Kelurahan Rega (1)

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan penanaman pembibitan bambu di media Polibag, binaan Yayasan Bambu Lestari

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat kunjungan kerja Bupati Don di Kelompok Dasawisma Ngusa Mula – Kelurahan Wolopogo, Kecamatan Boawae, Kamis 03 Mei 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Ny. Eduarda Prawita Gati, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP. , Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago,ST.MT, Silvester Ajo Tape, S.Hut dari UPT Kesatuan Pengelola Hutan Nagekeo,
Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajarannya, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U.Boleng bersama Jajarannya serta Para Pengawas SD dan Kepala Sekolah radius kelurahan tersebut.

Pembibitan bambu binaan Yayasan Bambu Lestari merupakan Program PKK provinsi NTT bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari dan juga Dinas Kehutanan Provinsi NTT.

Program ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Nagekeo dan tahun 2021 Nagekeo mendapat alokasi anggaran untuk di dua desa yakni Desa Wolopogo ( Kelompok Dasawisma Ngusa Mula ) dan Desa Wolowea ( Kelompok Dahlia).
Masing masing kelompok beranggotakan 25 orang ibu-ibu, sehingga total ada 50 orang Ibu- ibu menjadi pelopor pembibitan bambu di Nagekeo.
Tiap ibu wajib mengelola 2000 bibit bambu.

Kedua desa tersebut dipilih karena adanya ketersediaan bambu dan ketersediaan air yang cukup untuk pembibitan serta masuk dalam kawasan perhutani.

Yaysan Bambu Lestari sebagai Lembaga yang mendorong pengembangan desa bambu, melakukan upaya upaya advokasi untuk mendorong adanya kebijakan yang insklusif yang mendukung pengembangan desa bambu serta pengelolaan bambu dari hulu, tengah hingga hilir, sejak dari pembibitan, pengelolaan perhutanan hingga industry bambu seerta pemanfaatan bambu untuk layanan public maupun industry komersial.
Sistem bambu lestari merupakan sistem yang dibuat oleh Yayasan Bambu Lestari sebagai salah satu upaya pengelolaan hutan bambu yang tanpa melepaskan kelesetarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Area Flores Yayasan Bambu Lestari Pak Paskalis Lalu, dihadapan Bupati Don dan rombongan menjelaskan secara singkat mulai proses pembibitan sampai dengan penanaman ( menggunakan media Polibag).

Menurut Paskalis mengapa harus ibu-ibu yang menjadi pelopor??

“Pernah melakukan praktek terhadap pengelolaan oleh bapak bapak, itu perhatiannya kurang.
Ibu-ibu punya pusat perhatian yang lebih.
Bapak – bapak dapat membantu untuk bagian mengambil bibitnya.
Memang yang setengah mati itu proses diawal pembibitan.

Diujung proses ini..
Pertama, kita hargai ibu ibu dengan 1 polibag Rp.2.500, dalam 3 bulan sudah menghasilkan 25 daun dengan Rp 2.500 berarti pendapatan ekonomi sudah sangat terbantu.
Kedua bagaimana ibu ibu kita ajarkan selain bibit ini kita pindahkan ke lokasi permanen, ada juga usaha yang namanya usaha rebung untuk konsumsi kita.
Itu tekad kami yang pasti akan kami lakukan.

Target kami di Nagekeo yang pertama adalah pembibitan dan terlebih dahulu kami lakukan pendataan. Ketersediaan bambu merupakan kunci utama dalam pengembangan desa bambu..

Kepada Bupati Nagekeo, Paskalis berharap agar kedepannya ada orang muda Nagekeo yang belajar di Kampus Agroforestri Bambu..
” Kami juga menginginkan para pemuda pemuda Nagekeo bisa belajar di kampus kami, nanti mereka akan belajar disana dan dididik oleh para ahli bambu. Dengan harapan suatu saat mereka akan membangun rumah dari bambu.

Yang sangat sulit untuk kita NTT khususnya Flores itu “tukang bambu” sehingga kita datangkan dari Jogja dan juga Bali.
Kita lagi mendidik anak muda kedepan walaupun kita bayarkan HOK nya karena mereka kerja bangunan dan mereka juga kita latih keterampilannya. Kita juga datangkan khusus arsitek bambu untuk melatih mereka.”

Bupati Don pada kesempatan tersebut mengatakan, ini luar biasa.
Ini lebih dari pemerintah.
Ini “best practice”.
Ini satu contoh dimana sebuah lembaga merangsang disektor hulu, diproduksi ketersediaan ini dengan berjibaku habis habisan.
Beri insentif ke kita itu Rp2.500/polibag yang jadi…Ini luar biasa.

Kita bersyukur bahwa kita dapat rahmat melalui Yayasan Bambu Lestari.

Gubernur dalam kunjungannya dua minggu yang lalu sudah bilang siapa yang miliki bambu dia akan kaya raya dimasa yang akan datang. Bangunan- bangunan kedepan banyak yang konstruksinya dari bambu. Teknologi pengolahan bambu sudah makin bagus banyak sekali bangunan yang akan diganti dengan bambu, kecuali mungkin gedung pencakar langit yang butuh skill tinggi.

Sekarang baru kita ketemu media untuk kita bisa bekerja dan saya bisa tagih di Wolopogo.

Pertama, kita data rumpun bambu di kelurahan Wolopogo.
” Secara sukarela mau masuk yang didaftar dalam program ini atau yang biasa, mana area yang mau kita tanam. Memang dalam satu hamparan mungkin susah. Bedasarkan penjelasan dari pihak yayasan dalam area tertentu pada beberapa tempat kita bisa menanam.

Pekerjaan berat kita ada di hulu.
Bagaimana merubah kebiasaan, kemudian kita mengkategorikan kebutuhan masyarakat.**

Kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit bambu dalam media Polibag oleh Bupati Nagekeo.


**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Hits: 167

Kelurahan Wolopogo (1)

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Wolopogo dan Kelurahan Rega, Kamis, 03 Juni 2021

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi SP. , Kadis Peternakan Ir. Klementina Dawo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago, ST.MT. Camat Boawae Vitalis Bay bersama jajarannya, Lurah Rega Hieronimus Lao Meze, S.Kom bersama jajarannya, Lurah Wolopogo Yosefina S.S.U.Boleng bersama Jajarannya serta Para Pengawas SD dan Kepala Sekolah radius kelurahan tersebut.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kelurahan Wolopogo dan Kelurahan Rega dengan berbagai agenda antara lain, mengunjungi sekolah- sekolah (SDI Wudu, SMPS Patimura Wudu, SDK Wolopogo, SDK Rega), Mengunjungi pengarajin parang, Melihat langsung aktifitas ibu-ibu Dasawisma dan Kelompok Wanita Tani ( kurang lebih 17 Kelompok ) dalam pameran mini di Kelurahan Wolopogo dan penanaman pembibitan bambu binaan Yayasan Bambu Lestari, peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) Meninjau pengerjaan saluran Irigasi Hobonaku 2, Penanaman perdana Kacang Tanah dan Jagung di Kelompok Malawitu Kel.Rega

Salah satu yang dikunjungi bupati dan rombongan adalah SMPS Patimura Wudu

Dihadapan para Guru dan Pegawai di sekolah tersebut Bupati menekankan beberapa point’ penting sebagai berikut:

1. Wajib memetakan dan lakukan assessment kompetensi minimal yang dicapai setiap anak per mata pelajaran.
” Betul-betul petakan minat dan bakat anak.
Kita jangan mengantar anak – anak hidup untuk menghabiskan waktu menunda kegagalan lebih jauh lagi menunda kekalahan.

3. Bagi mereka yang berkebutuhan khusus apa upayanya?
Ini gampang pertanyaan nya tapi mau kerja agak berat tapi harus kita kerjakan. Instrumen yang dipakai tetap gunakan instrumen nasional. Kurang tambahnya kita perbaiki bersama pengawas dan para mitra..Potretlah apa yang seharusnya kita potret dan apa yang kita capai.

“Bagaimana anak yang berkebutuhan khusus, bagaimana mereka menyerap, memahami mata pelajaran itu sangat rendah dan bagaimana membantu dia supaya naik level minimal dia pasti melewati kompetensi minimal yang dituntut.
Sehingga saya akan ketemu dengan kepala sekolah dan guru yang acuh dengan anak- anak yang berkebutuhan khusus.”

3. Adanya pengelolaan ikatan alumni.
Alumni itu kekuatan yang sangat besar.Yang kamu minta buku bacaan, infokus, itu kecil urusannya, alumni kekuatannya besar sekali.
Selama ini hidup kita habis diwacana. Jadi kata wacana itu yang harus dikuburkan.
Do it Now.
” Setelah saya pulang dari sini kamu langsung mulai. Ketik, buatkan. Tunjukan salah satu guru yang IT bagus untuk mengkoordinir ikatan alumni. Supaya tidak lama- lama”.

4. Camat turun cek penggunaan dana BOS, dana publik.
” yang mengelola uang itu harus jujur dan transparan. Kalau tidak jelas, samar samar ya kita turunkan APIP Inspektorat untuk periksa penggunaan di empat lima tahun terakhir.
“Hanya dengan cara kita mengakui kondisi kita, kita harus berubah tapi kalau kita menegasikan kondisi kita, kita menghindar itu pembusukan dari dalam tetap akan ada.”

6. Saya bukan pejabat yang melankolis, yang hanya menyenangkan mata tapi saya ingin agar betul petakan minat dan bakat anak.ini tercapai.
” Saya akan datang lagi kunjungi sekolah sekolah. Secara detail ke semua guru mata pelajaran dan saya minta catatannya. Lalu saya test.anak yang pintar seperti apa, yang bodoh seperti apa. Bagaiamana menangani yang paling bodoh , caranya bagaimana.
Itu baru jadi guru yang betul.”

Terhadap apa yang diharapkan oleh Bupati Nagekeo, Wilibrodus Seda S.Fil selaku pelaksana tugas Kepala Sekolah SMPS Patimura Wudu mengatakan bahwa
” Kunjungan bapak bupati adalah kehormatan bagi kami. Karena memberikan banyak masukan masukan.
1. Menginginkan agar kami memiliki peta pencapaian kompetensi minimal untuk setiap anak per mata pelajaran. Karena itu setiap guru mata pelajaran harus memiliki data yang rinci terkait dengan kemampuan anak yang diharapkan dari setiap mata pelajaran agar kompetensi minimal yang diharapkan itu tercapai.
2. Bapak bupati mengharapkan dia yang bukan tipe bupati melankolis mau supaya tanpa prinsip yang hanaya menyenangkan mata tapi dia juga ingin agar murid harus diketahui benar bakat dan minatnya.
3. SMP menjadi lembaga yang menyiapkan para murid mampu meneruskan arah pendidikan mereka, tidak semua jadi ilmuwan tapi semua sesuai dengan bakatnya. Bisa jadi orang terampil lebih cepat karena dia sudah mulai lebih dahulu. Dalam bahasa yang sederhana bapak bupati mau agar anak tidak terlambat mengexplorasikan seluruh kemampuannya agar bisa berhasil menghidupkan dirinya sendiri.

4. Soal guru yang masih banyak honor dan ASN yang terbatas dan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dikelas kami membutuhkan sarana multimedia yang bisa mengakomodasi seluruh modalitas belajar anak maka kami membutuhkan bantuan. Bapak bupati mengindikasi kami buatkan permintaan maka kami harus siap membuat permohonan.

5. Kami juga harus segera mengeksekusi inisiatif untuk menghimpun kembali ikatan alumni sebagai kekuatan yang membantu kami untuk mengelola sekolah ini.

6. Ketentuan untuk memajukan lembaga ini tergantung dari kerelaan kita untuk menjalin kemitraan dengan orang tua, ketua yayasan, komite, pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta semua pemangku kepentingan yang berkehendak baik untuk memajukan sekolah ini.

7. Upaya untuk menterjemahkan visi bupati KITA HARUS BERUBAH maka kami mencoba membuat sekolah ini menjadi berubah dengan guru harus berubah ter lebih dahulu , murid harus berubah sehingga dengan berdasarkan aturan dan regulasi yang diberlakukan kami dapat membuat sekolah ini lebih baik sekurang kurangnya sesuai dengan harapan bapak Bupati.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

 

Hits: 64

Kunjungan di Desa Wajo1

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Melakukan Kunjungan Kerja di Wilayah Kecamatan Keo Tengah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Kecamatan Keo Tengah, Kamis, 27 Mei 2021.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, Kadis Peternakan Klementina Dawo, Kadis Perikanan Elias Tae , Kadis PUPR Bernard Dinus Fansiena, Camat Keo Tengah Hildagardis M.Kasi bersama jajarannya, Kabid Usaha Kecil Menengah pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Silvester Kagoa, Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Pappy Abraham Hensontian.

Kunjungan di Desa Wajo

Bapak Sipri Saju Ketua LPA, saat berdialog dengan Bupati Don menyampaikan beberapa hal memohon perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo antara lain:
Pelebaran jalan jalur Pauijo-Wajo,
Penataan kampung adat Wajo
Listrik tenaga Surya.
Sambungan air minum dan perumahan.

Terkait beberapa hal yang merupakan keluhan tersebut ditanggapi oleh Bupati Don sebagai berikut:

Pertama, Penataan kampung adat ini
Sebetulnya saya sudah berusaha melalui BOP Labuan Bajo sudah mendatangkan arsitek bangunan tradisional di Indonesia, sudah punya nama dan untuk di Flores ini beliau sudah punya karya membantu pembangunan Wae Rebo, di sana bangun rumah lama sampai dengan penyelesaianya dan dibukukan. Pak Yorianta meminta saya kampung-kampung adat di Nagekeo mana yang dalam perencanaan pemugaran rumah adat.

Kedua terkait pelebaran jalan
Kepada anak muda, mosa nua laki Ola jaga clear and clean maksudnya anak muda yang punya kebun dikiri kanan jalan itu jangan reseh kalau mau dilebarkan, supaya waktu ini efektif jangan ada yang palang lagi.
Kalau yang pele pele jalan dia pu calon kau jangan pilih ini sudah jelas orang dengan usara salah. Saya langsung omong ini. Sudah jelas calon yang usara nya salah itu langsung dia gugur.
Orang kalau tidak memberi, tidak berkorban jangan pernah dipilih dia jadi pemimpin, itu kita hilang waktu 6 tahun memang.Kita kasih kepercayaan di tangan orang yang salah.

Jadi ini ujian berat saat kita melebarkan jalan. Butuh semua dukung, sehingga gusur dari sana ke sini bisa selesai dengan baik. Tahun ini atau tahun depan sudah bisa dianggarkan rabatnya melalui dana desa.

Ketiga, masalah lampu listrik
Pakai lampu sekarang yang pakai colok. Kalau dulu kita pakai lampu gas sekarang kita pakai lampu yang pakai cara trus dipakai.
Saran saya adalah ketika ada acara bisa pakai lampu itu, tapi kalau mau terang setiap malam, ada 6 kepala suku 6 rumah tiap malam, gantian.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis Jumad Sabtu bagi kepada 6 kepala suku dan Minggu malam ke 7 jadi tanggungan anak muda. Anak muda harus bisa, supaya bapak bapak tua bisa merasa ada harapan kalau anak muda mengambil alih langsung tanggung jawab itu.
Sehingga malam tetap terang pakai lampu yang bisa dicas.
“Kombe terang mo ata ma’e naka tama ewo”.

Satu lagi air minum
Air ini tantangan juga.Tantangan buat penjabat kepala desa, buat 6 kepala suku ni kalau tidak bisa urus ulu Eko ni lebih baik bubar saja bapak, untuk apa jadi pemimpin kalau tidak bisa urus orang. Iya to..
Jadi melalui dana desa itu bisa dianggarkan. Menyiapkan meteran.Tiap rumah beli dari desa, sehingga uang yang masuk bisa beli lagi dan dusun dusun lain bisa dapat. Bisa dimulai dari sini. Yang urus pasang langsung hitung ke desa bayar meteran..

Agenda kunjungan kerja Bupti Don di Desa Wajo, melakukan peletakan batu rumah bantuan atas nama Bapak Benediktus Aja di Kampung Wajo, Menyerahkan bantuan kepada 7 orang penyandang disabilitas berupa 2 alat pendengar dan 5 tongkat penyangga, juga meninjau SDK Mabha Mbawa.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kecamatan Keo Tengah berkesempatan mengunjungi 4 Desa yakni, Desa Wajo, Wajo Timur, Pautola dan Ladolima. Dalam setiap kunjungan kerja nya Bupati Don melakukan berbagai agenda antara lain, mengunjungi Kelompok Wanita Tani, kelompok usaha masyarakat, Dasawisma, Karang Taruna, Penyerahan bantuan kepada penyandang Disabilitas dan peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) dan lainnya.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 168

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Mengambil Sumpah dan Melantik Penjabat Kepala Desa Rendututubhada Ferdinandus Bao,SP Jumad 21 Mei 2021. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Rendututubhada.

Turut hadir pada kegiatan ini, Sekcam Aesesa Selatan Kota Hubertus, A.Ma.Pd. bersama jajaran, Sekretaris Dinas Sosial Maksimilianus Wilfrit Betu dan jajaran, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Aesesa Selatan Anselmia Kartini, Saksi Rohani Pater Yakobus Ego, CP , para tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ferdinandus Bao, SP Penjabat Kepala Desa Rendututubhada terlantik menggantikan Yohanes Dedeo Wio Penjabat Kepala Desa yang lama berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 149/ KEP/HK/ 2021 Tanggal 26 April 2021 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Rendu tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan

Adapun tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh Penjabat Kepala Desa sebagaimana tercantum dalam SK tersebut sebagai berikut:

Tugas Umum
1. Menyelenggarakan pemerintah desa
2. Melaksanakan Pembangunan desa
3. Pembinaan Kemasyarakatan Desa
4. Pemberdayaan Masyarakat Desa

Tugas Khusus
Mempersiapkan kelancaran dan kesuksesan Pemilihan Kepala Desa Rendututubhada Periode 2020-2026.

Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengatakan;
“Hari ini kita melantik seorang Penjabat Kepala Desa. Tugas pentingnya adalah menyiapkan masyarakat untuk memilih kepala desa baru dan menyiapkan, merapikan perangkat desa, semua instrumen organisasi kemasyarakatan yg ada di desa agar nanti kepala desa terpilih bisa langsung bekerja. Ibarat Yohanes Pemandi datang lebih dahulu ratakan jalan, luruskan yang lekuk lekak

“Latar belakang saudara sebagai ASN, asumsinya saudara Ferdinandus mempelajari cepat, karena SK
Bulan April, belajar cepat, apa yang berhubungan dengan tugas-tugas, seperti yang telah dibacakan tadi”.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian;
1. Kita sekarang menuju era yang sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat harus disiapkan agar perubahan ini bisa diterima dan kita bisa bimbing masyarakat dengan benar.
2. Revitalisasi RT dan Dasawisma.
Siapa yang harus di RT? Adalah mereka- mereka yang terdidik.
Generasi sekarang ini masalah mereka cuma satu yaitu doi ma kurang ote ni benu peka. ( Uang masih kurang tapi otak sudah penuh).

Hal yang perlu digaris bawahi adalah mengajak kita memberi ruang kepada mereka untuk tampil pada skala kecil.
Relakan mereka tampil sebagai pemimpin.

Demokrasi yang artinya kita secara sadar dengan pemikiran bahwa semua orang punya harkat yang sama dan bisa berkembang maksimal sesuai talenta masing masing.
Berilah tanggung jawab sehingga mereka bisa mengekspresikan apa yang mereka harus terampil.
Kita menyiapkan calon pemimpin kedepan sehingga nantinya tidak kekurangan, regenerasi.

“Ferdinandus bisa lihat masyarakat disini jangan sampai jadi penonton”.

Urus betul.

1. Membuat persiapan lubang olah tanam ( bersama PPL)
2. Apa yg saya mau lihat??

Pertama, Membuat persiapan lubang olah tanam; pemandangan di mana mama mama dan anak anak sedang menggali lubang olah tanam.
Kedua..pemandangan mama- mama, anak anak sekolah sementara sogho tai sapi ( pungut kotoran sapi) dan ada tumpukan tai sapi/ tai kering yg siap diolah.
Ketiga, siapkan pupuk bokasi, sekam bakar.

Setelah semua nya disiapkan lalu di foto, videokan dan di share ke saya.

Ini merupakan bagian dari literasi science. Anak anak tidak menyerah dengan situasi ini, dilatih mengenal pupuk kompos.

“Ini merupakan PR yang sederhana. Revitalisasi RT langsung dengan activity” kata Bupati Don mengakhiri sambutannya.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 63

Peringati Hardiknas

Peringati Hardiknas, Siswi SMAS Clemens Boawae Juara Satu Lomba Cipta dan Baca Puisi

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id -Berkat puisi Karia cipta yang berjudul “Corona Pulang Ya” Siswi SMA St. Clemens Boawae Marselina A. Meo meraih Juara 1(satu) Lomba Cipta dan Baca Puisi dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan sejak 26 April sampai hari ini Tanggal 28 April 2021 kemarin.

Kegiatan Lomba Cipta dan baca puisi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional diikuti oleh 18 Peserta dari masing-masing sekolah

Lokasi kegiatan tersebut bertempat di SMA Negeri 1 Aesesa,Kabupaten Nagekeo, NTT. Rabu,(18/4/2021).

Peserta Juara Satu lomba Cipta dan baca puisi SMA Santo Clemens Boawae Marselina A. Meo saat ditemui menceritakan bahwa sejak kepala sekolah mendapat informasi dari kabupaten bahwa akan diadakan lomba menjelang hardiknas. Salah satunya adalah lomba cipta dan membaca puisi. Diapun terpilih mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba tersebut.

Marselina mengaku senang dan terharu karena telah memberikan yang terbaik untuk lembaganya tercintanya

“Perasaan saya sangat senang, terharu, bahagia dan puas karena telah memberikan yang terbaik. Yang pertama untuk pendamping yang setia menemani saya mulai dari awal sampai detik ini. Katanya

Marselina juga menyampaikan syukur kepada kedua orang tuanya yang telah mendukungnya, terutama guru pendamping yang telah membimbingnya. Lebih khusus teman-temannya yang juga telah mendukung dengan caranya masing-masing.

Dia mengajak teman-temannya untuk lebih berani dan mampu mengekspresikan setiap kemampuan dan bakat yang dimiliki selain itu juga mencintai sastra merupakan hal yang utama.

Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Fidelis Sawu, S.Fil mengatakan bahwa kemenangan dalam sebuah perlobaan bukan untuk peribadi setiap orang, tetapi kemenangan itu adalah kemenangan untuk semua orang. Kata Dia bahwa generasi saat ini ada di tangan generasi muda.

Fidelis melanjutkan Sebagai Ketua Dia menyampaikan profisiat terutama peserta SMAK Baleriwu Danga yang telah menjuarai Lomba Debat bahasa Inggris Dia pun bangga dan mengajak agar Siswa dari sekolah lain dapat belajar dari SMA Baleriwu Danga.

Fidelis mengatakan pentingnya meningkatkan kemampuan dan kualitas peserta didik. Menurut Dia bahwa hal tersebut bukan akhir dari segalanya dan moment tersebut merupakan awal dari segala-galanya dalam menemukan potensi-potensi peserta didik khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Dia juga mengajak semua Peserta didik untuk tetap maju bersama serta menjadi orang-orang hebat.

Sementara itu Benisius Pao Dewan Juri Bahasa Inggris mengatakan hari kemarin adalah sebuah kenangan hari ini adalah kenyataan tetapi hari esok adalah impian.

Beni mengajak untuk terus tingkatkan pendidikan indonesia khususnya di bidang bahasa inggris. Menurut Dia hal itu merupakan bagian dari sebuah proses peserta dalam tahapan belajar dengan harapan kedepannya akan lebih baik lagi.

Juri Cipta dan Baca puisi Maria G. Windastuti mengatakan persaingan kompetensi bukan tentang siapa yang juara tetapi siapa yang tampil percaya diri.

Winda berharap bagi yang tidak mendapatkan juara untuk tidak berkecil hati. Menurut Dia semua peserta yang tampil adalah pemenang yang sesungguhnya. Harapnya. (Kominfo Nagekeo)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 104

Irmina

Suara Irmina Bhoki Buat 3 Dewan Juri Terpana, Penonton: “Bikin Merinding”

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id -Tampak suasana hari ini, Rabu (28 April 2021)merupakan hari terakhir dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di SMA Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo dalam menyambut 2 Mei 2021.

Dengan tema Tema kegiatan tersebut yakni “Dengan Hardiknas, Kita Tingkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di Era Pandemi Covid-19”

Banyak peserta dari masing-masing Sekolah di Wilayah kabupaten Nagekeo terlihat bersemangat dalam memberikan kemampuan mereka. Adapun lomba seperti Debat bahasa indonesia, debat bahasa Inggris, puisi dan Solo vokal putra dan putri.

Sambil menunggu dengan nomor urut masing-masing peserta, ke 18 Sekolah tersebut didampingi oleh para pendamping yang selalu setia menemani anak-anaknya dari masing-masing sekolahnya.

Kali ini, salah soerang dewan juri yaitu Andreas Ndona yang merupakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo tampak sumringah dan di buat terpana akan suara khas oleh peserta lomba dari Boawae itu.

Meskipun sudah banyak yang menampilkan kemampuan terbaik dalam bernyanyi, uniknya, ada salah satu peserta yang berhasil membuat semua Dewan Juri dan penonton merinding.

Ternyata Peserta SMA Fransiskus Xaverius Boawae ini adalah Irmina Ngao Bhoki.

Di babak puncak ini peserta 15 tahun tersebut menyanyikan lagu Ciptaan Ibu Sud yaitu Tanah Airku” dan lagu pilihan yaitu Mana Lolo Banda yang berasal dari Pulau Rote.

Selain Dewan Juri Andreas Ndona, hal tersebut juga dirasakan juri lain yakni Oskar Piga dan Maria K.S Djawaria pun ikut tersenyum sembari memberikan aplaus.

Rupanya di balik suara bagusnya, Irmina Inilah, semua keputusan ada di tangan dewan juri.

Saat ditemui RSN, Irmina sapaan akrabnya ini tampak bahagia ketika membawa dua lagu yaitu Lagu wajib Tanah Airku dan Lagu pilihan Mana Ele Lolo Banda dari Rote

Meskipun belum diumumkan juara, Irmina yang saat ini duduk di kelas X (sepuluh) merasa yakin dengan suara dan penampilannya itu.

“Untuk latihan saya sudah lama, dan saya sangat yakin. Meskipun belum diumumkan hasilnya. Keputusan semuanya ada di Dewan Juri nanti.

Irmina mengaku sempat gugup. Namun berkat pelatih dan pendampingnya selama ini, Ia menjadi terbiasa.

Dengan berbusana Adat Rote, Irmina dan Gregorius berharap akan memberikan yang terbaik untuk sekolahnya.

“Ini berkat dukungan teman-teman dan orang tua. Sebelum kesini saya minta doa dan dukungan dari bapak dan mama. Muda-mudahan saya(Irmina) memberikan yang terbaik nanti.

Salah seorang siswa SMAN I Aesesa yang juga menyaksikan, mengatakan bahwa suara yang dibawakan Peserta 15 tahun itu membuatnya merinding.

“Sumpah kakak. Suaranya bagus sekali. Awalnya kami pikir itu suara laki-laki. Setelah melihat dengan jelas ternyata bukan. Pokonya suaranya unik sekali. Kata Dia. (Kominfo Nagekeo).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 350

Tingkatkan Budaya Literasi1

Tingkatkan Budaya Literasi, Ketua MKKS Buka Kegiatan Peringatan Hardiknas Jelang 2 Mei

Tingkatkan Budaya Literasi, Ketua MKKS Buka Kegiatan Peringatan Hardiknas Jelang 2 Mei

Mbay, nagekeokab.go.id – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S. Fil membuka dengan resmi kegiatan lomba dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 02 Mei 2021 mendatang, yang bertempat di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. Selasa, (27/4/2021).

Hadir pada kesempatan tersebut Dewan Juri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Nagekeo Maria Kristildys Simporosa Djawaria, Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Sekretaris MKKS Ambrosius Biku, M.Pd, Guru Pendamping dan puluhan Peserta Lomba dari masing-masing sekolah.

Tema kegiatan tersebut yakni “Dengan Hardiknas, Kita Tingkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di Era Pandemi Covid-19”

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Fidelis Sawu, S.Fil dalam kesempatan bermartabat itu, memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya perlombaan dalam rangka Hardiknas itu.  Dirinya mengaku banyak hal yang diperoleh dari kegiatan tersebut, khususnya dalam mengasa kemampuan dan talenta anak.

Sementara Ketua Panitia Hardiknas yang juga Kepala Sekolah SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae Bruno Kewo Ule dalam laporannya menjelaskan bahwa dengan momentum tersebut, Kegiatan hardiknas mampu mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh para peserta.

“Hari ini, dengan moment hardiknas, kita kembangkan setiap potensi anak didik kita. Merekalah Bumi Nagekeo yang akan hidup, mereka juga bagian dari Budaya Nagekeo. Dengan moto, Kolo sa toko, tali sa tebu. Filosofi ini harus hidup dalam diri kita.

Bruno menjelaskan, ada empat bidang lomba yang akan digelar diantaranya, lomba debat bahasa Indonesia, debat bahasa Inggris, lomba solo vokal putra dan putri, setra lomba cipta dan baca puisi.

“Dari keempat bidang lomba ini akan melibatkan 23 SMA di wilayah Kabupaten Nagekeo, namun yang hadir saat ini ada 18 sekolah. Dan sumber dana masing-masing sekolah sebesar 1 (satu) juta, yang diambil dari dana bos.

Mari kita belajar dari kabupaten induk kita yaitu kabupaten Ngada. Mereka sudah banyak meraih penghargaan dalam perlombaan di tingkat Provinsi maupun pusat. Karena itu, mari kita semangatkan, agar anak didik kita bisa berprestasi dan mampu mengharumkan nama baik kabupaten Nagekeo.

Sebagai Ketua panitia, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Terimaksih untuk tuan rumah SMA Negeri Aesesa yang telah menyiapkan semuanya. Kami yakin dan percaya kegiatan ini akan sangat bermartabat, karena momen ini menjadi sangat berharga. (Kominfo Nagekeo).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 67

Meriahkan Hardiknas

Meriahkan Hardiknas, SMA Se- Kabupaten Nagekeo Gelar Aneka Perlombaan

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id -Dalam rangka meramai riahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2021, Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mbay se wilayah Kabupaten Nagekeo menggelar aneka perlombaan yang diselenggarakan sejak tanggal 26 hingga 28 April 2021 mendatang.

Aneka perlombaan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu yang lalu, dalam rangka memperingati hardiknas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ambrosius Biku, M.Pd kepada RSN saat ditemui di ruang kerjanya pada, Selasa, (27 April 2021)

Aby sapaan akrabnya ini, mengatakan untuk Kabupaten Nagekeo sendiri merupakan Ajang Perlombaan perdana yang diselenggarakan. Ia mengatakan SMA Negeri 1 Aesesa menjadi tuan rumah untuk kegiatan Hardiknas.

Menurutnya dengan terlaksananya kegiatan Hardiknas, Kabupaten Nagekeo harus mampu mengimbangi dengan kabupaten lain.

“Ini merupakan moment yang tepat. Oleh karena itu, pihak sekolah sudah menyiapkan sejak 1 bulan terakhir untuk kegiatan perlombaan. Saya meyakini bahwa kegiatan ini harus sukses. Dan siswa/siswi peserta lomba dari masing-masing sekolah sudah menyiapkan secara matang untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Mereka saat ini tampak siap, dan mereka punya kemampuan, bakat dan talenta yang dimiliki oleh masing-masing mereka. Untuk itu, saat ini kita sangat dibatasi dengan adanya Covid-19. Jadi sebenarnya antusias dari setiap sekolah sangat tinggi. Dan saat ini yang hadir ada 18 sekolah yang hadir,  dari 23 sekolah termasuk MAN dan MAS. Tambahnya.

Tampak Sumringah, Aby berharap bahwa moment ini merupakan moment yang tepat untuk siswa berekspresi. Sehingga, kata Dia bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswa harus mampu berkompetisi nantinya dangan sekolah-sekolah yang lain.

Lebih lanjut, Aby menambahkan bahwa, selain perlombaan, namun moment tersebut harus menjadi ajang para guru untuk melihat kemampuan serta kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing siswa.

“Momen ini, bukan untuk moment untuk melihat rivalitas sekolah mana yang hebat, tetapi kita semua memiliki visi misi yang sama dan kompetensi yang dimiliki siswa itu juga harus sama. Sehingga mereka bisa bersaing ke level yang lebih tinggi nantinya. Itu harapan saya. Iapun mengajak semua guru untuk sama-sama membangun pendidikan yang berkualitas khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Lebih lanjut, Aby menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari.

“Kegiatan ini sudah berjalan mulai dari kemarin (26 April 2021). Itu kita mulai dari technical meeting, dan hari ini pembukaan. Sebenarnya 1 minggu untuk kegiatan ini. Tetapi karena keterbatasan waktu dan situasi yang dihadapi oleh teman-teman guru,  makanya waktu kita persingkat.

Untuk sumber dana kegiatan Perlombaan ini, kita diperbolehkan dari Provinsi, yaitu dari dana Bos. Dan setiap sekolah diwajibkan 1.000.000 juta. Seharusnya alokasi dana harus lebih, sehingga kegiatan ini benar-benar matang dan kelihatanya lebih hidup. Saya juga berharap di moment Hardiknas ini, menjadi moment bagi semua orang. Katanya. (Kominfo Nagekeo).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 220

5

Menjajaki Peluang Pasar Produk Unggulan : Bupati Don di Labuan Bajo Manggarai Barat

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo bersama Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo melakukan kunjungan kedinasan di Labuan Bajo pada Minggu, 18 April 2021 sekaligus bertemu Bupati Manggarai Barat bertempat di Rumah Jabatan Wakil Bupati Manggarai Barat.

Sebelum bertemu, Bupati Don mengambil kesempatan mengunjungi Gedung Taman Budaya Puncak Waringin dan Mini Museum Produk Unggulan Batu Cermin Labuan Bajo.
Bupati Don didampingi ibu Ketua TP PKK, E. Yayik Pawitra Gati dan Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Nagekeo, K.M. Simporosa Djawaria.
Sementara dari Labuan Bajo, Bupati Don didampingi langsung Direktur Perumda Bidadari, Sutanto Weri, dan Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF), Shana Fatina Sukarsono.
Kadis Koperindag sejak Jumad sebelumnya sudah tiba di Labuan Bajo guna melakukan survey peluang pasar produk-produk UKM dan IKM Nagekeo yang akan dipasok ke Labuan Bajo, dan menjajaki peluang kerja sama saling menguntungkan dengan pihak Dinas Koperindag setempat dan pihak Perusahaan Umum Daerah Bidadari Labuan Bajo.
Bupati Nagekeo terus gencar mendorong peluang usaha pertanian yang menghasilkan produk-produk unggulan bernilai tinggi melalui Dasa Wisma, Karang Taruna, Orang Muda Katolik maupun Remaja Mesjid dan lain-lain pelaku usaha aktif.
Karena itu, setelah mengunjungi beberapa titik, Bupati Don dan ibu mengambil kesempatan bertemu Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat.
Sekitar pukul 10.30, Bupati Don tiba dan disambut hangat Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan Wakil Bupati, Yulianus Weng, masing-masing bersama ibu bertempat di Rumah Jabatan Wakil Bupati Manggarai Barat.
Setelah bercakap-cakap santai di ruang tamu, Bupati Don dan rombongan diajak makan siang bersama, sembari saling membagi sapa.
Berikut kutipan sambutan Bupati Don :
“Saya berupaya mencari peluang pasar. Terdekat di Labuan Bajo. Apalagi jelang Even Internasional seperti G20.
“Destinasi premium menjadi andalan besar. Para pekerja membutuhkan makanan dan minum. Peluang kita ke pasar Inpres, ke para pekerja perantau. Tidak harus ke pasar besar atau ke hotel menengah hingga besar”
“Nagekeo diaspora di Manggarai Barat, mereka bisa memperhatikan produk Nagekeo di sini dan menjalin komunikasi dengan produsen di Nagekeo”
Saya juga memulai sesuatu dari orang muda.
“Perhatian Pemerintah Pusat ke daerah, kita petik maksimal. Saya serius menopang Labuan Bajo. Saya berharap dan meminta Labuan Bajo menjadi outlet Nagekeo…” Ungkap Bupati Don.
Selanjutnya, Bupati Edistasius memberi sapa :
“Luar biasa hari ini kita bertemu. Yang kami ketemu adalah orang hebat, punya pengalaman luar biasa baik sebagai bupati maupun sebagai seorang dokter. Ini adalah modal.
“Labuan Bajo Mabar, adalah miniaturnya Flobamora, miniaturnya negeri ini. Suku maupun Ras dari mana-mana ada di tempat ini. Hampir setiap gang/lorong, ada orang Bajawa, orang Nagekeo. Dalam acara pesta, yang dominan justru “ja’i” nya orang Bajawa.
Yang uniknya, Paguyuban Nagekeo, meliputi tiga etnis yakni Ende, Sikka dan juga Ngada. Paguyuban Nagekeo, tapi ketuanya orang Ende.
Itulah luar biasanya. Tidak peduli identitas. Ada suasana batin yang sama. Tidak ada pertentangan, nyaman, kekeluargaan tinggi. Itulah saudara.
Kebetulan Labuan Bajo, oleh Pemerintah Pusat ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata.
Berawal dari soal komodo. Semakin ke sini, diberi labelisasi mulai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), diikuti super premium, ditambah BOP (Badan Otorita Pariwisata), ditambah FL (Flores Lembata). Ternyata bukan hanya Labuan Bajo, tapi urus juga sampai Lembata.
Kesemuanya adalah bagian dari bentuk tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah kita disejajarkan dengan daerah-daerah lain yang sudah maju.
Labuan Bajo pintu masuk kita orang flores.
Labuan Bajo terbuka untuk siapapun, apalagi sesama saudara dari Nagekeo.
Nagekeo punya hasil pertanian. Sini punya industri pariwisata.
Kita permanenkan hubungan kerja sama. Petani Nagekeo sampai di sini.
Teman-teman Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, juga dari pertanian, bisa membuat semacam MoU dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bidadari Labuan Bajo.
Saya berharap, harus ada pembeda antara produk pertanian import, Produk Bima, Bali, Jawa. Kalau bisa yang dari Nagekeo punya ciri identitas pembeda. Sayur dan buah-buahan benar-benar organik, jangan lagi pakai pupuk kimia yang dari pabrik.
Kalau ini bisa diwujudkan, kita bisa “paksa” hotel-hotel untuk pake produk pertanian organik itu.
Kalau pasokan pasar bisa penuhi kebutuhan pariwisata di tempat ini, kita larang yang dari luar yang pakai pupuk kimia dari pabrik.
“Kami cinta produk pertanian Flores…” Kita deklarasikan itu. Kami harap Nagekeo mulai dengan ini; dan kami yakin, Nagekeo bisa.
Kalau Nagekeo sukses, kami akan belajar ke sana.
BOP perannya sebagai mediator; menghubungkan apa yang unggul dari Nagekeo.
Kita dorong bersama marina. Dekransda Provinsi NTT benar2 jadi payung utk dekransada di daerah.
Kita juga berharap, Puncak Waringin Labuan Bajo jadi tempat jual produk anak-anak NTT.
Kami siapkan karpet merah untuk keluarga besar dari Nagekeo.
Saya dan Wabup, mohon tuntun kami. Walau garuda sama tapi kaka (Bupati Don) duluan.
Mudah-mudahan ini awal.
Saya senang semua dinas, setiap jumad ke sini. Produk pertanian harus punya identitas, ciri tersendiri. Dengan demikian, mudah kita jual.
Kenapa malu tiru yang positif dari daerah lain…” Ujar Bupati Edistasius menutup sambutannya.
Selesai pertemuan singkat ini, pada pukul 13.00 Bupati Don dan Ibu kembali ke Bandara Komodo, guna melanjutkan perjalanan tugasnya ke Jakarta.
***
Protkompim
(Humas Pemda NK)
 

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 45

WhatsApp Image 2021-04-01 at 2.52.47 PM

Berencana Itu Keren

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pendataan Keluarga Tingkat Nasional Tahun 2021 dilaksanakan secara serentak dimulai  pada tanggal 1 April s.d 31 Mei 2021 selanjutnya akan dilakukan setiap (5) Lima tahun sekali.

Sebagaimana waktu pelaksanaan tersebut, hari ini 01 April 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo memulai pendataan keluarga secara serentak untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tingkat Kecamatan Aesesa pelaksanaan pendataan keluarga  dilakukan dengan Responden Pertama Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. Pendataan dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Nagekeo, oleh Kader Pendata Ibu Maria Delsiani Wurundori. Dimulai tepat jam 07.50 wita.

Pada saat pendataan Bupati Nagekeo didampingi isteri,  dr. Eduarda Yayik Prawita Gati. Saat pelaksanaan pendataan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Turut hadir pada saat pendataan,  Kepala Dinas  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo,  Drs. Seda Marselinus,  Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Timotius Liko bersama jajaran.

Di akhir pendataan Bupati Nagekeo mengajak seluruh masyarakat Nagekeo untuk menyukseskan Pendataan Keluarga 2021. “Hari ini saya dikunjungi oleh dua orang petugas pencatatan. Hari-hari yang akan datang, rumah kita semua akan dikunjungi petugas.  Mari kita memberikan data yang akurat agar pendataan ini lengkap dan bisa dijadikan bahan perencanaan pembangunan keluarga, pembangunan daerah, dan pembangunan bangsa kita.

“MARI KITA SUKSESKAN PENDATAAN INI. BERENCANA ITU KEREN “

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Nagekeo,  Drs. Seda Marselinus, mengatakan Pendataan Keluarga tersebut bertujuan untuk menyediakan basis data keluarga, by name, by address untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana ( Bangga Kencana).

Hasil pendataan tersebut akan menghasilkan sebuah data yang dijadikan sebagai peta sasaran program pembangunan keluarga, kependudukan, KB dan program pembangunan lainnya. Sebagai penentu program dukungan dan sebagai pengukuran Indikator Kinerja Utama sasaran strategis program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan KB.

Pendataan dengan metode sensus; mengunjungi setiap keluarga dari rumah ke rumah melalui wawancara dan observasi dengan mendata seluruh keluarga,  yang dilakukan oleh Kader Pendata dengan menggunakan  Instrumen Formulir dan Smartphone.

Pengolahan dilakukan di tingkat kecamatan atau balai penyuluhan dan outputnya berupa Kondisi Data Keluarga by name, by address, by phone bukan angka serta bukan data penduduk. Sasaran prioritas adalah keluarga inti (suami, isteri dan anak-anaknya, atau ayah dan anak, atau ibu dan anak). Bisa ditambahkan keluarga khusus; tidak memenuhi definisi keluarga namun memiliki hubungan keluarga sesama anggotanya.

Keluarga yang didata TIDAK berdasarkan kepemilikan  berkas administrasi kependudukan di wilayah tersebut, namun berdasarkan di mana keluarga berada saat pendataan keluarga dengan syarat: keluarga telah tinggal di wilayah tersebut sekurang- kurangnya 6 bulan atau jika kurang dari 6 bulan maka pastikan keluarga tersebut berencana menetap di wilayah tersebut sekurang-kurangnya 6 bulan.

Pengumpulan dan Pengolahan

Format, dikumpulkan oleh Kader Pendata dan diinput ke dalam aplikasi oleh Manager Data di tingkat kecamatan. Smartphone, dikumpulkan dan langsung diinput ke dalam aplikasi PK2021 oleh Kader Pendata. Sasaran pendataan Kabupaten Nagekeo dengan target total sasaran 38.190 KK berdasarkan DATA KK dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo.

Hal hal yang disiapkan oleh responden

* Kartu Keluarga (KK)

* KTP

* Akta Kelahiran jika ada

* Akta Nikah jika ada

* Kartu BPJS jika ada.

Selesai di Rumah Jabatan Bupati Nagekeo, pendataan dilanjutkan pada Responden berikutnya yakni Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo Kristianus Du’a Wea S.Fil, masing – masing langsung di rumah kediamannya.

**

Protokol & Kompim

(Merry/Tim Humas NK)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 57