Pesan Bupati Don Saat Lantik Kades Aewoe Minimal Jadi Mandor Yang Menggerakkan (1)

Pesan Bupati Don Saat Lantik Kades Aewoe: Minimal Jadi Mandor Yang Menggerakkan

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Aewoe, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji  Kepala Desa Aewoe Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Masa Bakti 2022-2028  bertempat di Aula Kantor Desa Aewoe pada  Selasa, 11 Januari 2022.

Laurensius Raga dilantik menjadi Kepala Desa Aewoe masa bakti 2022-2028 oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 22/ KEP/HK/2022 tanggal 04 Januari 2022 serta dihadapan para Saksi  Awam Ferdinandus Woi,SH dan Rosmini Musa,SE serta saksi Saksi Rohani Fr. Bonevantura Meo, Pr.

Mengawali sambutannya Bupati Don mengajak seluruh hadirin mengenang para penjasa, para pemimpin terdahulu mulai dari mereka yang dulu Kepala Hamente di wilayah ini, para kepala desa baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

“Kita patut mendoakan kebahagiaan mereka yang tanpa jasa mereka kita tidak mungkin menikmati semua fasilitas kemudahan yang kita peroleh saat ini” katanya.

Bupati Don juga mengungkapkan bahwa para pemimpin di wilayah ini dulu bekerja tanpa uang yang dibiayai oleh negara secara langsung.

“Sekarang ini Pemimpin dikasih biaya” ungkap Bupati Don sembari membacakan total Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Aewoe sejak tahun 2015 hingga 2021 yang mencapai kurang lebih Rp. 7.937.490.000.

Disampaikannya anggaran tersebut dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa saat ini kita bekerja dengan pembiayaan yang besar dan kalau kita melihat perkembangan diluar yang secara kasat mata, tidak sesuai dengan angka yang dibacakan.

“Mari kita lihat dan perbaiki ke depan. Pak Lorens tidak lagi melihat 6 tahun yang lalu kita ingin melihat ke depan” ucapnya.

Menurut Bupati, pesan pengelola keuangan negara, pemerintah adalah bagaimana kita mengelola uang itu sedapat mungkin uang yang beredar itu di kantong-kantong masyarakat di desa. Kerjakan pekerjaan, design pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri” ujarnya.

“Kita dituntut bagaimana kemampuan kita membagi pekerjaan pekerjaan itu sehingga  bisa dikerjakan oleh masyarakat dan makin  banyak orang terlibat” tandasnya.

Kepada Kepala Desa Aewoe terlantik, Bupati Don berharap agar dapat mengerjakan design pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, sebab kekuatan ada di desa.

”Saat yang bersamaan kita melatih pemimpin paling kurang mandor yang harus menggerakkan” pesannya.

Lebih jauh Bupati Don juga meminta Pemerintah Desa Aewoe untuk perangi bersama masalah stunting.

“Stunting masih ada di Desa Aewoe ini paradoks, banding dengan daerah utara yang kering dan daerah sini yang hijau sepanjang tahun masih ada stunting.

Saya minta Lorens dan seluruh staf untuk perangi bersama stunting ini. Urus betul rakyat ini” harapnya.

Di tempat yang sama, Kades Laurens Raga merasa senang bisa ikut dalam tahapan  Pilkades. Ia pun siap melaksanakan semua tugas yang akan nanti dipercayakan masyarakat kepadanya sebagai kepala desa.

Ia berharap ke depan satu tekad dan satu niat untuk membawa Desa Aewoe ke arah yang lebih baik sesuai visi misinya yakni “Terwujudnya masyarakat Aewoe yang sejahtera, ddil dan harmonis yang berlandaskan pada agama dan budaya.

“Saya merasa senang bisa ikut Pilkades dan saya siap melaksanakan tugas yang dipercayakan masyarakat. Harapan saya ke depan satu tekad satu niat membangun Aewoe kearah yang lebih baik ke depan sesuai visi misi terwujudnya masyarakat Aewoe yang sejahtera, adil dan harmonis yang berlandaskan pada agama dan budaya” ujar Lorens.

Terpantau hadir pada kesempatan itu,  Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo  Adrianus Watu, Marselinus  Siku, Bruno Sawi, Patrisius Bhoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo Ny.Eduarda Yayik Pawitra Gati, Kadis PMDP3A Ujang Dekrasano bersama jajarannya, Camat Mauponggo Leonardus Loda, Forkopincam Maupunggo, Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, para tokoh masyarakat, tokoh umat, dan para undangan lainnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 124

Bupati Don Kotakeo dan Sekitarnya Menjadi Daerah Pengembangan Wisata Ring of Lena

Bupati Don: Kotakeo dan Sekitarnya Menjadi Daerah Pengembangan Wisata Ring of Lena

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyebut, wilayah Kotakeo dan sekitarnya dapat menjadi daerah pengembangan pariwisata Ring of Lena. Sebab, banyak tempat ritus sejarah dan punya sejarah dalam penyebaran Agama Katolik masuk ke wilayah tersebut yang dapat dijadikan obyek wisata religi.

Demikian disampaikan Bupati Don Bosco dalam sambutannya saat menghadiri acara deklarasi Kuasi Paroki St.Petrus Martir Kotakeo pada Minggu 9 Januari 2022.

”Kotakeo dan sekitarnya menjadi daerah pengembangan pariwisata Ring of Lena, dimana banyak tempat sejarah dan punya sejarah dalam penyebaran Agama Katolik masuk dalam  wilayah ini” katanya.

Ring Of Lena merupakan salah satu dari 5 zonasi wisata yang sedang dikembangkan Pemkab Nagekeo guna sebagai upaya mendukung visi dan misa Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja membangun Nagekeo melalui sektor pariwisata.

Adapun lima (5) Ring of Tourism sebagai zonasi wisata yang akan dikembangkan di Nagekeo yakni Ring of Mbay, Ring of Ebulobo, Ring of Kota Jogo-Kinde, Ring of Koto dan Ring of Lena.

Menurut Bupati Don Bosco, banyak kegiatan pelayanan masyarakat di wilayah Ring Of Lena yang tertunda selama dua tahun karena pandemi covid-19.

“Doakan pada tahun yg akan datang kita bisa alokasikan lagi untuk infrastruktur yg kurang di wilayah ini” ungkapnya.

Bupati berharap Kuasi Paroki St.Petrus  Martir Kotakeo bisa bergerak lebih cepat  menjadi sebuah paroki definitif karena, mendapat dukungan dari Peter Tadeus Grucha yang  punya optimisme Kuasi Paroki  dengan cakupan wilayah pelayanan  5 stasi.

“Saya harap Kuasi ini lebih cepat dari  Kuasi Wewoloe yang hampir 2 tahun  baru menjadi paroki definitif. Kuasi ini segera menjadi paroki jangan terlalu lama. Kotakeo sudah sangat siap untuk jadi sebuah paroki” ujarnya.

Kepada generasi muda, Bupati yang akrab disapa Dokter Don ini juga berharap agar sebisa mungkin kaum muda diberi peran,  diberi panggung serta berperan aktif dalam proses pembangunan di bidang apapun.

“Anak muda bisa diberi tugas dan tanggungjawab sebagai Ketua RT bisa rangkap jadi Ketua KUB juga OMK atau sebaliknya. Mencari calon pemimpin yang pantas untuk kita pentaskan.

Mereka harus diberi panggung. Kemampuan mereka untuk mengelola, mengasah kepekaan, bisa memimpin kita untuk bergerak jauh lebih cepat dari sekarang” ucapnya.

Turut hadir Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Ny.Eduarda Yayik Pawitra Gati, Camat Nangaroro Gaspar Taka, S.Pd bersama ibu, Romo Aster Lado, Pater Tadeus Grucha SVD, para suster, Fungsionaris Pastoral, Tokoh Umat,  Tokoh Masyarakat.( RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 55

n

Rayakan Natal Bersama di Susteran Alma, Bupati Don Bosco Berbagi Kasih dengan Penyandang Disabilitas

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama istri Ny. Yayik Parwita Gatih berkesempatan merayakan Natal dan Tahun Baru bersama anak-anak di Panti asuhan Bhakti Luhur milik susteran Alma di Boanio, Kecamatan Aesesa pada Sabtu 8 Januari 2022.

Natal bersama dihadiri puluhan penghuni panti asuhan Bhakti Luhur Boanio dan panti asuhan Bhakti Luhur Mundemi yang mayoritas merupakan anak yatim piatu dan para penyandang disabilitas beserta pembina.

Acara Natal bersama tersebut diawali dengan doa bersama, kemudian diisi dengan konser Natal dan drama oleh anak-anak Panti asuhan.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Nagekeo menyampaikan bahwa kehadiran pada acara atal bersama tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa cinta serta ingin berbagi kebahagiaan dan kegembiraan dengan anak anak berkebutuhan khusus dalam suasana yang berlangsung sederhana.

“Anak-anak yang saya cintai, pagi ini saya dan ibu memenuhi undangan suster merayakan natal bersama anak-anak. Hari ini kita sama-sama berbagi kegembiraan dalam suasana yang sederhana. Tuhan memberikan perhatian dan membawa  kabar gembira bagi orang-orang sederhana” ungapnya.

Bupati Don Bosco juga memberikan motivasi kepada anak-anak penyandang disabilitas agar senantiasa tetap berjuang dan tidak putus asa meski dalam keterbatasan kondisi fisik fisik maupun mental. Sebab, Bupati menyampaikan bahwa banyak kaum penyandang disabilitas yang bisa meraih prestasi dan dan sukses dalam hidup.

“Saya berharap anak-anak  terus mengembangkan diri apalagi saat ini dengan kemudahan teknologi, sekarang ini kita bisa belajar sendiri di biara dengan bantuan IT kita bisa belajar pengetahuan . Tidak perlu kejar ijazah tapi kejar pengetahuan dan keterampilan yang bisa kamu gunakan dalam hidup” pesan Bupati.

Lebih lanjut bupati Don Bosco menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan memberikan perhatian lebih terhadap dunia pendidikan khususnya  Pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, baik terhadap anak-anak penyandang disabilitas berprestasi maupun para guru dan pembina.

Di tempat yang sama Kepala Panti Asuhan Bhakti Luhur Boanio suster Any menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati bersama istri.

“Terima kasih Bapak Bupati bersama ibu yang sudah berkesempatan mengunjungi anak-anak berkebutuhan khusus. Kita sudah mendapatkan hadiah terindah dari surga lewat kelahiran Sang Juru Selamat, kita juga mendapatkan hadiah terindah dari dunia lewat kehadiran bapak Bupati yang kita cintai dan kita doakan semoga bapak Bupati selalu sehat dan tetap memperhatikan kita semua di Nagekeo ini” ungkap Suster Any. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2022 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 114

Statistik Sektoral Kabupaten Nagekeo 2021_page-0001

Satukan Data Informasi, Dinas Kominfo Nagekeo Luncurkan Buku Data Sektoral

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dalam upaya menyediakan data sektoral yang valid dan up to date sebagai dasar perencanaan pembangunan di Kabupaten Nagekeo, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nagekeo menyiapkan buku statistik pembangunan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Andreas Ndona Corsini melalui Kepala Bidang Statistik Maria Ferawati Natriks Lape Wawo menyampaikan bahwa, buku berjudul Statistik Sektoral Kabupaten Nagekeo Tahun 2021 tersebut, menyajikan data dan informasi sektoral yang dihimpun dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) termasuk juga data vertikal yang ada di Kabupaten Nagekeo.

“Data sektoral tersebut diolah dan dianalisis oleh Tim penyusun buku statistik sektoral dikonsultasikan ke BPS sebagai pembina data” jelas Verra Wawo di ruang kerjanya pada Kamis 6 Januari 2022.

Menurut Verra, buku tersebut bertujuan untuk mewujudkan satu data indonesia sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 39 tahun 2019.

Vera berharap data dan informasi yang disajikan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai perubahan yang terjadi di setiap sektor kehidupan, juga digunakan sebagai acuan untuk pembuatan kebijakan dan perencanaan pembangunan maupun evaluasi hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

Sebelumnya dalam apel perdana bersama ASN di lingkungan Pemkab Nagekeo, Bupati Johanes Don Bosco Do pada Senin 2 Januari 2022 lalu mengingatkan para ASN agar benar-benar menguasai data dan bekerja berbasiskan data.

“Siapa menguasai data, menguasai dunia. Kita menguasai data, kita kuasai detail dari perencanaan sampai evaluasi. Kita dapat kritik kerja tanpa data yang valid” ungkapnya.

Kerena itu Bupati berharap para ASN bisa memahami akan pentingnya data. Bupati meminta agar, ke depan setiap perangkat daerah bisa identifikasi data-data yang dibutuhkan dalam pekerjaan layanannya.

Sebab, kata Bupati Don Bosco, menurut laporan indeks pembangunan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Pemkab Nagekeo masih jauh dari performa baik.

Untuk diketahui, buku tersebut rencananya akan dicetak dan dibagikan ke setiap SKPD di lingkungan Pemkab Nagekeo. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui isi buku tersebut dapat mengakses melalui website resmi www.nagekeokab.go.id. (RSN/Sevrin)

 

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 26

Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Nagekeo di Atas 60 Persen (1)

Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Nagekeo di Atas 60 Persen

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Nagekeo telah mencapai 62,75 dosis dua 36,28 persen dari target 117.966.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo Emerentiana Wahyuningsih melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Maria Elfrida Teda Lado menyampaikan bahwa hingga Selasa 4 Januari 2022 secara komulatif vaksinasi dosis pertama mencapai 74.021 atau mencapai 62.75 persen.

Elfrida menjelaskan, data tersebut merupakan data yang dihimpun secara manual oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo sedangkan berdasarkan data yang sudah dirilis ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) capaian Vaksinasi dosis pertama untuk Kabupaten Nagekeo mencapai 57,84 persen dan dosis dua 35,48 persen sedangkan vaksinasi dosis tiga untuk tenaga medis mencapai 77,44 persen.

Untuk mencapai angka tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan melakukan percepatan vaksinasi di tingkat desa bekerjasama dengan semua pihak termasuk TNI-Polri.

Pencapaian itu kata Dia, menunjukan bahwa pemerintah kabupaten Nagekeo berkomitmen kuat meningkatkan vaksinasi kolaborasi dengan gelaran vaksinasi secara rutin setiap minggunya.

”Pelaksanaan vaksinasi dilakukan setiap Minggu dan di-update setiap hari Sabtu untuk 7 Kecamatan dan 9 Puskesmas. Harapan kami untuk masyarakat yang berumur 12 tahun ke atas silahkan mendatangi posko posko pelayanan di Kecamatan masing-masing karena setiap minggu ada pelayanan” ujar Elfrida di ruang kerjanya pada Rabu 5 Januari 2022.

Eflrida mengatakan stok Stok vaksin saat ini masih mencukupi dengan jumlah yang tersedia di gudang farmasi Dinas kesehatan yakni 9328 dosis vaksin Sinovac dan 3800 dosis Astrazaneca.

Meskipun capaian vaksinasi di Nagekeo cenderung meningkat pesat, namun bukan berarti proses vaksinasi tersebut tanpa kendala. Menurut Elfrida, kendala utama yang dihadapi ada pada kesadaran masyarakat terkait pentingnya pelaksanaan vaksinasi.

“Ada masyarakat di daerah tertentu yang animonya begitu tinggi dan ada juga yang masih sulit, ini yang butuh kerjasama lintas sektor mulai dari tingkat RT, desa sampai tingkat Kabupaten untuk bagaimana mensosialisasikan pentingnya vaksin” katanya.

Elfrida mengaku selama pelaksanaan vaksinasi, pihaknya belum menemukan dampak berat dari Vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Sejauh ini dampak daripada KIPI masih pada level ringan, tidak pernah ditemukan dampak KIPI berat, sebagain besarnya baik baik saja. Jadi sebenarnya yang mengatakan kalau setelan vaksin pingsan dan lain sebaginya itu tidak benar, selama ini tidak terjadi” pungkasnya.(**)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 20

Pesan Bupati Don Ke ASN: Kuasai Detail Data Dari Perencanaan Sampai Evaluasi

Pesan Bupati Don Ke ASN: Kuasai Detail Data Dari Perencanaan Sampai Evaluasi

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do memimpin upacara Apel Kekuatan perdana di tahun 2022 bertempat di halaman kantor Bupati Nagekeo pada Senin (03/01/2021).

Dalam Apel kali ini Bupati Don Bosco mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap Satuan Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Lingkungan Pemkab Nagekeo agar benar-benar menguasai data dan bekerja berbasiskan data.

“Siapa menguasai data, menguasai dunia. Kita menguasai data, kita kuasai detail dari perencanaan sampai evaluasi. Kita dapat kritik kerja tanpa data yang valid” ungkapnya.

Bupati Don Bosco menyampaikan bahwa Pemkab Nagekeo di akhir tahun 2021, untuk pertama kalinya merilis buku laporan data sektoral yang biasanya diterbitkan tahunan oleh BPS. Kerena itu Bupati berharap para ASN bisa memahami akan pentingnya data.

Dia meminta agar, ke depan setiap perangkat daerah bisa identifikasi data-data yang dibutuhkan dalam pekerjaan layanannya.

Sebab, kata Bupati Don Bosco, menurut laporan indeks pembangunan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik Pemkab Nagekeo masih jauh dari performa baik.

Untuk diketahui, dalam apel perdana awal tahun 2022 tersebut, lagu tema slogan  Nagekeo The Heart Of Flores pertama kali diperdengarkan.

“Tadi adalah The Theme Song. Kita sudah deklare “Nagekeo The  Heart of Flores.  Kita “wuku”(teriak) deklare. Kita beritahu kepada masyarakat Flores bahwa Nagekeo mendeklarasikan diri sebagai the heart of flores‘. Wikipedia juga sudah masuk” ungkap Don Bosco.

Terpantau hadir dalam Upacara Apel Perdana Awal Tahun 2022 ini, Wabup Nagekeo Marianus Waja, Staf Ahli Bupati Tarsisius Jogo, Sekda Nagekeo Lukas Mere, para asisten serta para pimpinan perangkat daerah.(RSN/ Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 23

Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa (2)

Diskoperindag dan UMKM Nagekeo Musnahkan Ratusan Barang Kadaluwarsa

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Nagekeo memusnahkan ratusan barang kadaluwarsa. Pemusnahan barang tidak layak konsumsi itu dilakukan di halaman kantor Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo pada Selasa (28/12/2021) disaksikan Sekda Nagekeo, Sat Pol PP dan Satreskrim Polres Nagekeo.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Nagekeo Maria Kristidlys Simporosa Djawaria mengungkap, pemusnahan bahan makanan dan minuman tak layak konsumsi (kedaluwarsa) bertujuan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan barang kadaluwarsa tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) tim terpadu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Sat Pol-PP, Kepolisian dan YKLI.

Diterangkannya, jenis barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) yang dimusnahkan meliputi kosmetik, makanan, minuman hingga obat-obatan yang didapat dari sejumlah toko dan usaha di seluruh Kabupaten Nagekeo.

Menurut Tyell Djawaria, pelaksanaan inspeksi mendadak idealnya dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali, akan tetapi akibat terkendala pandemi Covid-19, keterbatasan personil hingga anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan sidak di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru.

“Untuk kegiatan ini kita secara rutin melakukan sidak menjelang Natal dan Lebaran, kalau pengawasan lebih detail dan lebih cepat di titik nol, kalau dana memungkinkan sebaiknya dilaksanakan per triwulan” katanya.

Ia mengatakan, terhadap para pemilik usaha yang ditemukan barang tidak layak konsumsi tersebut diberi peringatan baik lisan maupun tulisan. Apabila masih ditemukan obyek yang sama di tempat usaha yang sama maka Dinas Koperindag akan mengambil langkah tegas mencabut izin usaha yang bersangkutan.

Mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Nagekeo ini merinci hasil inspeksi mendadak di sejumlah kios dan toko yang tersebar di setiap Kecamatan antara lain Kecamatan Boawae ditemukan 79 kios dan toko yang menjual barang kadaluwarsa.

Di Kecamatan Wolowae, kios dan toko yang dilakukan pengawasan sebanyak 29 usaha dan masih ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 15 usaha.

Kecamatan Keo Tengah, kios dan toko ditemukan barang kadaluwarsa sebanyak 23 usaha dari 60 usaha yang diawasi.

Kecamatan Mauponggo, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 92 usaha, ditemukan barang kadaluarsa sebanyak 43 usaha.

Lanjut Tyell Djawaria, di Kecamatan Aesesa Selatan ditemukan 4 usaha yang menjual barang kadaluwarsa dari 18 usaha yang diawasi. Sedangkan di Kecamatan Nangaroro, kios, toko, dan swalayan yang dilakukan pengawasan sebanyak 142 usaha. Kios, toko dan swalayan yang menjual barang kadaluarsa sebanyak 45 usaha.

Tyell Djawaria mengaku, berdasarkan data yang dihimpun Diskoperindag selama tiga tahun terakhir, tren barang kadaluwarsa di Kabupaten Nagekeo menurun dari tahun ke tahun.

“Dari data yang kami temukan ini, dapat kami sampaikan bahwa selama tiga tahun berjalan kegiatan pengawasan barang kadaluwarsa kian tahun kian menurun. Diharapkan ke depannya para pelaku usaha ini mampu mencapai titik nol dalam hal barang kadaluwarsa” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati membeli barang baik di kios, toko maupun swalayan agar terlebih dahulu memeriksa masa kadaluarsa yang tertera dalam kemasan.

“Diharapkan agar setiap konsumen, kalau membeli barang jangan serta merta langsung ambil barang dan bayar, tolong diperhatikan masa expired” pesannya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 40

Nagekeo The Heart of Flores

Perkuat Branding “Nagekeo The Heart of Flores” Dinas Pariwisata Siapkan Official Theme Song

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Setelah launching tagline “Nagekeo The Heart of Flores” sebagai branding daerahnya, kini Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata persiapkan Official Theme Song (lagu tema resmi), untuk memperkuat branding tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Eddy Due Woi menjelaskan, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata bekerjasama secara profesional dengan tim kreatif untuk merancang konsep dan membuat lagu yang diberi judul sama dengan tagline Kabupaten Nagekeo “The Heart of Flores”.

“Dengan mengedepankan musik dan nyanyi sebagai akar budaya masyarakat Nagekeo yang digunakan secara baik untuk kepentingan Pemasaran Pariwisata, artinya kita telah berupaya melindungi kekayaan bangsa ini.” kata Eddy Due di Mbay pada Rabu (28/12/2021).

Menurut Eddy Due, hal ini sejalan dengan slogan pariwisata Indonesia yakni Sustainable Tourism atau Pariwisata Berkelanjutan.

“Pariwisata sebagai sektor kolaborasi wajib menjaga kelestarian kearifan lokal daerah yang justru sebenarnya adalah daya kekuatan utama pariwisata daerah itu sendiri” ujarnya.

Eddy menyebut, project Official Theme Song akan digarap oleh beberapa musisi kawakan yang tergabung dalam satu tim kreatif, diantaranya Desy Natalia (Presenter RRI) sebagai konseptor, Luis Thomas Ire sebagai Pencipta dan Arrenger, dan Melky Sega sebagai IT Support.

“Lagu ini juga nanti akan melibatkan paduan suara dari Nagekeo yaitu DVD Choirs untuk memperindah harmonisasi lagu dan rencananya akan launching pada awal Januari 2022 nanti” tandasnya.

Pencipta lagu, Luis Ire menjelaskan bahwa lagu tersebut menceritakan tentang Nagekeo sebagai ‘surga’ yang terletak di jantung Pulau Flores dan berisi pesan To’o Jogho Waga Sama, dimana liriknya dibuat dalam 3 bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris, dengan musik aransemen bergenre Neo Tradisi.

Terpisah, Desy Natalia megatakan dirinya merekomendasikan Ivan Nestorman untuk menyanyikan lagu ini dan Luis Thomas Ire untuk menciptakan dan mengaransemen lagu ini kepada Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosko Do.

Adapun alasan yang melatari Dessy memilih Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire karena secara musikalitas dua nama ini sudah tidak diragukan lagi.

”Om Ivan dan Luis ini sudah sangat populer di NTT, sering sekali terlibat sebagai man behind the huge project yang dibuat di NTT, salah satunya Flores The Singing Island – program dari Kemeparekraf RI dan lain-lain” ungkap Dessy.

Menurut Desy, Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire merupakan local heroes di bidang musik NTT yang punya banyak jasa memajukan musik NTT di kancah nasional bahkan internasional.

“Sehingga, dengan melibatkan 2 musisi ini diharapkan lagu ini bisa benar-benar menjadi magnet untuk penikmat musik dan bisa ikut mempopulerkan branding “Nagekeo The Heart of Flores” di tingkat Nasional bahkan ke level Internasional” pungkasnya.(RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 157

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Bappelitbangda Nagekeo Gelar Diskusi Focus Group Discussion Data Sektoral

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Mbay, nagekeokab.go.id – Badan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan diskusi dengan tema Focus Group Discussion (FGD) Data Sektoral Kabupaten Nagekeo tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung di aula VIP kantor Bupati Nagekeo pada Selasa 28 Desember 2021 tersebut, Bapelitbangda bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pusat Statistik dan dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut kegiatan pembinaan data statistik sektoral melalui workshop pembinaan metadata statistik yang telah diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo.

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni utusan dari setiap Perangkat Daerah (PD) antara lain Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappelitbangda, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas PMDP3A, Dinas Kepemudaan dan Olah Raga, Sekretariat Daerah (Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Keuangan Daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan Daerah, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Para peserta Pelatihan Metadata Sektoral akan disuguhi beberapa materi antara lain materi tentang evaluasi kegiatan metadata statistik sektoral dan penyerahan piagam penghargaan kepada dinas yang telah menyelesaikan dokumen metadata statistik sektoral oleh Kepala BPS Kabupaten Nagekeo Abdul Azis.

Materi langkah dinas kominfo sebagai walidata dalam penyusunan buku statistik sektoral di tahun 2022  oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo Ndona Andreas Corsini dan materi tentang profil desa oleh Kepala Dinas BPMD dan P3A Sales Ujang Dekrasano.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengelolaan dan penyusunan data statistik sektoral ialah dijadikan rujukan pimpinan untuk mengambil keputusan dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah. (RSN/Sevrin)

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 45

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan (1)

Bupati Nagekeo Resmikan Pasar Mingguan Raja Selatan

Informasi Wilayah Kabupaten Nagekeo

Raja, nagekeokab.go.id – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, meresmikan beroperasinya Pasar Mingguan Raja Selatan, Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae Jumat (24/12).

Pasar mingguan yang diresmikan ini adalah pasar baru pindahan dari lokasi pasar lama di area pinggir jalan negara, Desa Raja Timur, sementara itu pasar lama tetap berfungsi sebagai pasar desa pada setiap hari Selasa, yang dikelola sendiri oleh desa. Sedangkan, Pasar Mingguan Raja Selatan rencananya dibuka setiap hari Jumad bersama pasar Mundemi, Keo Tengah.

Pasar ini dibangun sejak tahun 2018 dengan sumber biaya dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM dengan pagu anggaran senilai Rp 3,8 M.

Setelah 3 tahun, baru hari ini diresmikan karena terjadi penundaan lantaran masih berurusan dengan penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan.

Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Nagekeo Djawaria K.M. Simporosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa saat ini terdapat 8 unit los pasar. Ada 6 los pasar dengan masing-masing 16 lapak, sehingga total 96 lapak. Ada 2 los pasar dasar, tanpa lapak, yang diperuntukan bagi pedagang pakaian, sepatu, dan lain-lain.

“Saat ini, 96 lapak sudah dibagikan kepada warga desa tiga raja, yang akan berjualan di Pasar Raja Selatan” jelasnya.

Saat ini, kata Djawaria, ada sejumlah pedagang yang sudah mendaftar di antaranya pedagang sayur, buah dan sembako.

“Pedagang pakaian ada area sendiri. Juga pedagang komoditi disiapkan pelataran tersendiri. Warung makan ditempatkan di pinggir jalan depan pasar” terangnya.

Ia menjelaskan, khusus kendaraan, akan diatur di pelataran parkir sehingga barang-barang yang akan masuk ke area pasar dapat memanfaatkan gerobak dorong warga.

Dikatakannya, pengelola pasar sudah diserahkan Bupati Nagekeo dengan SK kepada para Camat, yang selanjutnya diatur bersama kepala desa, Bumdes dan Karang Taruna setempat.

Tiel Djawaria, juga melaporkan bahwa sejak berdiri 2018, penyelesaian biaya ganti rugi lahan baru dilakukan pada Desember 2020.

“Tahun 2021 bersama kepala Desa setempat, karang taruna kami melakukan penataan dan pembersihan lokasi sehingga siap diresmikan hari ini. Kami berharap bisa berjalan lancar. Minta bantuan kita promosikan bahwa Pasar Mingguan Raja Selatan sudah diresmikan oleh Bupati Nagekeo, dan silakan digunakan” ujarnya.

Lanjutnya, di Tahun 2022 pengelolaan pasar diserahkan kepada camat bersama para kepala desa masing-masing wilayah. Dinas Koperindag tetap melakukan monitoring dan evaluasi, agar potensi-potensi pasar untuk PAD tidak sampai tercecer.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutan sekaligus meresmikan penggunaan Pasar Mingguan Raja Selatan menyampaikan rasa syukurnya, karena masyarakat sudah lama menanti.

“Saya gembira, pada bulan Desember jelang Natal besok,  Pasar Raja Selatan ini lahir. “Hamil” sudah terlalu lama, 3 tahun” ungkapnya.

Bupati Dan Bosco berharap, pasar Mingguan Raja Selatan dapat dimanfaatkan untuk perdagangan  komoditi unggulan lokal masyarakat.

“Kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya adalah unggulan kira di tempat ini. Padukan dengan usaha peternakan,  penggemukan sapi. Kotorannya kita olah jadi pupuk untuk tanaman kita” pesan Don Bosco.

Hadir dalam acara peresmian ini, Camat Boawae Vitalis Ba’i, Kapolsek Boawae Aiptu Gerson Kadek, Kadis Pertanian Oliva Mogi, Kadis Peternakan  Klementina Dawo, Kadis PMD P3A Sales Ujang Dekresano, Plt Kadis Pariwisata Rustien Triatmi, Kabag Ekonomi Nikolaus Neka, pejabat Dinas Perhubungan Frumensius Siku, serta Penjabat Kades Raja Selatan, Yohanes Dhae Wea, serta para tokoh masyarakat setempat. (RSN/Sevrin).

Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo. All Right Reserved.

Hits: 76