bruno menjelaskan, ada empat bidang lomba yang akan digelar diantaranya, lomba debat bahasa Indonesia, debat bahasa Inggris, lomba solo vokal putra dan putri, setra lomba cipta dan baca puisi.

“Dari keempat bidang lomba ini akan melibatkan 23 SMA di wilayah Kabupaten Nagekeo, namun yang hadir saat ini ada 18 sekolah. Dan sumber dana masing-masing sekolah sebesar 1 (satu) juta, yang diambil dari dana bos.

Mari kita belajar dari kabupaten induk kita yaitu kabupaten Ngada. Mereka sudah banyak meraih penghargaan dalam perlombaan di tingkat Provinsi maupun pusat. Karena itu, mari kita semangatkan, agar anak didik kita bisa berprestasi dan mampu mengharumkan nama baik kabupaten Nagekeo.

Sebagai Ketua panitia, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Terimaksih untuk tuan rumah SMA Negeri Aesesa yang telah menyiapkan semuanya. Kami yakin dan percaya kegiatan ini akan sangat bermartabat, karena momen ini menjadi sangat berharga. (Kominfo Nagekeo).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 33

Meriahkan Hardiknas

Meriahkan Hardiknas, SMA Se- Kabupaten Nagekeo Gelar Aneka Perlombaan

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id -Dalam rangka meramai riahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2021, Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mbay se wilayah Kabupaten Nagekeo menggelar aneka perlombaan yang diselenggarakan sejak tanggal 26 hingga 28 April 2021 mendatang.

Aneka perlombaan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu yang lalu, dalam rangka memperingati hardiknas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ambrosius Biku, M.Pd kepada RSN saat ditemui di ruang kerjanya pada, Selasa, (27 April 2021)

Aby sapaan akrabnya ini, mengatakan untuk Kabupaten Nagekeo sendiri merupakan Ajang Perlombaan perdana yang diselenggarakan. Ia mengatakan SMA Negeri 1 Aesesa menjadi tuan rumah untuk kegiatan Hardiknas.

Menurutnya dengan terlaksananya kegiatan Hardiknas, Kabupaten Nagekeo harus mampu mengimbangi dengan kabupaten lain.

“Ini merupakan moment yang tepat. Oleh karena itu, pihak sekolah sudah menyiapkan sejak 1 bulan terakhir untuk kegiatan perlombaan. Saya meyakini bahwa kegiatan ini harus sukses. Dan siswa/siswi peserta lomba dari masing-masing sekolah sudah menyiapkan secara matang untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Mereka saat ini tampak siap, dan mereka punya kemampuan, bakat dan talenta yang dimiliki oleh masing-masing mereka. Untuk itu, saat ini kita sangat dibatasi dengan adanya Covid-19. Jadi sebenarnya antusias dari setiap sekolah sangat tinggi. Dan saat ini yang hadir ada 18 sekolah yang hadir,  dari 23 sekolah termasuk MAN dan MAS. Tambahnya.

Tampak Sumringah, Aby berharap bahwa moment ini merupakan moment yang tepat untuk siswa berekspresi. Sehingga, kata Dia bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswa harus mampu berkompetisi nantinya dangan sekolah-sekolah yang lain.

Lebih lanjut, Aby menambahkan bahwa, selain perlombaan, namun moment tersebut harus menjadi ajang para guru untuk melihat kemampuan serta kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing siswa.

“Momen ini, bukan untuk moment untuk melihat rivalitas sekolah mana yang hebat, tetapi kita semua memiliki visi misi yang sama dan kompetensi yang dimiliki siswa itu juga harus sama. Sehingga mereka bisa bersaing ke level yang lebih tinggi nantinya. Itu harapan saya. Iapun mengajak semua guru untuk sama-sama membangun pendidikan yang berkualitas khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Lebih lanjut, Aby menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari.

“Kegiatan ini sudah berjalan mulai dari kemarin (26 April 2021). Itu kita mulai dari technical meeting, dan hari ini pembukaan. Sebenarnya 1 minggu untuk kegiatan ini. Tetapi karena keterbatasan waktu dan situasi yang dihadapi oleh teman-teman guru,  makanya waktu kita persingkat.

Untuk sumber dana kegiatan Perlombaan ini, kita diperbolehkan dari Provinsi, yaitu dari dana Bos. Dan setiap sekolah diwajibkan 1.000.000 juta. Seharusnya alokasi dana harus lebih, sehingga kegiatan ini benar-benar matang dan kelihatanya lebih hidup. Saya juga berharap di moment Hardiknas ini, menjadi moment bagi semua orang. Katanya. (Kominfo Nagekeo).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 186

5

Menjajaki Peluang Pasar Produk Unggulan : Bupati Don di Labuan Bajo Manggarai Barat

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo bersama Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo melakukan kunjungan kedinasan di Labuan Bajo pada Minggu, 18 April 2021 sekaligus bertemu Bupati Manggarai Barat bertempat di Rumah Jabatan Wakil Bupati Manggarai Barat.

Sebelum bertemu, Bupati Don mengambil kesempatan mengunjungi Gedung Taman Budaya Puncak Waringin dan Mini Museum Produk Unggulan Batu Cermin Labuan Bajo.
Bupati Don didampingi ibu Ketua TP PKK, E. Yayik Pawitra Gati dan Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Nagekeo, K.M. Simporosa Djawaria.
Sementara dari Labuan Bajo, Bupati Don didampingi langsung Direktur Perumda Bidadari, Sutanto Weri, dan Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF), Shana Fatina Sukarsono.
Kadis Koperindag sejak Jumad sebelumnya sudah tiba di Labuan Bajo guna melakukan survey peluang pasar produk-produk UKM dan IKM Nagekeo yang akan dipasok ke Labuan Bajo, dan menjajaki peluang kerja sama saling menguntungkan dengan pihak Dinas Koperindag setempat dan pihak Perusahaan Umum Daerah Bidadari Labuan Bajo.
Bupati Nagekeo terus gencar mendorong peluang usaha pertanian yang menghasilkan produk-produk unggulan bernilai tinggi melalui Dasa Wisma, Karang Taruna, Orang Muda Katolik maupun Remaja Mesjid dan lain-lain pelaku usaha aktif.
Karena itu, setelah mengunjungi beberapa titik, Bupati Don dan ibu mengambil kesempatan bertemu Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat.
Sekitar pukul 10.30, Bupati Don tiba dan disambut hangat Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan Wakil Bupati, Yulianus Weng, masing-masing bersama ibu bertempat di Rumah Jabatan Wakil Bupati Manggarai Barat.
Setelah bercakap-cakap santai di ruang tamu, Bupati Don dan rombongan diajak makan siang bersama, sembari saling membagi sapa.
Berikut kutipan sambutan Bupati Don :
“Saya berupaya mencari peluang pasar. Terdekat di Labuan Bajo. Apalagi jelang Even Internasional seperti G20.
“Destinasi premium menjadi andalan besar. Para pekerja membutuhkan makanan dan minum. Peluang kita ke pasar Inpres, ke para pekerja perantau. Tidak harus ke pasar besar atau ke hotel menengah hingga besar”
“Nagekeo diaspora di Manggarai Barat, mereka bisa memperhatikan produk Nagekeo di sini dan menjalin komunikasi dengan produsen di Nagekeo”
Saya juga memulai sesuatu dari orang muda.
“Perhatian Pemerintah Pusat ke daerah, kita petik maksimal. Saya serius menopang Labuan Bajo. Saya berharap dan meminta Labuan Bajo menjadi outlet Nagekeo…” Ungkap Bupati Don.
Selanjutnya, Bupati Edistasius memberi sapa :
“Luar biasa hari ini kita bertemu. Yang kami ketemu adalah orang hebat, punya pengalaman luar biasa baik sebagai bupati maupun sebagai seorang dokter. Ini adalah modal.
“Labuan Bajo Mabar, adalah miniaturnya Flobamora, miniaturnya negeri ini. Suku maupun Ras dari mana-mana ada di tempat ini. Hampir setiap gang/lorong, ada orang Bajawa, orang Nagekeo. Dalam acara pesta, yang dominan justru “ja’i” nya orang Bajawa.
Yang uniknya, Paguyuban Nagekeo, meliputi tiga etnis yakni Ende, Sikka dan juga Ngada. Paguyuban Nagekeo, tapi ketuanya orang Ende.
Itulah luar biasanya. Tidak peduli identitas. Ada suasana batin yang sama. Tidak ada pertentangan, nyaman, kekeluargaan tinggi. Itulah saudara.
Kebetulan Labuan Bajo, oleh Pemerintah Pusat ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata.
Berawal dari soal komodo. Semakin ke sini, diberi labelisasi mulai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), diikuti super premium, ditambah BOP (Badan Otorita Pariwisata), ditambah FL (Flores Lembata). Ternyata bukan hanya Labuan Bajo, tapi urus juga sampai Lembata.
Kesemuanya adalah bagian dari bentuk tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah kita disejajarkan dengan daerah-daerah lain yang sudah maju.
Labuan Bajo pintu masuk kita orang flores.
Labuan Bajo terbuka untuk siapapun, apalagi sesama saudara dari Nagekeo.
Nagekeo punya hasil pertanian. Sini punya industri pariwisata.
Kita permanenkan hubungan kerja sama. Petani Nagekeo sampai di sini.
Teman-teman Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, juga dari pertanian, bisa membuat semacam MoU dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bidadari Labuan Bajo.
Saya berharap, harus ada pembeda antara produk pertanian import, Produk Bima, Bali, Jawa. Kalau bisa yang dari Nagekeo punya ciri identitas pembeda. Sayur dan buah-buahan benar-benar organik, jangan lagi pakai pupuk kimia yang dari pabrik.
Kalau ini bisa diwujudkan, kita bisa “paksa” hotel-hotel untuk pake produk pertanian organik itu.
Kalau pasokan pasar bisa penuhi kebutuhan pariwisata di tempat ini, kita larang yang dari luar yang pakai pupuk kimia dari pabrik.
“Kami cinta produk pertanian Flores…” Kita deklarasikan itu. Kami harap Nagekeo mulai dengan ini; dan kami yakin, Nagekeo bisa.
Kalau Nagekeo sukses, kami akan belajar ke sana.
BOP perannya sebagai mediator; menghubungkan apa yang unggul dari Nagekeo.
Kita dorong bersama marina. Dekransda Provinsi NTT benar2 jadi payung utk dekransada di daerah.
Kita juga berharap, Puncak Waringin Labuan Bajo jadi tempat jual produk anak-anak NTT.
Kami siapkan karpet merah untuk keluarga besar dari Nagekeo.
Saya dan Wabup, mohon tuntun kami. Walau garuda sama tapi kaka (Bupati Don) duluan.
Mudah-mudahan ini awal.
Saya senang semua dinas, setiap jumad ke sini. Produk pertanian harus punya identitas, ciri tersendiri. Dengan demikian, mudah kita jual.
Kenapa malu tiru yang positif dari daerah lain…” Ujar Bupati Edistasius menutup sambutannya.
Selesai pertemuan singkat ini, pada pukul 13.00 Bupati Don dan Ibu kembali ke Bandara Komodo, guna melanjutkan perjalanan tugasnya ke Jakarta.
***
Protkompim
(Humas Pemda NK)
 

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 14

WhatsApp Image 2021-04-01 at 2.52.47 PM

Berencana Itu Keren

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pendataan Keluarga Tingkat Nasional Tahun 2021 dilaksanakan secara serentak dimulai  pada tanggal 1 April s.d 31 Mei 2021 selanjutnya akan dilakukan setiap (5) Lima tahun sekali.

Sebagaimana waktu pelaksanaan tersebut, hari ini 01 April 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo memulai pendataan keluarga secara serentak untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tingkat Kecamatan Aesesa pelaksanaan pendataan keluarga  dilakukan dengan Responden Pertama Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. Pendataan dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Nagekeo, oleh Kader Pendata Ibu Maria Delsiani Wurundori. Dimulai tepat jam 07.50 wita.

Pada saat pendataan Bupati Nagekeo didampingi isteri,  dr. Eduarda Yayik Prawita Gati. Saat pelaksanaan pendataan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Turut hadir pada saat pendataan,  Kepala Dinas  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo,  Drs. Seda Marselinus,  Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Timotius Liko bersama jajaran.

Di akhir pendataan Bupati Nagekeo mengajak seluruh masyarakat Nagekeo untuk menyukseskan Pendataan Keluarga 2021. “Hari ini saya dikunjungi oleh dua orang petugas pencatatan. Hari-hari yang akan datang, rumah kita semua akan dikunjungi petugas.  Mari kita memberikan data yang akurat agar pendataan ini lengkap dan bisa dijadikan bahan perencanaan pembangunan keluarga, pembangunan daerah, dan pembangunan bangsa kita.

“MARI KITA SUKSESKAN PENDATAAN INI. BERENCANA ITU KEREN “

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo,  Drs. Seda Marselinus, mengatakan Pendataan Keluarga tersebut bertujuan untuk menyediakan basis data keluarga, by name, by address untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana ( Bangga Kencana).

Hasil pendataan tersebut akan menghasilkan sebuah data yang dijadikan sebagai peta sasaran program pembangunan keluarga, kependudukan, KB dan program pembangunan lainnya. Sebagai penentu program dukungan dan sebagai pengukuran Indikator Kinerja Utama sasaran strategis program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan KB.

Pendataan dengan metode sensus; mengunjungi setiap keluarga dari rumah ke rumah melalui wawancara dan observasi dengan mendata seluruh keluarga,  yang dilakukan oleh Kader Pendata dengan menggunakan  Instrumen Formulir dan Smartphone.

Pengolahan dilakukan di tingkat kecamatan atau balai penyuluhan dan outputnya berupa Kondisi Data Keluarga by name, by address, by phone bukan angka serta bukan data penduduk. Sasaran prioritas adalah keluarga inti (suami, isteri dan anak-anaknya, atau ayah dan anak, atau ibu dan anak). Bisa ditambahkan keluarga khusus; tidak memenuhi definisi keluarga namun memiliki hubungan keluarga sesama anggotanya.

Keluarga yang didata TIDAK berdasarkan kepemilikan  berkas administrasi kependudukan di wilayah tersebut, namun berdasarkan di mana keluarga berada saat pendataan keluarga dengan syarat: keluarga telah tinggal di wilayah tersebut sekurang- kurangnya 6 bulan atau jika kurang dari 6 bulan maka pastikan keluarga tersebut berencana menetap di wilayah tersebut sekurang-kurangnya 6 bulan.

Pengumpulan dan Pengolahan

Format, dikumpulkan oleh Kader Pendata dan diinput ke dalam aplikasi oleh Manager Data di tingkat kecamatan. Smartphone, dikumpulkan dan langsung diinput ke dalam aplikasi PK2021 oleh Kader Pendata. Sasaran pendataan Kabupaten Nagekeo dengan target total sasaran 38.190 KK berdasarkan DATA KK dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo.

Hal hal yang disiapkan oleh responden

* Kartu Keluarga (KK)

* KTP

* Akta Kelahiran jika ada

* Akta Nikah jika ada

* Kartu BPJS jika ada.

Selesai di Rumah Jabatan Bupati Nagekeo, pendataan dilanjutkan pada Responden berikutnya yakni Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo Kristianus Du’a Wea S.Fil, masing – masing langsung di rumah kediamannya.

**

Protokol & Kompim

(Merry/Tim Humas NK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 23

pora1

21 Calon Pelatih ikuti Pelatihan Pelatih Sepak Bola Lisensi D Nasional Tingkat Kabupaten Nagekeo

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus  Waja, membuka dengan resmi kegiatan Pelatihan Pelatih Sepak Bola Lisensi D Nasional Tingkat Kabupaten Nagekeo Tahun 2021.

Kegiatan ini  berlangsung di Aula Hotel Sinar Kasih. Di mulai tepat Pukul 09.30 Wita. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Koni Kab.Nagekeo, Drs.Elias Djo. Ketua Askab Nagekeo, Kristianus Du’a Wea S.Fil, Instruktur Tingkat Nasional  Drs. Kibnu Harto Slamet,  Instruktur dari ASPROV NTT Drs.Lambertua Ara, Instruktur ASKAB PSSI Nagekeo, Edward Y.Togo, Kadis Pemuda dan Olahraga beserta jajaran dan peserta dari tujuh kecamatan.

Kegiatan diawali dengan Laporan panitia yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Stefanus Tipa. Dalam laporan panitia disebutkan: Pelatihan  bagi pelatih sepak bola lisensi D Nasional dilakukan untuk meningkatkan kualitas para pelatih di daerah.

Lisensi adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pelatih. Dengan adanya lisensi dapat meningkatkan kemampuan pelatih yang berdampak pada kualitas para pemain. Belum banyak pelatih yang berlisensi di daerah ini. Tercatat kita hanya 4 orang saja yang memiliki sertifikat. Pelatihan bagi pelatih sepak bola Lisensi D Nasional Tingkat Kabupaten Nagekeo dilakukan dengan bertujuan untuk:

1) Meningkatkan kualitas pelatih sepak bola yang berlisensi.

2) Membina dan neningkatkan sportifitas dan solidaritas dalam bidang olahraga khususnya sepak bola.

3).Meningkatkan prestasi di Bidang olahraga.

4).Menjaring atlit atlit berbakat yang menjadi kader olahragawan khususnya sepak bola di Kabupaten Nagekeo pada tingkat yang lebih tinggi.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 7 hari sejak tanggal 21 Maret 2021 s/d 28 Maret 2021 ( Teori di Hotel Sinar Kasih dan Praktek di  Lapangan Berdikari Danga).

Peserta kegiatan adalah utusan yang sudah di jaring oleh ASKAB PSSI Kab.Nagekeo yang terdiri dari utusan 7 Kecamatan sebanyak 21 Orang.

Kec.Aesesa    6 0rang.

Kec.Boawae.   5 orang

Kec.Aesesa Selatan   1 orang

kec.Mauponggo.   3 orang

Kec.Keo Tengah.   2 orang

Kec.Nangaroro     3 orang

Kec.Wolowae 1    orang

Setelah Laporan Panitia dilanjutkan dengan

 *Sambutan Ketua Koni Kabupaten Nagekeo, Drs.Elias Djo*

Di awal sambutannya,  Elias Djo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo. ” Sebagai Ketua Koni saya menyampaikan terima kasih kepada pemda Nagekeo melalui pak Wakil Bupati bahwa sejak Nagekeo terbentuk berbagai kegiatan olah raga termasuk sepak bola selalu dibantu atau ditalangi oleh pemda. Terima kasih juga kepada sekretaris ASPROV. Bagi saya pribadi ini yang pertama. Asprov bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo telah mendatangkan mas Ibnu dari Semarang yang meski Covid mau datang melatih calon calon pelatih sepak bola di Nagekeo. Berbicara olahraga sepak bola, saya tidak tahu main bola, tapi saya ikuti perkembangannya. SDM para pemuda, pencinta  sepak bola Nagekeo tidak terlalu jelek lah. Hal ini dibuktikan ketika di setiap turnamen Eltari Memorial Cup, babak babak awal tu  Negekeo ” lenting”  juga. Hanya saja semangat diawal awal. Masuk semi final itu sudah mulai loyo. Mas Ibnu, tolong berikan kepada teman teman ini, bagaimana  tekniknya sehingga bisa melatih anak anak lainnya.

Elias juga menyampaikan harapannya kepada para peserta yang adalah calon pelatih sepak bola Nagekeo, agar manfaatkan waktu pelatihan ini dengan baik.

“Manfaatkan moment ini dengan sebaik baiknya. Apabila ada hal yang tidak dimengerti agar ditanya,jangan gengsi, Jangan malu”.

Mengakhiri sambutannya, Elias Djo menyampaikan terima kasih kepada para instruktur yang sudah berkenan hadir meluangkan waktu untuk kegiatan ini.

” Terima kasih Mas Ibnu, sudah luangkan waktu ke Nagekeo” ujar Elias mengakhiri sambutannya.

Sambutan Asprov NTT, Drs. Lambertus Ara

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh ASKAB bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo. Ada ungkapan pemain yang baik dihasilkan dari pelatih yang baik. Hari ini kita akan cetak 21 orang ikut  dengan lisensi D. Baru lisensi D. Kita tidak persoalkan lisensi apa. Tapi apakah anda punya club atau tidak ?? Ketika sudah punya club, dan dilatih tapi tidak ada turnamen, bagaimana?? Stadion belum punya, tapi kita punya lapangan- lapangan. Selenggarakan turnamen butuh anggaran. Oleh karena itu, mohon dukungan dan kerja samanya pemda melalui Dinas Pora, dan Askab Nagekeo agar diagendakan Bupati Cup setiap tahunnya. Sehingga masing masing club  punya ruang untuk berkompetisi di turnamen turnamen. Setiap tahun minimal satu untuk Persena Nagekeo ikut liga U-23. Tahun ini rencananya U-23 akan diselenggarakan di Lembata tanggal 5 Juni 2021 yang akan dibuka secara langsung oleh Gubernur NTT. Kita juga bersyukur NTT  berhasil lolos Ikut PON ke 20 nanti  pada bulan Oktober 2021 di Papua.”

Pada kesempatan tersebut, atas nama ASPROV NTT. Lambertus menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, penghormatan yang tulus, kepada Bupati Nagekeo juga Wakil Bupati Nagekeo yang telah memprogramkan  seluruh kegiatan olahraga termasuk Sepak bola.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Umum Koni Nagekeo, Ketua Askab Nagekeo, Panitia pelaksana.

Mengakhiri sambutannya, Lambertus berharap kepada para peserta yang adalah calon pelatih Sepak Bola agar ikuti pelatihan ini dengan baik. 21 orang ini, mengikuti kegiatan dengan baik, tidak boleh satu orangpun tinggalkan satu sesipun mulai hari ini sampai tanggal 28 Maret 2021. Karena itu peluang untuk tidak lulus. Kita tidak minta diluluskan. Yang lulus itu yang menentukan adalah anda sendiri. Mulai bangun jam berapa dan selesai jam berapa. Ikuti seluruh kegiatan. Disiplin adalah napasku, tidak disiplin berarti napas hampir putus.

Mengakhiri sambutannya ia katakan Ada 4 kunci sukes untuk para peserta:

  1. Berdoa tanpa jemu

2.Bersyukur tanpa henti

  1. Bersabar tanpa batas

4.Berusaha tanpa lelah.

Sambutan Wakil Bupati Nagekeo

Saya berikan sebuah analogi,

” saya bukan pecinta sepak bola tapi saya suka”.

Sepak bola bukan hanya olahraga rakyat tapi dia mengikutsertakan banyak orang. Kalau mengikutsertakan banyak orang berarti tidak setengah setengah. Jadi kalau kau main, main- main itu merugikan harapan kami.

” Pelatih berarti harus benar benar menujukan sikapnya bahwa punya hubungan batin dengan pemain.

Saya punya hubungan batin dengan masyarakat saya.

Karena Pemain saya harus menunjukan expresi kualitas permainan dari apa yang saya lakukan”.

Tidak sekedar menghabiskan anggaran.

Hari ini, 21 orang benar benar menunjukan bahwa: saya orang yang diharapkan oleh Nagekeo.

Yang ke depan ini, para pemain saya harus benar benar berkualitas”.

Kalau setiap kita harus punya club ya kita harus punya.

Masyarakat nanti yang menilai apa benar benar melatih atau tidak??

Saya harapkan semua kita yang sudah diminta oleh pak sekretaris untuk boleh selesaikan tahap demi tahap.

Bagaimana kau pertanggungjawabkan setelah tanggal 28 Maret 2021.

Buktikan bahwa saya bertugas dan diberi kepercayaan menyelesaikan tugas dengan baik.

Wakil Bupati juga berharap agar kedepan diadakan turnamen.

” Setelah ini Ketua Askab Nagekeo kita membuat turnamen.”

Kepada para peserta, Marianus berharap agar menjadi pelatih yang berkualitas.

” 7 hari disini saya harap bisa menjadi pelatih yang berkualitas.

Ketika kami menonton  kami merasa puas karena kualitas permainan yang bagus….!!! ujar Marianus menutup sambutannya, sekaligus membuka dengan resmi kegiatan tersebut.

Acara dilanjutkan  dengan penyematan ID Card secara sombolis kepada peserta oleh Wakil Bupati Nagekeo dan diakhiri dengan Snack bersama.

**

( Prot&Kompim)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 66