pemkab nagekeo

WISATA ALAM

Wisata alam air terjun Ngabatata yang berada di Desa Rendu Butowe Kecamatan Aesesa Selatan menyimpan pesona dan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Air terjun ini di bawahnya terdapat telaga tempat bermuaranya sungai dengan pemandangan atas bukit yang masih hijau, dengan ketinggian ±82 meter. Yang paling menarik, air terjun ini berada di daerah yang gersang sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melakukan kegiatan wisata seperti pemandian, climbing, dan  perkemahan. Jarak menuju lokasi ± 20 km dari kota Mbay dengan daya tempuh ± 1 Jam menggunakan kendaran roda dua maupun roda empat.

Segarnya udara dan pesona air terjun Dhoa Tege menyambut kedatangan pengunjung. Sejenak siapa pun bakal terdiam menghirup udara dalam-dalam, dan nikmat segar-bersihnya udara terasa nyaman di dada. Di depan mata terpampang nyata air terjun kembar dengan ketinggian ± 50 meter yang berasal bukan dari aliran sungai melainkan langsung dari sumber mata air. Air terjun ini terletak di Desa Mulakoli – Kecamatan Boawae, berkisar ± 5 km jaraknya dari pusat kota Kecamatan dengan waktu tempuh 30 menit.

Sumber mata air panas alamiah, mengalir membentuk kolam di tengah hutan bakau, berdekatan dengan pantai; merupakan mata air yang sangat baik untuk dipakai berendam karena sumber air panasnya bervariasi dari yang panas hingga yang hangat. Masyarakat setempat mempercayai bahwa air panas tersebut dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti kudis, TBC, stroke dan lumpuh. Terletak di Desa Marapokot – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 12 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 10 menit.

Air panas Nangadhero berdekatan dengan pantai Nangadhero ± 30 meter. Tersedia juga ruang terbuka baik untuk wisata alam maupun wisata edukasi. Selain itu ada kolam tambak ikan milik warga yang berada di sekitar lokasi yang membentang di sepanjang jalan. Keunikan Air panas yang ada di lokasi ini, masyarakat setempat meyakini bahwa air panas tersebut dapat dijadikan terapi untuk menyembuhkan penyakit strok. Terletak di Desa Nangadhero – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 15 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 15 menit.

Sumber air panas di tengah hutan bakau juga berdekatan dengan pantai; sangat baik untuk berendam. Yang unik dari air panas ini adalah rasanya yang hangat dan bisa dipakai berendam untuk semua kalangan usia. Terletak di Desa Tonggurambang – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 10 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 10 menit.

Muara Gheru Moreng adalah tempat bertemunya aliran sungai dengan laut. Terbentang panorama alam yang indah dan daya tarik yang unik di antaranya  hutan mangrove, pemandangan alam (sunset), tempat bertelurnya penyu dan habitat monyet. Selain itu, wisatawan dapat menyisiri hutan mangrove dengan menggunakan perahu motor dan menikmati kuliner hasil laut dan hasil tambak. Dekat dengan ibu kota kabupaten ± 7  Km.

Kolam alam ini memiliki daya tarik sebagai tempat hidupnya ikan bandeng yang memiliki cita rasa tersendiri. Kolam ini pun dapat berubah menjadi garam pada saat musim panas. Selain itu di sekitarnya terdapat panorama alam yang indah. Akses menuju lokasi tersebut sangat cocok mengunakan sepeda motor trail.

Kenalilah tempat wisata yang satu ini. Gunung Ebulobo merupakan gunung aktif dengan puncak yang tinggi dan kawah terbuka yang berada di Selatan Kabupaten Nagekeo; menantang rasa bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, apalagi ruang terbuka di sekitar lereng gunung bisa dimanfaatkan sebagai lahan perkemahan dan atraksi budaya lainya. Ketinggian ± 2.149 meter dpl. memang sangat mempesona.
Pendakian di gunung Ebulobo bisa dilakukan melalui dua titik yang telah menjadi jalur pendakian puncak Ebulobo yakni melalui desa Mulakoli dan desa Nunukae Kecamatan Boawae. 

Hits: 61

Shopping Basket
Translate »