Pemkab Nagekeo Dorong Petani Akses KUR Guna Meningkatkan Produksi

Pemkab Nagekeo Dorong Petani Akses KUR Guna Meningkatkan Produksi

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo melalui Dinas Pertanian mendorong para petani  memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai akses permodalan pengolahan lahan serta permodalan lainya untuk mendorong peningkatkan hasil produksinya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Oliva Monika Mogi mengungkapkan, skema KUR diperuntukkan membantu masyarakat kecil yang disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara). Sehingga, dengan keterbatasan modal pemerintah memberikan suntikan modal, supaya petani bisa termotivasi dan untuk pemenuhan sarana produksi guna mendongkrak capaian produksi panen.

Oliva menjelaskan Tahun 2022 Kementerian Pertanian mengalokasikan KUR Pertanian Rp.90 Triliun, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp. 70 Triliun.

“Pemerintah sudah menyiapkan kredit usaha tani terutama akses permodalan mulai dari persiapan lahan, benih, biaya alat, biaya sarana produksi pertanian seperti pembelian benih, pupuk dan juga obat-obatan” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Oliva Mogi di ruang kerjanya pada Selasa (26/02/2022).

Menurut Oliva, data yang dihimpun Dinas Pertanian Nagekeo umumnya petani di Nagekeo belum seluruhnya mengakses permodalan melalui KUR. Salah satu kendalanya adalah mayoritas petani yang ingin mendapatkan KUR tidak memenuhi persyaratan pihak bank sebagai kreditur, karena masih terlibat hutang ataupun pinjaman di lembaga keuangan lainya.

Meski begitu, Oliva mengatakan, Dinas pertanian bersama pihak Bank akan tetap berupaya mencari solusi sehingga persyaratan mutlak tersebut dapat ditinjau lagi sembari melihat situasi dan kondisi petani dengan catatan petani sebagai debitur berkomitmen dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengembalikan pinjaman.

“Kita tentu mendorong petani untuk bisa memanfaatkan akses KUR ini demi meningkatkan hasil produksi mereka, karena KUR ini murni untuk permodalan dengan bunga yang cukup terjangkau” ungkap Oliva.

Di sisi lain, berdasarkan evaluasi pihak Bank, selama ini tidak sedikit petani yang mengakses KUR terkadang mandek pada saat cicilan. Salah satu faktor utamanya adalah pinjaman KUR yang diajukan petani terkadang tidak tepat sasaran, bahkan pinjaman KUR yang besarnya disesuaikan dengan analisis usaha tani justeru disalahgunakan untuk kebutuhan yang bukan untuk kepentingan produksi.

Menanggapi fenomena tersebut, Oliva menegaskan bahwa Dinas Pertanian Nagekeo akan terus berkolaborasi bersama Bank-bank penyalur KUR dengan mencari jalan keluar agar manfaat KUR bagi tepat sasaran dan tepat guna. Salah satu kiatnya adalah melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) memfasilitasi petani dan pihak Bank sehingga penyaluran KUR dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan usaha tani.

“Kami dinas pada prinsipnya membantu petani meminimalisir potensi terjadinya penyalahgunaan pinjaman tersebut. Misalnya petani pinjam Rp.15 Juta sesuai dengan analisa usaha tani namun penyalurannya tidak sekalian, akan tetapi disalurkan bertahap sesuai dengan besaran kebutuhan sesuai luas lahan yang sudah kita kaji” jelasnya.

Maksimalkan Kinerja PPL

Oliva menyampaikan Dinas Pertanian Nagekeo bersama lembaga keuangan penyalur KUR akan terus berupaya agar KUR dapat diakses oleh para petani sesuai dengan peruntukannya yakni membantu masyarakat kecil khususnya petani demi meningkatkan produksi panen.

Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo ini berharap bahwa ke depannya, kinerja PPL yang selama ini membantu mendampingi petani benar-benar dimaksimalkan sesuai dengan tugas pokoknya. Sebab satu dari 9 indikator kinerja yang harus dipenuhi seorang PPL ialah terwujudnya akses pelaku utama dan pelaku usaha ke kelembagaan keuangan, informasi sarana produksi.

“Jadi PPL ini harus benar-benar memperhatikan tugas mereka, karena dalam 9 indikator kinerja itu tugas seorang PPL itu harus bisa memfasilitasi petani untuk akses permodalan ke lembaga keuangan” ungkap Oliva.

Ke depan kata Oliva, PPL harus menjadi fasilitator menjembatani petani dan pihak bank sehingga mempermudah petani mengakses KUR dengan berbagai sosialisasi dan dampingan langsung ke petani yang bersangkutan.

Lebih lanjut Oliva berharap, dibantu dampingan PPL, petani yang mengakses KUR harus konsisten memperhatikan hasil produksi panen, minimal memiliki target hasil produksi olahan lahan harus melebihi biaya produksi yang sudah dikeluarkan.

“Petaninya sendiri harus benar-benar perhatikan itu, paling tidak tahapan-tahapan pengolahan lahan minimal sesuai dengan sapta usaha tani. Dari Persiapan lahan sampai panen dilakukan secara intensif tepat dan benar. Petani juga didorong untuk lebih kreatif dan inovatif, tidak terpaku pada pola-pola konvensional. Jangan sampai turun ke sawah hanya pas tanam selanjutnya tidak, tunggu panen baru ke sawah lagi” ungkapnya.

Harapan Petani

Terpisah ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) KM 1.6 Kiri Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa  Anselmus Djogo menjelaskan bahwa mayoritas petani  menyambut baik kebijakan pemerintah menanti bantuan permodalan melalui skema KUR.

Menurut Anselmus, khusus petani di wilayahnya selama dua tahun terakhir tidak ada satupun yang mengajukan pinjaman KUR.

“Terakhir itu dua tahun lalu, tapi itu seingat saya tidak ada yang ajukan pinjaman karena persyaratan terlalu berat” ungkapnya.

Anselmus mengaku, mayoritas petani ingin mengakses KUR berharap agar peserta yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada petani yang ingin mengajukan pinjaman agar dipermudah.

“Kami kemarin sudah ada penyampaian dari PPL mengenai KUR ini, kita sebenarnya antusias dengan kebijakan pemerintah apalagi ini untuk bantu modal olah sawah, intinya petani ini mau mengajukan pinjaman berharap agar persyaratan itu jangan berbelit-belit” harapanya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 139

Kemenag Nagekeo Bersama PT Waskita Karya Gelar Donor Darah (1)

Kemenag Nagekeo Bersama PT Waskita Karya Gelar Donor Darah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo bersama PT Waskita Karya menggelar aksi donor darah di Kantor Kemenag Nagekeo pada Selasa 25 Januari 2022.

Kepala Kantor Agama Nagekeo Marianus Geo menyampaikan bahwa aksi donor darah tersebut merupakan satu dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Kemenag Nagekeo dalam rangka semarak Hari Amal Bhakti ke 76 tahun 2022.

“Kita ketahui bersama kebutuhan darah di Nagekeo ini cukup tinggi, jadi kami dari Kementerian Agama berkomitmen turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan darah ini. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan” ungkapnya.

Adapun rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Kemenag Nagekeo antara lain Bhakti sosial di sejumlah rumah ibadah, memberikan bantuan paket sembako ke panti asuhan dan donor darah.

Humas PT Waskita Karya, kontraktor yang menggarap mega Proyek Strategis Nasional Waduk Mbay/Lambo paket 1, I Gede Galung A mengungkap pelaksanaan donor darah yang dilaksanakan oleh puluhan karyawan PT Waskita dan Bumi Indah tersebut dalam rangka memperingati bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional.

“Di proyek itu kan ada yang namanya rencana kesehatan dan keselamatan kerja, karena kita menjunjung tinggi pada hal sama maka ketika ada bulan peringatan K3 Nasional maka kita bisa melaksanakan kegiatan yang merepresentasikan kesehatan dan keselamatan” ungkapnya.

Ke depannya kata I Gede, selama proses pembangunan waduk Mbay/Lambo berjalan, pihaknya akan tetap berkolaborasi bersama PMI Nagekeo sehingga seluruh karyawan PT Waskita dan Bumi Indah akan terus berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

“Ke depannya karyawan kami akan bergabung menjadi anggota pendonor aktif, lumayan 4 tahun kami di sini setiap 3 bulan sekali kita adakan kegiatan donor darah” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Djogo menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut sedikitnya 13 kantong darah berharap dikumpulkan dengan rincian gold darah A 3 kantong, B 4 kantong dan darah O 3 kantong, yang sisanya macet.

Dijelaskannya, donor darah merupakan agenda rutin PMI, setiap 2 minggu sekali PMI menggelar kegiatan donor darah di desa-desa untuk memenuhi kebutuhan darah di Rumah Sakit Aeramo.

Ia juga menyampaikan, PMI Nagekeo mengapresiasi dan menyambut baik rencana donor darah rutin yang akan dilakukan oleh karyawan  PT Waskita Karya.

“Terima kasih untuk Kemenag Nagekeo, teman-teman dari Waskita dan Bumi Indah untuk kegiatan sosial ini, setetes darah yang kita berikan dapat menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan” ungkapnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 137

Bupati Nagekeo Buka Kegiatan Sosialisasi TPE dan Pelatihan Dirigen Se Kevikepan Mbay (1)

Bupati Nagekeo Buka Kegiatan Sosialisasi TPE dan Pelatihan Dirigen Se-Kevikepan Mbay

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Tata Perayaan Ekaristi dan pelatihan dirigen oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Se Kevikepan Mbay pada Senin, 24 Januari 2022  di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay.

Kegiatan ini bertujuan untuk percepatan pemahaman cara liturgi Gerejani Katholik sesuai Tata Perayaan Ekaristi Tahun 2020 dan Pembekalan Kompetensi Pengurus Liturgi Paroki dan Dirigen agar semakin memahami tata laksana liturgi Gereja.

Diharapkan Peserta menjadi pemateri di masing masing paroki yang mampu menuntun umat paroki di masing-masing Kelompok Umat Basis (KUB) agar memahami tata cara liturgi yang baik sesuai dengan TPE terbaru Gereja  Katholik Tahun 2020.

Peserta juga dapat menjadi pendorong bagi umat paroki untuk memahami esensi mendasar tentang Paduan Suara yang baik dan benar dalam berliturgia.

Dalam sambutannya Bupati Nagekeo mengatakan, pelatihan Dirigen sama halnya dengan Pelatihan Sepak Bola. Khusus untuk sepak bola melalui Dinas Pemuda dan Olahraga telah selenggarakan pelatihan bagi Pelatih dan Pelatihan Wasit.

“Sepak bola kita olah fisik, ini olah seni. Sama halnya sepak bola, kami sudah memulai dengan latih pelatih dan latih wasit. Hari ini saya berhadapan dengan dirigen, latih pelatih” ungkap Don Bosco.

Bupati Don berharap kepada para peserta agar mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan sebaik mungkin, menguasai betul teknik-teknik dasar, rambu-rambu yang harus diperhatikan ketika menjadi seorang dirigen.

“Kembali dari sini, melatih dirigen stasi dan teruskan ke KUB. Serius ini. Lihat betul jangan sampai habis di paroki. Di paroki tidak bikin apa-apa. Doing Nothing, tidak rembes ke Stasi..tidak rembes ke KUB” pesannya.

Menurut Don Bosco, apabila anggota koor bernyanyi dengan baik di gereja, maka dapat membawa suasana orang untuk khusuk berdoa.

“Kita bangun ini, bagaimana menggerakkan koor umat. Kalaupun ada koor, betul koor yang bisa mengiring, mengajak umat bernyanyi lebih baik dari waktu ke waktu naik level ke arah yang lebih baik, Moving The Next Level” ujarnya.

Dalam mengikuti pelatihan, Bupati juga berharap peserta bisa memperoleh informasi sebanyak mungkin dari narasumber sehingga pulang membawa bekal yang cukup bagi paroki dan stasi masing masing.

“Pada saat yang sama kita juga menggerakkan Orang Muda Katholik bersama dengan Karang Taruna sehingga mereka juga ikut menyanyi dan mengumpulkan mereka, mengarahkan mereka ketika mereka berkeluarga nanti memilih kerja apa, nafkahnya dari mana, apa yang harus kita bantu ya kita bantu” jelas Don Bosco.

Terkait Pesta Paduan Suara Gerejani Katholik (Pesparani) Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa Pemkab Nagekeo berkomitmen terlebih dahulu membangun jiwa kemudian bangun badannya.

Menutup sambutannya Bupati Don menyampaikan terima kasih kepada Vikep Mbay Romo Asterius Lado dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Don Bosco juga berharap agar organisasi LP3K betul-betul hidup dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh umat kevikepan Mbay.

Ketua 1 LP3K Kabupaten Nagekeo Peternus Aja mengatakan bahwa, kegiatan tersebut merupakan agenda pertama yang diselenggarakan setelah diresmikannya Kevikepan Mbay dan merupakan salah satu program kerja tahunan dalam rangka persiapan pelaksanaan Pesparani Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

Sekertaris Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo ini menjelaskan, yang menjadi dasar paling utama adalah bagaimana  memahami tentang Tata Perayaan Ekaristi dan mengetahui teknik-teknik dasar dalam paduan suara.

“Dasar yang paling utama ialah kita memahami tentang tata perayaan ekaristi sekaligus selama tiga hari bersama dengan Nara sumber memberikan pelajaran tentang teknik – teknik dasar dalam rangka bergabung dalam paduan suara” katanya.

Peternus juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nagekeo yang telah memberikan bantuan anggaran kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katholik (LP3K) Kabupaten Nagekeo.

Kata Dia, dengan anggaran Dana Hibah tersebut bisa terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka pembinaan iman dan mental khusus nya mendukung kebijakan Bupati Nagekeo dalam membangun daerah ini.

Terpantau hadir pada giat tersebut, Vikep Mbay RD.Asterius Lado, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nagekeo Marianus Keo, S.Fil.M.Ed, Ketua I  LP3K Kabupaten Nagekeo Paternus Ada S.Sos, Para Narasumber Agustinus Dhae, RP.Jhon Ghono SVD serta para peserta pelatihan. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 157

Bupati Don Program Kerja Pemerintah Harus Bermanfaat Bagi Rakyat (1)

Bupati Don: Program Kerja Pemerintah Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco Do meminta kepada semua pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nagekeo agar anggaran yang dialokasikan guna membiayai program kerja pemerintah harus bermanfaat bagi rakyat.

“Anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program-program kerja pemerintah harus memberikan manfaat kepada rakyat” tegas Don Bosco saat melantik dan mengambil sumpah empat pejabat tinggi pratama di lingkup pemerintah Kabupaten Nagekeo, di aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, Sabtu (22/1/2022).

Empat pejabat tinggi pratama yang dilantik antara lain Ndona Andreas Corsini Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kasimirus Dhoy Kepala Bappelitbangda, Tarsisius Djogo Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Remigius Jago dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Venantius Minggu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati Don menegaskan para Kepala Dinas senantiasa melakukan berbagai inovasi program kerja di dinasnya masing-masing.

“Para kadis menerapkan prinsip leadership yang kuat, yang menggerakkan gerbong birokasi agar berjalan efektif dan efisien sehingga kerja-kerja pemerintah sungguh dirasakan hasilnya oleh masyarakat” ungkapnya.

Kepada Kadis Kominfo Andreas Ndona Corsini Bupati meminta agar memperluas layanan informasi publik pemerintah dengan menjangkau berbagai komunitas di masyarakat.

Menurut Bupati, selama ini melalui Program Talk Show Bupati Menyapa, pemerintah ingin memberikan pelayanan publik mengenai berbagai kebijakan pemerintah. Dinas Kominfo juga sudah melatih beberapa siswa dari dua sekolah di Kota Mbay dalam program Pelajar Menyapa, yang sebelumnya mereka mengikuti pelatihan jurnalistik radio yang digelar Radio Suara Nagekeo.

Bupati mendorong agar Dinas Kominfo menjangkau berbagai komunitas di masyarakat untuk berdialog dan berbicara di Radio Suara Nagekeo (RSN).

“Dinas-dinas juga diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi-informasi pembangunan kepada masyarakat melalui talk show RSN Nagekeo” katanya.

Untuk Dinas Lingkungan Hidup, Bupati Don minta agar menggerakkan berbagai pemangku kepentingan dan komunitas-komunitas sekolah untuk memerangi sampah, melakukan reboisasi  dan menanam pohon sebanyak mungkin dan berbagai kebijakan lainnya.

Sementara untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Don berharap agar Dinas yang dinahkodai oleh Venantinus Minggu ini menyukseskan program merdeka belajar dengan memperhatikan kompetensi minimal para siswa di setiap jenjang pendidikan.

Kadis Venan juga dituntut mempersiapkan siswa tingkat SMP untuk mengenal bakat dan kemampuannya sehingga dapat mengambil keputusan apakah melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau melanjutkan pendidikannya ke sekolah vokasi.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 195

Pelajar SMAN 1 Aesesa Gelar Talk Show Patroli Keamanan Sekolah (1)

Pelajar SMAN 1 Aesesa Gelar Talk Show Patroli Keamanan Sekolah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebanyak lima orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo menggelar Talk Show di studio Radio Suara Nagekeo pada Sabtu 22 Januari 2022 pagi.

Acara talk show tersebut merupakan tindak lanjut dari jalinan kerjasama antara SMAN Aesesa dengan Radio Suara Nagekeo melalui program Radio Suara Pelajar.

Talk show bertemakan Patroli Keamanan Sekolah ini dibawakan oleh Aldo, Vania, Icha, Edmon, dan Nadia. Mereka didampingi penyiar Radio Suara Nagekeo Novia Azizah dan Fatima Papu.

Penyiar RSN Novia Aziza menjelaskan bahwa talk show yang berlangsung selama 1 jam tersebut dibagi dalam tiga segmen antara lain perkenalan profil sekolah, diskusi kegiatan Patroli Keamanan Sekolah dan wawancara narasumber.

“Mereka yang menentukan tema dan narasumber, kami dari radio hanya membantu dampingi dan menyusun rundown kegiatannya” jelas Novia.

Aldo dan Vania yang bertindak sebagai Host menjelaskan bahwa Patroli Keamanan Sekolah pertama kali dibentuk pada 5 Mei tahun 1975 silam yang diinisiasi oleh Letkol Anton Soejarwo.

“Perlu sahabat pelajar ketahui, Patroli Keamanan Sekolah bernama Polisi Keamanan Sekolah. Pembentukan PKS itu didasari dengan rasa memiliki, menjaga ketertiban dan keamanan dari suatu sekolah di mana sekolah pada waktu itu mengalami kesulitan menjaga keamanan” jelas Aldo.

Menurut Aldo saat ini di SMAN 1 Aesesa tim Patroli Keamanan Sekolah sudah dibentuk. Edmon yang menjadi salah satu anggota mengatakan tim patroli keamanan sekolah direktur melalui tes dan latihan.

Anggota Patroli keamanan Sekolah memiliki guru pembina dan mendapatkan pelatihan baris berbaris serta 12 macam gerakan lalu lintas oleh aparat Kepolisian Resort Nagekeo.

“Untuk masuk jadi anggota Patroli keamanan Sekolah kami dites mulai dari tinggi badan latihan baris berbaris dan tes kedisplinan. Alasan saya tertarik masuk menjadi anggota karena di sana ada latihan dasar, soalnya saya punya cita-cita ingin jadi tentara” ungkap Edmon.

Wenslaus Geru pembina PKS SMAN 1 Aesesa saat diwawancarai mengaku, meski kehadiran PKS belum begitu terasa, akan tetapi siswa-siswi yang tergabung menjadi anggota sudah mulai menunjukkan bahwa mereka adalah anggota PKS.

“Hari ini mereka sudah mulai jalankan aktivitas pertama membantu aparat Satlantas menjaga keamanan lalulintas di beberapa titik” katanya.

Sebagai guru pembina dirinya merasa bangga dengan kehadiran PKS di SMAN 1 Aesesa karena ini yang pertama kali PKS hadir di Kabupaten Nagekeo dan SMAN 1 Aesesa menjadi sekolah pionir.

Sementara Kanit Patroli Polres Nagekeo Aipda Asri Bata menyampaikan bahwa, idealnya PKS membutuhkan pelatihan rutin selama 3 bulan dan dibentuk secara resmi naik oleh Kapolres di tingkat Kabupaten maupun oleh Kapolda di tingkat Provinsi.

Meski begitu, Asri meyakini PKS ke depannya akan membawa dampak positif baik bagi siswa, sekolah maupun masyarakat.

”Karena PKS ini juga bertujuan membentuk karakter adik-adik di sekolah, sehingga harapan besar kami anggota PKS bisa menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi teman-teman di sekolahnya” ujar Asri.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 48

Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Program Radio Suara Pelajar

Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Program Radio Suara Pelajar

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nagekeo melalui Radio Suara Nagekeo (RSN) meluncurkan program Radio Suara Pelajar.

Program radio suara pelajar merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas di Nagekeo.

“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran” ungkap Kepala Bidang Pengelola Informasi, Komunikasi Publik dan Aplikasi Informatika Joachim Sala Bongo, Sabtu 22 Januari 2022.

Kim begitu ia akrab disapa menjelaskan, program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelajar untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki lebih khusus seputar jurnalistik seperti pembuat konten seputar dunia pendiri, menggelar talk show, menjadi penyiar hingga melaporkan kegiatan secara langsung berkaitan dengan kegiatan di sekolah.

Dalam proses pelaksanaannya para pelajar akan didampingi oleh jurnalis dan penyiar Radio Suara Nagekeo mulai dari proses produksi hingga pada tahapan publikasi berita maupun konten yang dihasilkan.

Melalui program ini para siswa dapat mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri. Siswa akan diberi ruang untuk mendiskusikan isu-isu penting, mencari tema sendiri yang akan didiskusikan atau berbagi ide, bahkan hingga menjadi jurnalis sekolah yang dapat melaporkan kegiatan di sekolah masing-masing yang kemudian dipublikasikan melalui radio.

Menurut Kim, kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo menggaet pendengar khusunya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain.

Ia menegaskan, ke depan Radio Suara Nagekeo akan terus berinovasi dan terus menjalin kerjasama publikasi dengan berbagai instansi guna mendongkrak penerimaan radio.

Penyiar Radio Suara Nagekeo Novia Aziza menyampaikan Kegiatan Radio Suara Pelajar rencananya akan berlangsung secara rutin setiap akhir pekan. Sabtu 22 Januari pagi Radio Suara Pelajar mengudara perdana dalam program acara 10-12 Radio Suara Nagekeo dengan peserta 5 orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa.

“Hari ini Radio Suara Pelajar tayang perdana, pesertanya adik-adik dari SMAN 1 Aesesa. Mereka menggelar talk show dengan tema Patroli Kemanan Sekolah (PKS)” ungkap Novia.

Dalam acara talk show tersebut para siswa mendiskusikan banyak hal berkata dengan Patroli Keamanan Sekolah hingga berkesempatan mewawancarai dua narasumber yakni guru pembina PKS dan pelatih PKS dari pihak Kepolisian.

“Kedepannya nanti bukan hanya talk show saja, siswa juga diberi kesempatan untuk bisa jadi jurnalis yang bisa melaporkan kegiatan di sekolah masing-masing yang tentu saja akan disiarkan melalui Radio Suara Nagekeo” pungkas Novie.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 100

Stok Aman, Berikut Total Alokasi Pupuk Subsidi Nagekeo Tahun 2022

Stok Aman, Berikut Total Alokasi Pupuk Subsidi Nagekeo Tahun 2022

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Tahun 2022, Kabupaten Nagekeo mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 4.009 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Olivia Mogi mengungkap, alokasi pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor :521.3/PSP2HP/1441 /X11/2021 pada tanggal 29 Desember 2021 lalu.

Menurut Oliva, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sudah menindaklanjuti SK tersebut dan saat ini stok pupuk bersubsidi sudah tersedia di 9 Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang tersebar di 7 Kecamatan.

Pupuk bersubsidi kemudian disalurkan kepada masing-masing kelompok tani yang terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Stok pupuk subsidi aman dan tersedia di KPL tinggal petani lakukan penebusan” ungkap Oliva Jumat 22 Januari 2022 di Mbay.

Total alokasi pupuk subsidi yang diperoleh Kabupaten pada tahun ini terdiri atas pupuk Urea sebanyak 1.,512 ton, pupuk SP-36 sebanyak 500 ton, pupuk NPK sebanyak 1.188 ton, organik granular 500 ton dan organik cair 309 ton.

Menurut Oliva jumlah alokasi tersedia lebih kurang dari jumlah usulan petani sebagaimana sesuai dengan kebutuhan pupuk berdasarkan data e-RDKK. Adapun  data usulan e-RDKK tahun 2022 antara lain Urea 3.583.884 kg, SP-36 5.479 kg, NPK       6.258.877 kg, Organik Granular 1.269.401 kg dan Organik cair 669 kg.

Alasannya, alokasi pupuk bersubsidi berkurang karena beberapa pertimbangan antara lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas untuk memberi subsidi pupuk.

Pemerintah juga secara perlahan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia hingga mengadvokasi petani  menambah kebutuhan nutrisi tanaman dg bahan organik (pupuk organik).

“Tugas Dinas memastikan petani ajukan kebutuhan pupuk melalui e-RDKK dibantu oleh PPL yang ditunjuk untuk mengupload ke dalam aplikasi, PPL sebagai user name/admind e-RDKK” jelasnya.

Kendati demikian, ada kemungkinan Dinas Pertanian kembali mengajukan alokasi tambahan apabila terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, namun hal itu bisa dilakukan jika penyerapan kuota pupuk bersubsidi di kabupaten lain masih rendah sehingga bisa diusulkan realokasi antar kabupaten maupun realokasi antar KPL dalam kabupaten.

Selain itu, terkait kekurangan alokasi pupuk bersubsidi, Dinas Pertanian sudah melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia sebagai Holding Company agar dapat menyediakan pupuk non subsidi di kios pupuk lengkap/KPL.

Sementara itu, guna mempermudah petani yang ingin mendapatkan pupuk non subsidi, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pertanian memfasilitasi para petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diperoleh di OJK terkait karena selisih harga eceran tertinggi antara subsidi dan non subsidi cukup jauh.

“KUR Usaha Tani (UT) yang kami sudah sosialisasi melalui BRI” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 120

Waspada DBD, Dinas Kesehatan Nagekeo Himbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Waspada DBD, Dinas Kesehatan Nagekeo Himbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Masyarakat Kabupaten Nagekeo saat ini diharapkan senantiasa mewaspadai potensi penyebaran virus Demam Berdarah Dangue (DBD). Tingginya curah hujan di beberapa wilayah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, membuat nyamuk berjenis Aides Aegepty bebas berkembang biak di sekitar tempat tinggal.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo drg.Emerentiana Wahyuningsih mengatakan, data terakhir yang dihimpun dari Rumah Sakit Daerah Aeramo tercatat kasus DBD di Kabupaten Nagekeo hingga saat telah mencapai 25 orang, dengan rincian 6 orang suspec, 19 orang DBD dan 1 orang meninggal dunia.
Guna menekan angka penyebaran demam berdarah, Dinas Kesehatan Nagekeo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan dengan menerapkan pola 4 M Plus yakni Menguras, Menutup, Mengubur plus Memantau.
“Dengan tingginya kasus DBD tersebut, masyarakat diwajibkan untuk lebih waspada dan menerapkan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) juga menerapkan pola 4 M plus dalam kehidupan sehari – hari” ungkap Emerentiana, Kamis 20 Januari 2022 di Mbay.
Dijelaskannya pola 4 M plus yang dimaksud ialah menguras wadah air seperti bak mandi, gentong air, ember, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas setiap minggu agar telur dan jentik nyamuk tidak berkembangbiak dan menutup rapat semua wadah/penampung air agar nyamuk tidak masuk dan bertelur.
Serta mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, panci/baskom bekas, tempurung dan memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
“Masyarakat juga diminta agar jangan menggantung atau menumpuk pakaian, selalu menggunakan obat nyamuk di rumah, menggunakan kelambu, menanam bunga lavender dan daun sereh di sekitar pekarangan rumah hingga membubuhkan abate di bak penampungan air” katanya.
Emerentiana meyakini, apabila masyarakat menaati himbauan pola hidup 4 M plus dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, niscaya potensi penyebaran DBD dapat ditekan.
Selain himbauan di atas, Emerentiana mengatakan Dinas Kesehatan juga melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mengadakan fogging di wilayah yang ditemukannya warga terjangkit DBD.
Lebih lanjut Dia berharap apabila ada warga yang mengalami gejala DBD seperti mual, muntah, demam tinggi selama dua hari, ruam, serta nyeri otot dan sendi agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 66

Bupati Don Bosco Sambut Baik Program Sekolah Penggerak di Nagekeo

Bupati Don Bosco Sambut Baik Program Sekolah Penggerak di Nagekeo

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco Do mendukung dan menyambut baik Pelaksanaan program Sekolah Penggerak di Kabupaten Nagekeo tahun 2022.

Bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi melalui Kemendikbudristek yang telah berusaha dan berjuang membangun SDM unggul dengan konsep MERDEKA BELAJAR demi mencapai Visi dan Misi Pendidikan Indonesia.

“Untuk itu, saya berharap sekolah Penggerak yang akan hadir di Kabupaten Nagekeo akan membawa perubahan atau loncatan yang diharapkan dalam upaya mencapai Visi Misi Pendidikan di Kabupaten Nagekeo agar bisa melahirkan generasi yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan berkarakter baik” ungkap Bupati di ruang kerjanya Kamis 20 Januari 2022.

Program Sekolah Penggerak merupakan upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Untuk itu, Bupati juga berharap kepada seluruh Kepala Sekolah, dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nagekeo untuk berperan aktif mengikuti seleksi Sekolah Penggerak Angkatan 3 ini.

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

“Sebagai bentuk dukungan, saya berkomitmen untuk tidak melakukan mutasi pada kepala sekolah dan guru pada sekolah yang ditetapkan selama menjalankan Program Sekolah Penggerak” katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Yosefina H. Hutmin menjelaskan bahwa, program sekolah penggerak memberikan kesempatan kepada seluruh Kepala Sekolah mulai dari PAUD hingga SMA untuk mengikuti seleksi kompetensi dengan batasan usia 55 tahun.

“Proses seleksinya terbuka untuk umum dan dilaksanakan secara online melalui aplikasi langsung dengan Kementerian Kemendikbudristek dan sudah berjalan dari bulan Januari ini April sampai Maret” jelasnya.

Ia mengatakan program sekolah penggerak nantinya berjalan selama empat tahun, yang mana tiga tahun pertama lembaga sekolah akan didampingi oleh tim ahli dari Kementerian.

Sekolah yang nantinya lolos kriteria dan terpilih menjadi Sekolah penggerak akan mendapatkan sokongan dana baik yang dintervensi melalui APBN maupun APBD Kabupaten. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 293

Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar (1)

Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Manajemen Radio Suara Nagekeo (RSN) menggelar pelatihan jurnalistik radio bagi para pelajar Sekolah Menengah Atas di Nagekeo. Kegiatan ini dalam rangka menjalin kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Studio RSN, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo pada Sabtu 15 Januari 2022 ini diikuti oleh 4 orang siswa dari SMAN 1 Aesesa dan 4 orang siswa SMUK Baleriwu, Danga.

Acaranya yang dipandu oleh Penyiar RSN Yanto Manatappi ini dibagi menjadi dua sesi, pertama adalah pelatihan jurnalistik yang mana para peserta dibekali materi-materi berkaitan dengan dunia jurnalistik radio mulai dari pembentukan tim produksi, observasi materi program, merancang program membuat skrip, hingga live on air.

Setelah mendapat materi tentang teknik teknik dasar penyiaran, siswa langsung mempraktekan bagaimana menjadi seorang penyiar radio dan juga menjadi host dalam sebuah acara talk show maupun broadcasting.

“Selain teori, para siswa juga diharapkan mampu melakukan praktek secara langsung di lembaga penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Nagekeo (RSN) membuka ruang praktek bagi para pelajar sebagai bentuk pengalaman dalam memproduksi program siaran radio” ungkap Yanto.

Kegiatan ini bertujuan, menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran.

Kemudian, dalam mengelola informasi akan dikemas dalam bentuk program acara siaran radio yang juga merupakan salah satu bentuk representasi dari sejumlah materi pembelajaran dikurikulum pendidikan.

Adapun format program siaran berupa konten radio seputar dunia pendidikan melalui program Radio Suara Pelajar. Seluruh materi akan diproduksi dan dibawakan oleh para siswa, tentunya setelah mendapat pelatihan serta bimbingan hingga tahap produksi.

Mengapa harus Radio? Karena radio adalah semua tentang komunikasi dan menjalankan acara radio membutuhkan komitmen dan kerja tim agar bisa sukses, sehingga manajemen produksi penyiaran yang dibekali LPPL- RSN cukup mudah digunakan sehingga semua siswa, tanpa memandang usia atau kemampuan, dapat terlibat.

Sebab, lanjut Yanto, membangun keyakinan kebanyakan orang merasa berbicara dengan ‘mikrofon’ di ruang tertutup jauh lebih tidak menakutkan dari pada tampil di kamera atau di atas panggung.

“Hal ini memungkinkan siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri mereka apakah itu mendiskusikan isu-isu penting atau berbagi ide, radio memberi siswa anda suara yang percaya diri di dunia broadcasting” jelas Yanto.

Radio Suara Pelajar juga dapat meningkatkan literasi siswa dalam menulis, pasalnya, pertama kali seorang siswa melihat ‘mikrofon’ dan kemudian bertanya apa yang harus mereka katakan, mereka menyadari bahwa mereka perlu menulis skrip dan mempersiapkan tautan.

“Di Radio Suara Pelajar sudah pasti mempersiapkan bentuk skrip untuk acara bincang-bincang, drama radio atau wawancara telepon. Jelas bahwa menulis memainkan peran besar di radio dan meluas ke memenuhi Kurikulum Nasional dengan banyak cara” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini berharap, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga sasaran dan tujuan pelatihan ini dapat tercapai dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Kadis Andreas, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peserta, karena dapat melatih mental para pelajar juga sebagai wadah peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta khususnya berkaitan jurnalistik, yang nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat maupun bekal siswa di bangku kuliahnya nanti.

“Selain itu, program kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo mendulang pendengar khususnya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain” ungkap Kadis Kominfo.

Bonavintura Florecita Pi (16) siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Aesesa, mengaku senang berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut karena bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

“Jujur saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini, senang ada banyak ilmu yang didapat, bisa melatih dalam meningkatkan skill dan kemampuan berbicara ataupun bernarasi di depan umum” akunya.

Sekembalinya dari pelatihan ini, siswi yang akrab disapa Icha ini bahkan berencana membentuk sebuah tim sendiri guna memproduksi konten di sekolah sebagaimana sesuai dengan materi dan pelatihan yang didapat.

“Satu yang saya dapat dalam kegiatan ini adalah soal kerjasama tim, ini melatih kekompakan kami salam memproduksi konten atau berita. Nanti kami akan bentuk tim sendiri di sekolah” katanya.

Klaudius Yau pembina OSIS SMUK Baleriwu, Danga, mengatakan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut, karena sangat bermanfaat dan membawa dampak positif bagi siswa, sebab selama ini di sekolah siswa hanya diajarkan teori.

“Ini langkah awal, ke depannya di sekolah pasti ada implementasinya, seperti pembuatan konten akan tetap kami laksanakan, sehingga apa yang didapat hari ini bisa bermanfaat. Harapan saya mereka bisa mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan mampu menularkan ilmu yang diperoleh ke teman-teman lain” pungkasnya.(RSN/Sevrin).

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 183