Kunjungan Kerja

KUNJUNGAN KERJA BUPATI NAGEKEO DI KECAMATAN KEO TENGAH Jumad, 30 April 2021.

Ikut dalam giat kunjungan kerja ini Kadis Pertanian Oliva Mogi, Kabid SDA pada Dinas PUPR Primus Nuwa, Camat Keo Tengah Hildegardis Mutakasi
Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Pappy Abraham Hensontian.

KUNJUNGAN PERTAMA, di Kampung Mauara Desa Witurombaua.
Bupati berkesempatan meninjau lokasi kebun sayur dan melakukan penanaman anakan cabai yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama Mauara.

Bupati dan Ibu Ketua PKK Kabupaten tiba di lokasi tepat pukul 09.00 wita. Di lokasi sudah hadir Camat Keo Tengah, Kepala Desa Witurombaua, Ketua dan Anggota Kelompok Maju Bersama serta masyarakat kampung Mauara yang sedari pagi menanti kedatangan Bupati Nagekeo dan Ibu bersama rombongan.

Selesai menanam dilanjutkan dengan dialog singkat.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama Mauara Frudentiana Kunda menyampaikan laporan singkat tentang kelompok ini.

“Jumlah kelompok diawal terbentuknya ada 20 orang meninggal satu tersisa 19 orang. Kegiatan awal kami kecil kecilan saja.Tahun 2019 hasilnya lumayan dan ketua kelompok sampai ikut apel di Kabupaten. Kegiatan kami selain menanam sayuran, pembuatan pakan ternak, juga pembuatan pupuk bokasi yang juga digunakan pada tanaman sayuran ini, organik murni.
Kegiatan rutin ada rapat bulanan dan kegiatan simpan pinjam dengan modal awal kami ada uang pangkal, iuran, KAS dan hasil pegolahan minyak murni.

Untuk hasil kebun di Tahun 2019 itu menurut kami luar biasa, tahun 2020 tersendat karena efek covid 19 sedikit menurun.,ujar mama Frudentiana.

Terhadap hal ini, Bupati Don menyarankan untuk bentuk koperasi.
“Sudah saatnya bentuk koperasi. Nanti dengan Dinas Koperindag UMKM. Koperasi sekarang gampang, 7 orang saja sudah bisa bentuk koperasi”.

Kapitalisme orang-orang bermodal yang punya pabrik itu selama ini merampas proses produksi dari nenek, mama, tanta kita.

Sebagai contohnya menurut Bupati Don, penggunaan polybag untuk level keluarga yang digunakan untuk bibit kecil tidak harus menggunakan bahan plastik.
Bisa siapkan anyaman dari daun kelapa, daun pisang atau mba’o diisi tanah dan ditanami lombok, terung, sayur. Ketika sudah besar dan pakai media tanam yang luas kita bisa anyam pakai wunu nio, kodi, mba’o bisa kita pakai. Ketika dia hancur bisa jadikan pupuk.
Tetapi kalau menggunakan bahan plastik jika robek ya dibuang. Susah terurai dengan alam dan jadi sampah yang berbahaya bagi lingkungan.
Saatnya kita “ngana su wado”.

Kepada Kepala Desa Wituromabaua, Bupati Don minta agar siapkan bibit bersama dan dibagi setiap rumah.

“Kepala Desa bisa intervensi dengan ADD duit dari kabupaten kalau Dana Desa (DD) dari kementrian.
Hanya nomenklatur di ADD bukan pengadaan polybag tetapi pembuatan media tanam dan wadahnya.
Deskripsi tulisannya harus jelas, sehingga duitnya nanti sebagai upah kerja bagi ibu ibu yang menghasilkan wadah tadi”.

Sehingga dengan demikian kita merampas kembali proses produksi yang dulu ada pada kita yang diambil oleh kaum kapitalis, oleh pabrik dan saatnya kita ambil kembali itu pada level keluarga dan level indivudu. Kita menggunakan bahan lokal yang akrab dengan kita dan tidak membahayakan lingkungan.

***
Prot&Kompim
(Merry/Tim Humas NK)

Mencuci tangan setelah kegiatan penanaman
Bersama ketua kelompok KWT Maju Bersama

KUNJUNGAN KEDUA

Bupati Nagekeo dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten bersama rombongan bergerak menuju lokasi kedua yakni penanaman anakan cengkeh di Desa Udiworowatu.

Setiba dilokasi penanaman, Bupati Don dan Ibu beserta rombongan langsung melakukan penanaman pada tempat yang telah disiapkan.

Selesai penanaman langsung berjalan kaki menuju lokasi pengolahan/produksi VCO masih di Desa Udiworowatu.

Di dalamnya terdapat beberapa peralatan produksi VCO yang belum pernah digunakan.

” Ini sudah lama tidak dipakai?? Tanya Bupati Don sambil menujuk beberapa unit peralatan yang tampaknya masih rapih terbungkus plastik.

” iya pak bupati. Ini bantuan tahun 2014. Belum dipakai karena cara pengoperasian belum tahu…ujar Penjabat Kepala Desa Udiworowatu.

Terkait hal ini, menurut Camat Hilda bantuan tersebut merupakan Bantuan Langsung Masyarakat dari Kementerian Desa.

Lebih lanjut Bupati Don katakan ini sebagai PR.
” Ibu camat ini PR untuk kita.
Kita berhubungan dengan pihak yang mengadakan dulu sehingga bisa tahu. Kita butuh pelatihan untuk mengoperasikan ini”.

Tentang keluhan warga terkait label minyak kelapa VCO yang mudah ditiru dan dijual kembali dengan label orang lain, Bupati Don katakan bahwa bukan soal label saja.
“Kita harus menjaga diri kita membuat jalur VCO. Harus pastikan yang dikirim ke Jopu dan yang diterima itu barang dari sini dengan daftar yang jelas sertakan foto dan video.
Kita harus jaga mulai dari penangkar, distribusi panen, pengolahan hasil panen serta pengangkutan harus rapih kalau tidak orang bisa bikin jelek nama kita dijalan dengan cara cara seperti yang disebutkan.

Perkerjaan kita sekarang di perubahan anggaran pastikan ini jalan.
Supaya barang yang ada dapat digunakan kembali. Kita adakan pelatihan. Koordinasikan dengan dinas di kabupaten. Saya pantau nanti.

Mengakhiri kunjungannya di tempat ini Bupati dan Ibu membeli hasil produksi VCO untuk dibawa pulang.

Selanjutnya menuju kampung Worowatu dengan agenda penyerahan bantuan kursi roda dorong kepada penyandang disabilitas.

Bupati Don bertemu dan menyapa langsung Mama Yuliana yang telah menanti kedatangannya.
” Mama selamat siang, sambil berjabatan tangan.

Mama Yuliana mulai saat ini sudah bisa pakai kursi roda ini dan bisa menikmati udara segar di luar rumah juga bisa berjemur di pagi hari”.

Dengan dibantu keluarga mama Yuliana pun bisa duduk dikursi roda dan di angkat keluar rumah ( rumah panggung) untuk coba berjalan menggunakan kursi roda disaksikan oleh suami dan anaknya.

Setelah penyerahan kursi roda bupati kembali menuju panggung utama di Balai Posyandu Dusun II.
Masyarakat sudah menanti dan berkesempatan berdialog bersama Bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati Don sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Beberapa minggu lalu saya mengunjungi BPP Irru Ety. Saya minta BPP menjadi tempat pembelajaran bagi petani. Jadi jangan lagi tanam disekitar kintal ubi kayu, kelapa, pisang.

Yang perlu diberi inovasi lagi adalah mendapatkan komoditi yang bernilai ekonomi tinggi yang bisa hidup di lahan sempit.
Saya minta para PPL bisa jeli melihat mana yang sesuai dan bisa diterapkan dengan iklim di Keo Tengah.
Salah satunya coba pikirkan tentang budidaya lada, merica. Coba kita lihat ini dan kalau tumbuh bagus berarti kita perlu ada tanaman komoditi baru diluar coklat ..kita coba melihat lagi komoditi baru yang bernilai ekonomi tinggi yang mampu mendukung ekonomi keluarga kita.

Perlu dihidupkan kembali pabrik pembuatan sabun.
“sebelum jalan raya ini ada sudah ada pabrik sabun. Sekarang bisa dihidupkan kembali bisa gunakan bahan baku yang sama dengan aromatik yang beragam.

Generasi milenial dengan kemudahan informasi media yang diperoleh dari kemajuan teknologi komunikasi inrformasi mereka bisa belajar cepat.
Tugas kita menyiapkan anak kedepan mampu belajar cepat beradaptasi menggunakan semua media yang ada.

Saya senang hari ini bisa bertemu dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mulai memperkenalkan nutrisi keluarga dari Program Kintal Rumah Pangan Lestari.
“Kintal rumah kita jangan dibiarkan kosong.Kalau ada rumput ya..digunakan untuk piara ternak.

Kepada kaum milenial diharapkan bisa dilatih keterampilannya dengan menggunakan bahan lokal, ngana sulu( menganyam). Kita menggunakan bahan lokal yang akrab dengan kita dan tidak membahayakan lingkungan.

Pada prinsipnya saya datang keliling sekarang ini untuk melihat potensi- potensi kita, kemampuan – kemampuan kita yang hampir hilang.
Saya hidupkan kembali.

Hal ini untuk memperkuat ketergantungan kita. Perkembangan di luar seperti yang kita lihat sekarang ini, barang pabrik yang dijajakan di kios- kios.
Uang yang sudah kita cari setengah mati kita habiskan untuk barang remeh temeh yang kita bisa hasilkan sendiri.

***
Prot&Kompim
(Merry/Tim Humas NK)

Bupati Don Melakukan Penanaman Anakan Cengkeh
Dalam Ruangan Produksi VCO
Mesin VCO
Bupati Don bertemu dan menyapa langsung Mama Yuliana
KUNJUNGAN KERJA BUPATI NAGEKEO JOHANES DON BOSCO DO DIWILAYAH KECAMATAN KEO TENGAH - KAMIS, 27 MEI 2021

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melakukan kunjungan kerjanya di Wilayah Kecamatan Keo Tengah, Kamis, 27 Mei 2021.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kadis Pertanian Oliva Monika Mogi, Kadis Peternakan Klementina Dawo, Kadis Perikanan Elias Tae , Kadis PUPR Bernard Dinus Fansiena, Camat Keo Tengah Hildagardis M.Kasi bersama jajarannya, Kabid Usaha Kecil Menengah pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Silvester Kagoa, Kabid Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Pappy Abraham Hensontian.

Kunjungan di Desa Wajo

Bapak Sipri Saju Ketua LPA, saat berdialog dengan Bupati Don menyampaikan beberapa hal memohon perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo antara lain:
Pelebaran jalan jalur Pauijo-Wajo,
Penataan kampung adat Wajo
Listrik tenaga Surya.
Sambungan air minum dan perumahan.

Terkait beberapa hal yang merupakan keluhan tersebut ditanggapi oleh Bupati Don sebagai berikut:

Pertama, Penataan kampung adat ini
Sebetulnya saya sudah berusaha melalui BOP Labuan Bajo sudah mendatangkan arsitek bangunan tradisional di Indonesia, sudah punya nama dan untuk di Flores ini beliau sudah punya karya membantu pembangunan Wae Rebo, di sana bangun rumah lama sampai dengan penyelesaianya dan dibukukan. Pak Yorianta meminta saya kampung-kampung adat di Nagekeo mana yang dalam perencanaan pemugaran rumah adat.

Kedua terkait pelebaran jalan
Kepada anak muda, mosa nua laki Ola jaga clear and clean maksudnya anak muda yang punya kebun dikiri kanan jalan itu jangan reseh kalau mau dilebarkan, supaya waktu ini efektif jangan ada yang palang lagi.
Kalau yang pele pele jalan dia pu calon kau jangan pilih ini sudah jelas orang dengan usara salah. Saya langsung omong ini. Sudah jelas calon yang usara nya salah itu langsung dia gugur.
Orang kalau tidak memberi, tidak berkorban jangan pernah dipilih dia jadi pemimpin, itu kita hilang waktu 6 tahun memang.Kita kasih kepercayaan di tangan orang yang salah.

Jadi ini ujian berat saat kita melebarkan jalan. Butuh semua dukung, sehingga gusur dari sana ke sini bisa selesai dengan baik. Tahun ini atau tahun depan sudah bisa dianggarkan rabatnya melalui dana desa.

Ketiga, masalah lampu listrik
Pakai lampu sekarang yang pakai colok. Kalau dulu kita pakai lampu gas sekarang kita pakai lampu yang pakai cara trus dipakai.
Saran saya adalah ketika ada acara bisa pakai lampu itu, tapi kalau mau terang setiap malam, ada 6 kepala suku 6 rumah tiap malam, gantian.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis Jumad Sabtu bagi kepada 6 kepala suku dan Minggu malam ke 7 jadi tanggungan anak muda. Anak muda harus bisa, supaya bapak bapak tua bisa merasa ada harapan kalau anak muda mengambil alih langsung tanggung jawab itu.
Sehingga malam tetap terang pakai lampu yang bisa dicas.
“Kombe terang mo ata ma’e naka tama ewo”.

Satu lagi air minum
Air ini tantangan juga.Tantangan buat penjabat kepala desa, buat 6 kepala suku ni kalau tidak bisa urus ulu Eko ni lebih baik bubar saja bapak, untuk apa jadi pemimpin kalau tidak bisa urus orang. Iya to..
Jadi melalui dana desa itu bisa dianggarkan. Menyiapkan meteran.Tiap rumah beli dari desa, sehingga uang yang masuk bisa beli lagi dan dusun dusun lain bisa dapat. Bisa dimulai dari sini. Yang urus pasang langsung hitung ke desa bayar meteran..

Agenda kunjungan kerja Bupti Don di Desa Wajo, melakukan peletakan batu rumah bantuan atas nama Bapak Benediktus Aja di Kampung Wajo, Menyerahkan bantuan kepada 7 orang penyandang disabilitas berupa 2 alat pendengar dan 5 tongkat penyangga, juga meninjau SDK Mabha Mbawa.

Bupati Don pada kunjungan kerjanya di Kecamatan Keo Tengah berkesempatan mengunjungi 4 Desa yakni, Desa Wajo, Wajo Timur, Pautola dan Ladolima. Dalam setiap kunjungan kerja nya Bupati Don melakukan berbagai agenda antara lain, mengunjungi Kelompok Wanita Tani, kelompok usaha masyarakat, Dasawisma, Karang Taruna, Penyerahan bantuan kepada penyandang Disabilitas dan peletakan batu pertama rumah layak huni( rumah bantuan pemerintah) dan lainnya.

**
Protokol dan Kompim
(Merry /Tim Humas NGK)

Bersama Ibu-Ibu
Bupati Don Menyerahkan Alat Pendengar Kepada mama Sofia Ena
Bupati Don Menyerahkan Tongkat Penyangga Kepada Bapak Yohanes Kewa
Berdialog Dengan Masyarakat

Komplek Civic Centre

Jl. Soekarno Hatta 1

Mbay Nagekeo

Contact Us

nagekeokab@gmail.com
0812 3456 7890