Bupati Don Ingatkan Petani Milenial Untuk Fokus Pada Potensi Lokal

Bupati Don Ingatkan Petani Milenial Untuk Fokus Pada Potensi Lokal

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Boawae, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengingatkan para petani milenial untuk fokus kepada potensi-potensi lokal dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian maupun peternakan.

Hal itu disampaikan Bupati Don Bosco saat menghadiri kegiatan tanam perdana tanaman Holtikultura milik petani kelompok Milenial Niat Strategi Pasti (NSP) Bisa di Nagesepadhi, Kecamatan Boawae pada Sabtu 25 Juni 2022 pagi.

“Kalian berfokus bukan pada kebutuhan, fokus pada potensi, kebutuhan ada di sini. Potensi lahan kita sudah ada, budidaya masyarakat seperti tanam lombok kita sudah jalani  dan lalu kita lihat potensi pasarnya ada, kita pertemukan” katanya.

Potensi lokal yang dimaksudkan Bupati Don Bosco ialah para pelaku usaha sektor pertanian holtikultura agar mampu mengoptimalkan segala sesuatu yang ada di sekitar guna mendukung proses produksi mulai dari tanam hingga pemasaran.

Menurut Don Bosco, ada sekian banyak potensi yang mudah didapat misalnya penggunaan pupuk kandang, kompos hingga mulsa untuk kebutuhan tanaman holtikultura.

Hal ini kata, Don Bosco merupakan salah satu strategi bagaimana petani Milenial memberi solusi terhadap input prospek bisnis yang dijalani guna menghemat biaya dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan fasilitas penunjang berbahan baku plastik.

“Potensi untuk mulsa sebetulnya bisa didapatkan dari barang padi (pasca panen read-), batang padi bawa ke sini tutup. Ini catatan saya, sehingga di kebhn-kebun pribadi gunakan batang padi atau tanaman apa saja termasuk daun kering” ucap Don Bosco memberi saran.

Bupati mengapresiasi gerakan perubahan kaum milenial yang sudah melakukan transformasi budidaya tanaman holtikultura dari sistem yang tradisional menuju pengembangan sektor pertanian yang berorientasi bisnis (Agribisnis).

Karena itu, pesan Bupati Don Bosco, penting bagi para petani Milenial untuk mmemperhatikan manajemen rantai pasok agribisnis mulai dari proses produksi hingga kepada peluang pasar. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 60

Dharma Wanita Nagekeo Jalani Ladies Program, Ini Tujuannya

Dharma Wanita Nagekeo Jalani Ladies Program, Ini Tujuannya

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dalam rangka meningkatkan perhatian dan pemahaman akan kesehatan reproduksi dan tata karma dalam kehidupan bermasyarakat oleh istri-istri ASN, Organisasi Darma wanita Kabupaten Nagekeo mengadakan kegiatan LADIES PROGRAM di aula VIP kantor Bupati pada 24 Juni 2022.

Ketua Panitia pelaksanaan Ny. Irene M. M Bhaeninu Tae menjelaskan, Ladies Program merupakan agenda rutinan para anggota Dharma Wanita dalam meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 anggota dharma wanita dari setiap kecamatan dan dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Nagekeo Sales Ujang Dekrasano dan Sekertris daerah kabupaten Nagekeo Lukas Mere.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali materi oleh dr. Jacob Salean M. Ked. Klin, SpOg dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo berkaitan dengan kesehatan kandungan dan Dra. Beatrix Wea tentang tata krama dan etika sebagai istri ASN.

Tujuannya adalah menambah pengetahuan pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Se Kabupaten Nagekeo terhadap faktor penyebab, dampak dan cara pencegahan serta mengatasi dari gangguan kesehatan Reproduksi serta mengurangi kasus-kasus tata krama dalam masyarakat, perselingkuhan dan kekerasan yang melibatkan ASN sebagai dampak dari perkembangan teknologi serta pengaruh budaya modernisasi dan westernisasi.

Di samping materi tentang kesehatan reproduksi juga akan melakukan sosialisasi tentang Tata Krama. Dengan bekal pengetahuan tata krama diharapkan para Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Se Kabupaten Nagekeo akan menjadi pribadi teladan di masyarakat karena menjadi pribadi yang menjunjung tinggi nilai, etika, norma dan bersikap sederhana serta disenangi banyak orang.

“Selain itu dengan pengetahuan tata krama diharapkan dapat mengurangi dampak negativ dari pesatnya perkembangan tehnologi serta pengaruh budaya- budaya modernisasi dan westernisasi seperti kasus-kasus tata krama dalam masyarakat, perselingkuhan yang melibatkan ASN dan Istri ASN” jelasnya.

Menghadapi tuntutan dan tantangan serta perubahan kehidupan sebagaimana tersebut di atas, mengharuskan adanya tata kehidupan yang menghormati dan melindungi hak asasi manusia, demokratis, keterbukaan, serta tegaknya supremasi hukum, sebagai ciri kehidupan masyarakat madani yang akan mendorong terwujudnya tujuan nasional.

“Sejalan dengan tuntutan dan perubahan kehidupan tersebut, kami istri Pegawai ASN, yang terhimpun dalam satu wadah organisasi kemasyarakatan yang bernama Dharma Wanita Persatuan, dan kegiatan ini mendukung Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo serta kebijakan organisasi dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan anggota serta memelihara persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat” ungkapnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 41

Taman Baca Pelangi Teken MoU dengan 56 Sekolah Dasar di Nagekeo

Taman Baca Pelangi Teken MoU dengan 56 Sekolah Dasar di Nagekeo

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – 24 Juni 2022 – Taman Bacaan Pelangi akan mendirikan 56 perpustakaan ramah anak di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT. Langkah awal pendirian perpustakaan ini dimulai dengan menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) antara berbagai pihak.

Acara penandatanganan MoU antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantius Minggu, Pendiri TB Pelangi Nila Tanzil dan 56 Kepala sekolah dan komite berlangsung hari ini bertempat di Aula  Setda Nagekeo pada Jumat 24 Juni 2022.

Programme For International Student Asessment (PISA) Results From Pisa 2018 menyebutkan bahwa murid-murid di Indonesia memiliki nilai lebih rendah dari rata-rata nilai OECD (Organisation For Economic Co-operation and Development) untuk membaca (371 dari nilai rata-rata 487), matematika (379 dari nilai rata-rata 489), dan sains (396 dari nilai rata-rata 489).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantius Minggu mengatakan, melihat kondisi rendahnya kemampuan literasi anak, kami atas nama Pemda Nagekeo mengapresiasi komitmen TBP.

“Ini adalah bentuk kepedulian dari mitra Pemerintah dalam hal ini Taman Bacaan Pelangi untuk membantu Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam bidang literasi. Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga turut memberikan arahan dan perhatian kepada sekolah untuk meningkatkan minat baca literasi dasar” ungkap Venan.

Menurut data Kemendikbud dalam Rapor Pendidikan Publik 2022 yang merupakan hasil Asesmen Nasional 2021 bahwa tingkat kemampuan literasi SD baik itu tingkat SD pada semua provinsi di Indonesia, tingkat SD se-Nusa Tenggara Timur dan tingkat SD se-Kabupaten Nagekeo adalah di bawah kompetensi minimum.

“Artinya kurang dari 50% siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca” sebutnya.

Kondisi perpustakaan di Indonesia didukung oleh data Kemendikbud statistik persekolahan SD tahun 2020-2021 bahwa dari 115.215 perpustakaan sekolah dasar baik negeri maupun swasta di 34 provinsi, ternyata yang mengalami kondisi kerusakan ringan, sedang, dan berat sebanyak 67.420 perpustakaan (58%).

TB Pelangi terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan literasi anak-anak melalui pendirian perpustakaan ramah anak dengan kondisi baik di sekolah dasar di Kabupaten Nagekeo.

Pendiri TB Pelangi Nila Tanzil mengatakan penandatanganan MOU ini menjadi ujung tombak kerjasama Pemda sekolah dan TBP untuk tersedianya 56 perpustakaan ramah anak di Kabupaten Nagekeo. Di samping itu, Taman Bacaan Pelangi juga akan mengadakan serangkaian pelatihan guru untuk para kepala sekolah, guru dan pustakawan/wati.

Di bulan Juni 2022, sekolah-sekolah akan melakukan perbaikan fisik ruang perpustakaan yang dilaksanakan dari kolaborasi Pemerintah Daerah yaitu Dinas Pendidikan dengan sekolah-sekolah.

“Model kolaborasi cost-sharing dengan Pemda dan sekolah di Nagekeo merupakan model yang ideal untuk menjaga keberlanjutan perpustakaan sekolah. Model ini juga dapat direplikasi dan diterapkan di Kabupaten-Kabupaten lainnya” jelasnya.

Nila Tanzil menambahkan pihaknya juga berterima kasih atas kerjasama dan dukungan yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo.

“Semoga kerjasama ini dapat terus terjalin dengan model cost-sharing yang dapat ditiru oleh Kabupaten lainnya. Semoga kami dapat membawa lebih banyak lagi manfaat bagi anak-anak, para guru, orang tua dan seluruh masyarakat di Nagekeo” ungkapnya.

Program ini terselenggara atas kerjasama TB Pelangi dan Room To Read. 56 perpustakaan ini tersebar di semua Kecamatan yaitu Aesesa, Aesesa Selatan, Boawae, Keotengah Tengah, Mauponggo, Nangaroro, dan Wolowae.

Adapun 56 sekolah tersebut diantaranya SDK Nataia, SDN Lego, SDN Pomakeke, SDI Nebe, SDK Stella Maris, SDK ST. Stefanus Nangadhero, SDI Tonggurambang, SDN Nataia, SDK Wolorae, SDN Ameaba, SDK Rendu dan SDN Tasikapa, SDI Hobopadu, SDK Rega, SDK Wea Au, SDN Aebowo, SDI Dorameli, SDK Deru, SDI Denaano, SDI Kekakapa, SDK Kelimado, SDI Malalaja, SDK Mulakoli, SDK Nageoga, SDK Natanage, SDK Olakile, SDI Padhapae, SDK Rowa, SDK Solo, SDK Watugase, SDK Raja, SDK Boawae, SDI Dhereisa, SDI Ratongamobo.

Selanjutnya ada SDK Niodede, SDI Maunori, dan SDK Mabhaulu, SDI Aekela, SDI Boloroga, SDI Ebetada, SDI Kajusopi, SDI Ledho, SDK Lere, SDK Maukeli, SDI Mauponggo, SDI Natasule, SDI Tanatoyo, SDK Wolosambi, SDK Mauponggo, SDK Sawu, SDN Ndora, SDI Tongatey, dan SDK Galawea. 3 sekolah dari Kec. Wolowae antara lain SDN Kaburea, SDI Kobakua, dan SDI Raterunu.

Untuk diketahui, Taman Bacaan Pelangi adalah yayasan sosial yang fokus untuk meningkatkan literasi anak- anak di Indonesia Timur.

Didirikan pada 2009, TB Pelangi hingga saat ini telah mendirikan dan mengelola 147 perpustakaan ramah anak yang tersebar di 18 pulau di Indonesia Timur, memberikan pelatihan kepada lebih dari 5.000 guru-guru di daerah, menyediakan lebih dari 260.000 buku cerita anak-anak, serta memberikan akses buku bacaan kepada lebih dari 35.000 anak-anak di daerah terpencil di Indonesia Timur.

TB Pelangi mendapatkan penghargaan “Anugerah Nugra Jasadarma Pustaloka 2013” dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 213

Tenun Ikat Nagekeo Tampil Di Ajang Bergengsi Bali Fashion Festival 2022

Tenun Ikat Nagekeo Tampil Di Ajang Bergengsi Bali Fashion Festival 2022

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Sepuluh karya Tenun Nagekeo diperagakan pada perhelatan Bali Fashion Festival di Hotel Hilton Garden Bali pada 18 Juni 2022 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, rancangan busana dibawakan oleh model dari Bali dan mancanegara sebagai salah satu sarana promosi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah karena Bali sebagai barometer dan pintu masuk pariwisata Indonesia.

Keikutsertaan beberapa produk tenun ikat Nagekeo ini atas inisiasi Wastra Flora Nusantara yang mengkombinasikan antara tenun khas kabupaten Nagekeo dengan Batik sebagai bentuk karya seni yang artistik.

Sajian busana dengan tema Pelangi di Nagekeo oleh designer Joko SSP tersebut memiliki nilai artistik namun tetap nyaman untuk dikenakan sebagai pakaian keseharian.

Tujuan lain designer memilih ajang ini guna menyampaikan kepada pengunjung tentang keragaman motif tenun Nagekeo seperti  Telopoi, Ragi, Hobanage yang dipadukan dengan corak batik Jawa.

Founder Wastra Nusantara Chris Broto menjelaskan, tenun ikat yang ditampilkan pada event Bali Fashion Festival sebagai salah satu promosi komoditi UMKM Kota Solo dan Kabupaten Nagekeo sekaligus promosi wisata yang efektif karena dilaksanakan di Bali karena Pariwisata mulai bergeliat pasca pandemi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk elaborasi lintas sektor dan kerjasama yang mengangkat potensi ekonomi kreatif dan UMKM kedua belah pihak ” jelas Chris.

Menurutnya, tenun Nagekeo sebagai salah satu warisan budaya tak benda memikat perancang busana Joko SSP untuk memadukan dua wastra nusantara batik dan tenun menjadi sajian busana kreasi yang unik dan menarik.

“Dengan kolaborasi dan perpaduan busana kreasi dapat mengenalkan potensi tenun yang dapat memberikan nilai tambah kepada sektor lain Pemerintah Kabupaten Nagekeo seperti pariwisata, perdagangan dan pendidikan” katanya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 694

Wakil Bupati Nagekeo Melepas Kontingen MTQ

Wakil Bupati Nagekeo Melepas Kontingen MTQ

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Rabu 22 Juni 2022, bertempat di Aula Setda Nagekeo, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja melepas kontingen Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Nagekeo yang akan mengikuti lomba MTQ tingkat provinsi pada 25 sampai 30 Juni mendatang.

Dalam pesan singkatnya, Wabup Marianus menyampaikan apresiasi kepada panitia LPTQ dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Nagekeo beberapa waktu lalu, sehingga bisa memilih peserta terbaik, para juara yang akan mewakili Kabupaten Nagekeo di tingkat provinsi.

Ia berharap, para peserta yang berjumlah 22 orang dari berbagai cabang perlombaan tersebut bisa memberikan performa terbaik mereka demi mengharumkan nama Nagekeo di tingkat provinsi.

Meski begitu, kata Wabup Marianus, pada hakekatnya, pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sekedar mencari sang juara, akan tetapi bagaimana seorang muslim sejati mengimplementasikan serta mampu mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika mendaraskan isi Al-Quran, kita sungguh mau mendalami, menjiwai, dan mengamalkan ajaran Al-Quran ke keluarga dan kehidupan masyarakat. Mengamalkan itu adalah bukti bahwa saya adalah orang islam terbaik”ungkap Wabup Marianus.

Wabup Marianus berpesan kepada para official yang mendampingi kafilah agar senantiasa benar-benar memperhatikan para peserta mulai dari kesehatan, keselamatan sehingga proses, sehingga peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Ketua Kontingen MTQ Kabupaten Nagekeo Sarif Ibrahim menjelaskan bahwa adapun peserta yang dari Kabupaten Nagekeo yang akan mengikuti MTQ tingkat Provinsi berjumlah 22 orang.

Mereka akan memperlombakan 7 kategori lomba dari setiap tingkatan umur. Selain 22 peserta Kontingen Nagekeo juga mengutus 2 orang dewan hakim.

“Kita persiapan sudah sejak 1 bulan, dan kita juga sudah melewati MTQ tingkat Kabupaten di Wolowae, untuk beberapa hari terakhir ini yang bisa kita lakukan berkaitan dengan persiapan itu adalah melakukan pembenahan. Untuk kesehatan peserta juga kita sudah lalukan rapid sehingga tidak ada kendala” jelas Syarif.

Syarif berkomitmen, para peserta akan memberikan terbaik mereka guna mendapatkan hasil yang maksimal. “Kami hanya minta dukungan doa dari masyarakat Nagekeo, sehingga kami dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan pulang kembali ke Nagekeo dalam keadaan sehat walafiat” pintanya.

Sri Suriani Mimah, 17 salah satu peserta mengaku bangga bisa mewakili Kabupaten Nagekeo dalam mengikuti ajang MTQ tingkat Provinsi ini. Peserta lomba Hafizah 5 Juz ini mengaku sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk bersaing dengan peserta dari daerah lain.

“Persiapan yang sudah saya lakukan pastinya rajin melakukan latihan, selalu mengulang kembali hafalan yang ada karena  hafalan 5 Juz itu tidak sedikit. Saya tidak mengharapkan juara akan tetapi mencoba tampil maksimal, juara itu bonus yang penting saya bisa membawa penampilan yang terbaik” ungkapnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 60

Ketua Yayasan Wadah Foundation Melakukan Kunjungan Kerja Ke Nagekeo

Ketua Yayasan Wadah Foundation Melakukan Kunjungan Kerja Ke Nagekeo

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan atau Wadah Foundation Anie Hashim Joyohadikusumo mengunjungi Kabupaten Nagekeo.

Dalam kunjungan tersebut Ibu Ani  didampingi oleh Perwakilan Wadah India Babli Kahla bersama Jenderal Wadah Foundation Paula Stela Nova Kepala Departemen Operasional  Zakiyah Samal, Kepala Departemen Pengembangan dan Penelitian, Yohanes Ghewo, LO Wadah Foundation Mario Vieira, PIC LTS Staf Departemen Operasional, Arya Nyoman Subamia, Kepala Rumah Wadah Foundation, Sikka Maria Kristina Da Guer dan PIC Wadah Foundation Nagekeo,  Yohanes Siga.

Selama di Nagekeo kurang lebih 5 hari sejak 21 Juni-25 Juni 2022, rombongan Ibu Anie akan melakukan beberapa agenda kegiatan antara lain, mengunjungi  desa dan kelurahan penerimaan manfaat Listrik Tenaga Surya (LTS) yang menjadi binaan Wadah Foundation, yakni Makipaket Kelurahan Mbay II, Desa Tedamude dan Desa Tedakisa, Desa Pagomogo Kecamatan Nangaroro dan Desa Rendubutowe.

Ibu Anie menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan dapat mengunjungi Kabupaten Nagekeo terutama menyambangi langsung Desa dan Kelurahan yang merupakan masyarakat binaan Yayasan Wadah Foundation.

“Merupakan suatu kehormatan besar buat saya ketika saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke daerah. Bapak Bupati beserta jajarannya, Bapak Wakil Bupati, terima kasih atas penyambutan yang luar biasa” ungkap Ibu Anie saat menyampaikan pemaparan singkatnya di hadapan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkab Nagekeo pada Selasa 21 Juni 2022.

Ibu Anie menyampaikan bahwa, tujuan kedatangannya ke Kabupaten Nagekeo adalah guna melihat dan mendengar secara langsung ke desa dan kelurahan yang merupakan sasaran bantuan Wadah Foundation.

“Kami langsung datang ke desa, di situlah kami akan melakukan bentuk pelayanan seperti apa yang akan kami berikan. Kedatangan kami tidak pernah membawa uang, kami datang dengan hati yang tulus untuk bekerja bersama-sama dengan masyarakat” katanya.

Karena itu, Ibu Anie berharap baik itu pemerintah maupun masyarakat, diharapkan dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan Yayasan Wadah Foundation sehingga apa yang direncanakan dan dikerjakan nanti dapat berjalan dengan baik.

“Kerjasama dan partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan, itu ciri khas kami” pintanya.

Selama di Nagekeo, Ibu Anie berkesempatan menghadiri acara pembukaan kegiatan pelatihan Pengelolaan Listrik Tenaga Surya (LTS) bagi calon teknisi di 1 kelurahan dan 4 desa (binaan Wadah Foundation) yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 bertempat di Aula Setda Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerja sama antara Pemkab Nagekeo bersama Wadah Foundation dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

Bupati Don Bosco menyampaikan terimakasih kepada Yayasan Wadah Foundation yang telah memilih Nagekeo menjadi mitra kerja dan sebagai salah satu daerah sasaran bantuan.

“Harapan kami, Nagekeo ini ke depan dapat kita kembangkan menjadi pusat pelatihan seperti Barefoot India sehingga bisa mengcover Asia Selatan dan Pasifik. Kami akan membuka diri, belajar banyak dari apa yang disampaikan Ibu Anie” ungkapnya. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 63

Wadah Foundation Melaksanakan Pelatihan Pengelolaan LTS di Nagekeo

Wadah Foundation Melaksanakan Pelatihan Pengelolaan LTS di Nagekeo

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama Yayasan Wadah Tian Harapan atau Wadah Foundation menyelenggarakan Pelatihan pengelolaan listrik tenaga surya bagi calon teknisi di 4 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Nagekeo.

Pelatihan ini akan dilaksanakan sejak 23 Juni sampai dengan 30 Juli 2022 bertempat di Valensof Guesthouse Mbay, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa.

Pelatihan pengelolaan Listrik Tenaga Surya (LTS) bagi para teknisi di Kabupaten Nagekeo merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari bantuan 600 unit listrik tenaga surya untuk rumah tangga (solar home system) bagi 5 desa dan kelurahan di Kabupaten Nagekeo termasuk dalam paket kerjasama antara Yayasan Wadah Tian Harapan (Wadah), Barefoot College International (Barefoot) dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Di bawah payung kerjasama tersebut Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyediakan dukungan biaya pelatihan bagi 7 calon teknisi, sedangkan Wadah dan Barefoot College menyediakan tenaga pelatih, materi, alat dan bahan pelatihan.

Peserta pelatihan terdiri dari 14 perempuan yang memenuhi kriteria sesuai ketetapan Wadah, Barefoot dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Tujuh dari 14 orang tersebut telah telah mengikuti pelatihan pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 di Kampus Barefoot College International, Tilonia Rajasthan India sedangkan 7 peserta lagi akan mengikuti pelatihan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022 di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Peserta pelatihan ini terdiri dari 10 orang dengan rincian 2 orang dari Makipaket Kelurahan Mbay II, 2 orang dari desa Rendubutowe 2 orang dari desa Tedakisa, 2 orang dari desa Tedamude dan 2 orang dari desa Pagomogo.

Yang menjadi narasumber dan pelatih adalah team gabungan antara Wadah dan Pemerintah Kabupaten Nagakeo dengan rincian, Orientasi Kewadahan oleh Zakiyah Samal dan Adi Hermawan, materi Kebijakan Pemerintah oleh Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dan Plt. Kepala Dinas Transnaker Nagekeo Aurelius Assan serta Teknis LTS  oleh Rasmi dan Gaudensius Botu.

Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, presentasi, tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan (individu dan kelompok) hingga praktek di kelas dan lapangan.

Pelatihan ini bertujuan untuk melatih calon teknisi LTS agar mampu mengenal alat, bahan dan komponen LTS, membuat unit LTS untuk rumah tangga (SHS), memasang/menginstalasi unit LTS di rumah masyarakat penerima manfaat.

Calon teknisi juga diharapkan mampu merawat, mengenal dan mengidentifkasi gangguan dan kerusakan komponen LTS, memperbaiki atau mengganti komponen LTS yang rusak serta menjadi contoh bagi penerima manfaat dalam menata dan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonominya.

Selain itu hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah calon teknisi yang mahir menyebutkan nama alat, bahan, dan komponen serta menggunakannya sesuai dengan fungsi masing-masingmasing-masing.

Peserta dilatih untuk mengidentifikasi alat, bahan dan komponen dan merakit sekurang-kurangnya 5 unit LTS yang siap dipasang di rumah penerima manfaat, menetapkan dan menyebut letak/lokasi/titik pemasangan masing-masing komponen di rumah penerima manfaat.

Dalam pelatihan ini para peserta diharapkan, mampu menyebutkan dan menjelaskan hubungan antara kerusakan yang terjadi pada suatu komponen dan gangguan yang terjadi pada komponen lain dari unit LTS rumah tangga memeriksa dan menentukan komponen LTS rumah tangga yang rusak serta merekomendasikan komponen yang sesuai dan memperbaikinya dengan tepat.

Para peserta pelatihan juga diharapkan mampu menjelaskan tehnik fasilitasi masyarakat penerima manfaat LTS untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.

Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan ini  memuat 3 (tiga) pokok bahasan yang terdiri dari Listrik Tenaga Surya, Kewadahan, dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo di sektor energi baru terbarukan dengan struktur pokok bahasan yang didistribusikan dalam 33 hari.(Merry/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 98

Hadir-Pada-Pembukaan-Wolosambi-Youth-Day-Ini-Pesan-Wabup-Marianus-Kepada-Orang-Muda2

Hadir Pada Pembukaan Wolosambi Youth Day, Ini Pesan Wabup Marianus Kepada Orang Muda

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mauponggo, nagekeokab.go.id – Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja menghadiri acara pembukaan Wolosambi Youth Day IV, OMK St Joanne Baptista Wolosambi, yang dilaksanakan sejak Jumat 17 Juni hingga Jumat 24 Juni 2022 di Kampung Paulundu, Kecamatan Mauponggo.

Kegiatan ini mengusung tema “OMK Dalam Bingkai Budaya dan Agama, Sebuah Panggilan untuk Terlibat dalam Pastoral Tata Dunia”.

Dalam sambutannya, Wabup Marinus menyampaikan beberapa pesan dan catatan berkaitan dengan tantangan orang muda jaman ini dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah bagaimana menghargai orang tua.

“Tantangan berikutnya adalah kurang adanya rasa hormat kepada yang lebih tua. Anak muda untuk menunjukkan eksistensi dirinya dengan kemampuan akademik, dia melihat pikiranku lebih cerdas kalau orang tua harus dengar apa yang saya omong bahkan  memotong pembicaraan. Hormatilah orang tua “pintanya.

Menurut Wabup Marianus, kaum muda saat ini berada dalam persimpangan. Mereka dihadapkan dengan berbagai tantangan yang nyata  baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya di mana masih banyak orang di antara kita mempertuhankan perjudian serta masih banyak orang mempertaruhkan harta mengabaikan saudara.

“Masih marak perjudian, mama-mama boleh sibuk di rumah, ini sebuah situasi yang membuat anak-anak tidak bisa berkembang. Tantangan yang nyata bagi anak-anak muda” ucap Wabup Marianus.

Tantangan berikutnya kata Wabup Marianus, soal efek penggunaan handphone yang mana orang akhirnya lupa dan tidak lagi menghargai proses.

“Ini barang (HP read-) hebat tapi dia paling bodoh yang bisa kita perintahkan, hasil survei barang ini 30% positif untuk kita tapi 70% sangat buruk bagi hubungan di dalam keluarga kita. Mama bekerja keras di kebun bapak  di kantor. Kita mengharapkan jam 7 malam waktu kebersamaan tetapi apa yang terjadi jam 7 malam bukan makan bersama mama sibuk WA bapak sibuk YouTube, sibuk dengan HPnya masing-masing” ucapnya.

Bruno Sawi, Anggota DPRD Kabupaten Nagakeo pada kesempatan tersebut mengatakan Lembaga DPRD Kabupaten Nagekeo mendukung pelaksanaan kegiatan Wolosambi Youth Day.

Politisi Perindo ini berharap kegiatan seperti ini memberi makna yang luar biasa, bisa menambah khasanah berpikir dan membawa perubahan serta perkembangan orang muda kedepan menjadi lebih baik.

“Orang muda adalah generasi penerus bangsa mempunyai peran dan arti yang luar biasa agar menjadi orang-orang yang membawa pembaharuan, membawa perubahan di dalam keluarga kita” ujaranya.

Bruno mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum orang muda agar bisa menimba ilmu dari teman-teman lain dari orang-orang yang mempunyai kemampuan dan keahlian untuk menyampaikan hal-hal baru untuk perkembangan orang muda dari sumber yang lain supaya menambah khasanah pikiran kita agar perjalanan ke depan supaya lebih baik dan mantap.

“Kalian sebagai orang muda manfaatkan kesempatan ini sebagai kesempatan yang baik, waktu yang tepat untuk belajar, menimba ilmu” pesan Bruno.

Ketua Panitia Wolosambi Youth Day Jenelius Yuse dalam pemaparannya menyampaikan tujuan kegiatan tersebut antara lain mempererat rasa solidaritas dan soliditas antara sesama Orang Muda Katolik separoki dan sebagai sarana yang strategis bagi Gereja katolik untuk membawa Kristus kepada OMK Wolosambi dengan cara yang khas dan menggairahkan bagi OMK.

Dijelaskannya, kegiatan ini juga untuk mengapresiasi talenta dan bakat Orang Muda Katolik separoki dalam bingkai kekeluargaan dalam semangat iman Katolik, meningkatkan wawasan intelektual dan membentuk karakter serta jati diri OMK dan Menyediakan ruang perjumpaan OMK dan umat stasi dalam persekutuan iman akan Yesus Kristus serta sebagai momen refleksi diri OMK untuk merasakan kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama serta alam ciptaan-Nya.

“Selain kegiatan camping rohani,  berbagai kegiatan lainnya juga dilaksanakan dalam WYD ke IV ini antara lain, kegiatan Pembinaan Rohani, Kegiatan Work Shop, Kegiatan Pertandingan dan Perlombaan serta Kegiatan Baksos” jelasnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Anggota DPRD Kabupaten Nagakeo Bruno Sawi, Marselinus Siku, Patrisius Bhoko, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Sekcam Mauponggo Tomy Nuga Meo, Moderator Mudika RD.Laurentius Giustiniani Wago Gu, para Ketua Stasi se Paroki Wolosambi, Ketua OMK St.Joanne Babtista Wolosambi, peserta WYD dari 14 Stasi separoki Wolosambi serta para tamu undangan lainnya.(Merry/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 99

Bupati Nagekeo Menutup Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2022

Bupati Nagekeo Menutup Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2022

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Kaburea, nagekeokab.go.id – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Nagekeo yang dilaksanakan selama 4 hari sejak 15-18 Juni 2022 di Kaburea, Kecamatan Wolowae resmi ditutup.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do berkesempatan menutup dengan resmi pelaksanaan MTQ ke 6 tersebut dengan resmi. Dalam sambutannya Bupati Don Bosco mengatakan bahwa MTQ melatih para peserta bagaimana melantun dan menghafal ayat-ayat Al-Quran agar semakin hari semakin membaik.

“Kepada lembaga LPTQ sebagai penyelenggara terutama para dewan hakim yang memberikan penilaian, saya berharap agar dari waktu ke waktu kita bisa naik level, sehingga angka-angka yang kita dengar dalam penilaian tadi benar-benar mewakili kualitas pesertanya” ungkap Don Bosco.

Bagi Bupati Don Bosco penyelenggaraan MTQ dengan tema Membumikan Al-Quran di Nagekeo memiliki pesan penting bagaimana ajaran Al-Quran bisa beradaptasi dengan kultur budaya masyarakat setempat maupun yang merujuk kepada Pancasila sebagai Ideologi negara yang sudah diletakkan The Founding Father’s kita Soekarno.

Mengutip salah satu buku karya Almarhum KH. Abdurrahman Wahid yang berjudul ‘Gus Dur dan Pancasila’, Don Bosco mengatakan pada prinsipnya semua agama yang ada di Republik ini mengisi nilai-nilai Pancasila. “Pancasila Sholawat Badar, Pancasila itu wadahnya dan agama-agama itu mengisinya. Jadi penyelenggaraan MTQ ini bagian daripada mengisi sila Ketuhanan itu” ungkapnya.

Sementara, Ketua LPTQ Kabupaten Nagekeo Sharif Bhanging mengatakan, MTQ tahun ini melibatkan 196 peserta dari 6 Kecamatan yang ada di Nagekeo yakni Kecamatan Aesesa, Wolowae, Nangaroro, Keotengah, Mauponggo dan Kecamatan Boawae.

Peserta yang mendapatkan juara dalam perlombaan ini akan mewakili Kabupaten Nagekeo pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang akan dilaksanakan pada 25 Juni 2022 di Kota Kupang.

Sementara, Safar Laga Rema yang mewakili pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing ikut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah malam hari ini kita sampai kepada penghujung perhelatan MTQ ke 6 tingkat Kabupaten Nagekeo. Kita semua diberikan taufik hidayah serta keberkahan yang luar biasa sehingga perhelatan ini bisa berjalan aman, lancar tertib dan damai” ungkap Safar.

Acara penutupan ini diisi oleh penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba di setiap kategori. Bupati Nagekeo juga berkesempatan menyerahkan piala bergilir kepada Kafilah dari Kecamatan Boawae yang mendapatkan juara umum.

Untuk diketahui MTQ tahun 2024 akan dilaksanakan di Kecamatan Nangaroro.

(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 79

Pemkab Nagekeo Melepas 8 Calon Jemaah Haji

Pemkab Nagekeo Melepas 3 Calon Jemaah Haji

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melepas 3 orang calon jemaah haji tahun 2022 di Aula Setda Nagekeo pada Jumat 17 Juni 2022. Pelepasan ini dilakukan Bupati Nagekeo yang diwakili Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan SetdaNagekeo Imanuel Ndun didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo Marianus Keo, Kabag Kesra Setda Nagekeo, Kabag  Organisasi Setda Nagekeo serta keluarga dari para Jemaah Calon Haji.

Kepala Kantor Agama Kabupaten Nagekeo Marianus Keo dalam laporannya menyampaikan bahwa, Jemaah Calon Haji, mendapat kesempatan  menjalankan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah Al Mukaramah.

Marianus menerangkan, sesuai dengan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) musim haji tahun 2022, jumlah Jemaah Calon Haji Kabupaten Nagekeo yang terdaftar atau daftar tunggu sebanyak  ±316  orang sedangkan yang terjaring dalam Siskohat untuk berangkat tahun 2020 Jemaah Calon Haji sebanyak 8 orang. Akibat pandemi Covid-19,  maka pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 dan 2021 dibatalkan.

“Seiring dengan menurunnya pandemi Covid-19, maka tahun 2022 ini Pemerintah Arab Saudi membuka kesempatan bagi umat Islam sedunia, untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci dengan kuota terbatas, sebanyak 1.000.000 (1 Juta) orang, dengan pembatasan usia maksimal 65 tahun pertanggal 30 Juni tahun 2022“ jelasnya.

Dikatakannya, Jemaah Calon Haji  kuota semula 8 orang namun dengan batasan usia yang ditetapkan yakni  kurang dari 65 tahun maka hanya 3 orang yang memenuhi syarat sedangkan 5 orang lainnya sudah melebihi batasan usia di atas  65 tahun.

“Indonesia mendapat kuota terbanyak  100.051 orang jemaah, dari kuota tersebut Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan kuota sebanyak 303 dan Kabupaten Nagekeo mendapat kuota  3 orang  (laki-laki = 1 orang / perempuan = 2 orang) dengan rincian Jemaah Calon Haji  Kecamatan  Aesesa sebanyak 2  orang dan Kecamatan Mauponggo  sebanyak 1 orang” jelasnya.

Sedangkan yang masuk daftar tunggu sebanyak  ± 316  orang, dengan estimasi keberangkatan selama 22 tahun untuk pendaftar di tahun 2022 ini. Sementara, jamaah calon haji Kabupaten Nagekeo masuk  gelombang ke II kloter 25, rombongan 6 Regu 22.

Hari ini kata Marianus, mereka dilepas secara resmi dan tanggal 18 Juni 2022 Jemaah Calon Haji Kabupaten Nagekeo berangkat dari Bandara Soa – Bajawa ke Kupang dan bermalam di Asrama Haji Kupang. Selanjutnya tanggal 19 Juni 2022 Jemaah Calon Haji berangkat menuju  Surabaya, menggunakan  penerbangan pesawat Lion Air. Jemaah Calon Haji masuk asrama haji Sukolilo Surabaya tanggal 20 Juni 2O22  lanjut ke Tanah Suci pada tanggal 21 Juni 2022, dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Air. “Selama kurang lebih 40 hari di Arab Saudi dan akan kembali ke Indonesia tanggal 2 Agustus 2022” katanya.

Pada kesempatan ini ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah meluangkan waktu untuk  pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Nagekeo Tahun 2022. “Mari kita mendukung perjalanan spiritual Jemaah Calon Haji  dengan doa agar Bapak /Ibu Jemaah Calon Haji  dapat melaksanakan seluruh tahapan dan rangkaian ibadah haji dengan sempurna dan sukses, sehingga dapat kembali di  tengah-tengah kita dengan menyandang sebagai Haji dan Hajjah yang mabrur dan Mabruroh”ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Nagekeo Drs. Imanuel Ndun, MSi, pada kesempatan tersebut mengatakan  persiapan diri sebagai Jemaah Calon Haji  tentunya harus dipersiapkan secara baik dan terencana.

‘’Kalau hari ini ke tiga orang harus diberangkatkan ini bagian dari rencana Tuhan. Tidak ada yang terjadi  karena kebetulan tapi ini merupakan rencana Tuhan, jika ini adalah rencana Tuhan maka yang harus menyukseskan rencana Ilahi ini punya kewajiban dan tanggung jawab moril untuk menyukseskan ini sebagai haji dan hajah “ kata Imanuel.

Menurut Imanuel, tugas utama dan mulia ini harus dilaksanakan dan untuk menyukseskan ini maka perlu didukung dengan keterlibatan semua pihak, baik panitia penyelenggara, Pemerintah maupun masyarakat.

Pemerintah penuh sukacita, kegembiraan dan punya kebanggaan tersendiri apabila  semakin banyak orang dan keluarga kita yang menunaikan ibadah haji dan pulang menjadi Haji dan Hajah.

“Kalau semakin banyak kuota, kami  punya keyakinan kita semakin banyak orang baik,  dikelola oleh orang baik imannya, taqwanya dan kualitas nya baik maka pemerintah tidak mengeluarkan banyak energi untuk mengatasi soal-soal sosial, persoalan rumah tangga, benturan sosial, karena itu ke depan meski kuota kita terbatas tapi pemerintah tetap punya harapan besar ada kemungkinan banyak orang yang akan menunaikan rukun Islam kelima ini” harap Imanuel.

Menutup sambutannya, Imanuel berharap para Jemaah Calon Haji dapat melaksanakan tugas utama dan mulia ini dengan sebaik- baiknya. Ketika kembali dari menunaikan rukun Islam ke lima ini menjadi semakin baik, kualitas komunikasi dan silaturahmi antar kita terus terpelihara sehingga tatanan kerukunan solidaritas ikatan keluarga besar Nagekeo menjadi kuat dan kokoh.

Di akhir sambutan Asisten I melakukan penyematan kartu kesehatan jemaah haji kepada ketiga Jemaah Calon Haji dan diakhiri dengan foto bersama. (Merry/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 211