Previous
Next

Pemerintahan

Dinas Pariwisata

Dinas Pariwisata

Dinas Peternakan

Dinas Peternakan

Provinsi Nusa Tenggara sebagai provinsi penghasil ternak yang cukup tinggi di Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu penyumbang komoditi ternak yang dikenal dengan kualitas dan kuantitas ternak sapi yang sudah memiliki pasar. Oleh karena itu Dinas Peternakan selalau berinovasi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas ternak dengan berbagai model dan proses yang berkelanjutan.

Dinas Pertanian

Dinas Pertanian

Pertanian dalam arti luas menempati prioritas utama Kabupaten Nagekeo karena secara komoditi pertanian adalah sebagai salah satu lumbung pangan Pulau Flores, dengan demikian sektor pertanian semakin menjadi perhatian utama khususnya dalam optimalisasi program kualitas dan kuantitas komoditi, pemanfaatan lahan pertanian, penggunaan teknologi tepat guna dan proses hulu hilir produk pertanian yang akan menyentuh manfaat langsung dan tidak langung bagi petani maupun masyarakat.

Dinas Koperindag

Dinas Koperindag

Dinas Pemuda dan Olahraga

Dinas Pemuda dan Olahraga

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten Nagekeo telah melaksanakan pemerintahan mandiri sejak tahun 2007 yang ditetapkan oleh UU No.2 tahun 2007 oleh Penjabat Mendagri Widodo A.S.  sejak saat itu Kabupaten Nagekeo dengan seluruh jajaran satuan kerja pemerintah daerah bersinergi membangun untuk kemajuan daerah dan masyarakat. Sehingga dalam kepemimpinan periode 2018 – 2023 yang dipimpin oleh Bupati John Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja mengedepankan aspek birokrasi yang bertangungjawab, madani, dan melayani masyarakat sesuai visi misi Bupati Nagekeo 2018-2023 yaitu mewujudkan masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat melalui sektor pertanian dan pariwisata.

Arti logo :
• Bentuk lambang
Bentuk lambang Kabupaten Nagekeo “ Perisai “ yang melambangkan kelima Sila
Pancasila sebagai Dasar Negara
• Warna dan isi lambang :
Warna yang dicantumkan pada Logo Daerah mempunyai makna:
1. Kuning adalah warna yang khas bagi masyarakat Nagekeo, melambangkan keagungan dan kebesaran.
2. Hitam adalah warna yang khas bagi masyarakat Nagekeo, melambangkan kekuatan
3. Merah melambangkan keberanian dan keteguhan dalam perjuangan
4. Putih melambangkan kesucian, ketulusan dan kejujuran
5. Biru melambangkan indahnya cita-cita masyarakat
6. Hijau melambangkan harapan yang merupakan latar belakang terbentuknya
Kabupetn Nagekeo
• Arti gambar lambang
Lambang Kabupaten Nagekeo berisi :
1. Perisai melambangkan kelima Sila Pancasila sebagai Dasar negara
2. Bintang sebagai simbol kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diyakini sebagai Penyelenggara Kehidupan bagi umat manusia
3. Peo sebagai simbol kultural sosial budaya Nagekeo yang khas karena dari Peo yang dilihat dan biasa ditanam di tengah kampung merupakan simbol persekutuan dan tata kehidupan masyarakat Nagekeo
4. Gunung adalah gunung berapi aktif yang melambangkan dinamika masyarakat Nagekeo dan mengandung arti menyimpan potensi kesuburan
5. Rantai melambangkan keeratan persatuan dan kesatuan
6. Persawahan melambangkan sumber mata pencaharian di Kabupaten Nagekeo yang pada umumnya adalah petani
7. padi dan kapas simbol kesejahteraan masyarakat Indonesia, Jumlah kapas delapan (8) kuntum melambangkan tanggal terbentuknya Kabupaten Nagekeo sedangkan jumlah padi dua belas (12) bulir melambangkan bulan terbentuknya Kabupaten Nagekeo
8. Angka 2006 sebagai angka tahun terbentuknya Kabupaten Nagekeo
9. Batu dasar Peo melambangkan tempat musyawarah mufakat yang biasa digunakan masyarakat Nagekeo dan
10. pita merah putih bertuliskan Kabupaten Nagekeo merupakan sebutan nama sebuah Daerah Otonom Kabupaten Nagekeo dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Penduduk Nagekeo

News

Siaran-pers

SIARAN PERS

Serentak di 13 Kota, 100 Pelari Tempuh 86 KM Demi Membangun Sarana Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Nagekeo, 31 Oktober 2020 – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Hari ini (31/10), 100 pelari mencapai garis finish setelah menempuh 86 kilo meter sejak Jumat (30/10) dini hari secara serentak di 13 kota yakni Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Nagekeo, Sorong, dan Brisbane, Australia. Di antara para pelari adalah: Natascha Oking & Kaka Slank, dan Adita Irawati.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT. Di Kabupaten Nagekeo, Bupati Johanes Don Bosco Do secara resmi melepas 20 pelari yang telah melewati rute Nagekeo-Bajawa. Kegiatan ini berlangsung sesuai protokol kesehatan.

Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih seringkali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.

“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek baik di ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, maka mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” tambah Dini.

Dini mengungkapkan melalui program Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia menargetkan untuk membangun akses air bersih setidaknya di 10 desa dampingan Plan Indonesia yang tersebar di Lembata, Flores, dan Timor Tengah Selatan. “Kami tidak bisa bergerak sendiri, sinergi dari berbagai pihak, pemerintah daerah, pihak swasta, dan tentunya masyarakat sangat diperlukan untuk membantu pemenuhan air bersih di NTT,” ungkap Dini.

Kementerian Perhubungan RI turut berkolaborasi dengan Plan Indonesia melalui aksi penggalangan dana virtual bertajuk ‘Donasi Insan Transportasi Untuk Akses Air Bersih Nusa Tenggara Timur’ pada Jumat (23/10). Lebih dari 1,5 milyar rupiah telah terkumpul dari acara ini beserta 100 buah sepeda yang telah diberikan kepada anak-anak di NTT pada Jumat (30/10).

Adita Irawati, Staf Khusus Menteri Perhubungan sekaligus pelari 86KM termotivasi untuk membantu masyarakat di NTT, khususnya anak perempuan melalui aktivitas positif yang Ia cintai yaitu berlari. “Anak perempuan Indonesia adalah generasi penerus bangsa, sama dan setara dengan anak laki-laki. Maka jagalah kesehatanmu, tingkatkan pendidikanmu dan jaga semangatmu, agar kalian menjadi manusia yang memiliki arti, punya kontribusi,” ujar Adita menyampaikan pesannya kepada anak-anak perempuan melalui Plan Indonesia.

Sementara, pasangan pelari Natascha Oking & Kaka Slank yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan, “Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olah raga dan mengumpukan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka,” ujar Natascha & Kaka.

Sebelumnya, sedikitnya 500 orang pelari dan pesepeda telah berkontribusi secara virtual serta aksi penggalangan dana melalui kitabisa.com, termasuk Richard Kyle (Aktor) dan Nugie (Musisi) serta beberapa komunitas antara lain: Women’s Cycling Community, Burn-Bukit Runners, X-Jimbarun, Run on Bali, Fakerunners Bali, dan masih banyak lagi.

Richard Kyle menuturkan alasannya mengikuti Jelajah Timur secara virtual, “Indonesia Timur punya begitu banyak potensi yang bisa dijadikan daya tarik untuk pariwisata Indonesia.  Sangat bisa berdampingan dengan Bali dan Jawa.  Terutama NTT, saya ingin mengangkat keindahannya, membagikan ceritanya melalui platform saya, sekaligus lebih mengenal dekat NTT.  Itu lah yang menjadi motivasi saya mengikuti Jelajah Timur,” tutur Richard.

Musisi Nugie pun tergerak berpartisipasi secara virtual dengan bersepeda agar anak perempuan di Indonesia memiliki kesempatan dan kegembiraan saat masa tumbuh kembang mereka yang setara dengan anak-anak di usia mereka. “Pemenuhan kebutuhan dasar akan akses air dan makanan serta keamanan untuk anak-anak perlu menjadi perhatian kita semua, Bagi saya, anak perempuan mewakili sang Ibu Pertiwi yang akan terus kubela dan kujaga,” tambah Nugie.

Jelajah Timur: Charity Run for Equality merupakan salah satu kampanye tahunan Plan Indonesia untuk mendukung pemenuhan sarana air bersih di NTT. Pada 2019, Plan Indonesia telah membangun sarana air bersih, sedikitnya di 2 desa di NTT dengan donasi terkumpul lebih dari target 300 juta rupiah.

Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT. Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari 2 miliar rupiah dari target 600 juta rupiah. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur. (*)

Pelantikan 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Bupati Nagekeo, hari ini melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, sesuai Kep Bup Nagekeo Nomor : 821.12/ bk-diklat /n/1181/12/2020 ttg pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

10 Pejabat terlantik yakni :

1. Bernard Dinus Fansiena, MT, Kadis PUPR
2. Dra. Djawaria KM. Simporosa, Kadis Koperindag
3. Ir. Renata Fernandez, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah
(1-3) Pengukuhan jabatan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Muhayan Amir, Kasat Pol PP dan Kebakaran
5. Ir. Klementian Dawo, Kadis Peternakan
6. Oliva Monika Mogi, SP, Kadis Pertanian
7. Agustinus Pone, SH Kepala Pelaksana BPBD
8. Efraim Ch. Muga, Kadishub
9. Maria Adriana Seke Wea, Kadis Penanaman Modal dan PTSP
10. Sales Ujang Dekresano, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

RD Eligius Nong PR (saksi rohani Katolik), dan
H. Hamdan Karaeng (saksi rohani Islam)

Agustinus Fernandez SE dan Drs. Thomas Aquinas Koba (saksi awam)

Berikut cuplikan Sambutan Bupati Don pada giat pelantikan ini :

“Seleksi terbuka dari pelamar yg terbatas. Tdk ada pelamar dari luar.

Pilihan saya berikan kepada Saudara berdasarkan penilaian formal dari assesor dan pengamatan saya sbg Bupati selama 2 tahun ini.

Saya harap Saudara/i menguasai betul tupoksinya. Perhatikan arahan bupati kepala daerah. Tugas2 eksekutif dikuasai dg baik. Jadilah orang yang pertama dan utama dalam mempertanggungjawabkan seluruh tata kelola daerah ini di unit kerja maaing-masing. Jgn biarkan anak buah hrs bertanggung jawab sendiri.

Ibu bapak yang terlantik adalah pengguna anggaran. Olehbkarena itu, bekerjalah dg teliti dan sungguh2. Sehingga, apapun yg dilakukan akhirnya bisa dipertanggungjawabkan.

Selesai pelantikan, masing2 menghadap saya utk dapat arahan khusus dari saya di depan sekda dan asisten…”

Julukan Nagekeo Kabupaten Seribu Bukit sangat tepat, lokasi untuk menyaksikan salah satu lansekap perbukitan adalah di Rest Area Tutubhada, yang hari ini telah dilangsungkan serah terima property dekoratif spot foto yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo.
Rupa bentuk seni nan berkelas spot foto ini berbentuk ‘Bere’ dan ‘Bola Oka’ dalam istilah lokal adalah salah satu kearifan budaya
berupa tas adat untuk pria dan wanita, sebagai bagian dari rutinitas harian masyarakat Nagekeo.

Pertimbangan lokasi yang mengutamakan aspek fungsi untuk menikmati keindahan panorama yang membentang dari
kecamatan Aesesa selatan, kota Mbay hingga cakrawala pantai utara memastikan pengguna jalan akan singgah untuk
menikmatinya karena terlalu indah untuk dilewatkan. Spot Foto Bere Nagekeo ini letaknya berdampingan dengan Kampung Adat
Tutubhada sebagai salah satu warisan budaya Nusantara yang masih terawat dengan baik dan lengkap mulai dari seni
arsitektural, aktvitas penduduk dan ritus-ritus adat yang masih dilaksanakan hingga saat ini.

Rest Area Tutubhada

Julukan Nagekeo Kabupaten Seribu Bukit sangat tepat, lokasi untuk menyaksikan salah satu lansekap perbukitan adalah di Rest
Area Tutubhada, yang hari ini telah dilangsungkan serah terima property dekoratif spot foto yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo. Rupa bentuk seni nan berkelas spot foto ini berbentuk ‘Bere’ dan ‘Bola Oka’ dalam istilah lokal adalah salah satu kearifan budaya berupa tas adat untuk pria dan wanita, sebagai bagian dari rutinitas harian masyarakat Nagekeo.

Pertimbangan lokasi yang mengutamakan aspek fungsi untuk menikmati keindahan panorama yang membentang dari
kecamatan Aesesa selatan, kota Mbay hingga cakrawala pantai utara memastikan pengguna jalan akan singgah untuk
menikmatinya karena terlalu indah untuk dilewatkan. Spot Foto Bere Nagekeo ini letaknya berdampingan dengan Kampung Adat
Tutubhada sebagai salah satu warisan budaya Nusantara yang masih terawat dengan baik dan lengkap mulai dari seni
arsitektural, aktvitas penduduk dan ritus-ritus adat yang masih dilaksanakan hingga saat ini.

Wakil Bupati Nagekeo di Desa Oda Ute

Odaute, Nangaroro Hari ini (Minggu, 27/12)

Wabup Nagekeo, Marianus Waja, hari ini melakukan kunjungan kerja ke Desa Odaute, Kec. Nangaroro.
Giat memang dijadualkan tepat pukul 10.00. Namun, Wabup Marianus lebih awal keluar dari Mbay dan sempat ibadah bersama umat di Kapela St. Benediktus Wodomia, desa Odaute pada jam 08.00.

Kunjungan ini sekaligus dalam rangka Serah Terima Hasil Pekerjaan Sanitasi Perdesaan Padat Karya 2020, yang tersebar di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Nagekeo dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 3,5 Miliard.

Pekerjaan Sanitasi ini bersumber dari dana APBN melalui Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR RI . Infrastruktur yang dibangun berupa jamban dan tangki septik individual standar nasional.

Sebelum giat dimulai, Wabup berkesempatan meninjau lokasi titik mata air Kolanganda sekitar 2 km dari kantor desa Odaute.

Penjabat kepala desa Odaute, Marselinus Minggu, saat itu berhalangan hadir. Rombongan Wabup diterima oleh Sekdes dan Ketua BPD, ibu Margareta Misa.

Kegiatan serah terima berlangsung di Balai Pertemuan Desa Odaute.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Nagekeo Drs. Lukas Mere, Kadis PUPR, Bernard Dinus Fansiena, Kepala BLUDSpam, Robertus Rena, Sekretaris PMDP3A, Raimundus Koo, pejabat Bapelitbang, Tim Teknis, 10 orang Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Teknik dan Pemberdayaan, Faskab Program Sanitasi, Severinus Hendrikus Gogi, ST, para kepala desa, Ketua KSM, serta para penerima manfaat,
Juga hadir, Ibu Wabup Nagekeo, Ny. F.C.A Yanu Astuti dan Camat Nangaroro, Gaspar Taka.

Satker program, hadir ibu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang hari itu terbang langsung dari Kupang bersama 1 staf lainnya.

10 desa lokus stunting penerima program yakni :
Tonggurambang, Tedamude, Labolewa, Renduwawo, Rendututubhada, Rendubutowe, Tendatoto, Pagomogo, Odaute, Alorawe.

Diawali dengan laporan pelaksana program disampaikan oleh Faskab Program Sanitasi, Severinus Hendrikus Gogi, ST.

“Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja melalui padat karya gotong royong; juga membangkitkan nilai sosial ekonomi serta meningkatkan akses sanitasi…” Demikian cuplikan laporan Faskab.

Sekdes Odaute, didaulat memberikan sambutan, mewakili 10 desa penerima program. Berikut cuplikan sambutannya.

“Terima kasih, hari ini kami mendapat 10 program sebagai kado Natal dan Tahun Baru.
Izinkan saya berbicara mewakili 10 desa.

Kami bersyukur dan berterima kasih, karena dg adanya prog ini, sedikitnya kami sudah merasakan begitu adanya perhatian pemerintah utk kami yg selama ini kami rindukan. Dengan adanya sanitasi perdesaan ini, kami sedikit mengalami kemajuan dan perkembangan.

“Kepada tamu-tamu saya, izinkan saya menjelaskan tentang Odaute.

Secara umum Odaute baru mekar 2011.
Odaute mulai di pintu masuk, jalan masih berlumpur. Setelah sekian lama tahun, dalam waktu dekat kami akan nikmati listrik.

Kami juga afalah fokus lokasi stunting Nagekeo. Kami masih konsumsi air lembah yang sangat kotor. Saat hujan syukur ada PAH (penampung air hujan). Pada musim panas kami beli air tangki dari Mbay dengan harga Rp 800 ribu-an…

“Kami siap menjaga dan merawat fasilitas ini seumur hidup. Kami ada 102 kk. Rumah belum layak ada 34. Kakus layak 70, lagi 32 yang belum layak (model cemplung). Ini tugas kita bersama agar Odaute bisa keluar dari stunting…” Ujar Sekdes.

Kesempatan selanjutnya diberikan kepada PPK Satker Provinsi. Berikut sambutannya.

“Saya baru kunjung 4 desa, dan ini kali kedua saya datangi Nagekeo. Total ada 180 desa penerima program di NTT. Mohon maaf dari satker, pak Wayan dan Kepala Balai tidak sempat hadir. Apalagi ini masih dalam masa liburan.

Terima kasih kepada Pemda Nagekeo. Selama 9 bulan bekerja, kami tidak sendirian.

Pesan kami, tolong sanitasi ini dipakai, dijaga untuk dimanfaatkan. Bukan jadi pajangan. Tidak mau kami bangun untuk monumen Cipta Karya. Dari 10 desa ini, total ada 217 unit fasilitas sanitasi.

Mohon digunakan secara baik. Jangan jadi batu sandungan untuk penerima yang akan datang. Jangan sampai terkesan desa-desa tidak butuh kamar mandi / WC nya.

“Secara nasional, penerima program ada 817 desa. NTT, kebagian 180 desa dengan total dana Rp 63 M. Sudah selesai 120 desa. Masih 60 desa. Masih harus kerja keras. Upah kita tidak ada di dunia tapi tercatat di sorga…” Ujarnya

Saya mohon pamit bersama Faskab dan 10 TFL saya. Tahun ini masih ada dana cantolan. Mudah-mudahan bisa masuk lagi. Memang ada beberapa kabupaten yang mengundurkan diri.

Ada banyak kebutuhan di masyarakat. Kami perlu didukung dengan surat pernyataan minat, juga proposal dari Pemda. Ada rupa-rupa program, seperti Pisew, Pamsimas, dll. Ini adalah PR kami, program Pamsimas wajib masuk.
Jalan rabat ke desa bisa diusulkan melalui dana Pisew.

Dalam bekerja, kami tidak ingin ambil tukang dari desa lain. Namun sering kali, kalau kita kerja kita punya, selesainya lama sekali. Tapi kalau orang lain kerja kita punya, biasanya cepat sekali selesai.

KSM (kelompok swadaya masyarakat) tidak digaji. Kami utamakan kualitas darpada kuantitas. Benar-benar kedap. Kami berharap, Pemda bisa sharing dana dan lahan utk instalasi pengolahan lumpur tinja.

Terima kasih saya disambut dengan baik, malah dapat pengalungan selendang dan tas anyaman (ipe oka)…” Ujar Ibu PPK.

Selanjutnya, Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, memberikan sambutan.
Berikut cuplikannya.

“Desa Odaute, masuk kelompok lokus stunting, jadi pertanyaan besar. Wilayah Nagekeo masih banyak desa dengan stunting tinggi.

Isu utama kita saat ini adalah lingkungan hidup, SDM, dan Layanan Publik.
Hari ini bangun SDM. Hubungan apa sanitasi desa dengan SDM ini?

Kalau BAB (buang air besar) kita sembarangan berdampak banyak penyakit. Apalagi untuk anak-anak kita yg masih bayi. Anak2 tumbuh tidak sehat, bahkan gagal tumbuh. Otaknya tidak cerdas, pikiran tidak lurus.

WhatsApp Image 2020-12-11 at 11.24.11
WhatsApp Image 2020-12-11 at 11.24.33
51.-Keo-Tengah-Kampung-Wajo-STATS-400x400-2-scaled.jpg
46.-Aesesa-Selatan-Boamara-STATS-400x400-2-scaled.jpg
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Pengumuman

Halaman informasi tentang pemberitahuan terkait dengan kegiatan protokoler pemerintah daerah yang telah dilaksanakan sebagai materi publisitas yang bebas diakses.

Pariwisata

Pariwisata

Prioritas utama pembangunan pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam RPJMD 2018-2023 dengan menempatkan sektor
pariwisata sebagai penggerak sektor lain dari pengembangan daerah. Konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan
menjadi fokus yang mengedepankan dampak positif dalam aspek Ekonomi, Masyarakat dan lingkungan. Wilayah
administrasi dari desa hingga kecamatan masing-masing mempunyai potensi pengembangan pariwisata berbasis
kawasan yang terarah dan terukur dalam pola pengembangan dengan elaborasi lintas sektor. Trilogi Potensi Pariwisata
yaitu Manusia, Alam dan Budaya menjadi nilai-nilai utama yang akan diakselerasi bersama setiap aspeknya untuk dapat
diolah berdasarkan keragaman dan keterkaitan hubungan geografis, historis dan etintas budaya sehingga pembangunan
dan pengembangan pariwisata yang bertanggungjawab akan konsisten dilaksanakan secara bertahap.

Kalender Kabupaten

Kegiatan pemerintah kabupaten yang telah disusun dan menjadi jadwal kegiatan sesuai tema, waktu pelaksanaan, lokasi pelaksanaan dan hal-hal terkait lainnya untuk dapat diketahui oleh khalayak umum.

Peresmian Nagekeo

HARI JADI KABUPATEN
8 DESEMBER

Kegiatan hari jadi Kabupaten yang ke 14, yang ditandai dengan upacara Bendera di area Civic Centre oleh Bupati dan segenap jajaran pemerintah daerah.

View More

Perayaan Natal dan Tahun Baru

Natal & Tahun Baru

Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo mengucapkan Salam Damai Natal 25 Desember 2020 & Bahagia Tahun Baru 2021. “Teruslah Bekerja Merawat Alam dan Budaya Demi Nagekeo yang Maju”.

View More

Contact Us

Komplek Civic Centre

Jl. Soekarno Hatta 1

Mbay Nagekeo

Nagekeokab@gmail.com
0821 457 69926

Hits: 479

Translate »