Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar (1)

Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan, RSN Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Manajemen Radio Suara Nagekeo (RSN) menggelar pelatihan jurnalistik radio bagi para pelajar Sekolah Menengah Atas di Nagekeo. Kegiatan ini dalam rangka menjalin kerjasama antara Radio Suara Nagekeo dengan lembaga pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Studio RSN, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo pada Sabtu 15 Januari 2022 ini diikuti oleh 4 orang siswa dari SMAN 1 Aesesa dan 4 orang siswa SMUK Baleriwu, Danga.

Acaranya yang dipandu oleh Penyiar RSN Yanto Manatappi ini dibagi menjadi dua sesi, pertama adalah pelatihan jurnalistik yang mana para peserta dibekali materi-materi berkaitan dengan dunia jurnalistik radio mulai dari pembentukan tim produksi, observasi materi program, merancang program membuat skrip, hingga live on air.

Setelah mendapat materi tentang teknik teknik dasar penyiaran, siswa langsung mempraktekan bagaimana menjadi seorang penyiar radio dan juga menjadi host dalam sebuah acara talk show maupun broadcasting.

“Selain teori, para siswa juga diharapkan mampu melakukan praktek secara langsung di lembaga penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Nagekeo (RSN) membuka ruang praktek bagi para pelajar sebagai bentuk pengalaman dalam memproduksi program siaran radio” ungkap Yanto.

Kegiatan ini bertujuan, menambah wawasan para pelajar terkait dengan pengetahuan dasar jurnalistik,

produk komunikasi dan dunia penyiaran.

Kemudian, dalam mengelola informasi akan dikemas dalam bentuk program acara siaran radio yang juga merupakan salah satu bentuk representasi dari sejumlah materi pembelajaran dikurikulum pendidikan.

Adapun format program siaran berupa konten radio seputar dunia pendidikan melalui program Radio Suara Pelajar. Seluruh materi akan diproduksi dan dibawakan oleh para siswa, tentunya setelah mendapat pelatihan serta bimbingan hingga tahap produksi.

Mengapa harus Radio? Karena radio adalah semua tentang komunikasi dan menjalankan acara radio membutuhkan komitmen dan kerja tim agar bisa sukses, sehingga manajemen produksi penyiaran yang dibekali LPPL- RSN cukup mudah digunakan sehingga semua siswa, tanpa memandang usia atau kemampuan, dapat terlibat.

Sebab, lanjut Yanto, membangun keyakinan kebanyakan orang merasa berbicara dengan ‘mikrofon’ di ruang tertutup jauh lebih tidak menakutkan dari pada tampil di kamera atau di atas panggung.

“Hal ini memungkinkan siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka dan membangun kepercayaan diri mereka apakah itu mendiskusikan isu-isu penting atau berbagi ide, radio memberi siswa anda suara yang percaya diri di dunia broadcasting” jelas Yanto.

Radio Suara Pelajar juga dapat meningkatkan literasi siswa dalam menulis, pasalnya, pertama kali seorang siswa melihat ‘mikrofon’ dan kemudian bertanya apa yang harus mereka katakan, mereka menyadari bahwa mereka perlu menulis skrip dan mempersiapkan tautan.

“Di Radio Suara Pelajar sudah pasti mempersiapkan bentuk skrip untuk acara bincang-bincang, drama radio atau wawancara telepon. Jelas bahwa menulis memainkan peran besar di radio dan meluas ke memenuhi Kurikulum Nasional dengan banyak cara” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini berharap, para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga sasaran dan tujuan pelatihan ini dapat tercapai dan berhasil sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Kadis Andreas, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peserta, karena dapat melatih mental para pelajar juga sebagai wadah peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta khususnya berkaitan jurnalistik, yang nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat maupun bekal siswa di bangku kuliahnya nanti.

“Selain itu, program kerjasama radio pelajar ini juga merupakan bagian daripada upaya Radio Suara Nagekeo mendulang pendengar khususnya di kalangan milenial, pasalnya ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain” ungkap Kadis Kominfo.

Bonavintura Florecita Pi (16) siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Aesesa, mengaku senang berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut karena bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

“Jujur saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini, senang ada banyak ilmu yang didapat, bisa melatih dalam meningkatkan skill dan kemampuan berbicara ataupun bernarasi di depan umum” akunya.

Sekembalinya dari pelatihan ini, siswi yang akrab disapa Icha ini bahkan berencana membentuk sebuah tim sendiri guna memproduksi konten di sekolah sebagaimana sesuai dengan materi dan pelatihan yang didapat.

“Satu yang saya dapat dalam kegiatan ini adalah soal kerjasama tim, ini melatih kekompakan kami salam memproduksi konten atau berita. Nanti kami akan bentuk tim sendiri di sekolah” katanya.

Klaudius Yau pembina OSIS SMUK Baleriwu, Danga, mengatakan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut, karena sangat bermanfaat dan membawa dampak positif bagi siswa, sebab selama ini di sekolah siswa hanya diajarkan teori.

“Ini langkah awal, ke depannya di sekolah pasti ada implementasinya, seperti pembuatan konten akan tetap kami laksanakan, sehingga apa yang didapat hari ini bisa bermanfaat. Harapan saya mereka bisa mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan mampu menularkan ilmu yang diperoleh ke teman-teman lain” pungkasnya.(RSN/Sevrin).

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 184

Kantor Bupati Nagekeo NTT icon

Pemkab Nagekeo Pasang Target PAD Rp. 68,1 Miliar Tahun 2022

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 68.104.844.512,- pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2022.

Secara komulatif, target tersebut meningkat sekitar 41 persen jika dibandingkan tahun 2021 yang ditargetkan Rp.39,86 Miliar. Sedangkan dana transfer Kabupaten Nagekeo tahun 2022 juga ditargetkan meningkat yakni Rp.686.354.080.236,00 sementara tahun 2021 senilai  Rp. 668.060.524.613,00

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Nagekeo Marselinus Lowa mengatakan bahwa, kenaikan target tersebut disusun oleh Badan Pengembangan, Penelitian dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo berdasarkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022.

Sebelumnya, untuk realisasi penerimaan PAD Kabupaten Nagekeo tahun 2021 hingga saat ini baru mencapai Rp.28 Miliar atau sekitar 72,24 persen. Realisasi tersebut dilaporkan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020 yang mana realisasi penerimaan PAD di atas 96 persen.

Menurut Marselinus, pandemi Covid-19 ditengarai menjadi faktor penerimaan PAD tahun 2021 tidak mencapai target yang ditetapkan. Selain Covid-19, kami juga mengalami kendala yakni SDM personel kami sangat terbatas.

“Jumlah personel yang mengurus penagihan pajak ini sangat terbatas sehingga penerimaan tidak signifikan, padahal pajak daerah itu penerimaan terbesar” ujarnya Jumat 14 Januari 2022 di Mbay.

Pihaknya terus berupaya melakukan penagihan terhadap sejumlah obyek pajak dan yang belum dibayarkan hingga saat ini, guna mencukupi target yang belum terpenuhi.

Kendati total penerimaan PAD tahun 2021 secara keseluruhan belum mencapai target, akan tetap ada penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan yang capaiannya sudah di atas 100 persen.

Guna mendongkrak capaian PAD tahun 2022, Marselinus mengatakan, Pemkab Nagekeo akan memaksimalkan sejumlah penerimaan diantaranya pajak dan retribusi seperti retribusi parkir dan retribusi galian C yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Menurut Marselinus, salah satu kiat yang akan dilakukan guna mengoptimalkan penerimaan adalah bekerjasama lintas sektor khususnya pihak pemerintah desa dalam mengidentifikasi obyek pajak dan obyek retribusi dengan cara mendistribusikan petugas ke desa-desa.

“Akan kami distribusikan petugas di desa-desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan, karena yang paling tahu tentang potensi di desa itu orang desa sendiri” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk seluruh stekholder khususnya perangkat daerah di lingkungan Pemerintahan, yang selama ini minim perhatian terhadap pajak dan retribusi, diharapkan ke depan harus punya komitmen.

Lebih jauh, Marselinus meminta agar para wajib pajak membayar pajak tepat waktu sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pajak daerah yang dibayarkan wajib pajak digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan pada berbagai aspek kehidupan.

“Seluruh perangkat daerah harus paham dan sadar bahwa pajak dan retribusi  sangat penting untuk pembangunan daerah ini. Kepada seluruh wajib pajak harus sadar, dengan biaya pembangunan begitu tinggi, ini bukan kita memaksa tapi melaksanakan kewajiban” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo Efraim Muga mengungkap, guna mencapai target PAD yang sudah ditetapkan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan penerimaan retribusi parkir.

“Ke depan kita akan optimalkan parkir ini, karena Perda kita sudah ada” ungkapnya.

Efraim mengaku, selama ini, pengelolaan sistem parkir sebagaimana diatur dalam dua (2) Peraturan Daerah (Perda) Parkir Kabupaten Nagekeo No 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Khusus dan Perda No 9 Tahun 2011 Tentang Tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, belum berjalan maksimal.

Adapun kendala yang dihadapi ialah kurangnya jumlah petugas parkir di lapangan. Efraim mengaku, selama ini penerimaan retribusi parkir dilakukan di beberapa pasar Mingguan seperti Pasar Rabu, Pasar Raja dan Pasar Danga.

Selain itu, minimnya anggaran untuk membangun fasilitas parkir yang memadai juga menjadi alasan penerima dari retribusi parkir ini masih jauh dari harapan.

Kendati demikian, Efraim mengatakan pihaknya berkomitmen agar target PAD yang ditargetkan untuk Dinas Perhubungan tahun 2022 senilai Rp.250 juta akan tercapai.

“Tapi perlu diingat parkir ini bukan semata mata untuk mendongkrak PAD, tapi untuk ketertiban lalu lintas” ujar Efraim.

Dengan meningkatkan target PAD tahun anggaran 2022, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah dan menjadi perhatian khusus Pemerintah terutama Perangkat Daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere meminta kepada seluruh perangkat daerah senantiasa memperhatikan setiap potensi guna mendongkrak capaian PAD.

Karena itu, Lukas menyarankan setiap Kepala Perangkat Daerah agar memiliki daya kreativitas dan melakukan berbagai inovasi guna sehingga target PAD yang sudah ditetapkan di SKPD masing-masing dapat terpenuhi.

Sebab, menurut Lukas, peningkatan PAD  merupakan tujuan utama otonomi daerah melalui desentralisasi guna meningkatkan kesejahteraan maupun pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

“Nantinya ada Pakta Integritas antara Bupati dengan seluruh perangkat daerah. Setiap perangkat daerah harus kreatif, jadi bukan hanya belanja tapi harus mampu mencari uang sehingga target bisa terpenuhi.  Ubah itu pardigma yang selama ini tidak mau tau dengan PAD” tutup Lukas.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 229

Pemkab Nagekeo Sukses Bangun 17,5 Km Saluran Permanen di Irigasi Mbay Selama Pandemi Covid (1)

Pemkab Nagekeo Sukses Bangun 17,5 Km Saluran Permanen di Irigasi Mbay Selama Pandemi Covid

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) selama pandemi Covid-19 melanda, sukses membangun kurang lebih  17, 5 Kilometer saluran permanen di daerah Irigasi Mbay.

Plt Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo Aurelio Herry Assan menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi tersier dan yang tersebar di 41 Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) merupakan upaya Pemkab Nagekeo mendongkrak  pendapatan masyarakat yang mengalami kemerosotan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Herry menyebut, anggaran yang dialokasikan guna membangun 17, 5 Kilometer saluran tersier dan sub tersier tersebut bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) hasil refocousing dan realokasi tahun 2020 sebesar Rp.8.265.548.500 dan BTT tahun 2021 senilai Rp.4.499.999.754.

Herry menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menitikberatkan pembangunan khususnya padat karya pada masa pandemi Covid-19 di Irigasi Mbay, bertujuan mengantisipasi terjadinya krisis pangan karena Irigasi Mbay merupakan lumbung pangan Nagekeo.

“Kenapa harus Irigasi Mbay? Karena Mbay merupakan miniatur Nagekeo, Irigasi Mbay adalah lumbung pangannya Nagekeo. Sehingga kita harus persiapkan betul daerah irigasi ini agar ketika misalnya terjadi krisis pangan dan lain sebagainya di masa pandemi seperti yang dipresentasikan, kita Nagekeo sudah siap” ungkap Herry di ruang kerjanya Kamis 12 Januari 2022.

Menurut Herry, terlepas dari padat karya sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19, pembenahan infrastruktur di sektor pertanian khususnya Irigasi Mbay juga bagian daripada menjalankan program yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo.

“Ini program yang sebenarnya bukan datang dengan sendirinya, ini bagian daripada menjalankan visi-misi Pak Bupati dan Wakil Bupati yakni membangun Nagekeo melalui sektor Pertanian dan Pariwisata” ungkap Herry.

Mantan Kasat Pol-PP Kabupaten Nagekeo ini mengungkap, dalam proses pelaksanaan kegiatan padat karya infrastruktur penanganan dampak Covid-19 di daerah Irigasi Mbay pihaknya melibatkan beberapa stekholder diantaranya Asisten Setda Nagekeo, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bagian BPJ dan Tenaga Ahli.

“Personil tersebut terhimpun dalam tim penyelenggara swakelola sebagai narasumber, tim persiapan, tim pelaksana tim pelaksana hingga tenaga ahli” jelas Herry.

Herry menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Dinas Transnaker menggunakan padat karya tipe 1 dengan pola swakelola yang mana melibatkan masyarakat dalam hal ini petani itu sendiri.

Alhasil, sebanyak 4.406 tenaga kerja terserap dalam pekerjaan padat karya selama tahun 2020 dan 2021 dengan total penerimaan uang Harian Orang Kerja (HOK) baik tenaga kerja maupun upah tukang mencapai Rp. 4.493.175.000.

“Bayangkan, ada lebih dari 4 miliar uang beredar dan berputar di masyarakat selama masa pandemi” ungkapnya.

Dirincikannya, adapun capaian panjang saluran tersier dan sub tersier permanen yang digarap selama dua tahun terakhir yakni 17.572,65 meter dan merehabilitasi 996,3 meter saluran yang mengalami kerusakan.

Padahal, sebelumnya, panjang saluran tersier di seluruh Irigasi Mbay yang mencapai 85.647 meter, baru sekitar 28.948 meter yang sudah permanen, sisanya 56.271 meter masih berupa saluran tanah.

Selain saluran, 278 unit pintu angkat, 90 unit boks air juga berhasil dikerjakan dalam kegiatan tersebut.

“Hingga saat ini realisasi saluran tersier di Irigasi Mbay yang sudah permanen mencapai 46.520,65 meter, sehingga sisa saluran tanah masih sekitar 38.698,39 meter dari total saluran di Irigasi Mbay secara keseluruhan 85.647 meter” beber Herry.

Kesuksesan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transnaker  membangun saluran drainase permanen diapresiasi para petani.

Ketua P3A Kawasan Mbay (KM) 6. 1 Tengah, Desa Aeramo, Lukas Li  mengungkap kebijakan pelaksanaan padat karya membangun saluran drainase permanen oleh Dinas Transnaker Nagekeo sangat bermanfaat bagi petani di wilayahnya.

Bagi Dia, persoalan drainase yang dialami para petani selama ini merupakan masalah klasik, pasalnya para petani kerapkali merasa kewalahan dan tidak kebagian pasokan air jika masih menggunakan saluran tanah.

“Terimakasih Pemda Nagekeo, ini sangat-sangat bermanfaat bagi kami petani, karena idealnya irigasi harus menggerakkan saluran permanen sehingga pasokan air dapat terpenuhi secara menyeluruh” ungkap Lukas.

Lukas berharap ke depannya, program padat karya pembangunan saluran tersier permanen ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, karena di wilayah P3A KM 1.6 tengah masih banyak petani yang menggunakan saluran tanah.

Hal senada juga disampaikan Ketua P3A KM 1.6 Kiri Anselmus Djogo. Meski menurut Anselmus, penyerapan tenaga kerja dalam kegiatan padat karya ini tidak begitu memberi dampak yang berarti, akan tetapi pemanfaatan saluran permanen sangat dirasakan oleh para petani.

”Ya, sebagai petani kita apresiasi langkah Pemerintah, kita tentu berharap ke depan masih tetap ada intervensi anggaran untuk ini, karena di wilayah saya ini masih lebih banyak saluran yang belum permanen dibandingkan dengan dengan yang sudah permanen” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 146

Miliki 10 Dokter Ahli, PAD Meningkat, Manajemen RSD Aeramo Dituntut Utamakan Kualitas Pelayanan

Miliki 10 Dokter Ahli, PAD Meningkat, Manajemen RSD Aeramo Dituntut Utamakan Kualitas Pelayanan

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, melalui retribusi dari berbagai pelayanan kesehatan dalam dua (2) tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan.

Direktris RSD Aeramo dr Emerentiana Wahyuningsih mengungkap, penerimaan tersebut bersumber dari pelayanan kesehatan pasien yang menggunakan JKN dan Jamkesda.

Dirincikannya, total penerimaan JKN dan Jamkesda tahun 2020 sebesar Rp.8.844.213.536,00 sedangkan, penerimaan tahun 2021 per Januari hingga September mencapai Rp.5.106.470.312,00.

Jumlah penerimaan tahun 2021 dipastikan melebihi tahun 2020 pasalnya di tahun 2021 terdapat tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember belum dilaporkan.

Menurut Emerentiana, kehadiran sejumlah dokter ahli di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo ditengarai sebagai salah satu faktor yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di rumah sakit tersebut.

Emerentiana merinci, saat ini RSD Aeramo memiliki 10 dokter ahli diantaranya, 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 spesialis bedah, 1 spesialis kandungan, 1 spesialis anak, 1 spesialis anestesi, 1 spesialis mata, 1 spesialis jiwa, 1 spesialis penyakit mulut  dan 2 spesialis patologi klinik.

”Selain 10 dokter spesialis yang ada, sekarang sudah ada yang masukan lamaran lagi, 1 spesialis radiologi dan 1 spesialis kulit dan kelamin” ungkapnya pada Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

RSD Aeramo saat ini didukung 11 dokter umum, 29 bidan dan 83 perawat di samping ASN yang bertugas memperkuat dari sisi ketatausahaan.

Emerentiana menjelaskan, selain bersumber dari Jamkesda dan JKN, RSD Aeramo juga mendapatkan penerimaan tunai dari pasien luar daerah yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nagekeo No 86 Tahun 2018.

Adapun penerimaan tersebut dilaporkan cenderung menurun dari tahun 2020 sebanyak Rp.808.341.079, menjadi Rp 520.513.967 di tahun 2021.

”Berkurang, pengunjung luar daerah kita anjlok akibat pandemi Covid-19″ katanya Rabu 12 Januari 2022 di Mbay.

Meski pengunjung dari luar daerah menurun, akan tetapi jumlah pasien RSD Aeramo selama dua tahun terakhir dilaporkan meningkat.

Ia menjelaskan selama tahun 2020 tercatat sebanyak 11.666 pasien dirawat di RSD Aeramo dengan rincian rawat jalan sebanyak 8.457 pasien, IGD 1.393 pasien dan rawat inap 1.816 pasien, sedangkan tahun 2021 meningkat menjadi 17.418 pasien dengan rincian rawat jalan 10.740 pasien, IGD 3.109 pasien dan rawat inap 3.569 pasien.

Emerentiana meyakini, PAD RSD Aeramo akan terus meningkat jika pemerintah berani merealisasikan pembangunan berbagai unit pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada lagi pasien yang dirujuk ke luar daerah untuk berbagai penyakit menengah dan berat.

Ia mengharapkan, ke depan PAD tersebut bisa terus meningkat dengan berbagai langkah yang akan diambil Pemkab Nagekeo guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Bahkan guna mendongkrak PAD, manajemen RSD Aeramo dalam waktu dekat akan memaksimalkan penerimaan dari retribusi parkir yang selama ini belum dijalankan.

“Bisa di pihak ketigakan urusan parkir ini, karena RSUD pengelolaan keuangan per Desember 2021 sudah BLUD” tandasnya.

Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nagekeo Imanuel Ndun mengungkap, rumah sakit merupakan sebuah lembaga pelayanan sosial, yang harus benar-benar diperhatikan, karena itu, Pemkab Nagekeo dari tahun ke tahun selalu melakukan pembenahan dan perbaikan baik terhadap fasilitas maupun manajemen di RSD Aeramo.

“Bagaimana sebuah rumah sakit itu diminati oleh masyarakat, dia harus berkualitas dan profesional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Pemkab Nagekeo sudah melakukan perbaikan dan memperbaharui regulasi tentang retribusi pelayanan kesehatan yang dalam sebuah produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

Meski Perda tersebut sebagai ketetapan hukum dan regulasi mutlak retribusi dalam upaya mendongkrak PAD, Imanuel, mengatakan seyogyanya tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan.

“Sehingga diharapkan bahwa dengan pelayanan yang baik, masyarakat akan sangat terbantu terutama di bidang kesehatan. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus Pak Bupati, salah satunya adalah Jamkesda agar dapat diberikan secara gratis kepada masyarakat miskin” ujarnya.

Lebih jauh mantan Kepala Dinas BPMD/P3A Kabupaten Nagekeo ini mengajak kepada seluruh masyarakat Nagekeo untuk berperan serta membantu Pemerintah upaya meningkatkan kualitas sektor kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

Kata Dia, Pemerintah punya harapan besar pelayanan sektor kesehatan dapat memberikan dampak yang positif dan konstruktif kepada masyarakat. Sehingga pemerintah juga sangat berharap kepada masyarakat agar punya kepedulian terhadap sektor kesehatan.

“Cara terbaik untuk membantu pemerintah adalah dengan mencegah, masyarakat harus terbiasa dengan hidup sehat agar tidak banyak orang yang masuk rumah sakit, kalaupun masuk rumah sakit harus bisa sehat setelah keluar” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 317

Pesan Bupati Don Saat Lantik Kades Aewoe Minimal Jadi Mandor Yang Menggerakkan (1)

Pesan Bupati Don Saat Lantik Kades Aewoe: Minimal Jadi Mandor Yang Menggerakkan

Berita Pemda

Aewoe, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji  Kepala Desa Aewoe Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Masa Bakti 2022-2028  bertempat di Aula Kantor Desa Aewoe pada  Selasa, 11 Januari 2022.

Laurensius Raga dilantik menjadi Kepala Desa Aewoe masa bakti 2022-2028 oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 22/ KEP/HK/2022 tanggal 04 Januari 2022 serta dihadapan para Saksi  Awam Ferdinandus Woi,SH dan Rosmini Musa,SE serta saksi Saksi Rohani Fr. Bonevantura Meo, Pr.

Mengawali sambutannya Bupati Don mengajak seluruh hadirin mengenang para penjasa, para pemimpin terdahulu mulai dari mereka yang dulu Kepala Hamente di wilayah ini, para kepala desa baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

“Kita patut mendoakan kebahagiaan mereka yang tanpa jasa mereka kita tidak mungkin menikmati semua fasilitas kemudahan yang kita peroleh saat ini” katanya.

Bupati Don juga mengungkapkan bahwa para pemimpin di wilayah ini dulu bekerja tanpa uang yang dibiayai oleh negara secara langsung.

“Sekarang ini Pemimpin dikasih biaya” ungkap Bupati Don sembari membacakan total Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Aewoe sejak tahun 2015 hingga 2021 yang mencapai kurang lebih Rp. 7.937.490.000.

Disampaikannya anggaran tersebut dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa saat ini kita bekerja dengan pembiayaan yang besar dan kalau kita melihat perkembangan diluar yang secara kasat mata, tidak sesuai dengan angka yang dibacakan.

“Mari kita lihat dan perbaiki ke depan. Pak Lorens tidak lagi melihat 6 tahun yang lalu kita ingin melihat ke depan” ucapnya.

Menurut Bupati, pesan pengelola keuangan negara, pemerintah adalah bagaimana kita mengelola uang itu sedapat mungkin uang yang beredar itu di kantong-kantong masyarakat di desa. Kerjakan pekerjaan, design pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri” ujarnya.

“Kita dituntut bagaimana kemampuan kita membagi pekerjaan pekerjaan itu sehingga  bisa dikerjakan oleh masyarakat dan makin  banyak orang terlibat” tandasnya.

Kepada Kepala Desa Aewoe terlantik, Bupati Don berharap agar dapat mengerjakan design pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, sebab kekuatan ada di desa.

”Saat yang bersamaan kita melatih pemimpin paling kurang mandor yang harus menggerakkan” pesannya.

Lebih jauh Bupati Don juga meminta Pemerintah Desa Aewoe untuk perangi bersama masalah stunting.

“Stunting masih ada di Desa Aewoe ini paradoks, banding dengan daerah utara yang kering dan daerah sini yang hijau sepanjang tahun masih ada stunting.

Saya minta Lorens dan seluruh staf untuk perangi bersama stunting ini. Urus betul rakyat ini” harapnya.

Di tempat yang sama, Kades Laurens Raga merasa senang bisa ikut dalam tahapan  Pilkades. Ia pun siap melaksanakan semua tugas yang akan nanti dipercayakan masyarakat kepadanya sebagai kepala desa.

Ia berharap ke depan satu tekad dan satu niat untuk membawa Desa Aewoe ke arah yang lebih baik sesuai visi misinya yakni “Terwujudnya masyarakat Aewoe yang sejahtera, ddil dan harmonis yang berlandaskan pada agama dan budaya.

“Saya merasa senang bisa ikut Pilkades dan saya siap melaksanakan tugas yang dipercayakan masyarakat. Harapan saya ke depan satu tekad satu niat membangun Aewoe kearah yang lebih baik ke depan sesuai visi misi terwujudnya masyarakat Aewoe yang sejahtera, adil dan harmonis yang berlandaskan pada agama dan budaya” ujar Lorens.

Terpantau hadir pada kesempatan itu,  Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo  Adrianus Watu, Marselinus  Siku, Bruno Sawi, Patrisius Bhoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny.Eduarda Yayik Pawitra Gati, Kadis PMDP3A Ujang Dekrasano bersama jajarannya, Camat Mauponggo Leonardus Loda, Forkopincam Maupunggo, Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, para tokoh masyarakat, tokoh umat, dan para undangan lainnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 161

Bupati Don Kotakeo dan Sekitarnya Menjadi Daerah Pengembangan Wisata Ring of Lena

Bupati Don: Kotakeo dan Sekitarnya Menjadi Daerah Pengembangan Wisata Ring of Lena

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyebut, wilayah Kotakeo dan sekitarnya dapat menjadi daerah pengembangan pariwisata Ring of Lena. Sebab, banyak tempat ritus sejarah dan punya sejarah dalam penyebaran Agama Katolik masuk ke wilayah tersebut yang dapat dijadikan obyek wisata religi.

Demikian disampaikan Bupati Don Bosco dalam sambutannya saat menghadiri acara deklarasi Kuasi Paroki St.Petrus Martir Kotakeo pada Minggu 9 Januari 2022.

”Kotakeo dan sekitarnya menjadi daerah pengembangan pariwisata Ring of Lena, dimana banyak tempat sejarah dan punya sejarah dalam penyebaran Agama Katolik masuk dalam  wilayah ini” katanya.

Ring Of Lena merupakan salah satu dari 5 zonasi wisata yang sedang dikembangkan Pemkab Nagekeo guna sebagai upaya mendukung visi dan misa Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja membangun Nagekeo melalui sektor pariwisata.

Adapun lima (5) Ring of Tourism sebagai zonasi wisata yang akan dikembangkan di Nagekeo yakni Ring of Mbay, Ring of Ebulobo, Ring of Kota Jogo-Kinde, Ring of Koto dan Ring of Lena.

Menurut Bupati Don Bosco, banyak kegiatan pelayanan masyarakat di wilayah Ring Of Lena yang tertunda selama dua tahun karena pandemi covid-19.

“Doakan pada tahun yg akan datang kita bisa alokasikan lagi untuk infrastruktur yg kurang di wilayah ini” ungkapnya.

Bupati berharap Kuasi Paroki St.Petrus  Martir Kotakeo bisa bergerak lebih cepat  menjadi sebuah paroki definitif karena, mendapat dukungan dari Peter Tadeus Grucha yang  punya optimisme Kuasi Paroki  dengan cakupan wilayah pelayanan  5 stasi.

“Saya harap Kuasi ini lebih cepat dari  Kuasi Wewoloe yang hampir 2 tahun  baru menjadi paroki definitif. Kuasi ini segera menjadi paroki jangan terlalu lama. Kotakeo sudah sangat siap untuk jadi sebuah paroki” ujarnya.

Kepada generasi muda, Bupati yang akrab disapa Dokter Don ini juga berharap agar sebisa mungkin kaum muda diberi peran,  diberi panggung serta berperan aktif dalam proses pembangunan di bidang apapun.

“Anak muda bisa diberi tugas dan tanggungjawab sebagai Ketua RT bisa rangkap jadi Ketua KUB juga OMK atau sebaliknya. Mencari calon pemimpin yang pantas untuk kita pentaskan.

Mereka harus diberi panggung. Kemampuan mereka untuk mengelola, mengasah kepekaan, bisa memimpin kita untuk bergerak jauh lebih cepat dari sekarang” ucapnya.

Turut hadir Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Ny.Eduarda Yayik Pawitra Gati, Camat Nangaroro Gaspar Taka, S.Pd bersama ibu, Romo Aster Lado, Pater Tadeus Grucha SVD, para suster, Fungsionaris Pastoral, Tokoh Umat,  Tokoh Masyarakat.( RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 80

n

Rayakan Natal Bersama di Susteran Alma, Bupati Don Bosco Berbagi Kasih dengan Penyandang Disabilitas

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama istri Ny. Yayik Parwita Gatih berkesempatan merayakan Natal dan Tahun Baru bersama anak-anak di Panti asuhan Bhakti Luhur milik susteran Alma di Boanio, Kecamatan Aesesa pada Sabtu 8 Januari 2022.

Natal bersama dihadiri puluhan penghuni panti asuhan Bhakti Luhur Boanio dan panti asuhan Bhakti Luhur Mundemi yang mayoritas merupakan anak yatim piatu dan para penyandang disabilitas beserta pembina.

Acara Natal bersama tersebut diawali dengan doa bersama, kemudian diisi dengan konser Natal dan drama oleh anak-anak Panti asuhan.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Nagekeo menyampaikan bahwa kehadiran pada acara atal bersama tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa cinta serta ingin berbagi kebahagiaan dan kegembiraan dengan anak anak berkebutuhan khusus dalam suasana yang berlangsung sederhana.

“Anak-anak yang saya cintai, pagi ini saya dan ibu memenuhi undangan suster merayakan natal bersama anak-anak. Hari ini kita sama-sama berbagi kegembiraan dalam suasana yang sederhana. Tuhan memberikan perhatian dan membawa  kabar gembira bagi orang-orang sederhana” ungapnya.

Bupati Don Bosco juga memberikan motivasi kepada anak-anak penyandang disabilitas agar senantiasa tetap berjuang dan tidak putus asa meski dalam keterbatasan kondisi fisik fisik maupun mental. Sebab, Bupati menyampaikan bahwa banyak kaum penyandang disabilitas yang bisa meraih prestasi dan dan sukses dalam hidup.

“Saya berharap anak-anak  terus mengembangkan diri apalagi saat ini dengan kemudahan teknologi, sekarang ini kita bisa belajar sendiri di biara dengan bantuan IT kita bisa belajar pengetahuan . Tidak perlu kejar ijazah tapi kejar pengetahuan dan keterampilan yang bisa kamu gunakan dalam hidup” pesan Bupati.

Lebih lanjut bupati Don Bosco menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan memberikan perhatian lebih terhadap dunia pendidikan khususnya  Pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, baik terhadap anak-anak penyandang disabilitas berprestasi maupun para guru dan pembina.

Di tempat yang sama Kepala Panti Asuhan Bhakti Luhur Boanio suster Any menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati bersama istri.

“Terima kasih Bapak Bupati bersama ibu yang sudah berkesempatan mengunjungi anak-anak berkebutuhan khusus. Kita sudah mendapatkan hadiah terindah dari surga lewat kelahiran Sang Juru Selamat, kita juga mendapatkan hadiah terindah dari dunia lewat kehadiran bapak Bupati yang kita cintai dan kita doakan semoga bapak Bupati selalu sehat dan tetap memperhatikan kita semua di Nagekeo ini” ungkap Suster Any. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 164

Statistik Sektoral Kabupaten Nagekeo 2021_page-0001

Satukan Data Informasi, Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Buku Data Sektoral

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Dalam upaya menyediakan data sektoral yang valid dan up to date sebagai dasar perencanaan pembangunan di Kabupaten Nagekeo, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nagekeo menyiapkan buku statistik pembangunan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini melalui Kepala Bidang Statistik Maria Ferawati Natriks Lape Wawo menyampaikan bahwa, buku berjudul Statistik Sektoral Kabupaten Nagekeo Tahun 2021 tersebut, menyajikan data dan informasi sektoral yang dihimpun dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) termasuk juga data vertikal yang ada di Kabupaten Nagekeo.

“Data sektoral tersebut diolah dan dianalisis oleh Tim penyusun buku statistik sektoral dikonsultasikan ke BPS sebagai pembina data” jelas Verra Wawo di ruang kerjanya pada Kamis 6 Januari 2022.

Menurut Verra, buku tersebut bertujuan untuk mewujudkan satu data indonesia sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 39 tahun 2019.

Vera berharap data dan informasi yang disajikan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai perubahan yang terjadi di setiap sektor kehidupan, juga digunakan sebagai acuan untuk pembuatan kebijakan dan perencanaan pembangunan maupun evaluasi hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

Sebelumnya dalam apel perdana bersama ASN di lingkungan Pemkab Nagekeo, Bupati Johanes Don Bosco Do pada Senin 2 Januari 2022 lalu mengingatkan para ASN agar benar-benar menguasai data dan bekerja berbasiskan data.

“Siapa menguasai data, menguasai dunia. Kita menguasai data, kita kuasai detail dari perencanaan sampai evaluasi. Kita dapat kritik kerja tanpa data yang valid” ungkapnya.

Kerena itu Bupati berharap para ASN bisa memahami akan pentingnya data. Bupati meminta agar, ke depan setiap perangkat daerah bisa identifikasi data-data yang dibutuhkan dalam pekerjaan layanannya.

Sebab, kata Bupati Don Bosco, menurut laporan indeks pembangunan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Pemkab Nagekeo masih jauh dari performa baik.

Untuk diketahui, buku tersebut rencananya akan dicetak dan dibagikan ke setiap SKPD di lingkungan Pemkab Nagekeo. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui isi buku tersebut dapat mengakses melalui website resmi www.nagekeokab.go.id. (RSN/Sevrin)

 

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 51

Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Nagekeo di Atas 60 Persen (1)

Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Nagekeo di Atas 60 Persen

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Nagekeo telah mencapai 62,75 dosis dua 36,28 persen dari target 117.966.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo Emerentiana Wahyuningsih melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Maria Elfrida Teda Lado menyampaikan bahwa hingga Selasa 4 Januari 2022 secara komulatif vaksinasi dosis pertama mencapai 74.021 atau mencapai 62.75 persen.

Elfrida menjelaskan, data tersebut merupakan data yang dihimpun secara manual oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo sedangkan berdasarkan data yang sudah dirilis ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) capaian Vaksinasi dosis pertama untuk Kabupaten Nagekeo mencapai 57,84 persen dan dosis dua 35,48 persen sedangkan vaksinasi dosis tiga untuk tenaga medis mencapai 77,44 persen.

Untuk mencapai angka tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan melakukan percepatan vaksinasi di tingkat desa bekerjasama dengan semua pihak termasuk TNI-Polri.

Pencapaian itu kata Dia, menunjukan bahwa pemerintah kabupaten Nagekeo berkomitmen kuat meningkatkan vaksinasi kolaborasi dengan gelaran vaksinasi secara rutin setiap minggunya.

”Pelaksanaan vaksinasi dilakukan setiap Minggu dan di-update setiap hari Sabtu untuk 7 Kecamatan dan 9 Puskesmas. Harapan kami untuk masyarakat yang berumur 12 tahun ke atas silahkan mendatangi posko posko pelayanan di Kecamatan masing-masing karena setiap minggu ada pelayanan” ujar Elfrida di ruang kerjanya pada Rabu 5 Januari 2022.

Eflrida mengatakan stok Stok vaksin saat ini masih mencukupi dengan jumlah yang tersedia di gudang farmasi Dinas kesehatan yakni 9328 dosis vaksin Sinovac dan 3800 dosis Astrazaneca.

Meskipun capaian vaksinasi di Nagekeo cenderung meningkat pesat, namun bukan berarti proses vaksinasi tersebut tanpa kendala. Menurut Elfrida, kendala utama yang dihadapi ada pada kesadaran masyarakat terkait pentingnya pelaksanaan vaksinasi.

“Ada masyarakat di daerah tertentu yang animonya begitu tinggi dan ada juga yang masih sulit, ini yang butuh kerjasama lintas sektor mulai dari tingkat RT, desa sampai tingkat Kabupaten untuk bagaimana mensosialisasikan pentingnya vaksin” katanya.

Elfrida mengaku selama pelaksanaan vaksinasi, pihaknya belum menemukan dampak berat dari Vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Sejauh ini dampak daripada KIPI masih pada level ringan, tidak pernah ditemukan dampak KIPI berat, sebagain besarnya baik baik saja. Jadi sebenarnya yang mengatakan kalau setelan vaksin pingsan dan lain sebaginya itu tidak benar, selama ini tidak terjadi” pungkasnya.(**)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 58

Pesan Bupati Don Ke ASN: Kuasai Detail Data Dari Perencanaan Sampai Evaluasi

Pesan Bupati Don Ke ASN: Kuasai Detail Data Dari Perencanaan Sampai Evaluasi

Berita Pemda

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do memimpin upacara Apel Kekuatan perdana di tahun 2022 bertempat di halaman kantor Bupati Nagekeo pada Senin (03/01/2021).

Dalam Apel kali ini Bupati Don Bosco mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap Satuan Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Lingkungan Pemkab Nagekeo agar benar-benar menguasai data dan bekerja berbasiskan data.

“Siapa menguasai data, menguasai dunia. Kita menguasai data, kita kuasai detail dari perencanaan sampai evaluasi. Kita dapat kritik kerja tanpa data yang valid” ungkapnya.

Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa Pemkab Nagekeo di akhir tahun 2021, untuk pertama kalinya merilis buku laporan data sektoral yang biasanya diterbitkan tahunan oleh BPS. Kerena itu Bupati berharap para ASN bisa memahami akan pentingnya data.

Dia meminta agar, ke depan setiap perangkat daerah bisa identifikasi data-data yang dibutuhkan dalam pekerjaan layanannya.

Sebab, kata Bupati Don Bosco, menurut laporan indeks pembangunan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Pemkab Nagekeo masih jauh dari performa baik.

Untuk diketahui, dalam apel perdana awal tahun 2022 tersebut, lagu tema slogan  Nagekeo The Heart Of Flores pertama kali diperdengarkan.

“Tadi adalah The Theme Song. Kita sudah deklare “Nagekeo The  Heart of Flores.  Kita “wuku”(teriak) deklare. Kita beritahu kepada masyarakat Flores bahwa Nagekeo mendeklarasikan diri sebagai the heart of flores‘. Wikipedia juga sudah masuk” ungkap Don Bosco.

Terpantau hadir dalam Upacara Apel Perdana Awal Tahun 2022 ini, Wabup Nagekeo Marianus Waja, Staf Ahli Bupati Tarsisius Jogo, Sekda Nagekeo Lukas Mere, para asisten serta para pimpinan perangkat daerah.(RSN/ Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 36