Bupati Nagekeo ASN Harus Memahami Tupoksi Diri Sendiri

Bupati Nagekeo: ASN Harus Memahami Tupoksi Diri Sendiri

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengambil sumpah 140 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Nagekeo sekaligus membagikan SK Bupati Nagekeo tentang Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun 2019 di aula Setda Nagekeo pada Kamis 17 Februari 2022.

Pengambilan sumpah ini sesuai dengan UU RI No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan PP No 53 tahun 2010 tentang displin pegawai, dan PP No 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS.

Dalam sambutannya, Bupati Don Bosco mengatakan setiap CPNS saat diangkat menjadi ASN wajib mengambil sumpah PNS berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kalian ini orang yang terseleksi, sudah mendapatkan ketentuan dari nilai. Secara kemampuan akademik kalian sudah lolos seleksi. Ini baru tahap permulaan, yang mana kalian pilih untuk menjadi abdi Negara. Oleh karena itu saya berharap di mana kalian ditempatkan tunjukan kemampuan” pesan Bupati Don Bosco.

Don Bosco menyatakan, sebagai abdi negara dan masyarakat, dalam menjalankan tugas dan kewajiban Aparatur Sipil Negara dituntut dengan Panca Prasetya. Karena itu ASN dituntut untuk bisa memahami tupoksi diri sendiri dan tupoksi lembaga di mana Ia ditempatkan.

“Secara intelektual (otak) kalian tidak diragukan, yang masih butuh pembuktian itu Ate (Hati). Memilih jalan hidup sebagai pengabdian sebagai abdi negara dan masyarakat atau hanya tidak mau menganggur” tanyanya.

Bupati Don Bosco melanjutkan, di era 4.0 saat ini tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Untuk itu, Bupati berharap ASN dapat memanfaatkan Hand Phone (HP) untuk selalu belajar pengetahuan dan keterampilan baru.

“Saya sangat berharap kalian jangan bosan belajar pengetahuan, manfaatkan teknologi, gunakan HP untung belajar hal-hal baru” ujaranya.

Lebih lanjut Bupati berpesan agar ASN bisa membagi waktu antara pekerjaan pokok dan kerja ekstra di luar kantor.

“Penghasilan kita ASN sudah terukur, jadi jangan bayangkan hidup mewah, jadi harus didukung kerja ekstra di luar harus, jadi kita harus memanage waktu dengan baik sehingga mencukupi kebutuhan hidup keluarga” ungkapnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 91

Instalasi Listrik Sempat Bermasalah, Unit Kebidanan RSD Aeramo Kembali Berfungsi

Komitmen Tingkatkan Pelayanan, Poli Jiwa RSD Aeramo Kebanjiran Pengunjung Luar Daerah

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo di bawah kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai sektor. Hal ini guna mewujudkan visi masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat.

Salah satu gebrakan perubahan yang saat ini sudah terasa hasilnya oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo yakni di bidang Kesehatan, terutama peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Direktur RSD Aeramo drg. Emerentiana Wahyuningsih mengungkapkan bahwa, dalam tiga tahun terakhir, pembenahan manajemen terus dilakukan antara lain, Prosedur Operasi Standar (Standard Operation Prosedure), penyediaan ruang kelas dua, pembangunan gudang farmasi, penyediaan alat-alat kesehatan dan fasilitas lainnya hingga penambahan 10 orang dokter spesialis termasuk spesialis jiwa (Psikiater).

Emerentiana menjelaskan manajemen RSUD Aeramo secara bertahap mengatasi berbagai keterbatasan mulai dari anggaran fasilitas hingga SDM tenaga kesehatan sejak masih berstatus Puskesmas Plus, naik ke Tipe D, dan kini Tipe C.

Menurutnya, sejak tahun 2020 lalu Rumah Sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Nagekeo itu sudah memiliki poli Jiwa yang melayani tes psikologi oleh psikiater.

Bahkan, trend pengunjung pada unit Poli Jiwa dilaporkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan rincian tahun 2020 sebanyak 616 orang, tahun 2021 sebanyak 672 orang dan Januari 2022 sebanyak 540 orang pengunjung.

“Pasien yang ditangani ada yang dirujuk dari Bajawa, Ende, Manggarai dan Kupang” jelas Emerentiana di Mbay pada Rabu 16 Februari 2022.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo ini mengatakan kehadiran dokter spesialis jiwa juga mendongkrak penerimaan rumah sakit yang bersumber dari poli Jiwa.

Meski begitu, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru dibentuk, Ia mengaku masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus dibenahi.

Karena itu, Emerentiana mengajak masyarakat Nagekeo mendukung serta memberikan suport positif bagi manajemen di rumah sakit demi kemajuan dan peningkatan pelayanan RSD Aeramo yang lebih baik kepada masyarakat ke depannya.

“Komitmen kita adalah, pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan sembari melakukan pembenahan di berbagai bidang “tegasnya.

Dokter spesialis kejiwaan di RSD Aeramo dr. Kadek Roland menjelaskan adapun penanganan yang dijalani selama ini meliputi gangguan cemas menyeluruh, gangguan panik, depresi mayor, gangguan afektif bipolar, gangguan skizoafektif, dan skizofrenia.

“Yang paling banyak itu gangguan psikiatrik (Gangguan Cemas). Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan obat dan psikoterapi seperti psikoterapi supportif (paling sering) terkadang psikoanalis” jelasnya.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Selain itu berdasarkan Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun 2016, diperoleh data bunuh diri pertahun sebanyak 1.800 orang atau setiap hari ada 5 orang melakukan bunuh diri, serta 47,7% korban bunuh diri adalah pada usia 10-39 tahun yang merupakan usia anak remaja dan usia produktif terkait dengan masalah tingginya prevalensi orang dengan gangguan jiwa.

Lanjut dr. Rolland, poli Jiwa RSD Aeramo juga melayani tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang merupakan tes psikometri yang digunakan untuk mengukur psikopatologi orang dewasa.

Tes yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang dimensi-dimensi kepribadian dan psikopatologi yang penting dalam klinik psikiatri ini meliputi test kejiwaan CPNS, test kejiwaan pasutri yang adopsi anak, test kejiwaan anak yang mau masuk kuliah, visum dari polisi hingga gangguan penyesuaian.

“Jasa medis paling besar itu tes MMPI, ini yang paling membuat rumah sakit surplus” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo asal Partai Gerinda Kristianus Pantaleon Djogo mengungkapkan upaya Pemkab Nagekeo mendatangkan layanan dokter spesialis Jiwa di Rumah Sakit Daerah patut diapresiasi.

“Kita perlu beri apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Nagekeo karena bisa menghadirkan dokter spesialis jiwa atau psikiater di RSD Aeramo yang mungkin sangat langka dan jarang dipikirkan orang padahal sangat dibutuhkan” ungkapnya.

Menurut Kristianus, kehadiran dokter jiwa tentu untuk membantu masyarakat yang mengalami sakit secara kejiwaan. Selain itu, dalam persyaratan masuk dunia kerja perlu ada surat keterangan sehat secara rohani dan jasmani. Sehingga keberadaan dokter jiwa atau psikiater Pemda Nagekeo sudah merespon kebutuhan masyarakat.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Nagekeo ini mencontoh para calon aparatur sipil negara mengharuskan ada surat keterangan dari dokter jiwa bahwa yang bersangkutan harus dalam kondisi kejiwaan yang sehat. Maka dari kabupaten-kabupaten lain akan datang ke RSD Aeramo.

“Atas dasar itu kita perlu beri dukungan yang tinggi kepada pemda dalam hal ini kehadiran dokter spesialis kejiwaan. Kita tetap berharap agar pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang prima dan menyembuhkan” tutupnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 149

Cermat Menjelajah di Internet Agar Tidak Terjebak pada Situs Penipuan

Cermat Menjelajah di Internet Agar Tidak Terjebak pada Situs Penipuan

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Keberadaan internet saat ini semakin tidak terhindar, pemanfaatan internet telah masuk di berbagai bidang kehidupan. Agar tidak terjebak dalam modus penipuan online, sebaiknya kenali situs aman dan terpercaya agar anda tidak mengalami kerugian.

Kenali situsnya

HTTP adalah singkatan dari Hyper Text Transfer Protocol. Huruf S (di bagian belakang)  adalah “Secure” (aman).  Bila Anda sedang mengunjungi sebuah situs (website), cobalah liat alamat dari situs tersebut.

Bila alamatnya dimulai dengan http:///., maka berarti situs ini sedang “berbicara” dengan peramban (web browser) Anda dengan memakai bahasa umum yang tidak terproteksi. Dengan kata lain, bisa saja ada pihak ketiga yang ikutan “nguping” percakapan antara komputer Anda dengan website tersebut. Bila Anda sedang mengisi sebuah formulir di website tersebut, maka bisa saja ada orang lain yang mengintip informasi yang Anda ketik di sana.

Inilah sebabnya mengapa Anda jangan pernah mau memasukkan data penting seperti sandi perbankan Anda di website dengan alamat yang dimulai dengan http!

Namun, bila alamatnya dimulai dengan https://, artinya komputer Anda sedang berbicara dengan website tersebut dengan aman karena tidak ada pihak lain yang bisa ikutan mendengarkan percakapan tersebut.

Anda tentu mengerti mengapa hal ini sangat penting, kan?

Jadi lain kali, bila ada website yang meminta Anda untuk memasukkan data diri, data kartu debit/kredit, pastikan alamat situs tersebut dimulai dengan https://. Bila tidak demikian, JANGAN PERNAH mengisinya dengan informasi sensitif seperti data kartu debit/kredit Anda!

Perhatikan alamat  situs, jangan terburu-buru.

Selain melihat bagian depan dari alamat sebuah situs, periksalah juga ekstensi domainnya, contoh .com; .org; .co.in; .net, dll. Nama sebelum ekstensi ini adalah nama resmi dari situs tersebut. Contoh: http://telkomsel.hadiahbuataku.com. Perhatikan kata sebelum .com adalah “hadiahku” (BUKAN “telkomsel”).

Jadi website ini bukanlah milik telkomsel.com tapi “hadiahbuataku.com”, yang notabene kita tidak kenal. Jadi hati-hati jangan sampai tertipu ya.

Hal yang sama juga bisa kita gunakan untuk mencegah penipuan perbankan. Sebelum login dengan e-banking, liat kembali nama yang tertera sebelum “.com” adalah nama bank Anda. Misalnya “Something.bank123.com” adalah milik bank 123, tapi bank123.some1else.com adalah milik dari “some1else”.

Gratis tidak selalu baik

Selain itu, jangan sembarangan menggunakan koneksi WIFI umum. Pastikan jaringan WIFI tersebut aman. Hindari pemakaian jasa FREE WIFI di tempat umum. Keamanan jaringannya sangat diragukan.

Daripada komputer atau HP Anda diretas, sebaiknya pakai WIFI pribadi saja, atau gunakan fasilitas VPN.

Kenali Perbedaan antara HTTP dan HTTPS pada World Wide Web atau WWW.

HTTP atau HTTPS merupakan protokol standar yang mengatur bagaimana data ditransmisikan di World Wide Web.

Saat Anda mejelajah di internet, Anda sebenarnya sedang bertukar data dengan web server. Proses pengiriman data antara web browser dan web server inilah yang diatur oleh HTTP dan HTTPS.

Bagi yang bekerja di bidang IT mungkin telah memahami protokol standar dari World Wide Web, namun sebagian dari kita masih bingung dan belum mengerti perbedaan antara HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) tersebut.

Apabila Anda mengamati baris URL alamat website pasti akan menemukan tulisan HTTP (http://) dibagian depannya atau HTTPS (https://). Nah… apa bedanya?

Perbedaan keduanya memang sangat sederhana, yakni huruf “S”. Namun, justru inilah yang membuat HTTPS lebih baik dibanding HTTP.

Untuk mengetahui perbedaan antara HTTPS dan HTTP, simak penjelasan selengkapnya berikut ini:

  1. Awalan Alamat

HTTP kependekan dari HyperText Transfer Protocol, sebuah sistem yang mentransmisikan dan menerima informasi di antara client (pengguna) dan server (peladen). HTTP diawali http:// dan HTTPS dimulai https://.

  1. Enkripsi

Huruf S pada HTTPS berarti Secure. Proses transmisi dan penerimaan data antara client dan server pada HTTPS melalui enkripsi terlebih dahulu, sementara pada HTTP tidak. Maka itu, keamanan HTTPS dapat dipastikan lebih baik daripada HTTP.

  1. Sertifikat Digital

HTTPS membutuhkan sertifikat digital untuk proses validasi, sementara HTTP tidak. Penggunaan sertifikat digital pada umumnya tidak gratis alias berbayar. Namun ada pula sebagian kecil penyedia sertifikat digital cuma-cuma.

Itulah penjelasan simpel mengenai perbedaan antara HTTPS dan HTTP. (Diskominfo Nagekeo)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 65

Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama

Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Nagekeo, NTT, dilaporkan mengalami peningkatan. Data yang dihimpun prioritas dari P2TP2A Kabupaten Nagekeo, Tahun 2021 ada 16 kasus, sementara baru di awal tahun 2022 sudah 3 kasus.

Dari 16 kasus di Tahun 2021, terdapat tiga kasus kekerasan perempuan dewasa, dan 13 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Sementara di awal tahun 2022 ada tiga kasus yang semuanya adalah kasus kekerasan anak di bawah umur.

Trendnya meningkat, sayang sekali dan data yang saya sampaikan hanya sebatas kasus yang dilaporkan. Mungkin masih banyak kasus di luar sana yang tidak kita ketahui” ungkap Ketua P2TP2A Kabupaten Nagekeo Maria Angelina Seke Wea di sela kegiatan pelatihan pengurus kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa terkait Perdes Perlindungan Anak yang diinisiasi oleh Yayasan Plan Indonesia di Hotel Pepita pada Rabu 16 Februari 2022.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Plan Indonesia tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan KP2AD terkait upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak dari segala macam bentuk kekerasan serta meningkatkan kemampuan pengurus KP2AD dalam mengembangkan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Angelina, P2TP2A menyambut baik dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Plan selama ini dalam upaya melakukan pendampingan dan sosialisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Nagekeo.

“Kita apresiasi, karena memang selama ini kita bermitra dengan Plan. Urusan perlindungan perempuan dan anak ini urusan bersama semua. Untuk Perdes kita dorong agar setiap desa bisa menerbitkan payung hukumnya, sehingga intervensi anggaran dana desa bisa lebih optimal untuk perlindungan perempuan dan anak” ungkap Angelina.

Deputi Program Implementation Area Manager Plan Indonesia untuk wilayah Flores Siprianus Rahas mengungkapkan, selama ini pihaknya gencar melaksanakan sosialisasi terkait perlindungan perempuan dan anak di 42 desa yang merupakan desa binaan Plan.

Pendampingan yang sudah dilakukan antara lain Pelatihan Forades terkait cara melindungi diri dari kekerasan (No Go Tell), kampanye melalui media-media (poster, leaflet dll) di sekolah, PAUD HI, dan kelompok anak lainya.

Siprianus mengaku, dalam upaya melakukan pendampingan, Plan Indonesia menemui sejumlah tantangan di antaranya, masih ada praktek budaya yang tidak mendukung untuk melaporkan kekerasan/mengambil jalan damai (dianggap aib/stigma yang merusak tatanan sosial masyarakat).

Kendala lain yakni, belum semua pemangku kepentingan di desa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perlindungan anak dan perempuan. Karena itu, menurut Siprianus payung hukum berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan perempuan dan anak di desa sangat dibutuhkan.

“Dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, kita butuh payung hukum sebagai panduan kita untuk melakukan upaya penganggaran. Pemangku kepentingan baik di tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Desa diharapkan pro aktif dalam mendukung upaya perlindungan anak dan perempuan baik secara anggaran maupun peningkatan kapasitas bagi kelompok KP2AD yang ada” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Nagekeo Vinsensius Je Mbupu menerangkan, Peraturan Desa tentang Perlindungan Perempuan dan Anak merupakan suatu kebutuhan yang wajib dibuat oleh Desa.

“Memang kita sudah punya Perda Nomor 2 Tahun 2016 dijabarkan dalam bentuk Perbub Nomor 12 Tahun 2018 tentang pedoman pengembangan kabupaten layak anak dimulai dari Desa diatur lebih lanjut dalam perdes dalam merencanakan dan menganggarkan dalam APB-DEs” terangnya.

Meski sudah memiliki rujukan hukum yang tertuang dalam Perda, akan tetapi saat ini dari 97 desa di Kabupaten Nagekeo hanya satu desa yang sudah memiliki Perdes Perlindungan Perempuan dan Anak yakni Desa Kelimado, Kecamatan Boawae.

Vinsensius menjelaskan, selama ini kegiatan berkaitan dengan sosialisasi biasanya dilakukan oleh Forum Anak Desa sudah 55 desa dan Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa (KP2AD).

Namun, sejatinya perlindungan Perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang direvisi ke UU nomor 35 tahun 2014 yang ditekan mulai dari pemerintah pusat desa masyarakat orang tua bahkan anak itu sendiri.

“Untuk menekan potensi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita punya semboyan kita harus dimulai dari saya, dengan semua punya semboyan pasti nol” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 24

Pemkab Nagekeo Bersama Plan Indonesia Gelar Pelatihan Kelompok Perlindungan Anak Desa (1)

Pemkab Nagekeo Bersama Plan Indonesia Gelar Pelatihan Kelompok Perlindungan Anak Desa

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Komitmen Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak dan perempuan terus dilakukan.

Saat ini Plan Indonesia masih terus mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di desa.

Yayasan Plan Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD&P3A) Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan pelatihan bagi Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa (KP2AD), bertempat di aula Hotel Pepita, Selasa, (15/2).

Hadir dalam pelatihan tersebut sebagai fasilitator, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Perwakilan Dinas PMD&P3A, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A), Kepala Desa Kelimado, Safeguarding Advisor Plan Indonesia, Sigit Wacono.

Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua tahap, yakni tahap pertama dilakukan pada tanggal 14 hingga 15 Februari 2022 dan selanjutnya untuk tahap kedua dilakukan pada tanggal 16 hingga 17 Februari 2022.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja ini diikuti oleh peserta berasal dari 42 desa/kelurahan yang terdiri dari Kepala Desa, Badan Perwakilan Desa (BPD) dan pengurus KP2AD yang tersebar di wilayah dampingan Plan Indonesia.

Program Implementation Area Manager Plan Indonesia untuk wilayah Flores Zuniatmi menjelaskan bahwa, salah satu fungsi KP2AD di desa-desa dampingan Plan Indonesia yang telah berlangsung adalah mendampingi korban untuk melapor kejadian yang menimpa anak dan perempuan sesuai dengan sistem dan mekanisme pelaporan ke P2TP2A.

Hal ini merupakan kemajuan yang positif dalam berkontribusi terhadap keselamatan anak dari berbagai macam ancaman dan tindakan kekerasan yang seringkali terjadi.

“Pelatihan ini memiliki tujuan, meningkatkan pengetahuan KP2AD terkait upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak dari segala macam bentuk kekerasan, serta meningkatkan kemampuan pengurus KP2AD dalam mengembangkan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.

Menurut Zuniatmi, selain dua hal di atas, kegiatan ini juga dilakukan untuk mendorong KP2AD sebagai inisiator di desa dalam melakukan promosi dan advokasi pembuatan kebijakan berupa peraturan desa terkait perlindungan anak di desa masing-masing, pungkas Zuni.

Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap upaya pembentukan Perdes Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Nagekeo.

Dia berharap kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD&P3A) agar bisa memfasilitasi serta melakukan pendampingan terhadap aparatur desa dalam proses pembentukan Perdes, lebih khusus Kepala Desa yang baru dilantik belum lama ini.

Menurut Marianus, sejatinya, Perlindungan Perempuan dan Anak merupakan tanggung jawab Pemerintah mulai dari Pemerintah Kabupaten hingga ke tingkat Desa. Pembentukan Perdes Perlindungan Perempuan dan Anak kata Marianus sejalan dengan Visi Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat.

“Tugas Pemerintah, tugas kita semua, menyediakan masa depan anak-anak agar bisa menggapai cita-cita mereka. Ada begitu banyak anak-anak kita di desa yang belum begitu diperhatikan, ini menjadi tanggung jawab kita bersama” ungkap Marianus.

Di sisi lain, Wabup Marianus juga menyoroti soal kebiasaan budaya masyarakat Nagekeo yang mana, orang tua cenderung membiarkan anak perempuan untuk menikah muda demi mendapatkan mahar.

“Ini masalah, anak baru umur belasan disuruh nikah supaya dapat cucu dapat belis. Jadi saya minta tolong para kepala Desa untuk bisa bersama tokoh-tokoh adat kita yang di kampung, mendampingi para orang tua, agar anak menikah di usia yang pas” pesannya.

Selanjutnya Marianus berharap, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga sasaran dan tujuan pelatihan ini dapat tercapai dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.

Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus Fabianus Ajo Bupu dalam pemaparannya mengatakan, dalam mengimplementasikan fungsi DPRD, lembaga dewan bersama Pemerintah telah menetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

“Bersama Pemerintah DPRD telah mengalokasikan anggaran kepada Dinas PMD dan P3A untuk membiayai penyelenggaraan perlindungan anak” katanya.

Marselinus menyampaikan, atas nama  lembaga dewan, pihaknya menyambut baik penyelenggaraan pelatihan pembentukan Perdes yang diinisiasi oleh Yayasan Plan Indonesia.

Menurut Marselinus, anak-anak di Kabupaten Nagekeo merupakan aset daerah yang pada waktunya akan menjadi tulang punggung daerah ini. Oleh karena itu anak-anak wajib mendapatkan perlindungan untuk menjalankan dan mengeksplorasi dunianya sendiri.

“Lembaga DPRD melalui fungsinya akan terus mendukung upaya perlindungan anak” tegasnya. (Sevrin/RSN)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 96

Instalasi Listrik Sempat Bermasalah, Unit Kebidanan RSD Aeramo Kembali Berfungsi

Instalasi Listrik Sempat Bermasalah, Unit Kebidanan RSD Aeramo Kembali Berfungsi

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Ruangan unit kebidanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo yang sempat bermasalah pada jaringan listrik beberapa waktu lalu, saat ini sudah bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Sudah, mulai hari ini sudah bisa dimanfaatkan. Kita sudah lakukan perbaikan instalasi listriknya. Jadi pelayanan unit kebidanan yang selama satu bulan ini dipindahkan ke ruangan lain sudah kita kembalikan” jelas Direktris RSD Aeramo Emerentiana Wahyuningsih pada Rabu 09 Februari 2022.

Untuk diketahui, pada Minggu 9 Januari lalu, terjadi korsleting listrik di ruangan kebidanan yang diikuti dengan meledaknya kabel twis di ruang tersebut.

Ledakan ini diduga akibat penggunaan material listrik seperti kabel yang tidak memenuhi standar keamanan dan menjadi pemicu terjadinya hubungan arus pendek.

Emerentiana mengaku, selain ruang kebidanan masih banyak instalasi listrik di ruangan lain di RSD Aeramo yang bermasalah dan harus dibenahi dalam waktu dekat.

“Ada juga di ruangan lain yang sudah kita anggarkan untuk perbaikan tahun ini” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo ini mengatakan, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru dibentuk, Ia mengaku masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus dibenahi.

Karena itu, Emerentiana mengajak masyarakat Nagekeo mendukung serta memberikan suport positif bagi manajemen pelayanan di rumah sakit tipe C itu.

“Ya dukungan positif dari masyarakat sangat kita harapkan, segala bentuk masukan dan kritikan yang konstruktif kita terima sehingga bisa menjadi bahan koreksi dan evaluasi kami demi kemajuan dan peningkatan pelayanan RSD Aeramo yang lebih baik kepada masyarakat ke depannya” pungkasnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 151

Realisasi Paket Proyek di Kabupaten Nagekeo Tahun 2021 96 Persen, Ignas Ini Rekor Baru (1)

Realisasi Paket Proyek di Kabupaten Nagekeo Tahun 2021 96 Persen, Ignas: Ini Rekor Baru

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Realisasi paket pekerjaan baik proyek konstruksi fisik maupun pengadaan barang di Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2021 kurang lebih 96 persen.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Unit Pelelangan Barang dan Jasa Ignas Sengsara dalam rapat kerja antara Sekda Nagekeo bersama seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) barang dan jasa di aula Setda Nagekeo pada Rabu 2 Februari 2022.

Ignas melaporkan bahwa, sekurang-kurangnya sebesar 96% dari berbagai jenis paket-paket barang/jasa berhasil dieksekusi sampai tahap serah terima dengan realisasi pembayaran lebih dari 95%.

“Dari total belanja pengadaan tersebut, proporsi terbesar  berasal dari proyek-proyek konstruksi. Dan ini adalah rekor terbaru” katanya.

Ignas menjelaskan, untuk pekerjaan konstruksi, dari 25 SKPD di lingkungan Pemkab Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat realisasi 100%.

Kemudian disusul ketat oleh Dinas PUPR, yang setiap tahun selalu menjadi langganan penyumbang SILPA besar, dengan realisasi 98,8% atau hanya selisih 1,2% menuju 100% dari total nilai kontrak lebih dari Rp.54 Miliar. Sisanya adalah 5 perangkat daerah lainnya dengan realisasi berkisar antara 60% sampai dengan 87%.

“Atau dengan kata lain, secara keseluruhan, hanya tersisa 7,48 % dari nilai proyek fisik sebesar Rp.117,6 M tersebut yang masih harus diselesaikan sampai saat ini” jelasnya.

Menurut Ignas, torehan prestasi tersebut tidak terlepas dari kepiawaian para PPK dalam membangun koordinasi baik secara administratif, teknis, menejerial hingga komunikasi sosial dengan masyarakat.

Kata Dia, para PPK telah mempercepat proses tender dan penandatanganan kontrak 99% dari proporsi nilai proyek dikontrak tidak melewati kwartal II Tahun 2021, bahkan hampir 20% di antaranya telah dieksekusi pada kwartal  I.

“Kemampuan lainnya yang patut diapresiasi adalah keberanian untuk mengambil risiko dan rela berkorban demi kepentingan masyarakat banyak” ungkap.

Ignas menyampaikan, hingga saat ini masih ada beberapa PPK dan Penyedia sampai masih terus berjibaku menyelesaikan pekerjaan tersisa sampai pada batas waktu yang ditentukan.

Oleh sebab itu segala dukungan sepatutnya diberikan kepada mereka  mengingat tantangan di lapangan tidaklah sedikit. Mereka telah membuktikan praktik kepemimpinan di levelnya masing-masing.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere memberikan apresiasi kepada Kinerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Nagekeo Tahun 2021.

Atas capaian tersebut Sekda Lukas mengundang para pelaku pengadaan barang/jasa guna memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebagai bentuk motivasi dan pembinaan kepada aparatur yang dipercayakan mengemban tugas sebagai PPK.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 179

Tekan Angka Stunting, Pemkab Nagekeo Gelar Rapat Koordinasi Timbang Rutin Bayi 0-59

Tekan Angka Stunting, Pemkab Nagekeo Gelar Rapat Koordinasi Timbang Rutin Bayi 0-59

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Sebagai upaya menekan angka Stunting, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menggelar rapat Koordinasi di ruang kerja Asisten ll Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Nagekeo Sharif Bhanging pada Rabu 2 February 2022.

Rapat ini dihadiri lintas sektor lain Asisten ll Setda Nagekeo Sharif Bhanging, Kabid Pemerintahan Pembangunan Manusia Perekonomian dan Infrastruktur Bapelitbangda Nagekeo Marcellena Andhy Prastiwi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dr. Emerentiana Wahyuningsih, Kasat-Pol PP Muhayan Amir, Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau, Kepala Desa Aeramo Dominikus Biu Dore, Kepala Kelurahan Danga Yohanes Lado.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dr. Emerentiana Wahyuningsih menjelaskan bahwa Rapat koordinasi ini dalam rangka kegiatan Operasi Timbang serta pemberian vitamin A bagi Bayi dan Balita 0-59 bulan rutin yang dilaksanakan selama bulan Februari 2022.

Emerentiana mengungkapkan, pelaksanaan timbang dan pemberian Vitamin A bagi bayi 0-59 bulan ini akan melibatkan semua sektor diantaranya Dinkes, Bappeda, Sat-Pol, Pemerintah Kecamatan, Desa/Kelurahan hingga tingkat RT.

Menurut Dia, pelaksanaan bulan timbang bayi ini dilakukan dua kali dalam setahun, yakni bulan Februari dan Agustus.

“Diharapkan kepada orang tua yang memiliki anak 0-59 bulan agar datang ke Posyandu terdekat” harapannya.

Kepala Kelurahan Danga Yohanes Lado mengatakan, guna mengatasi persoalan stunting idealnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya menitikberatkan pada orang kesehatan.

Menurut pria yang akrab disapa Hans Lado ini, problem terbesar yang dihadapi berkaitan dengan kesehatan terkhusus stunting sebenarnya ada pada lingkungan.

Karena itu, Lado menyarankan agar setiap bulan harus ditetapkan rutin hati kebersihan lingkungan yang melibatkan seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

“Kalau hanya bagi vitamin A, Lurah bagi sendiri juga bisa, tapi bagaimana menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan sehat itu harus orang kesehatan, saran saya kita tetapkan dalam satu bulan, satu hari kegiatan kebersihan lingkungan, hadirkan seluruh tenaga kesehatan” saran Lado.

Sementara, Asisten ll Setda Nagekeo Sharif Bhanging, berharap stunting menjadi tanggung jawab kita bersama. Dia meminta rapat koordinasi yang digelar bisa mencari solusi dan kontribusi dalam menekan angka stunting di Nagekeo.

“Poin yang paling penting adalah bagaimana rapat hari ini berkaitan dengan kelancaran kegiatan timbang, saya harap koordinasi dengan Sat Pol PP sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 49

Dinas Sosial Nagekeo Dorong Desa Dan Kelurahan Bentuk Karang Taruna

Dinas Sosial Nagekeo Dorong Desa Dan Kelurahan Bentuk Karang Taruna

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo mendorong Desa dan Kelurahan yang hingga saat ini belum memiliki organisasi kepemudaan Karang Taruna agar membentuk Karang Taruna.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Rufus Raga di ruang kerjanya pada Kamis 26 Januari 2022.

Menurut Rufus, selain wujud daripada  peranan kaum muda di Desa, pembentukan pembentukan karang taruna sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangkal berbagai permasalahan sosial khususnya di kalangan generasi muda.

“Organisasi karang juga bertujuan mengembangkan kemampuan generasi muda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan sosial generasi muda menuju kemandirian” jelas Rufus.

Menurut Rufus, intervensi bantuan pemerintah juga bukan hanya perorangan tapi dalam bentuk lembaga seperti Karang Taruna, karena organisasi ini berbadan hukum sebagaimana termaktub dalam Permensos no 25 tahun 2019 Tentang Karang Taruna.

Ia mengatakan, selama ini sosialisasi pembentukan Karang Taruna sudah sering dilaksanakan oleh Dinas Sosial ke Desa dan Kelurahan. Saat ini dari 97 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Nagekeo baru 56 Karang Taruna yang sudah terdaftar dan  terdata di Dinas Sosial.

Sementara, untuk Karang Taruna tingkat Kecamatan, baru 4 Kecamatan yang sudah terdata antara lain Kecamatan Aesesa, Boawae, Aesesa Selatan dan Keo Tengah sedangkan tingkat Kabupaten Nagekeo belum dibentuk.

“Tingkat Kabupaten belum dibentuk karena harus menunggu dari tingkat Desa dan Kecamatan. Kita berharap pihak Pemerintah Desa segera bentuk Karang Taruna, untuk sosialisasi kami sudah sosialisasi ulang-ulang, kan biasanya ada alokasi dana pemberdayaan di desa” ujarnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 43

Dinsos Nagekeo Gandeng Karang Taruna Salurkan Bantuan Masker dan Vitamin (2)

Dinsos Nagekeo Gandeng Karang Taruna Salurkan Bantuan Masker dan Vitamin

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo membagikan 1.270 paket masker dan vitamin bagi masyarakat tidak mampu terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Rufus Raga Paket masker yang terdiri dari 1 paket berisikan 7 lembar masker Vitamin C, D dan Zink itu merupakan bantuan Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh dan kesehatan masyarakat terhadap wabah penyakit khususnya Virus Covid-19.

Rufus menjelaskan bantuan tersebut disalurkan kepada warga di 56 Desa dan Kelurahan yang tersebar di 7 Kecamatan.

Dalam proses penyalurannya Dinas sosial menggandeng Karang Taruna yang ada di Desa maupun Kelurahan.

“Untuk data penerima bantuan ini diambil dari Pemerintah Desa karena mereka di Desa yang lebih tahu dengan kondisi masyarakat” ungkap Rufus di ruang kerjanya pada Kamis 26 Januari 2022.

Terpisah, Kepala Kelurahan Mbay 1 Kecamatan Aesesa, Richard Lamanepa mengatakan, penyaluran masker dan vitamin oleh Karang Taruna sebagai sebagai bukti betapa pentingnya keterlibatan pilar-pilar sosial dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Menurut Richard, keterlibatan Karang Taruna Mbay I ini juga berdasarkan petunjuk dari Kementerian Sosial RI dalam memberikan peranan bagi anak-anak muda supaya berkontribusi nyata kepada bangsa dan negara yang sedang membutuhkan semangat gotong-royong dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial yang terus memperhatikan warga kami yang tidak mampu. Terimakasih kasih juga kepada Karang Taruna Mbay I yang telah membantu dari tahap penentuan calon penerima bantuan, sampai dengan pendistribusian kepada warga secara sukarela” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 77