pemkab nagekeo

WISATA BUDAYA

Kampung adat Boawae terletak di Kelurahan Natanage – Kecamatan Boawae. Kampung adat ini merupakan salah satu pusat kerajaan pada zaman kolonial. Letaknya cukup strategis karena berada di lintasan jalan negara Trans Flores. Jarak dari jalan ke kampung adat ± 200 m dan jarak dari ibu kota Mbay ke kampung adat Boawae ± 30 km. Selain itu kampung ini memiliki ritual – ritual adat lainya yakni berburu (toa lako) dan ritual tinju tradisional (etu) yang di laksanakan setiap tahun pada Juni, Juli dan Agustus.

Terletak di desa Wajo kecamatan Keo Tengah; masyarakatnya masih memegang kuat adat dan istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Mereka selalu hidup dalam tatanan yang diliputi suasana damai dan lingkungan tradisional yang kuat. Karena keunikanya kampung ini sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Ada atraksi khusus yang menghibur kedatangan wisatawan yaitu alat musik Ndoto dengan irama bunyi yang khas.

Kampung Adat Tutu Bhada terletak di punggung perbukitan Desa Langedhawe – Kecamatan Aesesa Selatan. Bangunan rumah adat dan pola hidup masyarakat setempat masih memegang kuat tradisi. Jarak dari ibu kota Mbay ke kampung adat Tutu Bhada ± 20 km; punya ritual adat tetap seperti tinju tradisional (etu). Para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat ke lokasi ini.

Untuk menikmati keunikan budaya dan kampung adat Nggolo Mbare di kelurahan Towak kecamatan Aesesa, wisatawan harus menempuh perjalanan hanya 5 Km dari pusat kota. Ada beberapa riutal adat seperti tinju adat yang biasanya dilaksanakan bulan-bulan tertentu menjelang akhir tahun.

 

Hits: 28

Shopping Basket
Translate »